/ Romansa / Menantang Kasta / Merasa Hidup Lagi

공유

Merasa Hidup Lagi

작가: Erna Azura
last update 게시일: 2026-03-04 13:51:00

Ruang rapat lantai dua puluh satu terasa lebih dingin dari biasanya.

Empat perwakilan perusahaan Jepang duduk dengan postur tegak, tablet dan dokumen terbuka rapi di depan mereka. Para direksi anak perusahaan AG Group yang Kaluna pimpin terlihat duduk di sisi lain meja panjang, tegang namun berusaha tampak santai.

Kaluna berdiri di depan layar presentasi.

Satria berada satu langkah di belakang dan sedikit ke samping—posisi yang selalu sama. Tidak mencolok. Tidak mengambil pusat
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (4)
goodnovel comment avatar
sevenseasof7
Brian.... bye
goodnovel comment avatar
virna putri
Dinding itu perlahan retak.. ya kan Lun? Biarkan mengalir sj Lun..
goodnovel comment avatar
Ami tsamarat
lanjutkan kak thor.... kaluna mulai runtuh nih dinding nya balek....
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Menantang Kasta   Merasa Gagal Sebagai Ibu

    Malam itu, langkah Kaluna terasa lebih pelan dari biasanya ketika memasuki mansion.Sepatu heels yang biasanya berdenting tegas di lantai marmer kini terdengar lirih. Seolah setiap langkahnya membawa beban yang tidak terlihat.Lampu ruang keluarga masih menyala.Dan seperti yang sudah ia duga, Kama duduk di sana. Sendiri.Dengan satu tangan menyangga pelipis, tatapannya kosong ke arah televisi yang bahkan tidak benar-benar ia tonton.Kaluna berhenti sejenak di antara ruang tamu dan ruang televisi.Menarik napas lalu melangkah mendekat.“Malam, Yah .…”Suaranya pelan. Hati-hati.Kama tidak langsung menjawab selama beberapa detik.Baru kemudian, “Hm.” Satu respon singkat. Dingin. Canggung.Jarak di antara mereka terasa lebih lebar dari ruang yang memisahkan.Kaluna menggenggam tasnya sedikit lebih erat.Namun ia tetap berdiri di sana.“Aku … cuma mau bilang makasih.” Kalimat itu membuat Kama akhirnya menoleh pelan.

  • Menantang Kasta   Kabar Baik

    Ruangan itu mendadak terasa lebih sunyi.Kaluna mematung di tempatnya. Satria di belakangnya, memperhatikan dengan tenang namun waspada.Davanka menatap adiknya lurus. “Abang udah bicara sama ayah.”Deg.Kaluna masih tidak bergerak.“Dan?” tanyanya cepat. Suaranya sedikit tertahan.Davanka menghela napas pelan. “Ayah tetap enggak merestui.”Kalimat itu jatuh seperti yang sudah dia duga—tapi tetap saja terasa menyakitkan.Kaluna menunduk sesaat.“Tapi …,” lanjut Davanka.Kaluna langsung mengangkat kepala.Ada harapan yang kembali menyala.“Tapi ayah kasih jalan.”Hening kembali hadir sesaat.Satria kini ikut fokus.Kaluna melangkah mendekat sedikit.“Ayah kasih izin … Abang yang akan menikahkan kalian.”Deg.Kaluna terpekur, seketika matanya berkaca-kaca.“Serius, Bang…?” Suaranya bergetar.Davanka mengangguk. “Tapi ada syarat.”Kaluna langsung mengangguk cepat. “Apa aja, Bang. Gue siap.”Davanka menatapnya dalam. Seolah memastikan Kaluna benar-benar siap.“Lo en

  • Menantang Kasta   Penghinaan Dari Andre

    Matahari siang itu begitu terik.Debu tipis beterbangan di area proyek pesisir yang sedang dalam tahap pembangunan awal. Suara alat berat bersahutan, berpadu dengan teriakan para mandor yang mengatur ritme pekerjaan.Kaluna menatap ke sekeping dengan helm proyek di kepala.Kacamata hitamnya menutupi sebagian wajah, tapi aura tegasnya tetap terasa.Di sampingnya ada Satria. Selalu satu langkah di belakang, tapi kehadirannya jelas terasa sebagai penopang.Beberapa meter dari mereka, Andre sedang berjalan santai mendekat.Tangannya masuk ke saku celana, senyumnya tipis terlalu santai untuk situasi kerja.“Gimana, Lun?” Andre mendekat. “Lokasinya oke ‘kan?”Kaluna mengangguk. “Struktur tanahnya masih harus diperkuat. Aku mau tim geoteknik turun lagi minggu ini.”Andre tersenyum. “Perfeksionis banget kamu.”Tidak ada yang aneh sampai kalimat berikutnya.“Masih sama ya … selalu bikin aku kagum.” Nada itu berubah menjadi personal.Kaluna diam tidak menanggapi dan tentu saja Sat

