Share

Kecemburuan Liona

Penulis: Rien rini
last update Tanggal publikasi: 2026-10-27 19:03:57

Elena tak melanjutkan ucapannya daripada menimbulkan masalah baru, sementara hubungan mereka baru saja membaik semalam.

Pipinya merona setiap teringat dengan adegan semalam, bagaimana dia dan Aditya bisa sedekat itu. Bahkan, mereka mengerang dan mendesah bersama saat pelepasan itu datang, puncak yang nikmat.

Aditya: Perutnya kram?

Elena berdebar mendapatkan pesan dari suami rahasianya itu, dia baru saja muntah tadi, tetapi tidak terlalu parah.

Aditya: Kalau sakit, di ruang sehat saj
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Mengandung Benih Rahasia Atasanku   Kecemburuan Liona

    Elena tak melanjutkan ucapannya daripada menimbulkan masalah baru, sementara hubungan mereka baru saja membaik semalam. Pipinya merona setiap teringat dengan adegan semalam, bagaimana dia dan Aditya bisa sedekat itu. Bahkan, mereka mengerang dan mendesah bersama saat pelepasan itu datang, puncak yang nikmat. Aditya: Perutnya kram? Elena berdebar mendapatkan pesan dari suami rahasianya itu, dia baru saja muntah tadi, tetapi tidak terlalu parah. Aditya: Kalau sakit, di ruang sehat saja. Elena: Tidak kok, Pak. Perutnya aman, hanya tadi sedikit muntah. Astaga, Elena berdebar sekali bertukar pesan seperti ini, sebab ada perhatian di sana. Hal baru yang mungkin akan menjadi kebiasaan ke depannya sampai mereka berpisah. Sedih mengingat itu, tetapi Elena tidak mau anaknya ikut merasakan derita, maka telah dia putuskan untuk mulai menikmati sehingga si kecil pun riang tumbuh di rahimnya. Aditya: Saya lembur nanti, tidur duluan nggak apa. Elena membulatkan mulutnya.

  • Mengandung Benih Rahasia Atasanku   Hari Baru

    Apa dirinya tidak sepantas itu? Melihat pria itu mengurut sendiri di puncak percintaan mereka, membuat hatinya sedih. Tampaknya, Aditya mengerti maksud dari pertanyaan sesaat istrinya itu, wanita yang sedang mengandung, sudah dia nikahi dan baru saja ia nikmati untuk kedua kalinya sejak malam itu. Kali ini, rasanya benar-benar nyata, dahaganya terpuaskan setelah sekian lama, rapatnya Elena menghisap habis pertahanannya seakan ingin meminta lagi, tetapi cukup karena kehamilan Elena jauh lebih penting. "Kamu mempertanyakan yang saya lakukan tadi?" Aditya menunjuk tisu yang baru saja ia gunakan untuk membersihkan sprei dari cairan putihnya. "Kamu sedang hamil muda, Elena. Cairan saya bisa membuat otot rahimmu tegang dan mungkin keguguran dini. Saya tidak mau itu terjadi," jelasnya. Ah, bodoh sekali, pikir Elena. Wajahnya memerah karena malu, seharusnya ia yang seorang wanita jauh lebih paham tentang hal itu. Melihat wajah malu Elena, Aditya mengulum senyum, ia mengakui kecantika

  • Mengandung Benih Rahasia Atasanku   Memberi Hak Suami

    Adegan dewasa ya ... *** Basah dan hangat. Aditya bisa merasakan meskipun dari lapisan luar yang menutupi kewanitaan istrinya, usapan lembutnya yang tak berhenti di paha dalam juga ciuman yang intens berhasil mengundang gairah keduanya. Dibalik celana kain berwarna gelapnya itu, sesuatu telah mengeras di sana, menunjukkan seberapa besar gairah yang sedang ditahan mati-matian sejak beberapa tahun lalu. Pagutan bibir mereka tak berhenti, hanya sebentar untuk mengisi rongga dada yang sedikit, lalu berlanjut lagi dan lagi. Elena terbuai dengan segala penawaran kelembutan itu, dingin dan garangnya Aditya seakan bertolak belakang dengan kenyamanan yang diterimanya saat ini hingga tanpa sadar kedua kakinya berjarak guna memudahkan jemari pria itu bergerak leluasa. "Boleh saya ...?" bisiknya tak tuntas, tetapi satu jarinya telah lolos ke dalam bilik basah itu, terasa kuat cengkeraman tangan Elena di kedua lengannya dengan nafas terengah-engah, mata berair wanita itu menatap Adit

