Share

Topeng Sang Penguasa

Author: Nona Lee
last update publish date: 2026-09-15 07:42:16

"Kau..." bisik Zhao Jun dengan suara bergetar hebat, raut wajahnya pucat pasi bagai tersambar petir di tengah malam. "Bagaimana bisa... kau, Long Wei?!"

Kain hitam penutup kepala itu terkulai lemas di lantai kayu. Di bawah pendar lampion yang remang, berdiri sosok pemuda tampan dengan garis wajah tegas dan sepasang mata tajam yang menatap Zhao Jun tanpa rasa takut sedikit pun. Ia adalah Long Wei, putra sulung Perdana Menteri Long Feng, sosok pemuda berbakat yang selama ini dikenal santun dan d
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Netty Tya
Di balik ke jahatan di Istana ada Perdana Menteri Long Feng yang asli sebagai penjahatNya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Mengubah Takdir: Permaisuri Zi, Kaisar Mencintaimu!   Keabadian Cinta

    "Ayah, gerakan pedangmu masih terlalu lambat di sisi kiri! Jika di medan perang sungguh-sungguh, kepala Ayah sudah tertebas sejak tiga detik yang lalu!" Suara bariton yang tegas namun diselimuti nada ejekan ringan menggema di halaman latihan pribadi Istana. Di bawah terik matahari pagi, seorang pemuda berusia sembilan belas tahun dengan zirah perak berkilau dan jubah panglima perang berdiri tegak. Postur tubuhnya tinggi tegap, bahunya lebar, dan garis wajahnya memancarkan aura ketegasan yang persis seperti duplikat Kaisar Zhao Jun di masa muda. Ia adalah Zhao Tianlong, Pangeran Mahkota sekaligus Jenderal Muda Kekaisaran Da Sheng yang kini paling ditakuti oleh bangsa-bangsa tetangga. Di hadapannya, Zhao Jun yang kini telah memasuki usia matang dengan guratan kedewasaan yang semakin memancarkan wibawa agung, menyeka keringat di dahinya menggunakan punggung tangan. Kaisar paruh baya itu menurunkan pedang latihannya, lalu mendengus pelan sambil menatap putranya dengan tatapan bangga ya

  • Mengubah Takdir: Permaisuri Zi, Kaisar Mencintaimu!   Pangeran Kecil Yang Nakal

    "Zhao Tianlong! Berhenti berlari atau Ibu akan menyita seluruh mainan kayu buatan Ayahmu!" teriak Permaisuri Zi Han dengan suara melengking, napasnya sedikit terengah-engah saat ia berlari kecil menyusuri koridor panjang Paviliun Utama. Di hadapannya, seorang bocah laki-laki berusia sekitar empat tahun dengan jubah pangeran berwarna biru giok berlari kencang sambil tertawa terbahak-bahak. Bocah cilik itu memiliki sepasang mata hitam yang tajam dan hidung mancung yang sangat mirip dengan Kaisar Zhao Jun, namun kenakalannya benar-benar melampaui siapa pun di istana. Di tangan kecilnya, Zhao Tianlong tengah menggenggam erat seekor kodok mainan dari kayu yang baru saja ia ambil dari meja kerja menteri. "Kejar aku, Ibu! Kejar kalau bisa!" seru Tianlong dengan suara nyaring, mempercepat larinya sebelum, Bruk! Bocah itu menabrak kaki seseorang yang berdiri tegak di tengah koridor. Tianlong terduduk di atas lantai marmer, mengerucutkan bibirnya hendak menangis. Namun, sebelum tangisan i

  • Mengubah Takdir: Permaisuri Zi, Kaisar Mencintaimu!   Kelahiran Sang Putra Mahkota

    "Z-Zhao Jun... perutku... perutku mendadak mulas luar biasa!" rintih Permaisuri Zi Han, suaranya bergetar hebat di antara isak napasnya yang memburu. Kaisar Zhao Jun membeku sepersekian detik. Namun, insting seorang panglima perang agung yang terbiasa menghadapi situasi hidup dan mati langsung mengambil alih. Panik yang sempat merayap di dadanya seketika ditekan dalam-dalam, digantikan oleh ketegasan dan fokus yang luar biasa. "Tabib! Tabib Kepala! Cepat kemari!" teriak Zhao Jun menggelegar, suaranya membelah keheningan malam di seluruh kompleks Paviliun Utama. Dalam hitungan detik, pintu kamar terbuka lebar. Tabib Kepala bersama tiga bidan istana senior berhamburan masuk dengan napas terengah-engah, membawa baskom air hangat, kain bersih, dan ramuan herbal penenang. "Yang Mulia Kaisar, mohon beri ruang!" seru Tabib Kepala panik saat melihat Zi Han meringis kesakitan di atas ranjang. "Ketuban Permaisuri sudah pecah! Persalinan dimulai lebih cepat dari perkiraan!" Zhao Jun segera

