Share

Bab 377

Author: Kak Han
last update publish date: 2026-07-09 20:40:31

Keesokan harinya, sinar matahari menembus jendela ruang makan yang tenang. Aroma nasi goreng dan kopi mint kesukaan Bayu sudah menguar di udara. Namun, suasana hangat itu mendadak pecah oleh suara sendok yang berdenting keras di atas piring kaca.

​

Maudy yang baru saja menyuap sesendok kecil sarapannya tiba-tiba meletakkan sendoknya kembali. Wajah cantiknya seketika kehilangan warna, berubah menjadi pucat pasi. Sebelah tangannya refleks mencengkeram pinggiran meja, sementara tangan lainnya memi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 559

    Melihat wajah Maudy yang mendadak pucat pasih dan ketakutan setengah mati, Bayu menarik napas panjang. Sejujurnya, dadanya sendiri seperti dihantam beban berat saat mendengar nama Rio keluar dari mulut Evelyn. Nama itu membawa kembali ingatan masa lalu yang buruk. Namun, melihat kondisi Maudy yang baru saja sadar dari pingsan, Bayu tahu ia harus tetap kelihatan tenang demi istrinya.​Bayu memegang kedua bahu Maudy, mengusapnya perlahan untuk meredakan kepanikan wanita itu.​"Maudy, tenang dulu, Sayang. Jangan ambil kesimpulan terburu-buru," ucap Bayu dengan suara rendah dan tenang. "Nama Rio itu nama yang umum banget. Bisa saja nama Rio yang dimaksud Evelyn itu cuma temannya Evan, atau orang lain yang kenal sama si pelaku. Kita nggak boleh langsung panik begini."​Maudy menggelengkan kepalanya dengan cepat. Matanya yang sembap menatap Bayu dengan tatapan penuh kecemasan. "Tapi Mas, firasatku nggak enak banget. Kenapa harus nama Rio? Kenapa anak kita menyebut nama itu sambil minta ampu

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 558

    Setelah memastikan proses penanganan medis untuk Evelyn berjalan lancar, dua perwira polisi yang sejak awal mendampingi keluarga melangkah mendekati Bayu di depan kamar perawatan.​"Pak Bayu, karena penanganan awal untuk adik Evelyn sudah selesai dan tersangka juga sudah diamankan di sel tahanan Polda, kami mohon pamit kembali ke markas untuk menyusun berkas pemeriksaan awal," ujar komandan tim penyidik.​Bayu menjabat tangan perwira polisi itu dengan cengkeraman yang sangat kuat. Tatapan matanya lurus dan menusuk. "Terima kasih banyak, Pak. Tapi saya minta satu hal... tolong pastikan bajingan itu dijatuhi hukuman paling berat. Jangan kasih celah sedikit pun untuk remisi atau keringanan. Saya nggak akan pernah terima anak saya diperlakukan seperti ini."​"Pasti, Pak Bayu. Kami akan gunakan pasal berlapis untuk kasus penculikan dan kekerasan seksual pada anak. Kami pamit dulu," balas perwira tersebut sebelum akhirnya melangkah pergi bersama anggotanya.​Setelah pihak kepolisian meningg

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 557

    ​Di dalam mobil, Bayu memangku kepala istrinya dengan perasaan yang campur aduk. Wajah Maudy pucat pasi, dan napasnya terasa lemah.“Maudy, bangunlah sayang… jangan buat aku takut. Kita harus kuat…” bisik Bayu sambil menepuk pelan pipi istrinya. Namun, belum sempat mobil tiba di pelataran rumah sakit, Maudy perlahan mulai mengerjap-erjakan matanya. Kesadarannya berangsur pulih.​Begitu matanya terbuka sempurna, hal pertama yang terlontar dari mulutnya adalah nama putri tunggalnya.​"Mas... Evelyn mana? Evelyn mana, Mas?!" panggil Maudy dengan suara parau dan napas yang memburu.​Ia langsung berusaha duduk, menatap sekeliling interior mobil yang asing baginya. Bayu memegang kedua bahu istrinya dengan lembut, mencoba menenangkannya.​"Evelyn ada di ambulans di depan kita, Sayang. Dia didampingi Cakra sama Daffa. Kita lagi jalan menuju rumah sakit sekarang. Kamu tenang ya," bisik Bayu sambil mengusap kepala Maudy.​Air mata Maudy kembali menetes. Rasa cemas dan bersalah langsung memenu