  • Menantang Kasta   Restu Dengan Syarat

    Satria memindahkan kaki Kaluna agar melingkar di pinggangnya, sementara bokongnya maju mundur menghentak Kaluna dari atas.Desahan merdu Kaluna menggema di seantero kamar di apartemen Satria.Tubuh mereka dipenuhi peluh setelah bergulat cukup lama di atas ranjang tanpa sehelai benang pun.Dan kini, suara pertemuan antar kulit nyaris meredam desahan Kaluna ketika Satria menaikkan tempo hentakannya sambil melengkungkan punggung demi bisa meraup puncak dada Kaluna.Sementara itu, Kaluna merespon dengan menggerakan bokongnya dari bawah yang tentu saja menambah sensasi kenikmatan bagi mereka berdua.Hingga beberapa saat kemudian Kaluna menahan nafas, gelombang kenikmatan menghantamnya begitu dahsyat.Di saat bersamaan Satria merasakan miliknya dijepit kuat.Satria mengerang panjang tanpa memelankan tempo hentakan.Desahan Kaluna tadi telah berubah jadi jeritan kecil menandakan kalau Satria berhasil memuaskannya.Kaluna lalu tertawa pelan, melesakan wajahnya di leher Satria.“Kena

  • Menantang Kasta   Langkah Pertama

    Pintu ruang kerja utama terbuka tanpa suara keras.“Permisi, Pak.”Suara itu tenang, tapi cukup untuk membuat pria di balik meja besar pimpinan tertinggi AG Group mengangkat pandangan.Kama menatap lurus ke arah pintu.“Masuk.”Bu Nia melangkah masuk dengan membawa sebuah map tipis di tangannya. Wajahnya profesional seperti biasa, tapi ada sesuatu yang berbeda—lebih berat.Ia berhenti di depan meja.“Pak Kama, ada hal yang perlu saya sampaikan.”Kama menyandarkan punggungnya ke kursi.“Silakan.”Bu Nia menarik napas pelan sebelum akhirnya bicara.“Pak Satria mengajukan resign.”Hening.Satu detik.Dua detik.Tatapan Kama berubah tajam. Nafasnya mulai memburu.Dia tidak terkejut tapi lebih ke … tersulut.“Apa?” Suaranya rendah. Tapi berbahaya.“Surat pengunduran dirinya sudah masuk ke sistem HR pagi ini, Pak.”Kama berdiri dari kursinya ketika itu juga.Gerakannya cepat.Kasar.“Kapan?” Kama memastikan.“Pagi ini, Pak.” Bu Nia menjawab lugas.“Apa alasan dia men

  • Menantang Kasta   Minta Dukungan Sana-Sini

    Kaluna langsung menghubungi Kanaya setelah dia masuk ke dalam kamar.“Halo … tumben lo telepon.” Kanaya menjawab panggilan telepon.“Kak … gue mau nikah sama Satria.” “Hah? Satria siapa? Pacar baru? Anak konglomerat mana?” Kanaya lupa.Kaluna memejamkan mata sekilas bersamaan hembusan nafas berat.“Waktu itu Brian pernah ngadu ke Ryley, katanya ketemu lo sama pacar lo di Bali … dia bukan yang lo maksud Satria itu?” “Iya ….” Kaluna menjawab.“Waw … cepet banget Sis, itu ‘kan hampir setahun lalu pas lo baru-baru putus.” “Ayah enggak setuju ….” Suara Kaluna lemah.“Kenapa?” Kanaya terdengar tidak terima.“Karena dia sekretaris gue ….”Hening sesaat.“Ah gila lo, ya pantesan aja ayah enggak setuju … lagian kenapa harus sama sekretaris sih? Selera lo rendah banget ….” Kanaya memang suka bicara seenak jidatnya.“Tapi dia tulus cinta sama gue, Kak … gue juga mencintai dia … dan dia manusia, kenapa sih? Apa yang salah?” Suara Kaluna tercekat.“Karena lo ceweknya, Lun … kalau

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status