مشاركة

75

مؤلف: Dao Yue
last update تاريخ النشر: 2026-08-22 22:20:53

Tiga hari selanjutnya, Dapur yang biasanya riuh oleh suara teriakan mempersiapkan pesanan, mendadak menjadi tenang.

Antrean pesanan di layar kasir mulai menumpuk hingga dua puluh nomor, tetapi penyajian di meja racik justru lambat.

“Duh, bagian belakang kok lambat sih,” gerutu kasir pelan.

Andre yang sedang memeriksa laporan keuangan bulanan di sudut ruangan langsung menyadari kejanggalan tersebut.

Lelaki itu berdiri, melangkah tenang menghampiri area dapur, tatapannya cukup tajam untuk membaca
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Mas, Baksomu Ngangenin   78

    Bagas melangkah menghampiri Andre, muncul daei kerumunan tamu, menghentikan langkahnya tepat di hadapan Andre dan Mayang dengan senyum tipis yang dipaksakan.Kilatan kamera wartawan masih bersahut-sahutan di sekeliling mereka."Selamat datang, Andre. Senang melihatmu tidak hadir di tempat ini," sapa Bagas dengan nada lugas. Bagas memberi isyarat menggunakan tangannya ke arah meja melingkar di sudut VIP. "Mari, ada beberapa kolega penting yang ingin berkenalan dengan pengusaha muda berbakat sepertimu,” ajak Bagas ramah.“Terima kasih,” sahut Andre sopan.Andre mengangguk tipis dengan wajah dinginnya, Mayang yang menggandeng tangannya erat, mengikuti langkah Bagas menuju meja elit tersebut.Empat pria paruh baya bertubuh tambun dengan setelan jas seharga ratusan juta rupiah sedang menyesap wiski mahal. Mereka adalah para petinggi asosiasi perbankan, pemilik jaringan ritel nasional, dan pejabat kementerian perdagangan yang dikenal sebagai kroni utama Grup Cakra Durji."Bapak-bapak sek

  • Mas, Baksomu Ngangenin   77

    Bagas tersenyum sinis, meyakini bahwa pemuda di hadapannya ini akan ketakutan dan mencari alasan untuk menolak jamuan tersebut.Sayangnya, Andre justru menyunggingkan senyum tipis yang amat dingin.​"Sampaikan pada bosmu …," kata Andre sambil menjeda kalimatnya.Andre menatap lekat ke arah Bagas, hingga pria jangkung itu tersentak pelan. "Aku akan datang, dan pastikan dia tidak jantungan saat melihat jebakan yang dia siapkan justru berubah menjadi kuburannya sendiri,” imbuh Andre.Bagas tersentak, sejenak merasakan kekuatan dari mental yang luar biasa besar dari Andre, sebuah respon yang muncul dari dalam diri, bukan dari kesaktian peninggalan masa lalu.Tanpa mengucap sepatah kata lagi, Bagas berbalik arah dan melangkah pergi membawa kekalahan taktik pertamanya untuk mengintimidasi Andre.‘Siapa sebenarnya anak itu? Hanya anak dari keluarga miskin, tetapi … mentalnya tidak mudah dijatuhkan begitu saja. Apa lapiran itu salah? Aku bahkan tidak menemukan jejak energi spiritual,’ pikir

  • Mas, Baksomu Ngangenin   76

    “Mas … Mas Andre! Ada utusan Cakra Durji!” seru Fian dengan nafas terengah.“Cakra Durji? Mau ngapain mereka?” tanya Andre heran.Fian menggeleng pelan, Andre melangkah ke depan untuk mencari tahu, apa gerangan tujuan Raja Durji tersebut.Beberapa pria tampak santai, tetapi mata dan gerakannya tampak waspada. Mereka adalah anak buah Ki Jaga, yang diutus untuk menjaga Andre dari jarak dekat. Menyamar sebagai pembeli.“Awasi Tuan muda, itu Bagas, tangan kanan Raja Durji,” bisik salah satu pengawal.“Baik, aku pindah duduk lebih dekat,” sahut rekannya.Sebuah mobil sedan hitam mewah beratap terbuka berhenti tepat di depan pintu masuk Bakso Rempah Bumi Swarga.Dari dalam mobil, turun seorang pria tinggi kurus berwajah datar, berpakaian setelan jas marun yang memancarkan aura dingin dan arogan. Pria itu adalah Bagas, tangan kanan kepercayaan Raja Durji sekaligus eksekutor tingkat tinggi dari Grup Cakra Durji.“Selamat datang di Bakso Rempah Bumi Swarga. Untuk berapa orang, Pak? Makan di

