Share

Bab 239. Aku Komplain!

Penulis: Chocoberry pie
last update Tanggal publikasi: 2026-10-08 20:00:53

Dengan gerakan cepat yang terlatih, Parto menangkap pergelangan tangan pria itu, memutarnya sedikit ke belakang hingga sang pelanggan meringis kesakitan, lalu menguncinya tanpa menggunakan kekerasan berlebihan.

“Lepaskan aku!” teriak pelanggan itu marah.

“Setelah Anda tenang saya akan lepaskan!” sahut Parto tegas.

“Sudar, panggil manajer shift dan amankan area luar. Gufron, bawa Mita ke ruang staff!” perintah Parto dengan tegas dan dingin.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 291. Latihan

    Waktupun berlalu. Tak terasa siang telah berganti sore. Di satu halaman belakang yang luas, terdengar berbagai suara yang bising. Salah satunya tepukan tangan beradu dengan embusan napas kasar oleh banyak orang.Rino berjalan cepat dan menepuk paha Hadi dengan ujung tongkat. “Hadi, kuda - kudamu terlalu terbuka. Jika lawan menarik kerahmu, kamu bisa tumbang seketika!”Hadi tampak memperbaiki kuda-kudanya. Keringat membasahi kaos miliknya. Rino mengangguk saat Hadi sudah sesuai arahannya.Mata Rino kini mengamati Dimas. Ia memicingkan mata. “Dimas, jangan cuma mengandalkan tangan saja! Gerakkan pinggulmu! Putar woi!”“Aduh, Boss! Saya nggak kuat! Istirahat dulu yuk?” Seno terengah di pojok, tangannya bertumpu di lutut.Rino melirik jam tangannya. Ternyata hampir pukul empat. Ia menaruh tongkat ke tanah dan menyilangkan tangan. “Kalau begitu selesai. Sekarang aku mau lihat hasil latihannya. Hadi, Dimas, maju. Kalian sparing.”“Apa?

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 290. Gosip

    “Halah! Kayak nggak pernah aja dikibulin buaya,” goda Wina. Sari mengacak rambutnya. “Aku frustasi nih. Si Budi tadi bilang kalau dia lagi nyapu kan pas kejadian itu? Artinya dia paling tahu sekarang ini!” “Coba tanya yang lain. Penghuni kos sini pasti tahu kan?” Luna memberikan ide. Supaya mereka bertiga tidak gelisah macam ulet bulu kepanasan. “Anak-anak yang ada di sini kan kalo siang kerja, Lun! Si Budi itu di rumah karena nganggur! Jadi, ya cuma dia aja yang tahu kronologinya!” Nisa memejamkan mata gemas. “Ihh! Melani kok gitu sih? Aduh…padahal tinggal dikit lagi kita dapat informasinya!” Luna menatap jalanan yang sepi. Di kejauhan tampak Budi diseret paksa istrinya. “Budi takut istrinya?” tanya Luna penasaran. “Gimana nggak takut? Budi aja pernah dibanting sama Melani gara-gara dia malah ngegosip sama tetangga! Dia lupa Melani nyuruh beliin mie tektek eh dia malah sibuk gosip sama tetangg

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 289. Sambutan Penghuni Kos

    “Lunaaaaa!” Sari menghambur ke pelukan Luna begitu Luna sampai di kos lamanya. Tentu saja Luna menyambut pelukan Sari dengan penuh haru.“Makasih ya udah disambut gini.” Luna tersenyum lebar. Hingga dia merasakan sesuatu. “Ei, kamu nggak pakai plat Jambu lagi?”“Ckckcck! Halah. Cuma di kos doang.” Sari melepaskan pelukannya sambil cekikikan. “Gimana kabarmu—”Belum sempat Sari menyelesaikan ucapannya, kepala gadis itu mendongak tiba-tiba. Membuat Luna terkejut karena ternyata Wina menjambak rambut Sari.“Giliranku, Sari! Ya ampun! Cantikku sudah pulang!” Wina mencubit dua pipi Luna. “Aku takut kamu nggak bakal balik lagi lo.”Luna tersenyum. “Sekarang balik kan?”Wina mengangguk. “Iya! Syukurlah kamu masih bisa senyum begini. Hah…bener-bener deh. Akhirnya ada yang enak dilihat juga di sini. Belakangan suasana di sini tuh-”Pak!Wina tersingkir begitu saja. Terganti wajah Nisa yang cantik dengan body idealnya. Ia menggeser kuat tubuh Wina dengan tubuhnya.“Lain kali kamu harus yoga jug

