Share

Curhatan Nyonya

Author: MJoy Ganteng
last update publish date: 2026-07-14 11:04:56

Gisel, membuka obrolan dengan suara yang bergetar menahan luapan emosi baru.

“Maaf untuk tingkah nekatku barusan. Aku hanya coba mengakui apa yang sebenarnya aku rasa setelah rentetan tekanan batin yang nyaris membuatku gila. Tapi nyatanya, aku sendiri pun kebingungan dengan egoku yang mulai lepas kendali."

Gisel menundukkan kepalanya dalam-dalam, menyembunyikan wajahnya dari tatapan mata Arka. Jemari tangannya saling meremas satu sama lain dengan gelisah. "Aku ini perempuan yang terikat pernik
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mas Duda, Beri Aku Lebih!   Melepasmu Dari Hidupku

    "Bersama dengan siapa? Bergandengan tangan? Berpelukan? Bermain gila? Sama siapa, hah?!" tanya Gisel dengan wajah mengintimidasi Clarissa. "Kamu bilang aku bermain gila sama suami teman kamu? Siapa? Mila?!" sambungnya menyudutkan."Jangan pura-pura bodoh dan gak tahu apa-apa. Gak mungkin kamu gak tahu apa yang Mila lakukan sama laki-laki yang kamu sebut suaminya itu. Perempuan itu yang dulunya menghancurkan rumah tanggaku sampai aku sama Adrian bercerai!""Kalau saja yang datang ke sini bukan kamu tapi dia, mungkin aku gak bakal segan menghancurkan dan membalas apa yang sudah dia lakukan sama Adrian!""Pergi sebelum aku lepas kendali sama kamu!" peringatan terakhir diucapkan Gisel pada Clarissa yang tak sanggup menyangkal lagi.Gisel lalu menoleh pada Arka di belakangnya. "Bawa istri kamu pergi sebelum terjadi apa-apa sama papaku!""Gak. Aku gak bakal pergi sebelum kamu menarik ucapan kamu!" Arka menolak seketika. "Apa itu? Surat cerai kamu bilang?" sambungnya sambil menunjuk map coke

  • Mas Duda, Beri Aku Lebih!   Tamparan Keras

    Pagi yang seharusnya menjadi awal semangat baru bagi setiap orang, kini menjadi pagi yang sesak karena kehadiran Clarissa. Perempuan yang mengaku sedang mengandung itu kini sudah berdiri di hadapan Tuan Vale untuk mengacaukan segalanya.Tuan Vale menghela napas berat, mencoba menjaga ketenangannya setelah mendengar kalimat dari Clarissa yang datang tiba-tiba lalu mengutarakan hal yang sangat tidak pantas didengar."Sebelum kita bicara lebih jauh, bisa tolong ralat ucapan Anda yang bilang kalau Anda adalah istrinya Arka? Istrinya Arka itu putri saya, Gisel. Arka tidak punya istri lain selain anak saya," ucap Tuan Vale tegas namun tetap dengan nada santai dan sopan."Gisel memang istri sah Arka, Tuan. Tapi saya juga istrinya. Kami melakukan perjanjian pernikahan di Lampung sekitar sebulan lalu," jawab Clarissa dengan nada tenang. Namun ucapannya itu sukses membuat Tuan Vale mengelus dada. "Kalau tidak percaya, saya ada buktinya. Tuan ingin lihat?"Clarissa merogoh tas kecil di pangkuann

  • Mas Duda, Beri Aku Lebih!   Marahnya Orang Baik

    "Arka, bawa Clarissa ke kamar tamu. Ini udah malam, Paman sama Bibimu lagi gak bisa ngebahas apa-apa sekarang," ucap Paman Timo tegas pada Arka."Paman, aku gak mau dia ada di sini. Dia gak boleh tinggal di sini karena aku bakal langsung bawa dia pergi!" jawab Arka yang sangat keberatan dengan keputusan pamannya."Ini udah malam, Arka. Gak mungkin Paman membiarkan kamu ngusir dia gitu aja. Dia lagi hamil, apa kamu tega ngusir perempuan hamil malam-malam begini?" Ucapan Paman Timo seketika membungkam Arka."Demi harga dirimu sebagai laki-laki, turuti kata Paman, Arka! Bawa dia ke kamar tamu. Besok pagi kita bahas semuanya!" Paman Timo menyelesaikan ucapannya lalu berbalik melangkah menuju kamar Arka.Tak lama kemudian, Paman Timo keluar dari kamar Arka sambil membopong si kecil Rania yang tertidur pulas tanpa melepaskan boneka beruang kesayangannya di pelukan."Rania bakal tidur sama kami. Paman gak mau pas dia bangun, dia melihat cewek asing ada di rumah ini," ujar Paman Timo dingin d

