分享

Batasan

作者: MJoy Ganteng
last update publish date: 2026-07-14 11:37:16

"Dua hal buruk itu mungkin masih bisa kupertahankan dengan sisa-sisa kesabaranku. Aku bisa terus bertahan di sisinya sambil menunggu suamiku yang dulu kembali. Aku sangat percaya kami bisa melewati rintangan besar ini bersama-sama.”

“Tapi sayangnya... pengkhianatannya dengan teman kecilnya itu benar-benar membuat aku ada di titik lelah. Aku mulai bimbang, harus dengan cara apa lagi aku mempertahankan pernikahan yang sudah hancur ini."

Gisel menyebut nama itu dengan nada penuh kebencian yang men
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Mas Duda, Beri Aku Lebih!   Pulanglah

    “Kamu di mana, Sayang?! Pulang, Gisel... Aku kayak orang gila nyariin kamu ke mana-mana," racau Arka panik, mencecar setiap pertanyaan yang menyiksa pikirannya selama dua hari ini.Ke mana Gisel pergi, bagaimana kondisinya, bersama siapa dia sekarang, tak lupa tumpahan kata maaf yang mengalir dari bibirnya yang gemetar.‘Lebih dari apa pun, aku baik-baik aja... walau kamu pergi ninggalin aku di pinggir jalan di dekat rumah istrimu itu,’ jawab Gisel dengan satu kalimat panjang, datar, dan mematikan. Setiap kata yang keluar dari bibir Gisel menusuk tepat di jantung Arka, membuatnya tak berkutik."Sayang, maafin aku... Aku gak sengaja ninggalin kamu waktu itu! Clarissa—"‘Cukup! Aku mohon sama kamu, untuk saat ini jangan pernah sebut nama perempuan itu di telingaku!’ potong Gisel cepat dan tegas, menolak mentah-mentah penjelasan Arka mengenai kondisi Clarissa.‘Sesuka itu kamu sama dia sampai-sampai dalam situasi kita yang gak berkomunikasi begini, sempat-sempatnya kamu sebut nama peremp

  • Mas Duda, Beri Aku Lebih!   Jejak Berdarah

    Adrian terdiam seketika. Bibirnya yang pucat mengatup rapat. Pria itu hanya mampu menyunggingkan senyum lemah seraya menggelengkan kepala perlahan. Ia secara sadar memilih menutupi kebenaran mengerikan itu agar Gisel tidak terseret ke dalam jaring bahaya.Pikiran Adrian melayang cepat pada kalimat terakhir yang diucapkan oleh salah satu eksekutor berjaket hitam sebelum pisau merobek perutnya.'Lo salah besar karena udah berani mengusik cewek itu, Bro!'‘Aku tahu siapa di balik semua ini…’ bisik Adrian dalam batinnya yang membara. Mereka bukan perempuan biasa. ‘Clarissa punya jaringan bisnis gelap yang menggurita di dunia malam, dengan koneksi dari kalangan pejabat licik hingga mafia kelas atas.’‘Sangat mudah bagi permainan iblis itu buay menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisi nyawaku!’Adrian menganalisis semuanya di dalam hati. Ia yakin seratus persen bahwa penyerangan ini adalah tindakan balasan dari Clarissa atas penangkapan Mila dan ancaman terbongkarnya konspirasi kehamilan p

  • Mas Duda, Beri Aku Lebih!   Bayangan Surgawi

    "Adrian… bangun! Buka mata kamu…"Suara itu terdengar begitu halus, lembut, dan menenangkan, bergema di tengah kegelapan hampa yang teramat dingin. Adrian membuka matanya perlahan. Pandangannya remang-remang, namun perlahan batas-batas cahaya mulai membentuk sebuah siluet indah yang teramat sangat ia kenal.Di atas wajahnya, berdiri sosok Gisel. Wanita itu mengenakan gaun putih anggun yang melambai ditiup angin lembut. Rambut hitam lurusnya yang berkilau menjuntai ke bawah, memayungi pandangan Adrian dari kesakitan duniawi. Senyum Gisel mengembang—begitu murni, begitu menyejukkan. Dan perlahan Adrian menyadari, kepalanya sedang berbaring hangat di atas pangkuan Gisel.‘Apa aku udah di surga? Atau ini dunia lainnya?’ batin Adrian tertegun. Pikirannya buntu. Rasanya mustahil ia bisa merasakan kedamaian sesempurna ini setelah apa yang terjadi di lorong parkiran sepi itu. ‘Atau semua ini cuma mimpi?Suara Adrian tak mampu keluar. Tenggorokannya membeku, hanya batinnya yang mampu berbisik