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 288

    Plak!Luna menampar Hadi sekuat tenaganya. Lalu dia mendorong tubuh Hadi agar mundur keluar dari pintu kamarnya. Karena perbedaan berat tubuh yang besar, Hadi nyaris tidak bergerak sedikitpun.Hadi memegangi pipinya yang terasa sedikit panas. Matanya melotot dan dia menggertakkan giginya. Wajahnya memerah penuh amarah.“Dasar jalang! Beraninya kamu menamparku!” Hadi semakin gencar mendekati Luna.Melihat keadaan menjadi bahaya, Luna menjadi panik. Ia mencoba berlari menjauh. Akan tetapi, Hadi sudah bergerak cepat dan pria itu menangkap tangan Luna. Ia menarik kuat tangan perempuan itu hingga membuatnya tertarik mundur terantuk dada Hadi.“Hadi, lepas!” Luna menjerit ketakutan.Hadi malah mengambil satu tangan Luna yang bebas itu dan menyatukannya ke atas kepala Luna. Setelahnya pria itu membawa Luna ke tembok. Membuat Luna tidak bisa bergerak.“Wah! Cantik sekali.” Suara rendah Hadi terdengar bersamaan dengan senyum seringainya. Membuat Luna bergidik ngeri.“Hadi…tolong lepaskan aku,”

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 287.

    “Kamu beneran nggak dengar? Tante Feli di tahanan. Dia membunuh Om Joko, suaminya.” Sari menekan suaranya serendah mungkin seolah kalimat itu sebuah pantangan untuk diucapkan. “A– apa? Kok bisa?” Luna tergagap. Wajahnya memucat. Ia sama sekali tak menduga akan mendapat berita seperti itu. “Kapan?” “Kira-kira … tiga bulan yang lalu.”“Lalu … kalian gimana? Apa … kalian semua pindah kos?” tanya Luna kemudian.“Enggak. Kamu tau nggak … plot twist nya, suami tante Feli itu masih hidup. Om Joko nekat mencelakai Om Rizky, adiknya karena suka sama tante Feli. Nah … nyatanya Om Rizky ini nggak metong. Dia lupa ingatan, dan ketika kembali semua sudah —” “Kacau,” sambung Luna. “Lalu sekarang gimana?”Suara helaan napas terdengar dari seberang. “Hukuman sepuluh tahun penjara. Itupun karena … Om Rizky yang memberikan kesaksian kalau Om Joko berniat membunuhnya. Ditambah … ternyata Om Joko suka menganiaya Tante Feli,” cicit Sari mengimbuhkan informasinya. “Lalu kos-kosan gimana?” “Om Rizky y

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 286. Kegelisahan Luna

    “Jadi! Sebentar aku keluar!” Teriak Rino dari dalam kamarnya. Luna melangkah menuju shower. Ia mulai membasahi tubuhnya, bergegas untuk mandi. Tapi Rino dengan cepat meraih pinggangnya. Lelaki itu mengecup tengkuk kekasihnya. “Sebentar saja, kita tuntaskan dulu sebelum mandi.” Tanpa menunggu jawaban kekasihnya, Rino kembali menancapkan ujung tombaknya dalam-dalam. Luna meremas lengan Rino, meninggalkan jejak kuku-kukunya yang menembus kulitnya. Tapi Rino bahkan tak mengaduh. Ia justru mendesah nikmat dan mulai mengayun dengan tempo yang cepat. Sepasang tangan kokohnya meremas pinggang Luna, seolah tak membiarkannya lari. Dan setiap hentakannya semakin dalam, kuat dan cepat. Saking kuatnya, suara rintihan terus terdengar keluar dari bibir Luna. Kedua kulit bertumbukan, menghasilkan suara kecipak saat cairan kenikmatan yang keluar beradu dalam gairahnya yang semakin memuncak.Napas yang terengah, debaran jantung yang

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 3. Cincin Aneh

    Mata Raka langsung melotot saat melihat cincin di dalam kotak kayu itu. Ia meraih logam putih itu dan mengamatinya dengan seksama. Matanya tertuju pada bagian dalam lingkaran itu. Ada grafir halus dengan huruf yang tak dikenalnya di sepanjang lingkaran itu. Mungkin itu tulisan kuno atau bahkan tuli

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 2. Basah

    Rakasya baru saja membuka pintu kamarnya, saat tante Feli tanpa basa-basi menyeruak masuk. Wanita itu sama sekali tak peduli ataupun canggung dengan penampilan Raka yang saat ini hanya memakai celana boxer saja. Niatnya untuk menagih sewa kamar, sudah dapat ditebak oleh Raka. Wanita itu menengadah

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 1. Tante Galak Yang Bahenol

    "Baru pulang, Ka?" "I-iya, Tante." Rakasya Gutawa langsung gugup, saat mendapati ibu kost menegurnya. Raka baru saja menjagrak miring sepeda motornya, sebelum menutup pintu pagar rumah kost. Tapi ia sudah disambut dengan pemandangan indah, yang sering menghiasi imajinasinya dalam kamar kost yan

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 4. Perubahan Besar

    Air dingin yang menyentuh kulit Raka, terasa begitu menyegarkan. Namun perasaan aneh itu tak bisa diacuhkannya lagi. Bukan saja tentang kejadian semalam, tapi juga yang ia amati pagi ini. Tubuhnya berubah! Bagaimana bisa tubuhnya yang kurus, tiba-tiba saja padat, berisi dengan otot perut layaknya

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status