Share

Kiss Me

Author: Erna Azura
last update Last Updated: 2025-11-07 22:02:15

Udara Lembang malam itu dingin—dingin yang halus, membungkus kulit seperti kabut lembut yang malas turun dari pegunungan.

Villa mewah dua lantai itu berdiri di lereng bukit, dinding kaca lebar menghadap hamparan lampu-lampu Bandung yang berkelip seperti lautan bintang yang tersesat ke bumi.

Keinarra melangkah masuk pertama kali. Aroma kayu manis dari diffuser menyambutnya. Reyhan menyusul di belakang—membawa dua koper sekaligus seolah bobotnya tak ada apa-apanya.

Widhy sibuk melongok tiap sudut ruangan dengan mata berbinar, sementara Argo mengikutinya dengan langkah pelan—seperti bodyguard yang tidak resmi tapi juga seperti lelaki yang sedang diam-diam jatuh hati.

“Gila… tempat ini aesthetic banget,” gumam Widhy sambil memotret view balkon.

“Kalau mau foto di luar jangan sendirian, jalannya licin,” ucap Argo otomatis. Romantis sekali.

Widhy menatapnya. “Kamu selalu ngomong kayak gitu ke semua perempuan?”

“Enggak.” Argo langsung menyahut.

“Kok lancar banget, kaya sudah biasa gi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Ratna i
akhirnya yayaya....,argo gmn?
goodnovel comment avatar
Adilah Ismail
akhirnya kei terima lagi kasihnya mas rey...asyikkkk
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Menantu Bayangan : Istri Simpanan Pewaris Tersembunyi   Akhirnya Luluh

    Pagi itu Reyhan turun ke meja makan sambil menyingsingkan lengan kemejanya. Rambutnya masih sedikit basah, wangi sabun mandinya masih menyelimuti udara. Di meja, sudah ada sarapan yang disiapkan oleh chef rumah dan teh panas yang mengepulkan uap tipis.Tapi yang tidak ada—adalah Keinarra.Dia pikir tadi Keinarra sudah bangun dan masak sarapan.“Nyonya Keinarra pergi sejak subuh, Tuan,” kata Nanny ketika Reyhan menanyakan.“Pergi?” alis Reyhan terangkat. “Ke mana?”Nanny menggelengkan kepala.“Katanya sebentar. Hanya bawa tas kecil.”Reyhan terdiam sesaat. Kerutan halus kekhawatiran muncul di keningnya. Dia mencoba berpikir keras ke mana Keinarra pergi tanpa meminta ijinnya.“Nyonya pergi naik mobil dan driver?” tanya Reyhan lagi.“Iya Tuan.”Reyhan mengangguk lalu meminta Nanny aik ke atas menunggu Nathan bangun.Tiga puluh menit kemudian, suara mobil terdengar memasuki halaman. Tak lama, Keinarra muncul di pintu, cardigan tipis

  • Menantu Bayangan : Istri Simpanan Pewaris Tersembunyi   Memohon Pertolongan

    Langit pagi di Jakarta belum benar-benar biru ketika Keinarra terbangun. Hanya garis tipis cahaya yang menyusup dari sela tirai, tetapi tubuhnya sudah terasa resah sejak menjelang subuh—seperti ada sesuatu yang belum selesai, yang harus ia lakukan sebelum hari berjalan terlalu jauh.Dia menatap layar baby monitor.Arelio masih terlelap di box bayi. Napasnya naik turun dengan ritme yang begitu tenang, seolah dunia ini tidak punya satu pun beban yang patut ia khawatirkan. Di sisi ranjang, Reyhan tertidur tengkurap dengan lengan terulur ke arah Keinarra—entah mencari tubuhnya atau hanya kebiasaan.Untuk sesaat, Keinarra menatap keduanya secara bergantian dalam diam.Ada kehangatan di rumah ini itu. Ada keluarga. Ada kehidupan baru. Namun, ada pula sesuatu yang mengganjal—bayangan lelaki tua di kursi roda, suara Nadya yang berteriak histeris, tangan sekuriti yang mendorong mereka keluar dari rumah sakit.Dan rasa sakit itu—anehnya—bukan rasa sakit balas dendam atau kemenangan. Melain

