Share

Ke rumah Revan

Author: Mommy_Ar
last update publish date: 2026-02-01 03:55:54
Beberapa hari kemudian, waktu berjalan dengan cara yang aneh, terasa lambat, tapi kenyataannya terus bergerak tanpa menunggu siapa pun siap.

Sejak kejadian malam itu, Yudha tidak pernah benar-benar pergi. Bukan sekadar datang lalu pulang, tapi menetap.

Diam-diam, tanpa pengumuman, tanpa pembahasan panjang, keduanya memilih untuk tinggal bersama.

Bukan karena mereka berencana. Bukan pula karena mereka berani. Melainkan karena Wilona terlalu rapuh untuk sendirian, dan Yudha terlalu khawatir
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
diah nursanti
karna aku sudah jatuh cinta sama orang lain
goodnovel comment avatar
Neneng Gejora
emang susah mau di paksain bagaimana juga,, Hati Wilo udah berpindah ke Om Yudha,,, bukan ke Revan,, jadi percuma sih kalo mau di lanjutin juga
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 209

    Mobil putih milik Wilona berhenti tepat di depan lobi apartemen mewah tempat Vera tinggal. Suasana di dalam kabin mobil itu terasa berat, sisa-sisa ketegangan dari mal tadi masih menggantung di udara. Wilona mematikan mesin mobilnya, lalu menoleh ke arah Vera yang sejak tadi hanya menatap kosong ke arah luar jendela.Wilona menghela napas panjang, ia merasa sangat mengkhawatirkan kondisi mental sahabatnya itu. "Kamu beneran gapapa, Ver?" tanya Wilona pelan, suaranya melembut, sangat jauh berbeda dengan nada bicaranya yang meledak-ledak saat menghadapi Sari dan Jenny tadi.Vera mengerjapkan mata, mencoba kembali ke realitas. Ia memaksakan sebuah senyuman tipis yang sangat dipaksakan. "Aku gapapa, Wil, beneran. Cuma capek sedikit."Wilona mendengus pelan, ia tidak mudah tertipu. "Sumpah Ver, senyum kamu jelek kalau gitu. Jangan dipaksa kalau emang lagi pengen nangis atau maki-maki orang."Vera menunduk, ia memainkan ujung bajunya dengan jemari

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 208

    Mereka menoleh serempak. Jenny berjalan santai ke arah mereka, satu tangannya sengaja mengusap-usap perutnya yang mulai membuncit, seolah ingin memamerkan eksistensi nyawa di dalamnya. Kali ini ia sendirian, Sari tampaknya masih tertinggal di dalam toko untuk menyelesaikan sesuatu."Mau apa lagi kamu, hah?" seru Wilona dengan nada yang sudah siap untuk meledak. Ia melangkah satu langkah ke depan, menempatkan dirinya sebagai tameng hidup bagi Vera."Cih, nggak usah ikut campur. Urusan aku itu sama Vera, bukan sama asisten setianya," kata Jenny sinis, matanya menatap Wilona dengan jijik sebelum beralih ke arah Vera.Vera terdiam. Sejak memasuki trimester ketiga, hormon kehamilannya membuat suasana hatinya sangat mudah goyah. Ada rasa lelah yang luar biasa saat melihat wajah Jenny yang selalu penuh dengan tipu daya. Namun, Vera mencoba berdiri tegak, meski tangannya sedikit gemetar di sisi tubuhnya."Kita sama-sama hamil, Ver. Tapi lihat kenyataannya

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 207

    Vera dan Wilona menoleh serempak. Jantung Vera seolah berhenti berdetak sesaat ketika melihat siapa yang berdiri di hadapannya. Itu Jenny. Dan yang lebih menyakitkan, di belakang Jenny berdiri seorang wanita paruh baya yang sangat Vera kenali, Sari, ibu kandungnya."Mama, aku mau yang ini! Warnanya pas banget sama konsep kamar bayi aku nanti," kata Jenny dengan nada manja yang dibuat-buat, sambil menggoyang-goyangkan lengan Sari.Pramuniaga itu tampak kebingungan dan serba salah. "Mohon maaf Kak, untuk tipe edisi terbatas ini hanya sisa satu unit ini saja. Dan kebetulan Ibu ini sudah memesannya lebih dulu.""Gak mau! Aku pokoknya mau yang ini, Ma! Masa aku pakai barang yang pasaran? Pokoknya ini harus buat aku!" Jenny merengek, matanya menatap Vera dengan tatapan menantang dan penuh kebencian yang masih sama seperti dulu.Vera masih bergeming. Ekspresi wajahnya mendadak datar, sedatar dinding beton. Ia menatap Sari, wanita yang seharusnya menjadi

