Share

Bab 285

Author: Kak Han
last update publish date: 2026-05-27 20:28:34

Bias cahaya matahari pagi yang hangat perlahan-lahan menerobos masuk melalui celah gorden jendela, mengusir sisa-sisa kegelapan malam. Di kamar Maudy, Bayu masih tampak terlelap dengan sangat tenang di balik selimut tebalnya. ​Sementara itu, di bagian lain rumah tersebut, Maudy sudah lebih dulu terjaga. Menginjakkan kaki di lantai dapur yang masih terasa dingin, Maudy mengikat rambutnya ke atas dengan asal, lalu melangkah mendekati konter dapur. Di sana, sang ibu ternyata sudah mulai sibuk meng
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 511

    Keesokan harinya di kantor, suasana ruang kerja komisaris terasa sangat hening. Jam dinding baru menunjukkan pukul delapan pagi, namun Andra sudah berdiri di depan meja kerja Bayu. Wajah CEO muda itu tampak sangat pucat, dengan lingkaran hitam di bawah matanya yang menandakan ia sama sekali tidak bisa tidur nyenyak semalaman.​Sejak melangkah keluar dari restoran semalam, Andra terpaksa memendam rapat-rapt rasa penasarannya. Ia tidak berani mengajukan satu pertanyaan pun pada Tasya karena melihat kondisi istrinya yang begitu rapuh dan terus menangis diam-diam hingga tertidur.​Bayu yang baru saja meletakkan tas kerjanya langsung memahami situasi saat melihat kedatangan Andra. Pria itu menunjuk kursi di hadapannya.​"Duduk dulu, Ndra. Kamu kelihatan kacau sekali," tutur Bayu tenang seraya menuangkan segelas air putih dan menggesernya ke arah Andra.​Andra mendudukkan diri dengan layu. Pria itu memegang gelas dengan kedua tangannya yang sedikit gemetar, lalu menatap Bayu dengan pandanga

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 510

    Maudy dan Tasya sama-sama terdiam saat Bayu dan Andra berdiri di dekat meja. Suasana ruangan VIP yang tadinya dipenuhi letupan emosi mendadak hening seketika. Maudy menarik napas panjang, menundukkan kepala seraya mengusap pelan dadanya yang terasa sesak, sementara Tasya menyapu air matanya dengan tisu seraya memalingkan wajah ke samping.​Andra yang melihat kondisi istrinya menangis sesenggukan langsung merasa cemas luar biasa. Ia mendekati Tasya, merangkulkan tangannya di bahu sang istri dengan raut wajah penuh tanda tanya.​"Mas... kita pulang sekarang," bisik Tasya dengan suara parau dan serak. Tanpa menunggu jawaban dari Andra atau mengucapkan sepatah kata pun pada Bayu dan Maudy, Tasya mengambil tas tangannya lalu berdiri dan bergegas melangkah keluar dari ruangan VIP.​Andra panik. Ia menatap Bayu dan Maudy dengan raut rasa bersalah yang amat sangat. "Pak Bayu, Bu Maudy... maafkan istri saya. Saya pamit dulu."​"Tidak apa-apa, Ndra. Dampingi Tasya dulu, tenangkan dia," sahut Ba

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 509

    Air mata yang sejak tadi ditahan Tasya akhirnya luruh melintasi pipinya. Rasa sesak yang membendung di dadanya pecah, meluapkan seluruh ganjalan batin yang selama bertahun-tahun ini ia simpan sendiri. Ruang makan privat yang tadinya tenang kini dipenuhi getaran emosi dan keheningan yang menyayat.​"Kamu tidak akan pernah tahu rasanya, Maudy," bisik Tasya dengan suara serak, napasnya tersendag-sendag. "Menjadi perempuan yang sudah menikah bertahun-tahun tapi tidak kunjung punya anak itu rasanya seperti berjalan di bawah pengawasan semua orang. Ke mana pun aku pergi, selalu ada mata yang memandang kasihan atau mulut yang bertanya tanpa perasaan."​Tasya mengusap air matanya dengan kasar, namun lelehan bening itu terus saja mengalir.​"Setiap acara keluarga, setiap kali kumpul arisan, atau bahkan saat bertemu teman lama, pertanyaan pertama yang keluar dari mulut mereka selalu sama. Sudah isi belum? Kapan mau kasih cucu? Kok ditunda-tunda terus? Mereka bicara seolah-olah punya anak itu cu

