Share

MJM 140

last update publish date: 2026-07-14 11:53:19

MARIA

- 54 Surprise

Dari balik kemudi mobil yang terparkir agak jauh di seberang jalan, tampak ada seorang wanita yang berhijab rapi dengan busana kantornya. Mata Tamara memperhatikan wanita bercadar yang tengah melangkah anggun ke arah gedung kantor hukum Pradipta & Co. Advisory. Senyum tipis terukir di bibirnya. Setelah didera rasa penasaran, hari ini akhirnya tahu di mana tempat tinggal wanita yang dikenalnya dengan nama Aisyah itu.

"Ternyata di sini rumahnya," gumam Tamara pada diri sendir
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (10)
goodnovel comment avatar
Helmy Rafisqy Pambudi
eee si Tamara berhijab toh sekrng..itu td yg liatin di rumh Maria si Tamara kan kok gak loding q ya
goodnovel comment avatar
Saraswati
pas banget sama suasa saat ini yg bediding
goodnovel comment avatar
Dinie Youli
yang jadi pertanyaan kl tamara ga berulah dan punya anak apakah rangga masih cari maria...no..no..no pasti..itulah knp kurang suka rujuk sama orang yg sudah selingkuh krn dia cm cari balik lagi krn selingkuhannya ga sempurna alias maria cm pelarian
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Mencari Jejak Maria   Season2 - 280

    Namun di tengah-tengah menikmati makanan di atas meja, wajah Zahra mendadak pucat. Lalu spontan bangkit dan berlari menuju kamar mandi. Dan ia muntah di sana.Zein kaget dan panik. Lalu menyusul memegangi tengkuk dan memijat lembut leher belakang istrinya yang sedang membungkuk di depan wastafel. Zahra memuntahkan makanannya."Sayang, kamu kenapa? Kamu sakit?" tanya Zein dengan raut wajah dipenuhi kecemasan. Zahra mengelap bibirnya dengan tisu, bersandar lemas pada dada Zein. "Sebenarnya sudah beberapa hari ini badanku rasanya nggak enak, Mas. Meriang dan sering pusing.""Kenapa kamu tidak cerita sama Mas di telepon kemarin?""Aku kira cuma meriang biasa.""Kita pergi ke klinik untuk periksa. Ayo, ganti baju." Tanpa berpikir panjang Zein memaksa Zahra untuk segera memeriksakan diri ke klinik. Karena tak tega membonceng istrinya yang lemas menggunakan sepeda motor, Zein memesan taksi online. Dan tak lama mereka sampai di klinik terdekat dari perumahan.Di ruang tunggu klinik yang cuk

  • Mencari Jejak Maria   Season2 - 279

    "Arkan, saya tidak pernah pilih-pilih calon menantu dari seberapa kaya atau seberapa tinggi jabatannya. Bagi saya syaratnya hanya tiga, pria itu harus bertanggung jawab penuh, menyayangi putri saya dengan tulus, dan yang paling utama tidak pernah meninggalkan salat lima waktu."Pria muda itu menganggukkan kepala dengan mantap. "Insya Allah, Om. Saya bisa memenuhi itu."Melihat ketulusan dan ketegasan sikap Arkan, Emir tersenyum lega. Kemudian mengajak Naima bangkit dari sana untuk membiarkan mereka ngobrol berdua.Zahra yang sejak tadi di dalam, lalu melangkah ke ruang tamu membawa nampan berisi cangkir teh hangat dan brownies."Silakan diminum, Mas," ucap Zahra ramah sambil menyuguhkan minum.Arkan tersenyum sopan. "Terima kasih, Zahra. Oh ya, sekalian aku mau mengucapkan selamat atas pernikahanmu. Maaf sekali kalau aku tidak bisa hadir saat acara. Bukan tak bisa, tapi karena tidak di undang," ujar pria itu yang menimbulkan tawa.Kemudian mereka ngobrol seru. Arkan tahu kalau Zahra m

  • Mencari Jejak Maria   Season2 - 278

    Zein- 20 PeriksaZahra muntah di wastafel. Sampai ia terengah-engah. Apa ia masuk angin? Wanita itu memandang wajahnya yang pucat di pantulan cermin.Setelah beberapa saat mualnya mereda, ia kembali duduk di tepi pembaringan. Menunduk di sana sambil merasakan tubuhnya yang berkeringat dingin. Mungkin ia memang masuk angin. Kemarin kehujanan setelah pulang dari toko roti. Sebab Zahra naik motor.Ketika hendak bangkit untuk mengambil obat di ruang keluarga, ia terdiam. Ingat semenjak menikah belum datang bulan. Zahra tak pernah mengingat tanggal berapa siklus bulanannya datang. Namun ia ingat, seminggu sebelum akad nikah baru suci dari haid. Apa dia hamil? Dada Zahra tiba-tiba berdebar kencang. Apa kebersamaannya dengan sang suami selama tiga hari waktu itu berhasil membuatnya mengandung?Disaat Zahra termangu, ponselnya kembali berdering. Zein menelepon lagi."Halo, Mas.""Sayang, kamu nggak apa-apa, kan?""Ah, nggak Mas. Maaf lama, aku sekalian gosok gigi tadi."Kemudian mereka melan

