Share

Cemburu?!

Author: Nona Lee
last update publish date: 2026-10-04 14:19:49

"Seperinya Permaisuriku yang angkuh ini sedang cemburu..."

"Cemburu? Kau pikir aku cemburu hanya karena hal konyol seperti itu?" cibir Zi Han, melipat kedua tangannya di depan dada dengan dagu terangkat tinggi.

Zhao Jun melangkah maju satu tapak, menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan godaan. "Lalu, bagaimana kau menjelaskan tawa puasmu saat melihat Yao Xian berlari terbirit-birit ke kamar mandi, Permaisuriku? Raut wajahmu itu sama sekali tidak bisa berbohong."

"Itu bentuk profesionalis
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mengubah Takdir: Permaisuri Zi, Kaisar Mencintaimu!   Jebakan?

    "Tabib Kepala Kang?!" seru Zhao Jun, mata hitamnya melebar penuh ketakutan bercampur amarah yang mendidih. "Kau yakin dialah orangnya, Zi Han?" "Tadi pagi aku berkunjung ke Paviliun Pengobatan," jawab Zi Han seraya bersedekap, matanya memancarkan kilat kecerdasan yang tajam. "Kibasan kain jubahku hanya menyenggol lengan kanannya secara tidak sengaja, tapi dia meringis kesakitan luar biasa hingga peluh dingin membasahi dahinya. Dia beralih alasan bahwa tangannya keseleo karena mengangkat peti obat." Zhao Jun mengepalkan tangannya rapat-rapat hingga buku-buku jarinya memutih dan berbunyi keras. "Lelaki tua berengsek itu... Keseleo? Mana ada keseleo yang memberikan reaksi sesakit itu pada orang sekelas tabib senior! Dialah yang membakar Kedai Merah malam tadi untuk memusnahkan bukti!" "Sangat masuk akal, bukan?" pangkas Zi Han. "Sebagai Kepala Tabib Kerajaan, dia memiliki akses tanpa batas ke seluruh jenis racun, bahan obat terlarang, dan kediaman istana dalam. Dialah yang meracik Rac

  • Mengubah Takdir: Permaisuri Zi, Kaisar Mencintaimu!   Penjelasan Zhao Jun

    "Aku tidak melakukan hal semacam itu padanya, Zi Han!" tegas Zhao Jun cepat, menahan kedua bahu Zi Han sebelum wanita itu semakin menjauh darinya. Zi Han menyunggingkan senyum sinis yang sarat akan kekesalan yang membakar. "Tidak melakukan apa-apa? Kau masuk ke dalam kamar selir muda yang molek di tengah malam, berpura-pura simpati, lalu kau bilang tidak melakukan apa-apa? Siapa yang bisa percaya pada ucapan kaisar mesum sepertimu?!" Pikiran Zi Han mendadak melayang jauh membayangkan suasana di dalam kamar Paviliun Utara malam itu. Bagaimana Zhao Jun duduk di tepi ranjang, menyentuh tangan Yao Xian, atau bahkan mendengarkan manja wanita ular itu. Sensasi panas dan sesak yang aneh mendadak menghantam dadanya, perasaan asing yang teramat mengganggu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Ia benci rasa tidak nyaman ini. "Kau pasti sangat menikmati manja-manja wanita ular itu, kan?!" omel Zi Han tanpa henti, menepis tangan Zhao Jun yang ada di bahunya. "Sana kembali saja ke kediamanny

  • Mengubah Takdir: Permaisuri Zi, Kaisar Mencintaimu!   Api Cemburu

    "Tuduhan konyol apa lagi ini, Zhao Jun?!" pekik Zi Han berbisik, berusaha memutar tubuhnya meski remasan di pinggangnya kian mengikat ketat. "Lepaskan aku! Aku tidak sedang menikmati tubuh siapa pun! Aku hanya sedang memperhatikan teknik latihan para prajurit!" Zhao Jun tidak melonggarkan cengkeramannya sedikit pun. Wajahnya terangkat sedikit, menyunggingkan senyum miring yang sarat akan dominasi dan rasa cemburu yang membakar. "Teknik latihan?" desis Zhao Jun rendah tepat di depan telinga Zi Han, menghembuskan napas hangat yang membuat bulu kuduk wanita itu meremang. "Teknik latihan mana yang membuatmu berdehem dan menggumamkan nama Jenderal Han, Permaisuriku? Jadi... ini alasan kau selalu menolakku dan bersikap dingin padaku? Karena kau sudah memiliki pria idaman lain di hatimu?" "Jangan asal bicara!" bentak Zi Han dengan wajah memerah tahan malu. "Aku tidak pernah mengidamkan siapa pun! Otakmu itu memang selalu dipenuhi prasangka aneh!" Zhao Jun makin mengikis jarak di antara m

