Teilen

Memendam Cinta Bertahun-tahun Pada Om yang Memikat
Memendam Cinta Bertahun-tahun Pada Om yang Memikat
Makjos

Bab 1

Makjos
"Bu Stacy, kamu yakin ingin menggugurkan anak ini?"

Stacy awalnya masih agak linglung. Menghadapi pertanyaan dokter yang berulang-ulang, dia tiba-tiba tersentak dan sadar. Dia membelalakkan mata, seakan-akan tak percaya dengan apa yang dilihatnya di depan mata. Baru setelah dokter kembali mendesaknya, dia menyadari bahwa dirinya telah terlahir kembali.

Pada kehidupan sebelumnya, tepat di hari inilah dia mengetahui dirinya hamil, lalu membuat sebuah pilihan yang harus dia bayar dengan harga yang sangat mahal. Anak di dalam perutnya adalah anak Willy, yaitu om kecilnya yang berstatus sebagai CEO. Mereka tidak memiliki hubungan darah.

Ketika Stacy berusia tujuh tahun, ayah dan ibunya meninggal dunia di tempat akibat sebuah insiden ledakan saat sedang bernegosiasi bisnis di luar negeri. Keluarga Yusman memiliki budi kepada Willy, makanya dia membawa Stacy ke sisinya dan membesarkannya sendiri.

Stacy yang kecil begitu patuh dan manis hingga membuat orang merasa iba. Makanya, Willy tidak pernah menyerahkan urusannya kepada orang lain dan selalu mengurusnya sendiri. Dia membesarkan seorang gadis kecil berusia 7 tahun menjadi seorang remaja 17 tahun.

Di Keluarga Jinara, Stacy hanya dekat dengan om kecil ini dan senang terus menempel padanya.

Seiring bertambahnya usia, saat perasaan cinta mulai tumbuh, dia pun jatuh cinta pada pria yang telah menyelamatkannya itu tanpa bisa menahan diri.

Pada hari ulang tahunnya yang ke-18, saat pesta ulang tahun, dia memanfaatkan mabuknya untuk menyatakan perasaannya. Kemudian, dia berjinjit dan mencium bibir Willy.

Willy yang biasanya sangat disiplin, entah kenapa hari itu tubuhnya terasa panas dan pikirannya kacau, padahal dia hanya minum segelas. Terlebih lagi, sentuhan sejuk di bibir itu membuatnya benar-benar kehilangan kendali.

Saat terbangun, melihat ranjang yang berantakan, Willy mendorongnya dengan keras. Itulah pertama kalinya Stacy melihat kebencian di mata Willy. Dia sangat marah.

Namun, Stacy sendiri tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Dia jelas hanya tidak bisa menahan diri untuk menciumnya dan kejadian setelahnya murni sebuah kecelakaan. Namun, Willy mengira semua itu adalah rencana yang sengaja dia buat.

"Stacy! Apa yang sudah kamu lakukan?! Aku ini ommu!"

Stacy ingin menjelaskan, tetapi Willy sama sekali tidak mau mendengarkan. Dia hanya terus menegaskan bahwa dirinya adalah om kecilnya dan mereka seharusnya tidak seperti itu.

Untuk pertama kalinya, Stacy membantah, "Tapi kamu bukan om kandungku. Kita sama sekali nggak punya hubungan darah."

Itulah pertengkaran pertama mereka. Dalam kemarahan, Willy pindah dari rumah lama Keluarga Jinara. Stacy baru bertemu dengannya lagi sebulan kemudian.

Karena dia hamil, Willy dipaksa oleh kepala Keluarga Jinara untuk kembali ke rumah lama guna membahas pernikahan mereka. Di bawah tekanan keluarga, Willy terpaksa setuju untuk menikah.

Stacy mengira hidupnya akhirnya akan sempurna. Mereka memiliki keluarga kecil sendiri dan seorang anak. Namun, kehidupan setelah menikah tidaklah seperti yang dia bayangkan.

Pada malam pernikahan, Willy justru menginap di tempat Hilda. Keesokan hari setelah menikah, dia memindahkan semua barangnya dan tidak pernah kembali lagi.

Willy dan Hilda saling mencintai sepanjang hidup, sementara Stacy tinggal di rumah sendirian membesarkan putri mereka. Willy membencinya, bahkan ikut membenci putri yang dia lahirkan.

Bahkan putri yang dia besarkan dengan tangannya sendiri, juga membencinya setelah dewasa. Membencinya karena telah melahirkannya, membencinya karena dia tidak pernah mendapatkan kasih sayang seorang ayah. Setelah Stacy meninggal, putrinya segera pergi mencari Willy dan mengakui Hilda sebagai ibunya.