  • Mengandung Benih Rahasia Atasanku   Sebuah Janji

    Hangat, lembab nan lembut. Bukan lagi rasa takut yang menyergapnya, melainkan ketenangan dan kenyamanan. Tengkuknya meremang, bibir bawahnya tergigit memerah, pun binar matanya lantas teduh. Aditya tidak tahu alasannya, ia terdorong begitu saja bagai hanyut pada peran mereka dan rasanya ingin memberikan semua dengan layak. Ia angkat bibirnya menjauh dari perut itu, tetapi tidak dengan tangannya yang mulai merambat naik menyusuri lembut nan halus perut itu sampai pada batas sensitif yang mengundang helaan berat keduanya. "Boleh saya menyentuhnya?" tanya Aditya mengantarkan izin, dapat ia rasakan tubuh Elena gemetaran saat ujung jemarinya menyentuh karet pembatas antara perut dan bawah dada. Elena mencari-cari kepalsuan dari sorot mata itu, tetapi yang ia temukan justru kepercayaan maka ia pun mengangguk. Hanya, — "Jangan di sini!" katanya mencekal tangan Aditya yang sudah sedikit mengangkat karet itu. "Hem?" "Di rumah saja, nanti ada orang ke sini," kata Elena mema

  • Mengandung Benih Rahasia Atasanku   Sentuhan Pertama

    Pak Aditya: Syukurlah, terima kasih atas perhatiannya. Template sekali, khas bapak-bapak yang kaku dan baku. Elena menyunggingkan senyumnya, selain semalam pertama kali mereka tidur berpelukan di ranjang yang sama tanpa ada paksaan dan dengan kesadaran penuh, pagi ini mereka berbalas pesan yang berisikan kepedulian. Apa tanda-tandanya? "Nggak mungkin!" celetuk Elena. Tak sengaja mendengar itu, Deva pun menoleh keheranan, apalagi melihat Elena senyum-senyum sendiri sambil melihat ke benda pipih di tangannya itu. "Len," panggilnya. Elena terperanjat, ia langsung meletakkan ponselnya tampak gelagapan. "Iy-iya?" balasnya gugup. Deva tertawa melihat ekspresi wajah temannya itu. "Kamu ngapain, Len, hah? Kok sampe kaget gitu! Lagi chat-an sama abangnya ya?" Pipi Elena bersemu merah, abang katanya, padahal itu atasan mereka. Elena mengangguk malu. "Ah, senengnya! Pantesan ngedumel sendiri, ternyata!" Deva tertawa. "Kamu kecintaan banget kayaknya, udah suruh di

  • Mengandung Benih Rahasia Atasanku   Menenangkan Aku

    "Bagus!" suara Vera menggelegar begitu pasangan suami istri yang baru saja menikmati momen ngidam pertama pulang dan melangkah masuk. Elena langsung menahan nafasnya, ia mundur kemudian berdiri di belakang punggung Aditya. Mengetahui hal itu, Aditya mengulurkan tangannya ke belakang, menyentuh tangan Elena yang kemudian ia genggam supaya tenang. "Udah dibilang ngidam itu cuman hawa nafsu orang tuanya, kalau nggak bisa dikendaliin jadinya bakal seenaknya, nggak bisa hargain makanan yang ada di rumah, nggak tau syukur. Capek juga orang tua masak, tinggal makan nggak pake repot aja, masih nggak mau terima!" omel Vera hampir mirip seperti yang tadi Elena hadapi sendiri. "Ma, orang hamil ngidam itu wajar. Lagian, aku masih bisa makan masakan rumah dan nggak tiap hari ngidam itu ada. Nggak perlu dibesar-besarin!" kata Aditya kali ini menunjukkan pembelaannya. "Oo, kamu udah bela orang lain daripada Mama, Dit?" Vera mendengus. "Elena istriku, Ma. Dia lagi hamil anakku, jadi wa

  • Mengandung Benih Rahasia Atasanku   Tinggal Di Rumah Mertua

    "Is-tri?" Dunia Liona seakan berhenti, otaknya tak mampu berpikir lagi. Aditya menipiskan bibirnya. "Aku jelaskan nanti, sekarang aku harus pergi. Hati-hati!" Lelaki itu langsung duduk ke bangku kemudi, memundurkan mobilnya kemudian pergi dari pandangan sang mantan. Rasa bersalah dan semua pen

  • Mengandung Benih Rahasia Atasanku   Bertemu Mantan

    Nyatanya, walaupun dirinya seorang duda dan menjabat sebagai presdir, merapikan sprei saja tidak bisa sehingga pelan-pelan Elena membantu, setelah Vera keluar kamarnya. “Apa ada yang sakit?” tanya Aditya waswas, sebab Elena tak kunjung memejamkan mata. Elena menggelengkan kepalanya. “Sudah hamp

  • Mengandung Benih Rahasia Atasanku   Malam Pertama Berdarah

    Kram dan nyeri bercampur menjadi satu, Elena pikir dengan berbaring tenang di kasurnya akan membuat rasa sakit itu mereda, nyatanya terus berlanjut, apalagi keberadaan Aditya yang juga ada di kamar bersamanya, membuatnya gugup dan kurang nyaman. “Pak,” panggilnya pada lelaki yang sedang duduk di

  • Mengandung Benih Rahasia Atasanku   Serba Mendadak

    “Len, mereka siapa?” Dewi melihat satu per satu wajah tamunya yang datang bersama Elena. “Em, mereka—” “Saya kekasihnya Elena, Bu Dewi. Kedatangan saya beserta keluarga ke sini untuk bersilaturahmi sekaligus meminang Elena,” potong Aditya sembari maju ke depan, tepat di samping Elena. Dewi

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status