  • Mas Duda, Beri Aku Lebih!   Tamu Tak Diundang

    Tok! Tok! Tok!Pintu ruang rawat Adrian terdengar diketuk. Gisel segera membuyarkan lamunan dan curahan hatinya sembari mengusap air mata yang membasahi wajahnya.Gisel berjalan ke depan pintu lalu membukanya. Seorang perawat masuk untuk memeriksa kondisi Adrian, membuat pria yang terbaring itu terbangun dari tidurnya.Setelah perawat selesai memeriksa keadaan Adrian serta mengganti cairan infus yang hampir habis, Gisel menutup kembali pintu agar mantan suaminya itu bisa beristirahat lagi."Gisel, kamu udah makan? Aku belum lihat kamu makan dari tadi," tanya Adrian lembut pada Gisel."Aku belum makan dan rasanya lagi gak nafsu. Perutku gak enak kalau dimasukin makanan," jawab Gisel lesu. "Kamu mau minum obat?" tanya Gisel balik.Adrian menggelengkan kepalanya. "Belum. Maksudku tadi, aku mau makan bareng kamu baru minum obat. Tapi karena kamu gak mau makan, aku juga rasanya males."Gisel mengerutkan dahinya, berkacak pinggang sejenak sebelum memelototi Adrian."Jadi kalau aku gak makan

  • Mas Duda, Beri Aku Lebih!   Pulanglah

    “Kamu di mana, Sayang?! Pulang, Gisel... Aku kayak orang gila nyariin kamu ke mana-mana," racau Arka panik, mencecar setiap pertanyaan yang menyiksa pikirannya selama dua hari ini.Ke mana Gisel pergi, bagaimana kondisinya, bersama siapa dia sekarang, tak lupa tumpahan kata maaf yang mengalir dari bibirnya yang gemetar.‘Lebih dari apa pun, aku baik-baik aja... walau kamu pergi ninggalin aku di pinggir jalan di dekat rumah istrimu itu,’ jawab Gisel dengan satu kalimat panjang, datar, dan mematikan. Setiap kata yang keluar dari bibir Gisel menusuk tepat di jantung Arka, membuatnya tak berkutik."Sayang, maafin aku... Aku gak sengaja ninggalin kamu waktu itu! Clarissa—"‘Cukup! Aku mohon sama kamu, untuk saat ini jangan pernah sebut nama perempuan itu di telingaku!’ potong Gisel cepat dan tegas, menolak mentah-mentah penjelasan Arka mengenai kondisi Clarissa.‘Sesuka itu kamu sama dia sampai-sampai dalam situasi kita yang gak berkomunikasi begini, sempat-sempatnya kamu sebut nama peremp

  • Mas Duda, Beri Aku Lebih!   Jejak Berdarah

    Adrian terdiam seketika. Bibirnya yang pucat mengatup rapat. Pria itu hanya mampu menyunggingkan senyum lemah seraya menggelengkan kepala perlahan. Ia secara sadar memilih menutupi kebenaran mengerikan itu agar Gisel tidak terseret ke dalam jaring bahaya.Pikiran Adrian melayang cepat pada kalimat terakhir yang diucapkan oleh salah satu eksekutor berjaket hitam sebelum pisau merobek perutnya.'Lo salah besar karena udah berani mengusik cewek itu, Bro!'‘Aku tahu siapa di balik semua ini…’ bisik Adrian dalam batinnya yang membara. Mereka bukan perempuan biasa. ‘Clarissa punya jaringan bisnis gelap yang menggurita di dunia malam, dengan koneksi dari kalangan pejabat licik hingga mafia kelas atas.’‘Sangat mudah bagi permainan iblis itu buay menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisi nyawaku!’Adrian menganalisis semuanya di dalam hati. Ia yakin seratus persen bahwa penyerangan ini adalah tindakan balasan dari Clarissa atas penangkapan Mila dan ancaman terbongkarnya konspirasi kehamilan p

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status