Short
Ratu yang Tak Pernah Menunduk

Ratu yang Tak Pernah Menunduk

By:  MuriazCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
12Chapters
0views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Aku adalah putri yang diangkat langsung oleh mendiang Raja. Bersedia menikah ke kediaman Jenderal Penakluk Utara saja sudah merupakan anugerah kerajaan yang begitu besar bagi mereka. Di hari pernikahan, tepat saat kereta kencana pengantin menyentuh tanah, seorang wanita berbaju putih polos malah berlutut di depan gerbang kediaman jenderal, menggendong seorang bayi yang masih dibedong. Rangga Baskoro, sang pengantin pria, masih mengenakan jubah merah pernikahannya, menghalangiku dengan raut wajah serba salah. "Yang Mulia, Laras ... adalah wanita yang kutemui saat aku bertugas di perbatasan. Kini, dia tidak punya tempat tujuan." "Mengingat hari ini hari baik, biarkan dia ikut masuk bersama kita." "Yang Mulia tetap menjadi istri utama, sedangkan dia sebagai istri pendamping. Dengan begini, garis keturunan Keluarga Baskoro tetap terjaga." Para tamu di depan gerbang sontak gempar. Nyonya Besar Keluarga Baskoro bahkan tak berlutut sama sekali, melainkan langsung angkat bicara. "Tuan Putri begitu luhur dan terhormat. Tentu tidak akan keberatan berbagi status." "Tapi, Keluarga Baskoro hanya memiliki satu penerus dalam tiga generasi. Anak ini adalah harapan Keluarga Baskoro. Masa kami harus membiarkannya hidup sebagai anak haram tanpa status yang sah?" Para prajurit perbatasan serempak berlutut memenuhi halaman. "Mohon Yang Mulia berbelas kasih!" Kutundukkan kepala, menatap bayi dalam gendongan itu, lalu beralih menatap Rangga yang memandangku dengan tatapan memohon. Lalu, aku tersenyum. Kulepas mahkota phoenix dari kepalaku, kuletakkan di atas meja persembahan pengantin, lalu berbalik dan melangkah masuk ke dalam kereta kencanaku. "Jenderal Rangga, kalau kamu menginginkan penerus, aku takkan menghalangimu." "Tapi, titah mendiang Raja tertulis dengan jelas. Aku dinikahkan ke sini, bukan dianugerahkan kepada keluargamu." "Kalau Keluarga Baskoro tak mampu menerima titah ini, maka akan kutarik kembali."

View More

Chapter 1

Bab 1

....

"Apa Yang Mulia benar-benar harus membuat keadaan menjadi seburuk ini tepat di hari pernikahan?"

Rangga tiba-tiba melangkah maju.

Tangan yang telah bertahun-tahun terbiasa memegang pedang itu kini mencengkeram erat kusen pintu kereta kencana berukir.

Urat-urat di punggung tangannya menonjol, cengkeramannya begitu kuat hingga nyaris meremukkan kayu ulin emas itu.

Aku duduk tegak di dalam kereta kencana, menatap dingin sosok yang oleh rakyat Negeri Mandala ini dijuluki sebagai Jenderal Penakluk Utara yang gagah perkasa.

Wajahnya saat ini tak menunjukkan sedikit pun raut kebahagiaan seorang pria yang tengah menikahi istri sah.

Pandangannya hanya dipenuhi amarah dan kekesalan akibat dipermalukan di depan khalayak.

"Seburuk ini?"

Aku memainkan batu rubi pada pelindung kukuku, nada suaraku datar tanpa sedikit pun emosi.

"Jenderal Rangga membiarkan wanita simpanannya menghadang di gerbang dan mendesakku di hari pernikahan. Sungguh tindakan yang sangat terpuji."

Raut wajah Rangga menegang, kilatan rasa malu melintas di tatapannya.

Namun, tak lama kemudian dia kembali memasang raut wajah seolah sangat terpukul.

"Yang Mulia, sejak kecil dibesarkan dalam kemewahan istana, bagaimana mungkin memahami pahit getirnya perbatasan?"

"Saat pasukan musuh melancarkan serangan malam, kalau bukan Laras yang menerima anak panah itu demi melindungiku, mungkin kini yang tersisa dariku hanyalah tumpukan tulang belulang!"

"Sebagai seorang wanita lemah, dia nyaris kehilangan nyawanya demi diriku, bahkan harus menanggung cemoohan lantaran melahirkan anak di luar nikah."

"Kalau aku, Rangga Baskoro, tega membuangnya, mana pantas aku disebut sebagai pria sejati?"

Ucapan itu terlontar dengan begitu lantang dan meyakinkan, seolah-olah tak ada pria yang lebih setia darinya.

Orang-orang yang berkerumun di sekitar tadinya masih berbisik-bisik sambil menunjuk-nunjuk.

Namun, begitu mendengar ucapannya, mereka seketika berubah sikap.

Tatapan penuh welas asih dan haru kini serentak tertuju pada Laras yang masih berlutut di atas tanah.

Laras dengan sangat jeli menyadari perubahan suasana di sekelilingnya.

Tubuhnya bergetar hebat, bagai sekuntum bunga putih kecil yang nyaris tumbang diterpa angin dingin.

Air matanya mengalir bagai untaian mutiara yang terputus.

"Jenderal, hamba mohon …. Jangan berkata apa-apa lagi ...."

Dia menggigit erat bibirnya yang pucat, nada suaranya terdengar begitu pilu dan menyayat hati.

"Semua ini salah hamba. Hamba yang tidak pantas ...."

"Hamba datang hari ini hanyalah agar anak saya, Bayu, dapat diakui sebagai keturunan Keluarga Baskoro. Sama sekali tidak pernah terlintas untuk memperebutkan apa pun dengan Yang Mulia."

"Kedudukan Yang Mulia begitu luhur. Sekali pun hamba hanya dijadikan pelayan rendahan untuk membasuh kaki Yang Mulia, hamba akan melakukannya dengan sepenuh hati."

Sambil berkata demikian, dia memeluk bayi itu erat-erat sambil bersujud berulang kali ke arah kereta kencanaku.

Dahinya menghantam lempengan batu, menghasilkan bunyi benturan tumpul.

Baru beberapa kali bersujud, darah sudah merembes dari dahinya yang mulus, tampak begitu mencolok.

Rangga begitu tidak tega melihatnya hingga matanya nyaris memerah. Dia berbalik dengan sigap hendak memapah Laras.

Namun, karena aku masih berada di sana, dia terpaksa menghentikan langkahnya dan hanya bisa menatapku tajam dengan sorot mata yang dipenuhi amarah dan kebencian.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
12 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status