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 508

    Makan malam di ruangan VIP restoran tempat mereka berkumpul itu berlangsung dalam alunan musik instrumental yang lembut. Hidangan pembuka telah tersaji indah di atas meja, namun ketegangan samar masih menggantung di udara.​Sesuai rencana awal, Bayu dengan lihai memberikan isyarat mata pada Andra. Pria itu tiba-tiba berdiri seraya tersenyum ramah. "Sya, Mas sama Pak Bayu mau ke area luar sebentar ya, ada urusan berkas kantor yang perlu dipastikan sebentar. Kalian ngobrol santai saja dulu."​Andra menepuk pelan bahu istrinya, memberikan tatapan menenangkan sebelum akhirnya melangkah keluar ruangan mengekor di belakang Bayu. Kini, hanya tersisa Maudy dan Tasya yang duduk berhadapan di meja makan yang luas.​Maudy meraih teko teh hangat, membuangkan cangkir untuk Tasya seraya menyunggingkan senyum paling tulus. "Diminum dulu tehnya, Sya. Ini chamomile, bagus buat bikin pikiran rileks."​Tasya memandangi cangkir teh yang berasap tipis di hadapannya. Meski Maudy sudah berusaha bersikap san

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 507

    Bayu tersenyum tipis, menatap CEO kepercayaannya itu dengan pandangan penuh keyakinan. "Bujuk dia perlahan, Ndra. Katakan kalau ini cuma makan malam santai antar keluarga, cuma kita berempat. Tekankan kalau Maudy kangen sekali sama sepupunya dan mau mengobrol tanpa diganggu keriuhan anak-anak."​Andra mengangguk pelan, meski guratan cemas masih belum sepenuhnya hilang dari wajahnya. "Baik, Pak Bayu. Saya bakal coba bujuk Tasya nanti malam."​Malam harinya di kediaman Andra dan Tasya, suasana rumah terasa begitu hening. Usai makan malam yang berlangsung tenang, Tasya sedang duduk di meja rias kamar utama, mengoleskan krim malam ke wajahnya. Matanya yang tampak agak sayu memantulkan rasa lelah. Bukan cuma lelah fisik, tapi lelah batin yang sudah menumpuk berbulan-bulan.​Andra melangkah masuk ke kamar, melepas jam tangannya, lalu berjalan mendekati sang istri. Pria itu berdiri tepat di belakang Tasya, meletakkan kedua tangannya di bahu Tasya dan mengusapnya lembut.​"Sayang..." panggil

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 506

    Maudy memiringkan kepalanya sedikit, merenungkan percakapan mereka dengan seksama. Tatapannya menerawang ke arah pepohonan taman belakang yang bergoyang pelan ditiup angin malam. Idea manis namun cermat mendadak melintas di benaknya.​Ia memegang tangan Bayu, menatap suaminya dengan binar mata yang penuh dengan ide berharga.​"Mas Bayu..." panggil Maudy pelan namun penuh penekanan. "Bagaimana kalau kita ajak Andra dan Tasya makan malam keluar berempat saja tanpa anak anak?"​Bayu menaikkan sebelah alisnya, tertarik. "Makan malam keluar? Berempat saja?"​"Iya, Mas. Berempat saja!" Maudy mengangguk mantap. "Sama sekali tidak usah membawa Evelyn, apalagi Arka, Bagas, Cakra, sama Daffa. Kita tinggalkan anak-anak di rumah bersama Ibu dan para suster sebentar. Cuma beberapa jam saja."​Bayu mencerna usul istrinya seraya mengelus jemari Maudy. "Kenapa harus tanpa anak-anak, Sayang?"​"Supaya mental Tasya tidak makin down, Mas," terang Maudy dengan raut wajah peka dan penuh pengertian. "Kal

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 1

    "500 juta untuk pengobatan ibumu, tapi dengan syarat, gauli istriku sampai hamil!" Degh! Jantung Bayu seolah berhenti berdetak usai mendengar perintah dari suami bosnya sendiri, Rio. Dia yang masih dibalut keringat usai mengepel, mendadak diminta ke ruang CEO dan menerima perintah di luar nalar.

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 5

    Ponsel Maudy berbunyi dan bergetar hebat di atas kasur. Menampakkan layar ponsel yang sangat terang. “Ibu mertua!” serunya dengan pikiran yang kacau saat Ibu mertuanya melakukan panggilan video. Meski Ibu mertuanya belum mengucapkan apapun, Maudy sudah tau apa yang hendak perempuan itu katakan.

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 4

    Satu jam sudah Bayu berdiri di balik pintu. Sementara Maudy, dia tetap pada posisinya. Duduk bertekuk lutut di sudut kasur. Tidak bergerak dan juga tidak ada niatan merealisasikan ancamannya.Kaki Bayu mulai merasa pegal. Sejak tadi dia sudah berusaha mengabaikan rasa pegalnya,, tapi kali itu dia s

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 2

    “Simpan pertanyaanmu dan kembali lanjutkan pekerjaanmu!” titah Rio mengalihkan pertanyaan dari Bayu. Bayu tidak bisa mengelak. Dia lekas undur diri dan beranjak dari tempatnya berdiri. “Baik Pak Rio, saya akan kembali bekerja,” ucap Bayu sebelum dia melangkah pergi. Pintu ruangan tersebut kembali

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status