Se connecterSaat istriku dinyatakan hamil, di perjalanan pulang tiba-tiba dia berkata kepadaku, "Ada sesuatu yang mau kukatakan." "Sebenarnya anak yang ada di dalam kandunganku adalah anak kakak ipar. Surat izin kelahirannya juga sudah selesai diurus." Senyum di wajahku langsung membeku. Dia mengeluarkan selembar hasil Tes DNA dari dalam tasnya. Pada kolom ayah benar-benar tertulis nama Felix Gondo. Dia berkata dengan nada yang begitu tenang hingga terasa mengerikan, "Hari itu kau demam tinggi dan tertidur di kursi belakang mobil. Kami melakukannya di kursi depan." "Di tempat aku duduk sekarang ini." Dalam sekejap, seluruh tubuhku seakan terjun ke dalam jurang es. Aku membuka mulut, tetapi tenggorokanku terasa seperti tersumbat sesuatu. Setelah mengatakan itu, Salma Kurniawan menatap perutnya yang mulai membesar. Setiap kata yang keluar dari mulutnya menusuk hatiku. "Kalau kau benar-benar nggak bisa menerimanya, aku bisa gugurkan. Tapi kuota surat izin kelahiran cuma ada satu. Kalau kesempatan ini hilang, kita berdua nggak mungkin punya anak lagi." "Sekarang, aku sudah mengatakan yang sebenarnya padamu. Membiarkan anak ini lahir atau nggak, kau yang putuskan."
Voir plus"Apa yang sedang kau katakan? Sejak kapan kau pernah hidup sengsara saat bersamaku? Kau nggak bakal sanggup bertahan sampai akhir!"Tatapan Salma saat melihatku dipenuhi rasa iba, seolah-olah dia benar-benar tidak tega melihatku menderita sedikit pun.Namun, dia tidak tahu bahwa justru di tempat inilah aku menjalani masa paling bermakna dan paling indah dalam hidupku.Dulu, baginya Felix selalu menjadi prioritas utama. Sementara kebutuhanku akan selalu berada di urutan kedua.Melihat bagaimana dia merawat Felix dengan penuh perhatian, hatiku selalu terasa perih.Aku juga pernah marah dan bertengkar dengannya, tetapi Salma selalu membawa-bawa kakak perempuannya sebagai alasan."Sebelum meninggal, kakakku berulang kali berpesan agar aku menjaga kakak iparku dengan baik. Jadi, jangan berpikir macam-macam."Namun, kenyataannya membuktikan bahwa hubungan mereka memang tidak sesuci yang dia katakan.Aku juga bukan pria yang hanya tinggal menikmati hidup seperti yang selalu dia katakan.Karen
Setelah bergabung dengan program bantuan mengajar ke Tibeith, aku menyingkirkan semua pikiran yang mengganggu dan bergabung menjadi seorang guru.Dulu, aku melepaskan pendidikan tinggiku demi sepenuh hati tinggal di rumah dan menjadi pendukung bagi istriku.Kini, akhirnya aku bisa menemukan kembali diriku yang penuh ambisi.Meski kondisi di sini sangat berat, penduduknya ramah dan hangat. Justru karena itulah aku mendapatkan banyak kebahagiaan.Sampai suatu hari, gempa bumi terjadi di dekat sekolah dasar tempatku mengajar, memecahkan ketenangan yang selama ini ada."Pak Aldric!"Aku memeluk erat dua anak kecil di sisiku sambil mengarahkan yang lain untuk berlindung di bawah meja.Namun, atap bangunan yang memang sudah rapuh tiba-tiba runtuh dan menghantam tubuhku dengan keras."Semuanya jangan panik! Jangan keluar!"Entah sudah berapa lama berlalu, guncangan gempa akhirnya mereda. Aku tidak sanggup bertahan lagi dan jatuh pingsan.Saat kembali sadar, semua warga desa telah mengelilingi
"Apa?!" Tubuh Salma limbung. Kedua kakinya hampir tidak sanggup menopang tubuhnya."Kenapa tiba-tiba dia pergi menjadi relawan ke Tibeith? Kondisi di sana sangat berat. Bagaimana mungkin dia sanggup bertahan sendirian?"Petugas informasi akhirnya berhasil mengatur napasnya sebelum berkata, "Pak Aldric sendiri yang menelepon ke sana. Dia mengatakan bahwa dia nggak bakal pernah kembali lagi."Detik berikutnya, Salma terjatuh lemas ke sofa.Salma sangat mengenal Aldric. Jika sampai mengucapkan kata-kata seperti itu, berarti dia sudah benar-benar putus asa."Nggak, aku nggak percaya dia benar-benar meninggalkanku!""Siapkan mobil sekarang juga! Aku bakal pergi mencarinya sendiri!"Mendengar itu, petugas informasi segera mencoba membujuknya, "Lembaga penelitian nggak bisa berjalan tanpa Anda. Belakangan ini ada proyek penting yang harus diawasi. Anda nggak bisa pergi ...."Saat itu, mata Salma mulai berkaca-kaca.Dia memandangi rumah yang kini terasa begitu kosong dengan tatapan hampa, tanp
"Aldric!" Begitu melangkah masuk ke rumah, Salma langsung mencari-cari sosok Aldric.Namun, dia segera menyadari bahwa koper yang kemarin dibereskan Aldric telah dibawa pergi.Dia memanggil namanya berkali-kali hingga para tetangga keluar untuk melihat apa yang terjadi."Bu Diana, di mana Aldric? Kenapa dia nggak ada?"Bu Diana menghela napas panjang."Ibunya terkena serangan jantung. Di rumah sakit nggak ada kamar rawat yang kosong. Baru saja meninggal. Sepertinya sekarang lagi disemayamkan di kompleks perumahan.""Melihat kondisinya tadi, dia benar-benar terpukul. Sebaiknya kau hibur dia."Mendengar itu, Salma segera bergegas menuju kompleks perumahan keluarga pegawai.Di sana sudah tergantung lentera putih, dan altar penghormatan telah dipasang.Para tetangga yang telah lama mengenal keluarga mereka menangis dengan sedih.Melihat pemandangan di hadapannya, Salma akhirnya benar-benar percaya bahwa ibu Aldric telah meninggal dunia."Bagaimana bisa begini?"Begitu melihat Salma datang,
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.