Home / Fantasi / Mengubah Takdir Selir Antagonis / Kita Adalah Suami Istri

Share

Kita Adalah Suami Istri

Author: nababy
last update Petsa ng paglalathala: 2026-03-16 23:08:40

Cassian berdiri di hadapan Marielle, matanya gelap dan dipenuhi hasrat yang tak lagi bisa ia sembunyikan.

Marielle masih terengah. Tubuhnya terasa lemah setelah sensasi yang baru saja ia rasakan. Lututnya hampir goyah jika bukan karena tangan Cassian yang masih menahan pinggangnya.

“Kau gemetar,” gumam Cassian pelan.

Tangannya naik menyentuh pipi Marielle, ibu jarinya mengusap kulit halus itu seolah sedang menikmati reaksinya.

Marielle memalingkan wajah.

“Yang Mulia… kita tidak seharusnya melak
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Grand Duke Gila

    ​“Tunggu! Kau salah paham!” teriak Marielle kencang ke arah pintu yang sudah merapat.​Tapi nasi sudah menjadi bubur. Jackson terlanjur kabur dan menutup pintu rapat-rapat, meninggalkan mereka berdua dalam keheningan yang dipenuhi ketegangan dan debaran gila.​“Lepaskan saya!” Marielle meronta, mendorong dada bidang Aldric sekuat tenaga.​Namun, pria itu seolah tak bergeming sedikitpun. Aldric malah semakin merapatkan posisinya, sama sekali tidak merasa terganggu dengan interupsi memalukan dari asisten pribadinya barusan. Manik hitam pekat sang Grand Duke menatap lurus ke dalam mata perak Marielle dengan binar posesif yang berbahaya.​Jemarinya yang kokoh semakin mengeratkan pegangan di sisi tubuh wanita itu, membuat napas Marielle kian memburu. Bibir Aldric perlahan mendekat ke sisi telinga Marielle, membisikkan kalimat maut dengan suara baritonnya yang serak dan menggoda.​“Kenapa tidak kita teruskan saja... daripada terjadi sebuah fitnah, lebih baik kita jadikan kejadian ini menjad

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Tingkah Gila Grand Duke

    ​“Bisakah Anda diam saja?” Marielle melengos, memalingkan wajahnya dengan nafas memburu dan pipi yang masih merona merah padam akibat malu.​“Aku tidak akan diam sampai kau menjelaskan rencana kecilmu tentang rencana pembunuhan padaku,” balas Aldric santai, semakin mendekatkan wajahnya dengan senyuman miring yang begitu menjengkelkan. “Atau... apakah kau sebenarnya hanya ingin mencari perhatianku dengan cara menulis surat ancaman seperti itu, pimpinan strategi?” Aldric lagi-lagi tersenyum menyebalkan.​Batas kesabaran Marielle akhirnya resmi runtuh berkeping-keping. ​Urat-urat di pelipis wanita itu berdenyut hebat. Sisa-sisa profesionalisme yang ia jaga sejak pagi buyar seketika digantikan oleh kemarahan yang sudah mencapai ubun-ubun. Tanpa memedulikan status agung pria di hadapannya, Marielle melompat bangkit, tangannya bergerak cepat mencengkram erat kerah kemeja formal Aldric, lalu menarik tubuh pria itu hingga wajah mereka berada dalam jarak nyaris tanpa udara.​“Anda benar-bena

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Jelaskan Padaku

    “Bencilah aku sepuasmu, Marielle... tapi aku tidak akan pernah membiarkanmu pergi dariku.”​Bisikan rendah itu meluncur sangat pelan, bergesekan langsung dengan kulit telinga Marielle yang tengah terlelap.​Seketika itu juga, bulu kuduk Marielle meremang. Naluri pertahanannya langsung bekerja. Sisa-sisa kesadaran yang tadinya tenggelam dalam lelah mendadak buyar, digantikan oleh kejutan hebat yang membuat mata peraknya terbuka lebar.​​Karena terlampau kaget, Marielle spontan menegakkan kepalanya dengan gerakan terlalu cepat, hampir saja membentur dagu sang Grand Duke. Wanita itu langsung mendorong dada Aldric kasar, lalu merosot mundur ke belakang sambil memegangi dadanya yang berdegup kencang.​Begitu kesadarannya pulih sepenuhnya, nafas Marielle tercekat. Di bawah temaram cahaya lampu kristal, sosok Aldric berdiri sangat dekat di samping kursinya. Bahkan terlalu dekat untuk ukuran seorang atasan dan bawahan, dengan tangan pria itu yang tadinya masih terangkat di udara seolah baru

