Share

Wanita Yang Disukai

Author: nababy
last update publish date: 2026-10-30 22:31:48

“Apa?!” Suaranya langsung menggelegar ke seluruh ruangan.

​Kertas-kertas lembar revisi di atas meja kerja Marielle mendadak terasa begitu berat. Manik peraknya membelalak lebar, menatap kosong pada wajah Diana yang basah oleh air mata.

Untuk sepersekian detik, detak jantung Marielle seolah berhenti berdenyut. Rumah kecil di tepi hutan itu bukan sekadar bangunan kayu tempat ia bernaung. Tempat itu adalah simbol kebebasannya, satu-satunya jangkar yang mengingatkannya bahwa ia memiliki dunia send
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Wanita Yang Disukai

    “Apa?!” Suaranya langsung menggelegar ke seluruh ruangan.​Kertas-kertas lembar revisi di atas meja kerja Marielle mendadak terasa begitu berat. Manik peraknya membelalak lebar, menatap kosong pada wajah Diana yang basah oleh air mata. Untuk sepersekian detik, detak jantung Marielle seolah berhenti berdenyut. Rumah kecil di tepi hutan itu bukan sekadar bangunan kayu tempat ia bernaung. Tempat itu adalah simbol kebebasannya, satu-satunya jangkar yang mengingatkannya bahwa ia memiliki dunia sendiri di luar tembok dingin dari istana maupun kastil Valtore yang sekarang ia tempati sekarang.​“Tidak... itu tidak mungkin,” bisik Marielle tertahan, suaranya bergetar hebat. Ia bangkit dari kursi begitu cepat hingga benda itu bergeser kasar dan membentur lantai batu. “Semalam badai salju sangat lebat, tapi bagaimana bisa...?”​“Para pengawal gerbang bilang mereka melihat kepulan asap hitam pekat dari arah hutan selatan sejak subuh, Lady. Saat patroli mendekat, bangunan itu sudah ambruk menjad

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Api Di Malam Bersalju

    “Segera dilaksanakan, Yang Mulia. Rumah itu akan rata dengan tanah sebelum fajar menyingsing,” jawab Caesar pelan, lalu berbalik dan menghilang dalam kegelapan lorong kastil, meninggalkan Aldric seorang diri dengan rencana gelap yang mengunci takdir Marielle selamanya di Valtore.Aldric masih berdiri melihat pintu yang sudah kembali tertutup rapat. Kali ini Aldric benar-benar tak akan melepaskan wanita yang pernah ia singkirkan itu.​Dinginnya badai salju malam itu tidak mampu meredam langkah kaki Caesar yang bergerak tanpa suara. Berbeda dengan prajurit resmi kastil yang mengenakan pelindung perak berkilau, Caesar menyelimuti tubuhnya dengan jubah hitam legam yang menyatu sempurna dengan pekatnya malam. Sebagai bayangan sekaligus algojo pribadi Grand Duke Aldric, ia terbiasa bergerak di atas garis batas aturan. Tanpa membawa obor atau lentera, ia membelah hutan lebat di tepi benteng, menuju satu titik kecil yang menjadi satu-satunya tempat tujuan Marielle untuk pulang begitu proyek

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Rencana Terselubung Grand Duke

    “Sekarang, katakan padaku... apa hukuman yang pantas untuk wanita keras kepala yang suka keluyuran di tengah badai es seorang diri?”​Aldric tidak menunggu jawaban. Dengan gerakan yang tegas namun terkontrol, pria itu langsung membungkuk dan membopong tubuh Marielle dalam gendongannya. Marielle sempat terkesiap dan melingkarkan tangannya ke leher Aldric secara refleks, matanya membelalak kaget.​“Hei! Apa yang Anda lakukan? Turunkan saya, Grand Duke!” protes Marielle, berusaha memberontak di tengah terpaan angin badai.​“Diam dan simpan tenagamu, Marielle. Kau sudah cukup membuatku hampir kehilangan akal malam ini,” sahut Aldric dingin, suaranya mengandung nada frustasi yang teramat dalam.​Marielle terdiam, merasakan dekapan erat dan kehangatan tubuh Aldric yang melindunginya dari amukan badai salju. Di balik ketegasan pria itu, Marielle tidak menyadari badai emosi yang tengah berkecamuk di kepala Aldric beberapa menit lalu.Langkah Aldric tegas menyusuri jalan untuk kembali masuk da