  • Mas Duda, Beri Aku Lebih!   Hantaman Jahat

    Dua malam sudah Arka mencari keberadaan Gisel tanpa hasil. Setelah meninggalkan Clarissa di klinik pribadi Dokter Margareth, Arka kebingungan setengah mati dan kehilangan jejak istrinya. Lelah fisik dan batin membuat Arka memutar arah, kembali ke Metro City, menuju kediaman Paman Timo—orang kepercayaan keluarga besar mereka.Di dalam ruang tamu yang hening, Arka duduk tertunduk membeberkan semua kekacauan yang terjadi, termasuk kondisi Clarissa yang sempat pendarahan hingga terlantarnya Gisel seorang diri."KETERLALUAN KAMU, ARKA!" bentak Paman Timo menggelegar, memukul meja hingga cangkir di atasnya bergetar. "Bisa-bisanya kamu nelantarin Gisel begitu aja?! Di mana otak dan akal sehatmu, hah?! Lebih penting perempuan pengganggu itu dibanding istri sahmu sendiri?!"Paman Timo menghela napas berat, menatap Arka dengan raut kecewa yang mendalam."Waktu aku diminta menyelidiki relasi Adrian dulu, nama Clarissa itu sudah muncul sebagai teman dekat Mila. Cewek itu bukan perempuan baik-bai

  • Mas Duda, Beri Aku Lebih!   Pengakuan Di Balik Jeruji Besi

    "Tapi sebelum kembali melayani Arka, gue harus perbaiki tampilan tubuh gue dulu lewat perawatan ekstra... biar Arka makin tergila-gila dan ketagihan melayani gue di ranjang!" gumam Clarissa percaya diri seraya mematut dirinya di depan cermin besar."Bentar... gue coba telepon Mila dulu deh. Kangen juga udah hampir dua minggu gak dengar gosip dari cewek itu, hahaha!" tawa Clarissa pecah pelan.Clarissa menyambar ponselnya dan mendial nomor pribadi Mila, namun hanya nada panggil tidak aktif yang menyambutnya. Penasaran, ia beralih memutar nomor telepon rumah utama milik Mila. Setelah beberapa kali nada sambung, panggilan itu akhirnya diangkat oleh asisten rumah tangga Mila."Halo, Bibi... Mila ada di rumah? Kok nomor ponselnya dari tadi gak aktif sih?" tanya Clarissa santai.Namun, jawaban di seberang telepon seketika membekukan darah Clarissa. Tubuhnya bergetar hebat saat mendengar penuturan sang ART bahwasanya Mila telah diseret dan ditahan di markas kepolisian atas laporan tindak pid

  • Mas Duda, Beri Aku Lebih!   Bisnis Berdarah Para Iblis Sejati

    Keesokan sorenya…"Gak masalah kalau kamu aku tinggalin di sini?" tanya Arka dengan nada tak acuh saat menghentikan SUV-nya di depan hunian mewah milik Dokter Margareth.Arka hanya menjalankan instruksi medis agar membiarkan Clarissa dirawat secara intensif di klinik pribadi sahabatnya. Tanpa Arka sadari sedikit pun, ia sedang diumpankan ke dalam jaring konspirasi busuk dua perempuan iblis itu."Gak apa-apa. Kamu selesaikan aja dulu urusan murahanmu sama perempuan itu," jawab Clarissa angkuh. Namun saat Arka berbalik hendak melangkah pergi, Clarissa dengan cepat merangsek maju dan memeluk erat pinggang Arka dari belakang. "Jangan pernah berani balik ke sini kalau kamu belum tuntasin urusanmu sama perempuan itu, Arka!"Arka menyentakkan tubuhnya, berbalik dengan raut muka mengeras. "Maksud kamu apa?!""Udah jelas, kan?! Aku mau kamu ceraikan Jalang itu sekarang juga!" desak Clarissa melotot tajam."KAMU UDAH GILA ATAU MEMANG GAK PUNYA OTAK, HAH?!" bentak Arka menggelegar, matanya menya

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status