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Bencilah Aku, Marielle

    ​“Hahaha… baiklah aku akan berhenti. Meski aku lihat kemarin kamu sangat nyaman tidur bersandar padaku,” goda Aldric lagi dengan seringai tipis yang sukses membuat darah Marielle mendidih.​Marielle mendadak menggebrak meja dengan kilatan mata yang menyala.​“Yang Mulia Grand Duke!” teriaknya kesal, nafasnya memburu menahan malu dan marah yang bergemuruh di dadanya.​​Tiba-tiba, pintu besar ruang kerja utama terbuka lebar tanpa diketuk terlebih dahulu karena keadaan darurat. Jackson, asisten pribadi sang Grand Duke yang sudah lama tidak menampakkan batang hidungnya di koridor sayap timur, melangkah masuk membawa map tebal. Namun, langkah pria itu langsung membeku kaku di ambang pintu.​Jackson mengerjapkan matanya beberapa kali, tidak percaya dengan pemandangan di hadapannya. Di seberang meja, sang pimpinan strategi tampak berdiri dengan wajah merah padam memelototi atasannya, sementara sang penguasa, Grand Duke Valtore, pria paling ditakuti dan sedingin es malah duduk bersandar samb

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Nyaman Tidur Di Sandaranku

    ​”Bodoh sekali aku bisa tertidur di bahunya!” maki Marielle dalam hati, merutuki tentang dirinya saat tertidur di bahu Aldric di kereta kuda tadi sore.Gara-gara kejadian tersebut, malam di Paviliun Barat terasa jauh lebih panjang dari biasanya bagi Marielle. Wanita itu mondar-mandir di dalam kamarnya yang temaram, memeluk erat tubuhnya sendiri seolah sisa kehangatan dari jubah berbulu domba dan bahu bidang Aldric masih melekat kuat di sana.​Diana, yang sedang membereskan gaun kerja Marielle yang terkena noda lumpur di sudut ruangan, melirik sang majikan dengan seulas senyum geli yang ditahan-tahan. Pelayan setia itu menyadari betul bahwa pipi majikannya masih menyisakan rona kemerahan sejak pertama kali menginjakkan kaki di paviliun. Namun, Diana memilih untuk tidak berkomentar apa pun, membiarkan Marielle menyiksa dirinya sendiri dengan rasa salah tingkah yang luar biasa.​Sementara itu, di sayap timur Kastil Valtore, situasi di ruang kerja utama tidak jauh berbeda. ​Tumpukan dokum

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Aroma Parfum Cedar

    “Aku berjanji akan selalu melindungimu.” Aldric mengelus pipi Marielle pelan agar tak membangunkan wanita itu.Derap roda kereta kuda berdebar pelan, memecah kesepian sore yang mulai merayap di pelataran Kastil Valtore. Bias cahaya jingga kemerahan matahari tenggelam memantul lembut di kaca jendela kabin, menciptakan siluet temaram yang hangat di dalam ruang yang sempit itu.​Di dalam kereta, Marielle masih terlelap dalam posisi nyamannya. Kepala wanita itu bersandar sepenuhnya di atas bahu bidang Aldric, dengan nafas teratur yang sesekali berhembus pelan, menghangatkan kain kemeja sang penguasa wilayah utara.​Aldric sendiri sejak tadi sama sekali tidak bergeser dari posisinya. Pria itu menahan seluruh gerak tubuhnya sekaku mungkin, takut jika sedikit saja ia bergerak, lelapnya wanita di sampingnya akan terusik. Padahal, otot-otot di bahu dan lehernya sudah terasa pegal luar biasa akibat mempertahankan postur yang sama selama perjalanan. Namun, rasa pegal itu sama sekali tidak ada ap

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Tolong Dengarkan Aku

    “Lady Marielle, apakah anda yakin ingin bertemu dengan Yang Mulia Ratu?” tanya Diana sekali lagi untuk memastikan.Marielle masih berdiri didepan cermin, merapikan gaun indah yang membalut tubuhnya. Sekali lagi ia menatap dari kejauhan lantai dua, Ratu tengah berbincang dengan serigala licik Valtor

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Perubahan Yang Terlihat

    Jemari Cassian membelai lembut pipi Marielle yang masih terlelap di sampingnya. Wajahnya terlihat setengah terbenam di bantal, dan sisanya masih menghadap pada sang pujaan. “Maaf Marielle, aku harus membunuh cintamu pada Raja agar kau tetap hidup.” Cassian mendengarnya dengan jelas semalam. Dia

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Sebuah Tekad

    “Hah! Semakin dipikirkan semakin membuatku pusing,” keluhnya, mengacak-acak rambut kasar. Sudah banyak kertas yang tercoret oleh skema rencana bertahan hidup, dirinya membuat tiga skema. Mulai dari kabur dari istana, mengikuti arahan Duke, dan mendekati Ratu Elira, sang tokoh utama. Ia memilah-m

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Rencana Awal

    “Ada banyak hal yang ingin saya bicarakan dengan Anda, Lady.” Duke Aldric membungkuk memberi hormat sebelum dirinya mulai mendekat. Jari-jari Marielle mencengkeram kain rok hingga berkerut. Tenggorokannya terasa kering, seolah ada sesuatu yang mencekiknya dari dalam. Sekelebat ingatan tentang akhi

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status