Home / Fantasi / Mengubah Takdir Selir Antagonis / Kehangatan Yang Tak Terduga

Share

Kehangatan Yang Tak Terduga

Author: nababy
last update Petsa ng paglalathala: 2026-11-01 21:38:11

“Marielle... apa kau menangis?” bisik Aldric lirih, nada suaranya kehilangan seluruh kedinginan dan otoritas mutlak yang biasa ia tunjukkan sebagai seorang Grand Duke yang agung.

​Sentuhan tangan Aldric di bahunya terasa begitu nyata, namun alih-alih menepisnya seperti biasa, Marielle justru merosot pelan ke lantai kamarnya. Pertahanan yang ia bangun dengan susah payah sejak pagi runtuh seketika.

Di hadapan pria yang telah merenggut satu-satunya tempat ia bisa bernafas lega, wanita itu menangi
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Surat Dari Ibu Kota

    “Aku mohon, jangan menangis. Hatiku sesak saat melihatmu seperti ini,” bisik Aldric lirih.Tangannya kembali merengkuh tubuh Marielle kembali dalam pelukannya. Ia menghirup aroma Lavender yang selalu ia bisa hirup setiap kali dekat dengan wanita itu.Untuk sesaat, Aldric hanya diam mengelus punggung Marielle pelan naik turun. Perlahan, dirinya juga mengeratkan pelukannya. Gestur yang sangat tidak biasa ia tunjukkan pada Marielle selama ini.“Terima kasih, Grand Duke sudah mendengarkan keinginan saya,” ucap Marielle parau.“Sshhh… tidak apa-apa… memang aku yang salah.”​Di hadapan Aldric, Marielle menunduk dalam-dalam, mengeluarkan isakan tertahan yang terdengar begitu pilu dan menyayat hati. Bahunya bergetar hebat, menciptakan ilusi keputusasaan yang sangat sempurna bagi siapa saja yang melihatnya.“Marielle, apa kau masih menangis​?” “Mmm…”Aldric menghela nafas berat. Ia tidak menyangka akan bersikap lembut seperti ini. Rencana yang awalnya agar pergerakan Marielle bisa ia kendalik

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Kehangatan Yang Tak Terduga

    “Marielle... apa kau menangis?” bisik Aldric lirih, nada suaranya kehilangan seluruh kedinginan dan otoritas mutlak yang biasa ia tunjukkan sebagai seorang Grand Duke yang agung.​Sentuhan tangan Aldric di bahunya terasa begitu nyata, namun alih-alih menepisnya seperti biasa, Marielle justru merosot pelan ke lantai kamarnya. Pertahanan yang ia bangun dengan susah payah sejak pagi runtuh seketika. Di hadapan pria yang telah merenggut satu-satunya tempat ia bisa bernafas lega, wanita itu menangis sejadi-jadinya. Isakannya tertahan di tenggorokan, berubah menjadi ratapan pilu yang menyayat hati siapapun yang mendengarnya.​Aldric terpaku di tempatnya. Pria yang terbiasa bersikap sombong, dingin, dan memperlakukan dunia sesuka hatinya itu mendadak merasa seolah ada cengkraman tak kasat mata yang meremas dadanya hingga sesak. Melihat air mata mengalir deras di pipi Marielle, membuat rasa bersalah yang asing menusuk tajam relung hatinya, menghadirkan rasa sakit yang jauh lebih menyiksa ke

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Tangisan Pertama

    “Tidak mungkin menghancurkan tempat tinggal seorang wanita yang kau sukai?” ucap Marielle mengulang kalimat pria itu dengan nada suara yang bergetar hebat akibat perpaduan antara amarah dan rasa tidak percaya.​Tangan Aldric yang tadi sempat menyentuh helaian rambutnya ditepis dengan kasar. Marielle mundur dua langkah, menjaga jarak dari sosok penguasa Valerante yang menatapnya dengan senyuman tipis penuh kepemilikan. Manik peraknya menyalang tajam, memantulkan bara emosi yang siap meledak kapan saja.​“Bentuk kasih sayang macam apa yang menghancurkan satu-satunya tempat pulang seseorang, Grand Duke?” seru Marielle sinis, tawanya terdengar hampa dan dingin. “Jika ini cara Anda menunjukkan ketertarikan, maka cara Anda tidak ada bedanya dengan seorang tiran haus darah!”​Aldric tidak marah mendengar ejekan itu. Sebaliknya, sebelah alisnya terangkat perlahan. Ia memasukkan kedua tangan ke dalam saku celana panjangnya, menikmati bagaimana wanita di hadapannya meradang dalam sangkar yang i

