Home / Romansa Pria / Cincin Ajaib Pangeran Terbuang / Bab 39. Keributan Di Ruang Istirahat

Share

Bab 39. Keributan Di Ruang Istirahat

last update Petsa ng paglalathala: 2026-07-03 14:24:41

“Cepat bilang kamu dapat tip berapa dari tante Sofi?” tanya Ardy gusar.

Makanan di mulut Raka nyaris menyembur karena terkejut dengan gerakan tiba-tiba pria itu. Piring di meja saja sampai bergeser dan nyaris jatuh, untung saja Raka bisa menangkapnya.

Dia mengangkat kepala dan melihat ke arah seniornya itu. Ardy seharusnya sudah melihat sendiri kalau dia tidak berbohong. Di dalam ruangan itu, tante Sofi dan dirinya cuma minum teh.

“Tip?”

“Iya, jangan coba-coba bohong kamu. Tip hari ini harusn
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 287.

    “Kamu beneran nggak dengar? Tante Feli di tahanan. Dia membunuh Om Joko, suaminya.” Sari menekan suaranya serendah mungkin seolah kalimat itu sebuah pantangan untuk diucapkan. “A– apa? Kok bisa?” Luna tergagap. Wajahnya memucat. Ia sama sekali tak menduga akan mendapat berita seperti itu. “Kapan?” “Kira-kira … tiga bulan yang lalu.”“Lalu … kalian gimana? Apa … kalian semua pindah kos?” tanya Luna kemudian.“Enggak. Kamu tau nggak … plot twist nya, suami tante Feli itu masih hidup. Om Joko nekat mencelakai Om Rizky, adiknya karena suka sama tante Feli. Nah … nyatanya Om Rizky ini nggak metong. Dia lupa ingatan, dan ketika kembali semua sudah —” “Kacau,” sambung Luna. “Lalu sekarang gimana?”Suara helaan napas terdengar dari seberang. “Hukuman sepuluh tahun penjara. Itupun karena … Om Rizky yang memberikan kesaksian kalau Om Joko berniat membunuhnya. Ditambah … ternyata Om Joko suka menganiaya Tante Feli,” cicit Sari mengimbuhkan informasinya. “Lalu kos-kosan gimana?” “Om Rizky y

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 286. Kegelisahan Luna

    “Jadi! Sebentar aku keluar!” Teriak Rino dari dalam kamarnya. Luna melangkah menuju shower. Ia mulai membasahi tubuhnya, bergegas untuk mandi. Tapi Rino dengan cepat meraih pinggangnya. Lelaki itu mengecup tengkuk kekasihnya. “Sebentar saja, kita tuntaskan dulu sebelum mandi.” Tanpa menunggu jawaban kekasihnya, Rino kembali menancapkan ujung tombaknya dalam-dalam. Luna meremas lengan Rino, meninggalkan jejak kuku-kukunya yang menembus kulitnya. Tapi Rino bahkan tak mengaduh. Ia justru mendesah nikmat dan mulai mengayun dengan tempo yang cepat. Sepasang tangan kokohnya meremas pinggang Luna, seolah tak membiarkannya lari. Dan setiap hentakannya semakin dalam, kuat dan cepat. Saking kuatnya, suara rintihan terus terdengar keluar dari bibir Luna. Kedua kulit bertumbukan, menghasilkan suara kecipak saat cairan kenikmatan yang keluar beradu dalam gairahnya yang semakin memuncak.Napas yang terengah, debaran jantung yang

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 285. Mana Tahan

    Sepasang tangan Luna menekan dinding di depannya. Ia menggigit bibirnya dengan pasrah saat merasakan sesuatu yang keras menekan di bawah sana. Perih yang sama masih dirasakannya saat batang yang keras berotot itu menerobos ke dalam tubuhnya. “Aaah … Luna,” bisik Rino sembari melumat daun telinga gadis dalam pelukannya itu, “Lunaku.” Tubuh lelaki itu sedikit gemetar saat merasakan remasan di batangnya. Rasa hangat dan kelembutan itu membuatnya seperti menggila.“Mmmph —” Luna mengerang pelan. Tubuhnya selalu meremang setiap Rino menyentuh daun telinganya yang sensitif. Lelaki itu melepaskan pelukannya. Tangannya mulai menyentuh garis punggung kekasihnya, menurun hingga lekuk pinggangnya dan berakhir meremas sepasang gumpalan lembut pantatnya yang mulus. “Mas!” Protes Luna saat Rino menepuk gumpalan itu saking gemasnya.“Kenapa? Udah nggak tahan, ya,” goda Rino dengan menyebalkan, “Sayang … Mas goyang sekarang, ya. Le

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 284. Bercinta di Siang Bolong

