Home / Male Adult / Marlon Menantu Terhebat / BAB 72: MENUTUPI KESALAHAN 

Share

BAB 72: MENUTUPI KESALAHAN 

last update publish date: 2026-07-07 16:33:42

“Pih..., benar ini kan jaket yang Papi inginkan?” ucap Jayanti menyapa Andhika yang sedang duduk di ruang depan rumah baru mereka setelah dipaksa keluar dari rumah keluarga besar mereka.

Andhika menoleh ke arah Jayanti dan melihat pada jaket berwarna cokelat yang sedang berada di tangan anaknya.

“Wah... Bener ini, Jay, bagaimana kamu bisa mendapatkannya?” tanya Andhika saat memegang pakaian berharga yang terasa lembut tekstur bahannya dengan wajah penuh kegembiraan.

“Tadi saat pulang dari kanto
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 170: BUAH MANIS PERJUANGAN ERINKA

    Sinar matahari pagi menembus celah jendela kaca tebal di lantai tujuh laboratorium utama Megah Hardiyata Group. Pendar cahayanya memantul di atas jajaran tabung reaksi dan mesin inkubator biometrik steril. Udara ruangan berbau antiseptik tipis, dipenuhi deru halus sistem penyaring udara yang terus bekerja.Di tengah laboratorium yang dijaga ketat pasukan Alpha, Erinka berdiri dengan jubah medis putihnya. Ia menatap lurus ke arah botol vial kaca kecil berisi cairan keemasan yang berkilau pekat. Matanya yang lelah mendadak berbinar cerah, memancarkan rasa lega yang teramat sangat mendalam.Perjalanan untuk mencapai detik ini bukanlah hal yang mudah bagi tim riset medis Hardiyata. Sejak faksi Adam dan Indra disingkirkan, cetak biru proyek pneumonia lama harus dirombak total. Bahan kimia berbahaya yang sengaja disisipkan demi menekan biaya produksi kini telah dibuang sepenuhnya.Di bawah pengawasan ketat Marlon sebagai mentor, arah penelitian diubah seratus delapan puluh derajat. Mereka f

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 169: GERTAKAN KOSONG PEMBUNUH BAYARAN

    Fajar baru Megah Hardiyata Group di bawah kepemimpinan Sugalih telah dimulai dengan gemilang, dan Marlon siap menyapu bersih setiap ancaman internasional yang mencoba mengusiknya.Meskipun telah memegang kekuasaan tertinggi di perusahaan raksasa itu, Sugalih tidak pernah tinggi hati. Ia secara berkala meminta pengawasan langsung dan bimbingan strategis dari Marlon. Di bawah bimbingan dan pengawasan super ketat dari Marlon, proyek obat pneumonia yang sempat tertunda akhirnya dilanjutkan kembali. Marlon memberikan instruksi kepada seluruh tim riset untuk menyingkirkan segala bentuk zat kimia berbahaya. Mereka fokus menyempurnakan komposisi menggunakan ekstrak herbal murni yang aman bagi tubuh manusia."Pah, pastikan semua data riset dari faksi lama dienkripsi ulang dengan kunci biometrik Erinka," ujar Marlon melalui sambungan telepon satelit yang aman, sesaat setelah mobilnya bergerak meninggalkan area industri pelabuhan."Sudah dilakukan, Marlon," jawab Sugalih dari seberang telepon.

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 168: ALIH KUASA MEGAH HARDIYATA

    "Tuan Marlon Pramudya! Saya baru saja tiba di TKP dermaga utara bersama satu regu penuh pasukan provost," lapor Letkol Hermawan dengan nada suara yang bersemangat namun sarat akan kewaspadaan. "Kondisi mobil boks milik Zakie masih mengeluarkan asap hitam, dan jasad target masih berada di dalam kabin dalam posisi terduduk. Namun, ada sesuatu yang aneh di sini, Tuan.""Apa yang kamu temukan, Letkol?" tanya Marlon, matanya menyipit tajam."Kami menemukan sebuah perangkat pemancar sinyal frekuensi radio aktif yang sengaja ditanam di bawah sasis mobil boks tersebut," jelas Letkol Hermawan, terdengar suara deru angin pelabuhan yang berisik di balik laporannya. "Pemancar ini terus-menerus mengirimkan data koordinat lokasi ke sebuah satelit komersial asing. Seseorang sengaja membiarkan mobil ini mudah dilacak agar kita semua berkumpul di titik ini."Marlon tersennyum dingin, sebuah senyuman yang sangat tipis namun memancarkan aura membunuh yang mengerikan. "Sudah aku duga. Itu adalah umpan."

