ログインKiara membentaknya dengan geram, "Evan! Kau tidak pantas menjadi kakak keduaku! Dasar binatang!"Sementara itu, wajah Nayara tetap pucat pasi. Sejak dikurung di tempat ini, dia belum pernah mengucapkan sepatah kata pun."Aku binatang?" Evan kembali meludah ke tanah, lalu menyeringai ke arah mereka. "Kalau aku binatang, lalu kalian ini apa? Lihat diri kalian sendiri! Digantung di atas pohon dan dikurung dalam kandang anjing!"Dia tertawa dingin sebelum melanjutkan, "Jangan bilang aku tidak pernah memberi kalian kesempatan. Kalau kalian mau berlutut dan memohon ampun sekarang, lalu menyatakan bahwa kalian tidak lagi memiliki hubungan apa pun dengan Keluarga Draksa, mungkin aku bisa memohon kepada Tuan Arya agar melepaskan kalian."Senyumnya berubah semakin kejam. "Namun, jika kalian menolak, begitu batas waktu sepuluh hari berakhir, aku akan membantai kalian satu per satu!""Anak durhaka! Anak durhaka!"Mandra begitu murka mendengar perkataan Evan hingga wajahnya berubah bengis. Seolah-
Kota Jayagiri.Keluarga Draksa telah mengalami penghinaan yang belum pernah terjadi sebelumnya.Atas perintah Arya, Evan mengumpulkan seluruh wanita dan keturunan langsung Keluarga Draksa yang sebelumnya berusaha melarikan diri. Termasuk di antara mereka adalah Mandra, Tetua Keempat, dan Tetua Kelima.Sesuai instruksi Arya, Evan menyiapkan lebih dari seratus kandang anjing. Mereka semua dikurung di dalamnya, kemudian digantung pada pepohonan tinggi di luar arena Kota Jayagiri.Tanpa perlindungan dari cuaca, mereka terpaksa menanggung penderitaan siang dan malam. Makanan dan air memang disediakan oleh Keluarga Cakrawala. Namun, ketika ingin buang air, mereka harus melakukannya di hadapan orang banyak.Karena penghinaan tersebut, Nayara, Kiara, dan banyak wanita Keluarga Draksa lainnya memilih untuk tidak makan maupun minum selama berhari-hari.Nayara dan Kiara sama-sama telah mencapai Fase Raga. Karena itu, meskipun tidak makan atau minum selama lebih dari sepuluh hari, mereka tidak ak
Mendengar itu, jantung Revan berdegup kencang. Dia sempat mengira Bayu berniat menyerah dan tidak akan mengirim bantuan. Bagaimanapun, memusuhi Perguruan Nirakasa hanya demi seorang Murid baru bukanlah keputusan yang mudah.Dwiki juga sempat berpikir demikian. Sebagai pemimpin perguruan, Bayu tentu harus mempertimbangkan kepentingan yang lebih besar dalam setiap keputusannya.Namun, tepat ketika Dwiki hendak meluapkan amarahnya, Bayu kembali berbicara. "Bagaimana kalau begini? Kau dan Tetua Tio ikut Revan pergi lebih dahulu. Perguruan akan mengirimkan lebih banyak bantuan setelahnya."Mendengar keputusan itu, Revan yang masih berlutut dengan kepala tertunduk dan wajah muram langsung terkejut.Dwiki juga tak kalah terkejut. Bahkan Tio yang sejak tadi diam di samping mereka menunjukkan reaksi serupa. Keputusan Bayu benar-benar berbeda dari kebiasaannya dalam menangani berbagai urusan.Tio bahkan sempat berpikir untuk mendesak Bayu agar mengirim seseorang membantu Revan. Bagaimanapun, ti
Kecepatan Revan sangat tinggi.Lintasan Rasi pada dasarnya merupakan teknik kultivasi yang berfokus pada pergerakan. Selain kemampuan khusus Gerakan Kilat, penggunaan teknik tersebut secara normal juga mampu meningkatkan kecepatan penggunanya secara drastis.Dengan teknik itu, kecepatan Revan bisa beberapa kali lipat lebih tinggi dibandingkan kultivator lain pada tingkat yang sama.Tujuannya kali ini adalah Aula Utama Perguruan Murid Baru, tempat Bayu berada. Dia akan meminta bantuan perguruan. Bukan berarti Revan takut menghadapi pertarungan hidup dan mati melawan Arya.Namun, kedua tetua itu membutuhkan waktu tujuh hari untuk sampai ke sini. Bahkan jika Revan tidak makan dan tidak minum sekalipun, mustahil baginya untuk mencapai Kota Jayagiri dalam waktu tiga hari.Terlebih lagi, pihak lawan memiliki seorang ahli Fase Surga yang mengawasi mereka. Revan menduga orang itu pasti guru Arya. Karena pihak lawan sudah mengirim seorang tetua untuk mengancam keluarganya, bahkan sampai menggu
Revan tetap diam, ekspresinya semakin suram. ‘Tidak kembali?’Sekalipun dia tahu kepulangannya berarti kematian, dia tetap akan kembali. Dia bahkan akan membunuh adik kandungnya sendiri dengan tangannya sendiri.Melihat Revan terus menunduk tanpa bicara, Tetua Ketiga buru-buru mengingatkannya. "Revan, bukankah kau mengenal Kepala Balai Perdagangan Harta Langka dari Balai Perdagangan? Aku ingin tahu apakah kau bisa menghubunginya. Jika berhasil, mungkin masih ada kesempatan untuk menyelamatkan Keluarga Draksa."Tetua Kedua juga menatap Revan, menunggu jawabannya. Sebenarnya, harapan terbesar mereka datang jauh-jauh ke sini adalah agar Revan bisa menghubungi Tegar.Bagaimanapun, Kepala Balai Perdagangan Harta Langka memiliki pengaruh besar di Provinsi Nusaraya. Bahkan Perguruan Nirakasa sekalipun tidak akan sembarangan memprovokasinya.Mendengar pertanyaan itu, Revan hanya menggelengkan kepala tanpa mengatakan apa pun.Wajah Tetua Kedua dan Tetua Ketiga seketika dipenuhi keputusasaan.R
Perguruan Sangkara.Lima hari telah berlalu sejak Revan kembali dari Kota Hangai.Setelah meminum pil yang diraciknya sendiri di dalam Cincin Langit, Revan hanya membutuhkan waktu setengah hari untuk pulih sepenuhnya. Kini, kehidupannya kembali berjalan seperti biasa.Pada malam hari, dia membersihkan Balai Kitab. Sementara pada siang hari, dia mempraktikkan teknik kultivasi yang dipelajarinya pada malam sebelumnya sekaligus meracik pil.Saat ini, kultivasinya telah mencapai Puncak tahap akhir tingkat kedelapan Fase Roh. Dia sebenarnya bisa menerobos ke tingkat berikutnya kapan saja, namun sengaja menekan kultivasinya.Kemampuan alkimianya juga meningkat pesat. Tingkat keberhasilannya dalam meracik pil kualitas tinggi tingkat pertama terus mengalami peningkatan.Pada hari ketiga setelah kepulangannya, Livia datang menemuinya. Dengan wajah cantiknya yang dingin, wanita itu hanya mengatakan satu kalimat. "Oi Cabul! Ini Poin Kontribusimu."Poin Kontribusi tersebut dibagi menjadi tiga bag