Mengingat semua itu, air mata Stacy pun mengalir deras. Dokter yang sudah terbiasa melihat pemandangan seperti ini tetap mendesak sekali lagi dengan sabar, "Bu Stacy, kamu yakin ingin menggugurkan anak ini?"

"Ya!" Jawaban Stacy kali ini sangat tegas, meskipun suaranya sedikit bergetar. Kali ini, dia tidak akan mengulang kesalahan yang sama.

Dia langsung membuat janji operasi aborsi, sengaja mengabaikan tatapan meremehkan di mata dokter.

"Keluargamu mana? Suruh datang untuk tanda tangan."

"Dokter, aku sudah nggak punya keluarga. Aku bisa tanda tangan sendiri."

Saat Stacy berbaring di atas meja operasi yang dingin dan keras, dia tahu bahwa di kehidupan ini, takdirnya dengan Willy benar-benar telah berakhir. Di kehidupan ini, biarlah dia menyempurnakan kebahagiaan Willy dan cinta pertamanya.

Willy tidak akan pernah tahu bahwa di dalam perutnya pernah ada sebuah kehidupan kecil yang hanya milik mereka berdua.

Setelah keluar dari rumah sakit, dia tanpa ragu menghubungi nomor telepon dosennya. "Pak, aku sudah memikirkannya dengan matang. Aku menerima pengajuan untuk melanjutkan studi ke Negara Framos."
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen

Aktuellstes Kapitel

  • Memendam Cinta Bertahun-tahun Pada Om yang Memikat   Bab 24

    Setelah keluar dari ruang dokter, wajah Willy dipenuhi keputusasaan.Ternyata sejak di dalam negeri dia sudah dijatuhi vonis mati. Datang ke sini untuk berobat hanyalah harapan terakhir. Namun, harapan terakhir itu pun hancur.Dia berjalan terhuyung-huyung kembali ke ruang rawat, tepat berpapasan dengan Wilbert yang baru kembali.Melihat ekspresinya, Wilbert langsung tahu bahwa dia sudah mengetahui semuanya."Willy, dokter bilang selama kamu mau menjalani pengobatan dengan aktif, masih ada harapan."Namun, kalimat itu saat ini terdengar begitu pucat dan tak berdaya.Willy mengangkat kepala lagi. Wajahnya sudah basah oleh air mata. "Kak, aku belum ingin mati. Aku bahkan belum berhasil mendapatkan kembali Stacy. Aku nggak terima ...."Dia memeluk kakaknya dan menangis tersedu-sedu. Baru setelah kelelahan menangis, dia kembali berbaring di ranjang untuk beristirahat.Dia menjadi jauh lebih serius menjalani pengobatan. Tingkat medis rumah sakit ini sudah kelas dunia, tetapi dia tetap meras

  • Memendam Cinta Bertahun-tahun Pada Om yang Memikat   Bab 23

    Willy menatap Stacy tanpa berkedip. Dia tampak sedikit lebih tinggi, wajahnya juga terlihat lebih berisi. Sepertinya setelah meninggalkannya, hidup Stacy tetap berjalan dengan baik.Memikirkan hal itu, hati Willy diliputi rasa getir. Stacy bukan lagi gadis kecil yang dulu selalu suka menempel padanya.Dia mengangkat tangan, ingin seperti dulu mengusap kepala Stacy. Namun, tangan yang sudah terulur itu akhirnya ditarik kembali. "Stacy, aku ....""Om Willy, sudah lama nggak ketemu." Stacy melangkah maju menyapanya, lalu menoleh ke belakangnya sambil memanggil, "Om Wilbert."Dua panggilan om itu terucap tanpa pembedaan, begitu alami. Hati Willy yang semula berdebar seketika mendingin, tetapi dia tidak boleh menyerah.Kali ini, dia datang berobat dengan alasan sakit. Ini adalah satu-satunya kesempatan baginya untuk mendapatkan Stacy kembali."Stacy, aku ingin bicara berdua denganmu sebentar, boleh?"Stacy tidak langsung menjawab, melainkan melirik Wilbert di belakangnya.Wilbert mengangguk