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 167: PERLINDUNGAN TERKUAT UNTUK SANG ISTRI

    Angin laut yang berembus kencang dari arah pelabuhan membawa aroma garam dan besi yang pekat, menyelimuti mobil SUV hitam yang sedang melaju cepat membelah jalanan lingkar luar kota. Di dalam kabin mobil yang kedap suara itu, keheningan terasa begitu berat menekan. Marlon Pramudya duduk bersandar dengan tatapan mata yang lurus menembus kaca jendela yang gelap. Meskipun tubuhnya tampak rileks, setiap otot di tubuh tegapnya sebenarnya sedang berada dalam kondisi siaga penuh. Bayangan proyektil perak berukir huruf "V" yang kini tersimpan aman di dalam saku dalam jaketnya terus berputar-putar di dalam benaknya.Kembalinya organisasi Vivos bukan sekadar ancaman biasa bagi faksi militer rahasianya dahulu; itu adalah deklarasi perang terbuka. Namun, hal yang paling membuat rahang Marlon mengeras bukanlah fakta bahwa nyawanya kembali diincar, melainkan keselamatan orang-orang yang kini teramat sangat berharga baginya. Megah Hardiyata Group baru saja dibersihkan dari tikus-tikus korporasi sep

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 166: AKHIR YANG TRAGIS

    "Di mana kamu menemukan peluru ini, Walfred?" tanya Marlon dengan suara yang sangat rendah.Suasana di dalam lift eksekutif yang baru saja tertutup itu mendadak terasa membeku. Ketegangan yang tadinya sempat mencair setelah kemenangan di ruang sidang pleno kini kembali merayap, jauh lebih pekat dan mencekam dari sebelumnya.Walfred menelan ludah dengan susah payah sebelum menjawab. "Tepat di dalam mobil boks hitam milik Inspektur Zakie, Tuan. Mobil itu ditemukan dalam kondisi hancur terbakar di pinggiran dermaga utara. Tim intelijen militer Letkol Hermawan baru saja mengonfirmasi bahwa Zakie tewas dieksekusi di tempat sebelum pasukannya tiba. Dan peluru ini... bersarang tepat di jantungnya."Marlon tidak langsung merespons. Ia mengambil proyektil logam berwarna perak kusam berdiameter sembilan milimeter itu dari balutan kain beludru hitam di tangan Walfred. Ujung jarinya meraba permukaan logam yang dingin, merasakan lekukan ukiran huruf Latin kuno berbentuk "V" di pangkal selongsongnya

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 165: ERA BARU MEGAH HARDIYATA GROUP

    Plak...! Plak...! Plak...!Suara tepuk tangan menggema dengan ritme yang solid di dalam ruang sidang utama lantai paling atas gedung pencakar langit MHG. Seluruh jajaran direksi, komisaris independen, dan perwakilan pemegang saham institusi yang tersisa berdiri tegak dengan tatapan penuh rasa hormat. Ketakutan yang sempat membayangi mereka selama masa pembersihan internal kini telah lenyap, digantikan oleh rasa optimis yang membumbung tinggi.Kakek Hardiyata duduk di kursi rodanya di ujung meja konperensi, mengenakan kemeja batik sutra terbaiknya. Meskipun gurat-gurat kelelahan masih membekas di wajah senjanya, sepasang mata elang beliau memancarkan kelegaan yang teramat sangat mendalam. Di samping kanan dan kirinya, Marlon dan Erinka berdiri dengan anggun. Marlon tampak berwibawa dengan setelan jas hitam potongan modern yang pas di tubuh tegapnya, sementara Erinka memukau semua orang dengan gaun formal berwarna biru dongker yang elegan."Semuanya, silakan duduk kembali," ucap Kak

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 4: MENCARI IDENTITAS MARLON

    “Orang-orang brengsek! Bukannya menolong malah ‘misuh-misuh’ engga jelas!” ucap Tony yang hanya bisa melihat Hendrik terjebak di dalam mobil.“Tolong aku, Bro... kakiku kejepit, sakit sekali nih rasanya...” ujar Hendrik memanggil Tony yang sedang duduk di luar mobil yang posisinya dalam keadaan ter

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 3 : DISEREMPET LAMBORGHINI

    Setelah Marlon memandu mobil Avanza berwarna hitam itu di jalan raya, Erinka bisa merasakan kalau hari ini Marlon sangat berbeda. Rupanya dia piawai memandu mobil, cara menyetirnya halus dan tenang, membuat penumpang merasa nyaman. Erinka menyimpulkan, kalau suaminya itu mempunyai sisi lain pada di

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 2: BATAS KESABARAN

    Menjelang siang hari saat mengerjakan tugas rutin membersihkan rumah, menyapu dan mengepel lantai, Marlon kembali menerima sebuah pesan di ponselnya. Dia pun langsung tersenyum lebar mengetahui bahwa dirinya telah mendapat hadiah yang begitu banyak hari ini. Mulai dari uang 100 Milyar yang ditransf

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 1: MENANTU YANG TERTINDAS

    “Bagaimana rasanya, Sayang, enak enggak nasi goreng buatanku?” tanya Marlon yang berdiri di samping Erinka, setelah istrinya itu menyuap sesendok nasi goreng ke mulutnya.“Hmm... sedap... beneran ini kamu yang masak?” tanya Erinka.“Iya, dong aku... tapi bumbunya sih Bi Puri yang membuat, aku bagia

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status