  • Mengubah Takdir: Permaisuri Zi, Kaisar Mencintaimu!   Menanti Kelahiran Sang Pewaris

    "Zhao Jun, berhenti mondar-mandir seperti itu! Kepalaku pusing melihatmu berjalan ke sana ke mari terus!" omel Permaisuri Zi Han dari atas ranjang sutra, tangannya mengusap pelan perut buncitnya yang kian membesar di usia kehamilan sembilan bulan. Zhao Jun menghentikan langkah kakinya seketika di tengah kamar tidur Paviliun Utama. Kaisar muda itu menatap Zi Han dengan raut wajah yang diliputi kecemasan luar biasa, napasnya sedikit memburu seolah dialah yang sedang bersiap menghadapi persalinan. "Bagaimana aku bisa duduk tenang, Zi Han?" protes Zhao Jun dengan nada suara panik yang tidak bisa disembunyikannya. "Tabib Kepala bilang waktu persalinanmu tinggal menghitung hari! Semua tabib kerajaan sudah disiagakan di paviliun sebelah, dan aku masih merasa ada yang kurang!" Zi Han menghela napas panjang, menggelengkan kepalanya pelan melihat kepanikan sang kaisar agung yang tidak pernah terlihat takut saat menghadapi ribuan musuh di medan perang, namun mendadak luluh lantak hanya karena

  • Mengubah Takdir: Permaisuri Zi, Kaisar Mencintaimu!   Ujian Kesabaran Sang Kaisar

    "Zhao Jun! Mengaku padaku! Kau pasti sedang merencanakan untuk merekrut selir-selir baru di belakangku, kan?!" Suara nyaring Zi Han membelah keheningan pagi di Paviliun Utama. Pintu kayu berukir naga belum sepenuhnya terbuka, namun omelan sang permaisuri sudah bergema hingga ke koridor luar, membuat dua pengawal bayangan yang berdiri menjaga di depan pintu spontan menegakkan tubuh dengan raut wajah sangat cemas. Di dalam kamar, Kaisar Zhao Jun yang baru saja selesai mengenakan jubah kebesarannya seketika membeku. Ia menghentikan tangannya yang sedang membetulkan sabuk emas di pinggangnya, lalu berbalik cepat menatap Zi Han dengan wajah penuh kepasrahan dan kebingungan. "Zi Han... demi langit dan bumi, dari mana lagi pikiran aneh itu muncul?" bisik Zhao Jun seraya melangkah mendekati ranjang, mencoba menyunggingkan senyuman sehangat mungkin. "Aku baru saja bangun tidur dan belum melangkah keluar dari paviliun ini sama sekali." Zi Han duduk bersandar di atas tumpukan bantal empuk, k

  • Mengubah Takdir: Permaisuri Zi, Kaisar Mencintaimu!   Kehamilan Sang Permaisuri

    "Mungkinkah Yang Mulia Permaisuri sebenarnya sedang mengandung anak Yang Mulia Kaisar?" Bisikan dari pelayan pribadi tua itu menggema bagaikan petir di siang bolong di dalam kamar Paviliun Utama. Zhao Jun membeku sepenuhnya. Seluruh napasnya tertahan di tenggorokan, dan manik hitam di matanya melebar, menatap tak percaya ke arah wanita yang kini bersandar lemas di dalam dekapannya. Mengandung... anakku?! Sebelum Zhao Jun sempat mencerna kejutannya, pintu kamar utama terbuka dengan tergesa-gesa. Tabib Kepala bersama dua asistennya datang terengah-engah, membawa kotak kayu berisi jarum perak dan racikan obat. "Yang Mulia Kaisar! Hamba datang menghadap!" seru Tabib Kepala panik, langsung menjatuhkan diri berlutut di atas lantai marmer. "Ada apa dengan Permaisuri Agung? Apa racun lama di tubuh beliau kambuh?" "Bukan!" potong Zhao Jun cepat, suaranya bergetar hebat antara panik dan penuh harap. "Periksa nadinya sekarang juga, Tabib! Dia tiba-tiba mual hebat dan kepalanya pusing s

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status