  • Mas, Baksomu Ngangenin   75

    Tiga hari selanjutnya, Dapur yang biasanya riuh oleh suara teriakan mempersiapkan pesanan, mendadak menjadi tenang.Antrean pesanan di layar kasir mulai menumpuk hingga dua puluh nomor, tetapi penyajian di meja racik justru lambat.“Duh, bagian belakang kok lambat sih,” gerutu kasir pelan.Andre yang sedang memeriksa laporan keuangan bulanan di sudut ruangan langsung menyadari kejanggalan tersebut.Lelaki itu berdiri, melangkah tenang menghampiri area dapur, tatapannya cukup tajam untuk membaca gestur tubuh para karyawannya.Di depan kompor utama, Yudi, koki senior bagian kuah tampak menggerakkan tangannya kasar seraya melempar mangkuk porselen ke atas meja stainless steel. Sementara di meja peracikan topping, Dika, karyawan muda yang baru sebulan bekerja, berdiri dengan wajah tertunduk, memegang lap dengan tangan gemetaran dan mata yang berkaca-kaca."Kalau kamu gak becus menyiapkan porsi tetelan dari subuh, bilang dari awal, Dika! Jangan bikin aku yang kena semprot pelanggan!" bent

  • Mas, Baksomu Ngangenin   74

    Aksi balasan dari Bu Ram ini membuat sabotase bahan mentah yang dirancang Raja Durji gagal total, bukan hanya gagal … tetapi juga menderita kerugian finansial yang sangat besar.Fian dan para staf dengan sigap memindahkan seluruh bahan mentah segar tersebut ke ruang pendingin ruko. Dapur Bakso Rempah Swarga kembali mengepulkan bau harum kuah rempah yang jauh lebih menggugah selera dari hari-hari sebelumnya.Di tengah kesibukan itu, Ki Jaga melangkah mendekati Andre yang sedang memeriksa daftar pengiriman dari Bu Ram."Tuan Muda … kalung pusaka di dalam dada Anda, energinya terus membesar semakin panas. Mengapa Tuan Muda sama sekali tidak menyerap atau menggunakan petunjuk spiritualnya untuk menghadapi masalah ini?" tanya Ki Jaga sopan.Andre menoleh perlahan, menatap Ki Jaga sambil tersenyum."Ki Jaga," cakap Andre dengan suara rendah penuh wibawa, "Jika untuk urusan pasokan daging dan rempah saja aku harus mengandalkan keajaiban kalung ini, lalu apa gunanya otakku sendiri sebagai se

  • Mas, Baksomu Ngangenin   73

    Mayang mengecup pipi Andre, dan segera bangkit menuju ke bawah.Beberapa karyawan menyapanya sopan ketika melihatnya melewati area dapur yang tampak begitu sibuk.“Kamu langsung pulang? Ga sarapan dulu?” tanya Andre.“Ga usah lah, aku mau ganti baju. Ada rapat penting,” jawab Mayang sambil berpamitan.“Ya udah, hati-hati,” kata Andre sambil mengantar hingga ke depan pintu mobil.Hari ini beberapa masalah kecil muncul, kalung mulai bergetar, mencoba menarik perhatian pemiliknya agar Andre mengikuti petunjuk.Namun, Andre sama sekali tidak peduli. Lelaki itu merasa kesal karena dianggap parasit karena terus menerus bergantung, padahal dirinya hanya memanfaatkan di situasi yang genting saja.‘Cih, enak aja mau ikut campur. Aku juga bisa maju asal punya modal dan relasi,’ pikir Andre.Di balik pilar ruangan VIP lantai dua, Ki Jaga berdiri bak patung kayu saja. Matanya membelalak merasakan getaran energi dari kalung Andre yang memicu gelombang halus di udara."Energi Bumi Swarga sebesar in

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status