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Wanita Yang Disukai

    “Apa?!” Suaranya langsung menggelegar ke seluruh ruangan.​Kertas-kertas lembar revisi di atas meja kerja Marielle mendadak terasa begitu berat. Manik peraknya membelalak lebar, menatap kosong pada wajah Diana yang basah oleh air mata. Untuk sepersekian detik, detak jantung Marielle seolah berhenti berdenyut. Rumah kecil di tepi hutan itu bukan sekadar bangunan kayu tempat ia bernaung. Tempat itu adalah simbol kebebasannya, satu-satunya jangkar yang mengingatkannya bahwa ia memiliki dunia sendiri di luar tembok dingin dari istana maupun kastil Valtore yang sekarang ia tempati sekarang.​“Tidak... itu tidak mungkin,” bisik Marielle tertahan, suaranya bergetar hebat. Ia bangkit dari kursi begitu cepat hingga benda itu bergeser kasar dan membentur lantai batu. “Semalam badai salju sangat lebat, tapi bagaimana bisa...?”​“Para pengawal gerbang bilang mereka melihat kepulan asap hitam pekat dari arah hutan selatan sejak subuh, Lady. Saat patroli mendekat, bangunan itu sudah ambruk menjad

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Api Di Malam Bersalju

    “Segera dilaksanakan, Yang Mulia. Rumah itu akan rata dengan tanah sebelum fajar menyingsing,” jawab Caesar pelan, lalu berbalik dan menghilang dalam kegelapan lorong kastil, meninggalkan Aldric seorang diri dengan rencana gelap yang mengunci takdir Marielle selamanya di Valtore.Aldric masih berdiri melihat pintu yang sudah kembali tertutup rapat. Kali ini Aldric benar-benar tak akan melepaskan wanita yang pernah ia singkirkan itu.​Dinginnya badai salju malam itu tidak mampu meredam langkah kaki Caesar yang bergerak tanpa suara. Berbeda dengan prajurit resmi kastil yang mengenakan pelindung perak berkilau, Caesar menyelimuti tubuhnya dengan jubah hitam legam yang menyatu sempurna dengan pekatnya malam. Sebagai bayangan sekaligus algojo pribadi Grand Duke Aldric, ia terbiasa bergerak di atas garis batas aturan. Tanpa membawa obor atau lentera, ia membelah hutan lebat di tepi benteng, menuju satu titik kecil yang menjadi satu-satunya tempat tujuan Marielle untuk pulang begitu proyek

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Rencana Terselubung Grand Duke

    “Sekarang, katakan padaku... apa hukuman yang pantas untuk wanita keras kepala yang suka keluyuran di tengah badai es seorang diri?”​Aldric tidak menunggu jawaban. Dengan gerakan yang tegas namun terkontrol, pria itu langsung membungkuk dan membopong tubuh Marielle dalam gendongannya. Marielle sempat terkesiap dan melingkarkan tangannya ke leher Aldric secara refleks, matanya membelalak kaget.​“Hei! Apa yang Anda lakukan? Turunkan saya, Grand Duke!” protes Marielle, berusaha memberontak di tengah terpaan angin badai.​“Diam dan simpan tenagamu, Marielle. Kau sudah cukup membuatku hampir kehilangan akal malam ini,” sahut Aldric dingin, suaranya mengandung nada frustasi yang teramat dalam.​Marielle terdiam, merasakan dekapan erat dan kehangatan tubuh Aldric yang melindunginya dari amukan badai salju. Di balik ketegasan pria itu, Marielle tidak menyadari badai emosi yang tengah berkecamuk di kepala Aldric beberapa menit lalu.Langkah Aldric tegas menyusuri jalan untuk kembali masuk da

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Perubahan Yang Terlihat

    Jemari Cassian membelai lembut pipi Marielle yang masih terlelap di sampingnya. Wajahnya terlihat setengah terbenam di bantal, dan sisanya masih menghadap pada sang pujaan. “Maaf Marielle, aku harus membunuh cintamu pada Raja agar kau tetap hidup.” Cassian mendengarnya dengan jelas semalam. Dia

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Sebuah Tekad

    “Hah! Semakin dipikirkan semakin membuatku pusing,” keluhnya, mengacak-acak rambut kasar. Sudah banyak kertas yang tercoret oleh skema rencana bertahan hidup, dirinya membuat tiga skema. Mulai dari kabur dari istana, mengikuti arahan Duke, dan mendekati Ratu Elira, sang tokoh utama. Ia memilah-m

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Rencana Awal

    “Ada banyak hal yang ingin saya bicarakan dengan Anda, Lady.” Duke Aldric membungkuk memberi hormat sebelum dirinya mulai mendekat. Jari-jari Marielle mencengkeram kain rok hingga berkerut. Tenggorokannya terasa kering, seolah ada sesuatu yang mencekiknya dari dalam. Sekelebat ingatan tentang akhi

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Permulaan Takdir

    “Jadi itu tokoh utama wanitanya... Ratu Elira Aragon.” Gadis itu menatap wanita di halaman istana dengan ekspresi rumit. Pandangannya tertuju pada sang Ratu, tokoh utama dalam novel "Mawar Yang Kembali Merekah". Novel itu pernah ia baca saat masih hidup dulu—ketika dirinya masih seorang manusia bi

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status