    Rino mengecup bibir Luna dengan penuh hasrat. Kali ini Luna membalasnya dengan gairah yang sama. Ia dapat merasakan lidah mereka saling bersilang, keduanya seperti menyatakan perasaan yang sama, rasa takut kehilangan yang sangat jelas. Lelaki itu melepaskan cekalannya yang menahan tangan Luna di atas kepalanya. Tangan besar dan kasar itu kembali menyentuh kulit lembut Luna. Kali ini tepat di dadanya. Ia meremas dengan lembut sebelum lidahnya dengan nakal menari di atas puncak kemerahan di dadanya dan mengecupnya dengan penuh hasrat. Luna mendesah pelan. Rasa gelitik itu terasa mengganggu, namun ia justru menikmatinya. Perempuan itu meremas rambut Rino yang agak panjang.. “Ooough!” Luna mendesis pelan saat pemilik jemari kasar itu menyentuh tubuhnya di bawah sana. Ia dapat merasakan jemari kekarnya menggesek lembut pada kain berenda yang menutup rapat di bagian intinya. Rino tak membuang waktu. Lelaki itu

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 283. Cemburu

    Luna meletakkan jarinya tepat di bibir Rino. Ia mendorong lelaki itu menjauh dari tubuhnya. “Kamu belum jawab pertanyaanku, Mas,” sahut Luna, “kamu nggak bisa sepelekan masalah ini. Kamu nggak tau kan, betapa tersiksanya aku setiap menghadapi Sekar.” Rino menundukkan kepalanya. Ia menghela napas panjang, sementara tangannya memijat keningnya sendiri yang mulai berdenyut. “Sekar lagi … Sekar lagi,” lirih Rino, “aku harus gimana sama Sekar, Sayang? Kamu tau, kan … dia itu nggak punya tempat tinggal. Nggak mungkin, kan … kalau aku usir dia cuman karena hal kecil gini.”Luna menggeleng pelan. Ia semakin kesal karena Rino masih tak juga memahami masalah ini. “Mas, kamu ini pura pura bodoh, atau memang bodoh, sih?” kesal Luna, “semua orang juga bisa lihat, siapapun juga bisa ngerasain kalo Sekar … perempuan yang kamu anggap adik itu … sebenarnya suka sama kamu. Dia itu benci dan nggak suka sama aku itu, ya … karena dia anggap aku ngerebut d

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 282. Siang Yang Panas

    Rino mengunci pintu kamarnya. Ia menatap wajah Luna yang masih terlihat sedih oleh rasa bersalah. Egonya sebagai seorang lelaki langsung terusik. Ia mengangkat tangannya, menyentuh dagu perempuan di hadapannya untuk mengunci tatapannya. “Luna, jangan ngerasa bersalah. Aku yang sukarela ngelakuin ini,” ujar Rino dengan suara yang lembut, “kamu tau sendiri Sekar seperti apa. Nggak usah dengerin dia, ya.” Luna mengerucutkan bibirnya dengan manja. “Tapi Mas, kalau Mas masih antar aku … dia bakal ngamuk lagi. Aku nggak mau hubungan kalian jadi rusak gara gara aku.” Rino menatap mata Luna yang mulai berkaca-kaca. Perlahan ibu jarinya menyentuh pipi lembut kekasihnya dan mengusapnya. “Nggak akan. Sekar nggak mungkin punya pikiran sepicik itu. Aku sudah mengenalnya cukup lama,” sahut Rino. Ia menarik sudut bibirnya, memberikan senyuman yang menenangkan bagi kekasihnya. “Percayalah. Nanti juga dia bakal lupa dan seperti biasa.”“Mas,

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 3. Cincin Aneh

    Mata Raka langsung melotot saat melihat cincin di dalam kotak kayu itu. Ia meraih logam putih itu dan mengamatinya dengan seksama. Matanya tertuju pada bagian dalam lingkaran itu. Ada grafir halus dengan huruf yang tak dikenalnya di sepanjang lingkaran itu. Mungkin itu tulisan kuno atau bahkan tuli

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 2. Basah

    Rakasya baru saja membuka pintu kamarnya, saat tante Feli tanpa basa-basi menyeruak masuk. Wanita itu sama sekali tak peduli ataupun canggung dengan penampilan Raka yang saat ini hanya memakai celana boxer saja. Niatnya untuk menagih sewa kamar, sudah dapat ditebak oleh Raka. Wanita itu menengadah

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 1. Tante Galak Yang Bahenol

    "Baru pulang, Ka?" "I-iya, Tante." Rakasya Gutawa langsung gugup, saat mendapati ibu kost menegurnya. Raka baru saja menjagrak miring sepeda motornya, sebelum menutup pintu pagar rumah kost. Tapi ia sudah disambut dengan pemandangan indah, yang sering menghiasi imajinasinya dalam kamar kost yan

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 4. Perubahan Besar

    Air dingin yang menyentuh kulit Raka, terasa begitu menyegarkan. Namun perasaan aneh itu tak bisa diacuhkannya lagi. Bukan saja tentang kejadian semalam, tapi juga yang ia amati pagi ini. Tubuhnya berubah! Bagaimana bisa tubuhnya yang kurus, tiba-tiba saja padat, berisi dengan otot perut layaknya

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status