  • Mengubah Takdir: Permaisuri Zi, Kaisar Mencintaimu!   Pesona di Lapangan Pelatihan

    "Apakah ada di antara mereka yang menunjukkan gelagat aneh, Jenderal?" bisik Zhao Jun dengan suara amat rendah dari balik celah tirai Paviliun Pertemuan. Mata tajam kaisar muda itu tak henti-hentinya menyapu barisan para pejabat yang sedang melintas di halaman depan. Di sampingnya, Jenderal Han berdiri tegap dengan pandangan lurus ke arah para menteri yang saling menyapa sebelum memasuki aula utama. "Hamba sudah memperhatikan sejak fajar, Yang Mulia," sahut Jenderal Han berbisik. "Menteri Hukum, Menteri Keuangan, hingga sekutu terdekat Long Feng... tidak ada satu pun dari mereka yang memegangi bahu kanannya atau tampak meringis kesakitan. Semua melangkah dengan normal." Zhao Jun mengepalkan tangannya di balik jubah naga kebesarannya. "Anak panahku malam tadi menancap sangat dalam di bahu kanan penunggang kuda itu. Tidak mungkin luka sebesar itu bisa sembuh hanya dalam beberapa jam. Mungkinkah salah satu dari mereka sedang berpura-pura tahan sakit untuk menutupi jejaknya?" "Kemungk

  • Mengubah Takdir: Permaisuri Zi, Kaisar Mencintaimu!   Jejak Yang Menghilang

    "Kembalikan peti itu ke tempatnya semula, Yang Mulia... sebelum Selir Yao Xian terbangun," bisik Jenderal Han yang mendadak muncul dari balik tirai jendela tanpa suara, membuat Zhao Jun hampir menyambar hulu pedangnya. Zhao Jun menghentikan jemarinya yang mengepal keras di atas botol porselen. Matanya memicing tajam pada sang jenderal yang kini merapat di kegelapan sudut kamar Yao Xian. "Jenderal Han?" desis Zhao Jun seraya menyumbat kembali botol beracun itu dengan rapi. "Bagaimana bisa kau ada di tempat ini?" "Hamba terus mengikuti pergerakan Yang Mulia sejak keluar dari Paviliun Utama," jawab Jenderal Han seraya mengamati wajah Selir Yao Xian yang masih tertidur lelah di atas ranjang. "Hamba tahu Yang Mulia tidak akan pernah menyerah begitu saja pada kebohongan para menteri di Aula Agung tadi pagi." Zhao Jun menarik napas panjang, menahan gelombang amarah yang hampir meledak di dadanya. Dengan gerakan amat pelan, ia memasukkan dua botol kosong yang paling kuat aroma racunnya ke

  • Mengubah Takdir: Permaisuri Zi, Kaisar Mencintaimu!   Rencana Tersembunyi Kaisar

    "Kau pikir maafmu bisa mengembalikan keadilan yang kau hancurkan di Aula Agung tadi, Zhao Jun?!" bentak Zi Han dengan suara bergetar, membalikkan badannya membelakangi sang kaisar yang berdiri mematung di ambang pintu Paviliun Utama. Zhao Jun melangkah mendekat, mencoba menggapai jemari Zi Han yang menegang rapat. "Zi Han, dengarkan aku dulu. Jika aku memaksakan eksekusi mati Long Feng tanpa bukti fisik yang sah saat seluruh selir berbohong, dewan menteri akan menganggap kekaisaran ini dipimpin oleh tirani yang buta. Aku melakukan ini untuk mengulur waktu—" "Mengulur waktu untuk memberi kesempatan pada iblis-iblis itu menyusun rencana baru?!" potong Zi Han cepat, menepis kasar tangan Zhao Jun sebelum pria itu sempat menyentuhnya. Matanya memancarkan amarah yang bercampur dengan rasa kecewa yang amat mendalam. "Aku tidak butuh penjelasan politikmu! Keluar dari sini, Zhao Jun. Pergi!" "Zi Han—" "Kubilang pergi!" jerit Zi Han seraya menunjuk lurus ke arah pintu luar. "Sana temui seli

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status