Share

Mari Bertaruh

Penulis: Nona Lee
last update Tanggal publikasi: 2026-08-22 19:11:43

"Memangnya kau bisa apa, Zi Han? Jangan membuat lelucon konyol di depanku!"

Tawa hambar Kaisar Zhao Jun memantul di dinding kayu paviliun yang sepi. Di sampingnya, Perdana Menteri Long Feng menyunggingkan senyum tipis penuh kemenangan, menganggap sang permaisuri telah kehilangan akal sehatnya.

Namun, Zi Han sama sekali tidak terpengaruh oleh cemoohan itu. Alih-alih marah atau membalas dengan kata-kata kasar, dia justru menatap lurus tepat ke dalam iris mata sang kaisar. Senyum dingin yang ang
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Mengubah Takdir: Permaisuri Zi, Kaisar Mencintaimu!   Bolehkah Aku Menciummu?

    "A-aku... Zhao Jun, aku..." Kalimat Zi Han terputus, suaranya terbata-bata dengan napas yang mulai tidak beraturan. Dokter forensik yang biasanya selalu cerdas dan tenang dalam menghadapi situasi darurat itu kini mendadak kehilangan seluruh kosa katanya. Rona merah di pipinya kian menjalar hingga ke leher, memperlihatkan betapa panik dan gugupnya ia di bawah tatapan sang kaisar. Zhao Jun terkekeh rendah, suara beratnya bergetar tepat di depan bibir Zi Han. Gugupnya sang permaisuri justru terlihat teramat menggemaskan di matanya, memantik percikan gairah yang kian sulit dikendalikan. Rasa ingin melahap wanita di hadapannya ini makin membakar dadanya. "Jangan banyak berpikir, Permaisuri Zi..." bisik Zhao Jun serak. Pria itu tidak sabar lagi. Ia mendesakkan tubuh tegapnya kian merapat, mengikis setiap senti jarak hingga dada telanjang mereka saling menempel lekat. Tangan tegap Zhao Jun merayap naik, merengkuh dan memegang tengkuk Zi Han dengan cengkeraman yang lembut namun posesi

  • Mengubah Takdir: Permaisuri Zi, Kaisar Mencintaimu!   Gejolak Di Pemandian

    "Pergi kau, kaisar mesum!" pekik Zi Han seraya menutup kedua telinganya rapat-rapt. Sensasi napas hangat dan bisikan Zhao Jun di daun telinganya membuat seluruh bulu kuduknya berdiri. Wajahnya memerah padam, bukan hanya karena uap air hangat yang memenuhi ruangan, melainkan karena rasa geli dan panik yang menjalar hingga ke ujung kaki. Zhao Jun justru terkekeh renyah melihat reaksi heboh permaisurinya. Binar jahil terpancar jelas dari manik matanya. Alih-alih berbalik pergi seperti yang diminta, tangan tegap Zhao Jun bergerak menyibakkan jubah putih tipis yang melekat di tubuhnya, menanggalkannya tanpa ragu hingga jatuh membasahi lantai batu. Byur... Zhao Jun melangkah masuk, menyakiti ketenangan air kolam hingga berkecak pelan. Zi Han yang mendengar kepakan air refleks membuka matanya, namun pemandangan di hadapannya membuat napasnya seketika tertahan di tenggorokan. Pria itu berdiri tegak di dalam air yang hanya setinggi pinggang. Bahunya yang lebar, dada tegap berotot yan

  • Mengubah Takdir: Permaisuri Zi, Kaisar Mencintaimu!   Pelayan Dadakan

    "Narsis sekali dirimu, Zhao Jun!" sembur Zi Han, menyilangkan kedua tangan di dada seraya memalingkan muka yang makin memerah panik. "Sengaja memalingkan wajah begitu... semakin membuktikan kalau permaisuriku ini memang sedang terpesona," goda Zhao Jun, terkekeh pelan seraya melangkah satu ketuk makin mengikis jarak. Pria itu menundukkan kepala, memajukan wajah tampannya hingga jarak hidung mereka hanya tersisa beberapa senti. Melihat wajah sang kaisar yang makin tidak tahu diri, otak cerdik dokter forensik di kepala Zi Han langsung berputar cepat mencari alibi. Seketika, wanita itu mengelus pelipisnya, memejamkan mata rapat-rapt dengan raut wajah yang mendadak dibuat lemas dan kesakitan. "Aduh... kepalaku... mendadak pusing sekali," keluh Zi Han dengan suara yang dimiringkan menjadi amat lemah, tubuhnya sengaja dibuat terhuyung ke belakang. "Ini pasti gara-gara semalam aku diusir ke tempat dingin ini tanpa selimut tebal... tubuhku jadi tidak kuat..." "Zi Han?!" Raut tegang d

  • Mengubah Takdir: Permaisuri Zi, Kaisar Mencintaimu!   Berpisah?!