  • Mencari Jejak Maria   Season2 - 277

    "Makasih banyak, Mbak. Udah mborong di toko kami," ucap Zahra dengan begitu ramahnya.Maria tersenyum sambil meraih goodie bag. "Sama-sama, Mbak. Maaf, anak-anak saya bikin heboh toko.""Tidak apa-apa." Zahra menangkupkan tangannya sambil memperhatikan mereka meninggalkan toko. Kemudian mobil hitam itu melaju pergi.Zahra tidak tahu kalau wanita itu pernah membuat suaminya jatuh cinta. Sosok yang pernah istimewa di hati Zein. Maria dan Rangga baru pulang dari mengunjungi saudara Maria di Tulungagung. Hubungan mereka dan keluarga dari pihak ibunya mulai membaik sekarang ini. Kemudian Zahra kembali sibuk dengan pembeli yang mulai berdatangan. Lima karyawan toko sibuk mengemas pesanan di belakang. Jadi Naima yang muncul dari dalam membantu putrinya meladeni pembeli.🖤LS🖤Untuk mengobati rindu sekaligus menepati janjinya, Zahra memutuskan berkunjung ke Malang. Berangkat diantar oleh sopir pribadi papanya. Zein melarang Zahra mengendarai mobil sendiri karena ia belum pernah melihat lan

  • Mencari Jejak Maria   Season2 - 276

    Komunikasi dengan Zein tetap terjalin, walau sangat dibatasi oleh kerahasiaan tugas. Ada hari-hari di mana ia selalu menerima pesan, tapi tak jarang pula dalam dua puluh empat jam penuh tak ada satu pun pesan dari suaminya. Zahra belajar menundukkan egonya. Meski gelisah menggerogoti ulu hati, ia tahu suaminya sedang bertarung dengan resiko tugas di luar sana.Terkadang saat malam, bayangan sidang BP4R di Jakarta kembali berputar di benaknya. Kalimat tegas pewawancara saat itu seperti terngiang ulang. Harus siap ditinggal kapan saja, siap menjaga rahasia, dan siap menerima kabar buruk apa pun.Zahra menggelengkan kepala pelan, menepis bisikan membahayakan itu. "Nggak deh. Mas Zein pasti baik-baik saja.""Nanti kalau sudah ikut Mas Zein ke Jakarta, Zahra berpikir mau coba jadi akuntan freelance saja, Bun," ujar Zahra sore itu seraya merapikan nota penjualan di meja kasir toko roti. "Aku bisa bekerja dari rumah.""Itu ide yang sangat bagus, Sayang. Gelar sarjana akuntansi milikmu tetap

  • Mencari Jejak Maria   Season2 - 275

    Zein - 19 Pertemuan Tak SengajaMalam ini terasa berbeda bagi Zahra setelah tiga malam ditemani. Kamarnya sunyi. Tiga hari kemarin yang mendadak jadi candu baginya.Zahra menghela napas panjang sambil memeluk guling. Disaat kebanyakan pengantin baru sibuk berbulan madu, ia harus terpisah jarak dari suaminya. Sampai kapan? Zahra pun tidak tahu. Zein bilang tidak lama, tapi yang sebenarnya, entahlah ....Sabar. Menerima Zein sudah menjadi keputusannya sendiri. Mentalnya harus siap dengan segala kondisi dan konsekuensi menjadi istri seorang intelejen.Ponsel Zahra berpendar. Nama My Hubby tertera di layar. Senyum seketika merekah di bibirnya."Assalamu'alaikum.""Wa'alaikumsalam. Sudah sampai rumah?""Sudah, Mas. Setengah jam yang lalu. Ini habis salat langsung rebahan. Mas, sudah sampai.""Baru masuk kamar. Tadi macet perjalanan dari Soeta. Mas, mau beres-beres dulu, ya. Besok pagi Mas mulai dinas. Selamat tidur. I love you, Honey. Assalamu'alaikum.""Wa'alaikumsalam."Panggilan langsu

  • Mencari Jejak Maria   MJM 2

    MARIA- 2 Hanya Tanggung Jawab "Maria," panggil Rangga kian merunduk begitu dekat dengan wajahnya."Iya," jawab Maria yang tidak mungkin pura-pura tak mendengar. Selama ini Maria sangat peka dengan suaminya. Tidak ada panggilan yang lambat dijawabnya.Ia membalikkan tubuh setelah menarik napas pan

  • Mencari Jejak Maria   MJM 5

    MARIA- 5 Pukulan Telak"Akhirnya Nak Rangga memiliki keturunan," ujar Bu Arsi dengan bangganya.Maria tidak menjawab. Ia hanya duduk di kursi seberang, menyatukan kedua jemarinya di pangkuan. Ia memilih untuk menjadi pendengar yang pasif, dengan dada yang bergemuruh hebat. "Begini, Nak Maria," la

  • Mencari Jejak Maria   MJM 4

    MARIA- 4 Maria"Assalamu'alaikum," ucap Maria pada bapak dan ibu mertuanya yang duduk di kursi teras. Juga pada bapak sopir yang duduk agak menjauh."Wa'alaikumsalam. Kamu dari Masjid, Nduk?" Bu Hasna bertanya sambil menerima uluran tangan menantunya."Iya, Bu. Maaf, membuat Bapak sama Ibu menungg

  • Mencari Jejak Maria   MJM 3

    MARIA- 3 Apa itu poligami?"Bu, apa itu sebenarnya poligami?" Maria bertanya dengan suara lirih, karena di serambi depan ada beberapa orang bapak-bapak yang duduk ngobrol. Suami Bu Nafisah pun ada di sana.Bu Nafisah, sosok yang disegani di komplek perumahan itu tersentak kecil. Ia menatap Maria d

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status