  • Menantu Bayangan : Istri Simpanan Pewaris Tersembunyi   Hati yang Pemaaf

    Pagi itu datang dengan cara yang sibuk.Tidak sempat pelan, tidak sempat manis,hanya penuh dengan jadwal dan barang-barang yang harus dibawa.“Popok, tisu basah, baju ganti, selimut… apa lagi?” Keinarra bergumam sambil memasukkan perlengkapan ke dalam tas bayi.Nanny yang berdiri di sampingnya mengangguk dengan penuh kesiapan. “Susu formula cadangan, Bu. Dan kartu rumah sakit.”“Ya ampun, iya.” Keinarra menepuk kening sendiri pelan.Arelio yang kini berusia enam bulan duduk di kursi bayi dengan pipi montok dan mata yang sibuk berpindah dari satu benda ke benda lainnya. Tangan mungilnya mencakar boneka kecil dengan antusias.“Dia tidak sadar hari ini adalah hari imunisasi,” kata Keinarra sambil menatapnya penuh cinta. “Kalau dia sadar… pasti sudah protes dari pagi.”Nanny tertawa kecil. “Bayi biasanya nangis ketika disuntik.”Keinarra menggeleng santai. “Anak aku ini pemberani loh, Nan …,” kata Keinarra ringan.“Nangisnya nanti malam saja ya kalau ada Ayah.” Keinarra berujar

  • Menantu Bayangan : Istri Simpanan Pewaris Tersembunyi   Penuh Dengan Kebahagiaan

    Dunia bisnis punya cara sendiri untuk menyambut anak-anak para pemiliknya.Dan kini, dunia itu mulai mengenal satu nama baru yaitu Keinarra Athaletha Anggoro.Malam itu, Gunawan menjemput Keinarra dengan Bentley hitam. Reyhan menyusul dari kantor dengan mobil mewah yang berbeda. Tidak ada iring-iringan besar, tapi elegan, presisi, dan jelas kalau acara yang akan dihadiri Keinarra ini bukan undangan biasa.“Sayang … apa papa kamu sudah datang?” Reyhan sedang mengenakan jasnya, earphone bluetooth menempel di telinga.Mereka sedang berada di tempat berbeda, Keinarra di rumah dan Reyhan di kantor.“Kayanya sudah sampai, tadi aku denger suara mobil masuk.” Keinarra menjawab.Hening. Mereka sedang sibuk memperbaiki penampilan untuk acara malam ini.“Mas ….” Suara Keinarra terdengar ragu.“Ya sayang ….” Reyhan menyahut cepat.“Acara koperasi bank? Konferensi investor? Atau gala sosial?” tanya Keinarra sambil memakai anting kecil.“Semua dalam satu,” jawab Reyhan sambil mengancing

  • Menantu Bayangan : Istri Simpanan Pewaris Tersembunyi   Cinta yang Tumbuh Lebih Besar

    Waktu ternyata bisa berlari dan menari dalam diam.Tanpa disadari, enam bulan sudah berlalu sejak Arelio lahir—enam bulan sejak Keinarra menemukan versi dirinya yang pernah ia takutkan, pernah ia rindukan, dan akhirnya ia terima di mana sekarang Keinarra memiliki gelar baru yaitu seorang ibu.Pagi itu, matahari belum terlalu tinggi, angin masih terasa sejuk, dan kamar bayi dipenuhi aroma sabun bayi dan bedak talc yang ringan. Arelio duduk di kursi bayi dengan pipi chubby yang menggemaskan, rambut tipisnya mulai tumbuh acak, dan matanya yang besar memandang dunia tanpa sedikit pun rasa takut.“Selamat pagi, Pangeran,” kata Keinarra sambil mencium pipi kanan lalu kiri. “Hari ini kita mandi pagi, makan bubur, terus bunda ajak jalan-jalan di taman.”Arelio menjawab dengan gumaman tidak jelas.“Pa-pa-ba-ba.”Keinarra terbelalak. “Kamu barusan manggil siapa? Papa? Atau Bapak? Atau lagi latihan baca mantra?”Arelio menatapnya dengan kerjapan pelan, lalu tertawa tanpa suara sambil mene

  • Menantu Bayangan : Istri Simpanan Pewaris Tersembunyi   Panik

    Malam pertama di rumah seharusnya tenang. Setidaknya, begitu yang dibayangkan Reyhan. Lampu kamar utama telah diredupkan. Tirai ditutup setengah. Udara sejuk dari pendingin ruangan mengalir pelan, tidak terlalu dingin, tidak terlalu hangat—hasil kompromi panjang antara Reyhan yang paranoid dan Keinarra yang masih menyesuaikan tubuh pascamelahirkan. Keinarra berbaring miring, satu lengan melingkar di sekitar Arelio yang tertidur di boks bayi kecil tepat di sisi ranjang. Bayi itu tampak damai—mulutnya sedikit terbuka, napasnya teratur, wajahnya tenang seolah dunia memang diciptakan khusus untuknya. “Mas,” bisik Keinarra pelan. “Hm?” “Dia tidur nyenyak banget.” Reyhan tersenyum, suaranya ikut direndahkan. “Aku sampai takut bernapas terlalu keras, takut dia terganggu.” Keinarra terkekeh kecil, lalu memejamkan mata. Akhirnya. Malam pertama. Bertiga. Setelah drama panjang hubungan mereka. Dua puluh menit pertama berlalu dalam keheningan yang hampir sakral. Lalu—

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status