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 556

    Melihat kondisi Evelyn yang makin berontak dan panik setiap kali ada yang mendekat, tim medis kepolisian langsung berdiskusi cepat dengan komandan lapangan. Evelyn merapatkan tubuhnya ke sudut dinding sambil terus menjerit, napasnya tersengal-sengal seperti orang yang kehabisan udara. Keringat dingin mengucur deras di dahi dan lehernya, sementara matanya bergerak liar penuh ketakutan.​Polisi yang bertugas akhirnya mendekati Bayu dan Maudy. Kemudian menyampaikan saran."Pak Bayu, Bu Maudy, kondisi adik Evelyn saat ini mengalami panic attack dan trauma berat. Kalau dibiarkan terus begini tanpa penanganan, takutnya dia bisa kejang atau pingsan karena kehabisan napas. Kami sarankan panggil ambulans sekarang supaya tim medis bisa memberikan suntikan penenang."​Mendengar saran itu, Maudy langsung menggeleng cepat untuk menolak."Nggak, Pak! Jangan disuntik! Kasihan anak saya, dia baru saja lepas dari orang jahat... Tolong jangan bikin dia makin takut..."​"Tapi Bu, kalau Evelyn terus-teru

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 555

    Mata Arka menyalang merah, dipenuhi amarah yang membakar seluruh isi dadanya. Menyaksikan kondisi adik bungsu yang selama ini ia jaga dan lindungi dalam keadaan hancur tak berdaya, pertahanan emosinya runtuh sepenuhnya. Tanpa membuang waktu, Arka membalikkan badan dan melangkah lebar menuju area luar rumah tua, di mana beberapa personel polisi sedang berusaha menggiring Evan yang tangannya sudah terborgol ke dalam mobil tahanan.​"Mana bajingan itu?! Aku akan menghajarnya sampai mampus!" teriak Arka dengan dendam membara di dada.​Dengan napas memburu, Arka menerobos barisan petugas. Jemarinya mengepal kencang, siap mendaratkan pukulan bertubi-tubi ke wajah Evan yang tampak pucat pasi. Langkah Arka diikuti oleh Bagas, Cakra, dan Daffa yang juga diselimuti aura permusuhan yang sama pekatnya.​"Mas Arka, tahan! Jangan main hakim sendiri!" seru seorang perwira polisi seraya merentangkan kedua tangan, membendung pergerakan Arka. Dua personel tim taktis lainnya dengan sigap menahan dada da

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 554

    Legat dalam dada Evan hanya bertahan beberapa menit. Saat napasnya mulai teratur dan jemarinya baru saja selesai menghapus seluruh rekam jejak digital dari ponselnya, suara yang sangat ia takuti kembali membelah keheningan sore.​Wiuww... wiuww... wiuww...​Suara lengkingan sirine polisi itu mendadak terdengar lagi, dan kali ini terasa jauh lebih dekat, makin nyaring, serta memburu dari arah persimpangan jalan.​Rombongan armada kepolisian tersebut sebenarnya tidak melintas secara kebetulan. Tim penyidik siber Polda sebelumnya telah berhasil memetakan titik koordinat terakhir dari sinyal pemancar singkat ponsel Evelyn sebelum perangkat itu mati total. Hanya saja, karena kawasan pemukiman tua di pinggiran kota itu dipenuhi oleh lorong-lorong sempit dan bangunan terbengkalai, mereka sempat melewati lokasi yang tepat pada putaran pertama.​Namun pada penyisiran putaran kedua ini, barisan kendaraan taktis kepolisian itu langsung berbelok tepat ke arah jalan setapak menuju rumah tua terbe

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 1

    "500 juta untuk pengobatan ibumu, tapi dengan syarat, gauli istriku sampai hamil!" Degh! Jantung Bayu seolah berhenti berdetak usai mendengar perintah dari suami bosnya sendiri, Rio. Dia yang masih dibalut keringat usai mengepel, mendadak diminta ke ruang CEO dan menerima perintah di luar nalar.

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 5

    Ponsel Maudy berbunyi dan bergetar hebat di atas kasur. Menampakkan layar ponsel yang sangat terang. “Ibu mertua!” serunya dengan pikiran yang kacau saat Ibu mertuanya melakukan panggilan video. Meski Ibu mertuanya belum mengucapkan apapun, Maudy sudah tau apa yang hendak perempuan itu katakan.

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 4

    Satu jam sudah Bayu berdiri di balik pintu. Sementara Maudy, dia tetap pada posisinya. Duduk bertekuk lutut di sudut kasur. Tidak bergerak dan juga tidak ada niatan merealisasikan ancamannya.Kaki Bayu mulai merasa pegal. Sejak tadi dia sudah berusaha mengabaikan rasa pegalnya,, tapi kali itu dia s

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 3

    “Saya cuma mau membantu Bu Maudy berdiri. Lantai itu kotor, dan harus saya pel,” ucap Bayu dengan pelan sambil mulai duduk di dekat Maudy. Dia juga sedikit mengulurkan tangan, barangkali Maudy meraihnya. Akan tetapi, yang ada Maudy menepis tangannya dengan kasar lalu melempar sebuah brosur tebal k

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status