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 206

    Pagi itu, suasana rumah, sudah diwarnai dengan perdebatan kecil yang cukup alot. Revan berdiri di depan pintu kamar dengan wajah yang ditekuk, sementara Vera sedang sibuk merapikan penampilannya di depan cermin. Hari ini adalah hari yang sudah dinanti-nantikan Vera, jadwal belanja perlengkapan bayi bersama Wilona."Ver, kenapa aku nggak boleh ikut? Aku bisa bawakan belanjaannya, aku bisa setir mobilnya, aku bisa pastikan nggak ada orang yang menabrak kamu di mal," ujar Revan dengan nada protektif yang sudah mencapai level maksimal.Vera menghela napas, menoleh ke arah suaminya sambil tersenyum sabar. "Van, aku cuma mau jalan-jalan santai sama Wilona. Kita mau *thrifting* barang lucu, mau pilih baju yang gemas, dan aku butuh waktu bebas walau sebentar.’’‘’Kalau kamu ikut, setiap lima menit kamu pasti tanya aku capek atau nggak, setiap sepuluh menit kamu suruh aku duduk. Aku malah nggak jadi belanja nanti.""Tapi Ver, kandungan kamu sudah tujuh bulan. Mal itu luas, orang-orang di san

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 205

    Hari berganti minggu hingga bulan. Tanpa terasa kini usia kandungan Vera sudah hampir memasuki usia tujuh bulan.Sinar matahari sore menyelinap masuk melalui jendela besar di ruang tamu kediaman mewah Revan dan Vera. Suasana rumah itu kini terasa jauh lebih hidup dibandingkan beberapa bulan lalu yang sempat beku oleh ketegangan. Di atas sofa beludru yang nyaman, Vera duduk bersandar dengan beberapa bantal menyangga punggungnya.Di hadapannya, Bunda Vita dan Wilona sedang asyik menyesap teh melati hangat. Kedatangan dua wanita paling berpengaruh dalam hidup Vera itu selalu berhasil menciptakan tawa dan obrolan yang tak ada habisnya. "Rasanya baru kemarin Bunda dengar kamu hamil, eh sekarang cucu Bunda sudah mau lahir saja," ujar Bunda Vita dengan mata berbinar penuh syukur. Ia mengusap lembut lutut menantunya. "Gimana, Sayang? Ada keluhan kaki bengkak atau susah tidur?"Vera tersenyum manis, wajahnya tampak sangat *glowing* dengan rona bahagia yang alami. "Alhamdulillah, Bun. Seja

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 204

    Wajah Revan yang tadinya pucat karena takut kehilangan, seketika berubah menjadi sumringah luar biasa. Kebahagiaan itu meluap-luap hingga ia tidak sanggup hanya duduk diam. Revan langsung berdiri dari kasur, menarik Vera ke dalam pelukannya dengan sangat erat. Ia membenamkan wajahnya di leher istrinya, menghirup aroma tubuh Vera yang menenangkan."Ya Tuhan, Ver! Ini beneran? Kamu nggak lagi bercanda buat ngetes aku kan?" tanya Revan lagi sembari melepaskan pelukannya sebentar hanya untuk menangkup wajah Vera dengan kedua tangannya.Vera tersenyum tipis, matanya berkaca-kaca melihat binar bahagia di mata Revan yang begitu murni. "Iya, Van. Aku serius. Sudah enam minggu."Revan kembali memeluk Vera, kali ini lebih lembut, seolah ia baru saja menyadari bahwa ada nyawa rapuh yang sedang bersemayam di perut istrinya. Ia menciumi dahi, pipi, dan tangan Vera berkali-kali tanpa henti. Semua rasa lelah, rasa bersalah, dan ketegangan yang ia rasakan selama bebe

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Dua jamur

    Sementara itu, di depan rumah Wilona, suasana justru jauh berbeda dengan yang terjadi di rumah Yudha.Evelyn duduk di kursi teras sambil menatap jalanan sepi komplek. Tangan kanannya mengetuk-ngetuk pahanya tak sabar, sementara kaki kirinya sudah sejak tadi bergetar gelisah.“Astaga Wil,

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Warteg??

    “Ah itu kak, Wilo lagi sarapan… iya lagi sarapan di luar!”Wilona berusaha terdengar santai, tapi jelas suaranya gemetar parah.“Sarapan?” Evelyn mengerutkan dahi di seberang sana, ‘’Yang bene raja dong Wil, jam satu siang, kamu baru sarapan?”“Iya, Kak… sekalian makan siang. Kan ini weekend, jadi

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Aroma cowok

    Yudha baru saja menghentikan mobilnya di depan gerbang kompleks perumahan. Suasana siang itu terik, matahari seakan menusuk kulit. AC mobil yang masih menyala membuat kontras rasa dingin–panas semakin jelas ketika Wilona buru-buru melepas seatbeltnya.“Stop Om, berhenti di sini aja!” seru Wilona

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Ketemu mantan

    “Kalau kamu masih utamain dunia kamu,” potong Yudha tegas, “silakan. Biar aku yang mundur.”“Yudhaaa!” Evelyn memanggil, panik. Matanya mulai berkaca-kaca.Yudha bangkit dari kursinya, mengambil jaketnya tanpa menoleh. “Keputusan ada di kamu.”Tanpa menunggu jawaban, Yudha melangkah p

    last updateLast Updated : 2026-03-18
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status