分享

bab 308

作者: Naiynana
last update publish date: 2026-05-26 14:57:53

Hamish mengendap. Menghampiri dengan langkah tanpa suara.

Hamish menelengkan kepala. Menatap bokong yang menyembul dari balik bangku panjang. Alisnya mengerut, melirik William dan pemuda itu malah menyuruhnya mendatangi si pemilik bokong tersebut.

Hamish mengendap. Menghampiri dengan langkah tanpa suara. Ia mengulurkan tangannya yang kekar, lalu menepuk pundak yang tertutup blus sutra mahal itu dengan ragu. "Maaf, Nyonya ... sedang cari barang hilang?"

"Aiyaaa! Kecoak terbang!"

Ling Ling melonj
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節
評論 (11)
goodnovel comment avatar
Joezeus Maria Catalanoto
makasih naiynana udh bikin ngakak Mulu baca novel mu,obat capek memang ini. gak Suma Livia gak si William semua bikin semangat ngakak ditengah rasa capek...
goodnovel comment avatar
Asmarani Noor
makasih kak Naiy....sabar papi sekali sekali ngurus anak sendirian
goodnovel comment avatar
Alfiah Ummi Hani
hahaha...dah besar semua anak2 itu hamish hehe tp nala harus d jaga woooo
查看全部評論

最新章節

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   bab 308

    Hamish mengendap. Menghampiri dengan langkah tanpa suara.Hamish menelengkan kepala. Menatap bokong yang menyembul dari balik bangku panjang. Alisnya mengerut, melirik William dan pemuda itu malah menyuruhnya mendatangi si pemilik bokong tersebut.Hamish mengendap. Menghampiri dengan langkah tanpa suara. Ia mengulurkan tangannya yang kekar, lalu menepuk pundak yang tertutup blus sutra mahal itu dengan ragu. "Maaf, Nyonya ... sedang cari barang hilang?""Aiyaaa! Kecoak terbang!"Ling Ling melonjak kaget sampai kepalanya membentur sandaran bangku. Martha yang bersembunyi di sebelahnya spontan ikut berteriak dan menjatuhkan tas jinjing Dior-nya ke lantai semen dengan keras. Sementara Donna dan yang lainnya langsung menegakkan tubuh dan buru-buru memasang tampang tak berdosa.Hamish berkedip beberapa kali, mundur selangkah karena syok. "Lho? Kok? Tante Ling Ling? Tante Martha? Sedang apa kalian tiarap di sini?"Ling Ling buru-buru membenarkan letak blusnya, mencoba tersenyum seanggun mung

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 307

    Lampu sorot arena yang tadinya berputar liar kini mengerucut, menyatu dalam satu berkas cahaya emas yang benderang tepat di tengah ring. Musik kemenangan beritme megah menggema dari pelantang suara raksasa, menggetarkan lantai semen dan dada setiap orang yang hadir. Di atas kanvas, sebuah podium portabel tiga tingkat telah digeser masuk oleh para petugas.Shaynala melangkah naik ke puncak podium tertinggi dengan langkah yang masih agak kaku menahan nyeri. Wajahnya tak baik-baik saja. Penuh dengan sisa-sisa pertempuran brutal.Pelipis kirinya dibalut plaster medis tebal, sudut bibirnya sedikit bengkak, dan hidungnya yang sempat berdarah kini telah dibersihkan, menyisakan rona merah yang kontras dengan senyum lebarnya. Jubah tandingnya yang basah oleh keringat berkilau di bawah siraman lampu teater.Gegap gempita di dalam gedung olahraga itu mencapai puncaknya saat Presiden Federasi Tinju Junior melangkah maju membawa nampan beludru merah. Ketika medali emas bermotif ukiran khas Thailan

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 306

    William menganga tanpa sadar, lalu buru-buru mengucek matanya. Tak percaya.“Shaynala senyum padaku, kah?” gumamnya. Masih saja sangsi. Sejak tadi, ia yang tak percaya diri itu terus menerus mengira bahwa Shaynala akan ilfil melihatnya yang kuning, botak, buruk rupa itu.Dan itulah salah satu alasannya mengapa tadi ia buru-buru balik badan dan berniat kabur. Ia tak sanggup mendapat tatapan geli dan jijik dari Shaynala. Tak disangka, gadis itu malah memberikannya senyuman.Katakanlah ia kegeeran, kepedean. Tetapi ia yakin seratus persen jika senyum itu memang ditujukan khusus untuknya. Ya, untuknya seorang.Livia tak seramah itu pada sembarang orang. Tak mudah memberi senyum pada orang yang tak dikenalnya dengan baik.William perlahan tersenyum. Bahunya yang terkulai lesu mendadak terangkat kembali. Duduknya tegap, tak lagi gelisah.Senyum Shaynala bagaikan suntikan vitamin dan obat dari segala keresahannya sejak dari salon sialan itu.Pemuda itu kemudian melepas topinya, lalu mulai me