    "Kau pikir aku sedang bercanda, Zhao Jun?" sahut Zi Han tenang, menatap lurus ke dalam manik mata sang kaisar tanpa ada sedikit pun keraguan di raut wajahnya. "Ya, aku sangat yakin. Aku ingin kita berpisah." Zhao Jun tercengang, mematung di tempatnya seolah baru saja disambar petir di siang bolong. Bibirnya terbuka sedikit, berusaha mencerna kata-kata yang baru saja keluar dari mulut wanita di hadapannya. "Berpisah katamu?!" ulang Zhao Jun, suaranya meninggi, memecah kesunyian Paviliun Barat yang kumuh. "Zi Han, apa kau sudah kehilangan akal sehatmu?!" Zi Han menyilangkan kedua tangannya di dada, menatap Zhao Jun dengan pandangan meremehkan. "Aku sangat sadar. Bukankah ini bagus untukmu? Kau tidak perlu lagi melihat wanita yang semalam kau sebut menjijikkan ini. Kita selesai, lalu aku bisa pergi dari istana busuk ini." Zhao Jun mendengus kasar, lalu tertawa hambar yang dipaksakan. Ia melangkah satu ketuk mendekati Zi Han, menatap permaisurinya dengan raut wajah yang berubah me

  • Mengubah Takdir: Permaisuri Zi, Kaisar Mencintaimu!   Permintaan Maaf Zhao Jun

    "Yang Mulia! Anda tidak apa-apa?! Hamba sangat mengkhawatirkan keadaan Anda!" Suara melengking Selir Yao Xian bergema di sepanjang koridor menuju ruang kerja kekaisaran. Dengan gaun sutra berlapis wewangian bunga yang mencolok dan riasan wajah yang dibuat tampak cemas, ia melangkah terburu-buru. Di dalam hatinya, Yao Xian tersenyum menang. Ia mendengar kabar bahwa Kaisar Zhao baru saja mengamuk hebat akibat ilusi racun Gharba Maha. Ini adalah momen emas baginya untuk hadir sebagai penyelamat, memperlihatkan pesonanya, dan membuat Zhao Jun semakin berlutut di bawah pengaruhnya. Namun, tepat ketika Yao Xian hendak menerobos ambang pintu dengan kedua tangan terulung, sosok tinggi tegap berbalut jubah naga menerjang keluar dari dalam ruangan. "Singkirkan tubuhmu! Jangan menghalangi jalanku!" bentak Zhao Jun dengan napas memburu dan tatapan mata yang tajam membakar. Yao Xian terperanjat hebat. Pria itu bahkan tidak memandangnya sedikit pun. Meski kepalanya masih terasa berat dan pa

  • Mengubah Takdir: Permaisuri Zi, Kaisar Mencintaimu!   Kekesalan Permaisuri Zi

    "Jangan coba-coba mengancamku dengan besi berkarat itu, Zhao Jun!" pekik Zi Han, suaranya menggelegar memenuhi seluruh sudut ruangan yang berantakan. Alih-alih melangkah mundur untuk menyelamatkan nyawanya, Zi Han justru mengikis jarak, bergerak maju menantang ujung pedang kerajaan yang bergetar hebat di tangan Zhao Jun. Rasa kesal yang membakar dadanya sejak semalam akibat diusir secara hina ke Paviliun Barat, kini memuncak hingga ke ubun-ubun. Sret! Bilah pedang itu sempat menggores tipis udara, melayangkan tebasan liar karena ilusi racun yang memutarbalikkan penglihatan sang kaisar. Namun, Zi Han bergerak lebih cepat. Dengan ketangkasan luar biasa, ia memiringkan tubuhnya, mengelak tipis dari sasar, lalu menyalurkan seluruh rasa jengkelnya pada satu tendangan memutar yang presisi. Brak! Ujung kakinya menghantam leher Zhao Jun dengan telak. Sentakan kuat pada titik saraf itu membuat mata sang kaisar mendadak bergulir ke atas. Pedang di tangannya terlepas, berdenting keras

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status