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Badai Salju Pertama

    ​“Lepaskan kaki Anda, Grand Duke...” desis Marielle tajam melalui celah giginya yang terkatup kaku, berusaha keras menjaga raut wajahnya tetap tenang di hadapan para pelayan yang lalu-lalang.“Selesaikan makan malammu dulu, Pimpinan Strategi,” bisik Aldric santai, tetap mengunci lutut Marielle di bawah meja hingga wanita itu hampir kehilangan kesabarannya.​Marielle menggertakkan giginya rapat-rapat. Tak sudi berlama-lama menjadi tontonan terselubung para pelayan, ia langsung menyambar serbet linen di pangkuannya, melemparkannya begitu saja ke atas piring, lalu berdiri dengan gerakan penuh wibawa.​“Saya sudah kenyang, Grand Duke. Silahkan nikmati sisa makanan Anda seorang diri,” ketus Marielle dingin.​Tanpa menunggu balasan, ia berdiri dan melangkah cepat keluar dari ruang makan utama. Punggungnya ditegakkan setegak mungkin, meski di dalam dadanya jantungnya berdegup kacau akibat gesekan fisik yang baru saja terjadi.​Setibanya di kamar, udara hangat di dalam ruangan justru terasa m

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Makan Malam Yang Menyebalkan

    “Diana, tolong sampaikan pesanku pada Grand Duke aku ingin makan malam di ruang makan utama. Aku tidak bisa terus-terusan makan malam bersama dia di kamar,” ujar Marielle kaku. Pandangannya masih melihat ke arah lembaran-lembaran kertas yang tengah kerjakan.​Diana mengangguk patuh. “Baik, Lady Marielle. Saya akan menyampaikannya pada Grand Duke.”​Wanita muda itu langsung pergi untuk menyampaikan pesan dari Marielle. Sedangkan Marielle memejamkan mata sejenak, menghela nafas panjang. Keputusannya berpindah ke ruang makan utama bukan tanpa alasan. Setelah peristiwa memalukan semalam dan godaan nakal Aldric tadi pagi, ia butuh ruang netral. Di ruang makan utama yang luas, formal, dan dikelilingi belasan pelayan serta pengawal, Aldric tidak akan bisa bertindak lancang atau melayangkan kata-kata manis yang memancing emosinya.“Aku harus menghadapinya. Sebentar lagi proyek perbaikan Valerante selesai, dan aku akan langsung pulang ke pondokku,” gumamnya.Marielle langsung mengerjakan tugas

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Kancing Yang Tertinggal

    ​“Keluar dari kamar saya sekarang, Grand Duke... sebelum saya melempar botol tinta ini tepat di wajah tampan Anda yang menyebalkan itu!”​Kekehan rendah yang amat terhibur bergetar dari dada bidang Aldric. Bukannya gentar atau melangkah mundur, pria itu justru sengaja memajukan tubuhnya satu langkah lagi, menatap botol tinta kaca yang digenggam Marielle dengan binar mata hitam yang penuh pendar cemoohan manis.​“Lempar saja, Pimpinan Strategi,” bisik Aldric lembut, suaranya mengalun rendah dan begitu provokatif di antara keheningan kamar. “Noda tinta di wajahku mungkin bisa dihapus dalam hitungan detik. Tapi ingatan tentang bagaimana tubuhmu gemetar dan bagaimana kau mendesah memohon padaku semalam... tidak akan pernah bisa dihapus dari otakku.” Aldric menyeringai penuh kemenangan.​Wajah Marielle seketika makin membara. Nafasnya memburu kencang, jarinya mengencang pada botol kaca hingga buku-buku jarinya memutih.​Sebelum Marielle sempat benar-benar melayangkan botol tinta berat itu

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Hasrat Terpendam

    “Selamat pagi Yang Mulia,” sapa Diana sambil membungkuk saat baru saja masuk ke dalam kamar Marielle.Cassian sudah duduk bersandar pada sandaran kasur, jemarinya sibuk membelai rambut Marielle yang masih terlelap.“Kau. Buatkan makanan kesukaan Marielle. Aku rasa dia membutuhkannya sekarang,” ujar

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Ingatan Masa Lalu

    “Marielle!” Suara Cassian terdengar samar-samar. Marielle membuka mata disebuah tempat asing nan gelap. Rasanya sangat dingin dan mencekam, membuatnya sedikit ketakutan. “Di mana ini…?” bisiknya, tatapannya melihat ke semua arah tempat gelap. Ia memeluk dirinya sendiri, mengelus lengannya untuk

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Di Luar Rencana

    “Apa? Makan malam bersama Ratu?!” Suara Cassian meninggi, seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar. Marielle mengangguk, bola matanya membesar dan berbinar. Kali ini dirinya tidak boleh gagal, dia harus segera mungkin bicara pada Ratu. Dia langsung meraih tangan Cassian menggenggamnya erat de

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Tolong Dengarkan Aku

    “Lady Marielle, apakah anda yakin ingin bertemu dengan Yang Mulia Ratu?” tanya Diana sekali lagi untuk memastikan.Marielle masih berdiri didepan cermin, merapikan gaun indah yang membalut tubuhnya. Sekali lagi ia menatap dari kejauhan lantai dua, Ratu tengah berbincang dengan serigala licik Valtor

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status