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 305

    Dulu, William tak pernah absen menemani Shaynala berlatih tinju. Dia pun sering ikut ketika ada turnamen. Dan melihat ekpresi wajah Shaynala yang seperti sekarang, ia tahu. Gadis itu tak baik-baik saja. Shaynala kelelahan. Tak hanya fisik, tetapi juga mentalnya. Gadis itu tengah kewalahan.“Kamu pasti bisa, Nala,” ucap William. Pemuda itu merasa cemas hingga tanpa sadar malah membuka topinya. Tangannya sibuk meremas-remas topi dengan mata tak pernah berpaling dari gadis itu.“Ahh! Sial!” William seketika merunduk saat lampu sorot mengarah ke tribun. Pemuda itu lega karena rupanya ia masih terhalang oleh posisi seorang fotografer yang kini berdiri di depannya.Namun kemudian, baru saja ia menghela napas seraya melonggarkan resleting jaket yang ia tarik sampai dagu, lampu sorot malah menyasar area VIP. Tepat ke deretan kursinya. Kepalanya yang botak terasa mendadak seperti menyala, tersorot cahaya terang benderang.William terkesiap.“Mati aku!”Tak sampai di sana, fotograger yang sejak

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   bab 304

    William berdecak. Tiket yang dibeli olek neneknya rupanya tiket kelas VIP. Itu artinya, ia akan cukup dekat dengan ring. Itu artinya pula bahwa ia akan sangat mudah terlihat oleh Shaynala seandainya gadis itu cukup jeli memperhatikan sekitar.“Kalau tak botak dan tak sekuning kartun The Simpson mungkin aku akan senang. Tapi sekarang … arrghhh!” William menggeram kesal. Jengkel luar biasa. Hanya saja, mau marah pun percuma. Tak akan bisa mengubah apa pun.Dengan dada berdebar, William melangkah turun menyusuri tangga tribun, mendekati area ringside. “Mati aku!” gumamnya. Posisinya ternyata hanya berjarak beberapa meter dari tali ring, tepat di barisan kursi empuk terdepan. Di satu sisi, ia bisa melihat arena dengan sangat jelas. Di sisi lain, posisinya ini sangat rawan tersorot lampu.Dengan panik, William merapatkan topi beanie-nya hingga sebatas alis dan menaikkan kerah jaketnya setinggi mungkin, berdoa agar tidak ada satu pun kamera yang menyorot wajah "ayam ungkep kuning berjalan"-

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 303

    Ling Ling dan kawan-kawannya benar-benar merasa bersalah pada William. Apalagi saat melihat pemuda itu akhirnya meminta dihabiskan semua sisa rambut yang ada di kepalanya.William memilih plontos dibanding harus menanggung rambut dengan model aneh. Paling tidak, rambutnya nanti akan tumbuh kembali.“Aiyaa, Willy. Seumur hidup nenek berdosa padamu.” Ling Ling meraih tangan William yang kuning sesaat setelah rambut cucunya itu dicukur habis.“Iya. Oma juga berdosa padamu. Oma kurang teliti.” Martha ikut mendekat dan meminta maaf.William menatap neneknya juga Martha dan teman-teman mereka yang turut mendekat dari pantulan cermin salon. Jujur, ia masih sangat jengkel. Hatinya sedih sekali dengan kondisinya sekarang, tetapi ia pun tak bisa berbuat apa-apa.Nasi telah jadi bubur. Semua telah terjadi. Tak ada yang bisa merubah apa pun. Tak peduli sekeras apa penyesalan atau menangis darah sekalipun.William menghela napas panjang dan berat, lalu mengangguk pelan.“Sudahlah. Ini bukan salah

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   bab 206

    Kalea mengantar Ginna untuk fitting baju pengantin ke Lunare dan setelahnya, mereka pergi untuk berjalan-jalan keliling mall.Hamish senang mendengarnya karena ini adalah kali pertama sang istri mau pergi bersosialisasi ke dunia luar sejak dari rumah sakit. Berharap, Kalea semakin membaik setiap ha

    last update最後更新 : 2026-04-03
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 203

    “Dokter sudah meresepkan bermacam-macam buat booster berat badan Eldan. Susu juga yang sekaleng kecilnya hampir setengah gaji saya. Tapi tubuh Eldan tetep saja kecil. Tetep rewel.” Suster bernama Nina itu menjelaskan.“Ini kalau di kampung saya pasti sudah dibully,” sahut Diana. “Pasti ibunya disan

    last update最後更新 : 2026-04-03
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 205

    Ginna berdiri di depan pintu rumah Kalea. Gadis itu ingin menjenguk sekaligus memberikan kabar bahagia. Ia datang diantar oleh Ling Ling.Dan saat bertemu, Kalea serta Ginna langsung berpelukan. Keduanya menangis. Lama.“Maaf aku baru datang, Lea. Aku kemarin ingin datang menjengukmu. Tapi Stephen

    last update最後更新 : 2026-04-03
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 60

    Kalea tercenung, sendirian di kursi teras kedai kopinya. Malam sudah mulai larut dan ia masih di sana.Perutnya yang semula lapar perlahan terlupakan. Ia masih memikirkan penawaran Elias.“Sepertinya, hubunganmu dan Hamish tak sesederhana antara pelayan dan tuannya. Benar begitu? Dan saya merasa ka

    last update最後更新 : 2026-03-21
更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status