  • Memendam Cinta Bertahun-tahun Pada Om yang Memikat   Bab 22

    Willy yang semula lesu tiba-tiba kembali bersemangat, mendesak kakaknya agar segera mengatur keberangkatan ke luar negeri.Melihat sikapnya yang begitu antusias, seharusnya Wilbert merasa senang. Namun, senyuman di wajahnya justru lebih pahit daripada tangisan. Jika Willy tahu kondisi penyakitnya yang sebenarnya .... Dia tidak berani melanjutkan pikiran itu.Di ranjang rumah sakit, Willy terus memainkan jepit rambut di tangannya sambil berulang kali memanggil nama Stacy dengan suara lirih. Melihat penampilan adiknya yang begitu penuh perasaan, wajah Wilbert dipenuhi kekhawatiran mendalam.Setelah mengambil keputusan, Wilbert menelepon Stacy yang berada di luar negeri. "Halo, Stacy, ini Om Wilbert. Ada hal penting yang ingin kubicarakan denganmu."Stacy baru saja menyelesaikan satu rangkaian eksperimen. Dia cukup terkejut menerima panggilan ini.Sebelum meninggal, Indra pernah berpesan kepada orang-orang Keluarga Jinara agar tidak memberitahukan kabar kematiannya kepada Stacy. Indra tah

  • Memendam Cinta Bertahun-tahun Pada Om yang Memikat   Bab 21

    Sejak Indra meninggal dunia, Willy hampir tinggal di perusahaan. Dia jarang pulang ke rumah lama. Setiap kali kembali ke sana, dia selalu teringat hal-hal yang menyedihkan. Dia tidak berani membiarkan dirinya rileks walaupun sesaat. Karena begitu berhenti bekerja, dia akan tenggelam dalam kerinduan yang tak berujung.Dalam waktu singkat, Willy berhasil membawa Grup Jinara ke tingkat yang baru, tetapi semua itu ditukar dengan kesehatan tubuhnya. Enam bulan kemudian, penampilannya menjadi begitu kurus dan menyedihkan.Suatu pagi, setelah selesai memimpin rapat pagi dengan jajaran eksekutif perusahaan, dia tiba-tiba roboh di ruang rapat. Ketika dia kembali sadar, sudah dua hari berlalu. Di atas ranjang rumah sakit, Willy bermimpi sangat panjang.Dalam mimpinya, dia melihat Stacy yang berusia 18 tahun, pada hari pesta ulang tahunnya, menyatakan cinta kepadanya. Tanpa berpikir panjang, dia langsung menerimanya. Stacy begitu bahagia sampai melompat dan berputar-putar, lalu jatuh ke dalam pel

  • Memendam Cinta Bertahun-tahun Pada Om yang Memikat   Bab 20

    "Pulang? Om, aku nggak akan kembali ke Keluarga Jinara lagi. Tapi aku nggak akan melupakan jasa Keluarga Jinara kepadaku. Suatu hari nanti, ketika aku sudah mampu, aku pasti akan membalas budi kalian."Nada bicara Stacy tegas, membuat sedikit semangat yang baru saja muncul di hati Willy seketika lenyap."Kalau nggak ada urusan yang benar-benar penting, aku harap kamu nggak menggangguku lagi. Beban kuliahku sangat berat."Setelah menutup telepon, Stacy menghela napas panjang. Dulu dia merasa om kecilnya berbeda dengan pria lain. Tenang, tegas, dan pandai berpikir.Namun sekarang, dia baru menyadari pria tetaplah pria. Dulu dia bisa tergila-gila pada Hilda, ke depannya dia juga bisa tergila-gila pada perempuan lain.Stacy masih sangat muda. Masa depannya penuh dengan kemungkinan tak terbatas. Dia tak mau langkah hidupnya terhambat oleh urusan cinta dan perasaan. Dia tidak mengerti kenapa dirinya di kehidupan sebelumnya begitu bodoh, menaruh seluruh harapan pada satu orang pria. Padahal,

  • Memendam Cinta Bertahun-tahun Pada Om yang Memikat   Bab 19

    Willy melancarkan pengejaran tanpa henti terhadap Stacy, sampai-sampai membuatnya benar-benar kewalahan.Dia mengira setelah semuanya dijelaskan dengan jelas, om kecilnya ini seharusnya sudah mengerti. Namun siapa sangka, Willy justru berkata ingin mengejarnya dan akan melamarnya.Entah bagaimana, hal yang dulu pernah dia khayalkan berkali-kali justru datang saat dia sudah menyerah pada perasaan itu.Akhirnya, dia benar-benar mengerti cinta yang dulu dia berikan kepada Willy memang merupakan sebuah beban baginya, karena sekarang dia sendiri sudah merasakan beban itu.Stacy hanya bisa menyatakan sikap dengan tegas agar dia menyerah, tetapi Willy justru seperti disuntik hormon, sama sekali tidak mau mendengarkan.Willy khawatir akan mengganggu studinya, jadi dia hanya menelepon Stacy saat waktu makan pagi, siang, dan malam. Setiap panggilan penuh dengan permohonan maaf yang tulus."Stacy, aku tahu kamu masih ngambek. Wajar kamu marah padaku, aku memang salah. Sekarang aku benar-benar men

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status