Share

Mencari Tahu

Author: nababy
last update publish date: 2026-08-21 23:11:33

“Marielle,” panggil Aldric pelan.

Namun wanita itu diam. Dia langsung mengambil makanan yang sudah tersedia di meja.

Sedangkan Diana hanya menatap keduanya secara bergantian. Ia merasa makan malam ini akan sangat panjang dan menegangkan.

Malam makin larut, tetapi ketegangan di meja makan kayu itu justru makin membeku. Hanya denting halus sendok yang beradu dengan mangkuk keramik dan kepul asap sup hangat yang menjadi saksi keheningan mencekam tersebut.

​Diana duduk kaku di ujung meja, mengunya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
nababy
Halo kak... terima kasih masih membaca ceritaku. Mohon maaf ya untuk beberapa hari kedepan aku belum bisa update karena masih mengurus ayah yang sakit parah. Terima kasih atas dukungan kakak selalu
goodnovel comment avatar
betelgeuse 1984
nah gitu dong.. pendekatannya harus soft dong Aldric... haha.. makasih thor updatenya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Tantangan Untuk Sang Lady

    “Anda pikir saya tidak berani?!”​Brak!​Ayunan pertama gulungan dokumen tebal di tangan Marielle membelah udara dengan suara angin yang tajam. Namun, alih-alih mempertahankan posisi tegap dan mengintimidasi sebagai Penguasa, Grand Duke Aldric justru melakukan hal yang sama sekali tak terduga.​Pria tinggi dan kekar itu refleks menyandarkan tubuhnya jauh ke belakang sandaran kursi, mengangkat kedua tangannya untuk melindungi kepala, dan memicingkan mata dengan ekspresi dramatis yang dibuat-buat secara berlebihan.Marielle terus melayangkan beberapa kali ayunan yang sempat mengenai kepala Aldric beberapa kali.​“Astaga! Marielle! Apa yang kau lakukan?! Apa kau sudah gila?” seru Aldric dengan nada orang kaget karena tindakan Marielle yang spontan.​Marielle membeku di tempat, tangan yang memegang gulungan dokumen itu mengudara di atas kepala. Manik peraknya membelalak lebar dalam ketidaktahuan total. Untuk beberapa detik, ruangan itu diselimuti keheningan absurd. Pimpinan strategi itu

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Serangan Dadakan

    “Diana… bawakan aku air minum…” Marielle menggumam dengan mata yang masih tertutup.​ Namun tidak ada jawaban sama sekali. Ia melihat ruangan itu kosong. Marielle lupa, dia sedang berada dalam kamar sayap timur dimana kamarnya bersebelahan dengan Aldric.Dengan helaan nafas berat, Marielle beranjak dari tempat tidur. Namun, saat langkah kakinya mendekati connecting door di sudut ruangan, matanya mendadak tertuju pada sebuah meja kayu kecil di dekat pintu tersebut.​Disana, sebuah nampan perak berisi sarapan hangat roti panggang yang dilapisi mentega segar. Ada juga daging asap, serta secangkir teh herbal yang asapnya masih mengepul halus, sudah tersaji rapi. Dan di samping cangkir tersebut, tergeletak secarik kertas tebal berstempel stempel lilin hitam khas sang Grand Duke.​Marielle menyambar kertas itu dengan alis berkerut curiga. Begitu ia membuka lipatannya, tulisan tangan yang tajam, tegas, dan sangat rapi menyapa penglihatannya.​“Habiskan sarapanmu, pimpinan strategi. Aku tidak

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Malam Salju Pertama

    “Dasar pria brengsek! Tidak tahu diri! Aku pasti akan membalas semua yang kau lakukan padaku!” Marielle berteriak, melupakan etiket yang harus ia jaga di depan sang Grand Duke.“Oh ya? Coba saja kalau bisa.” Aldric makin mengeratkan genggamannya pada pergelangan tangan Marielle.Pergulatan jarak dekat di depan dinding kayu berukir itu terasa begitu intim sekaligus membakar. Marielle terus mencoba melepaskan pergelangan tangannya yang terkunci rapat dalam genggaman kuat Aldric.Deru nafas mereka beradu, menciptakan uap tipis di udara malam yang dingin, sementara sensasi panas yang menguar dari tubuh sang Grand Duke seolah mengikis habis sisa kewarasan Marielle.​Melihat mata perak wanita itu masih menyala penuh penolakan, Aldric tidak lantas memaksakan kehendaknya lebih jauh. Dengan gerakan perlahan yang disengaja, pria itu akhirnya melepas cengkraman tangannya dari pergelangan Marielle. Ia melangkah mundur satu tapak, merapikan kembali manset kemejanya yang sedikit kusut akibat pember

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Tempatmu Ada Disini

    ​“Kandang kuda, hm?” bisik Aldric rendah, suaranya mengalun santai namun dipenuhi dominasi mutlak. “Pilihan tempat istirahat yang sangat unik untuk seorang pimpinan strategi.”​Marielle tidak sudi mendengarkan cemoohan itu lebih lama lagi. Dengan nafas memburu dan gengsi setinggi langit yang menolak untuk patah, wanita itu memutar tubuhnya dengan cepat. Jubah tebalnya mengibas udara malam saat ia melangkah lebar-lebar meninggalkan lorong utama, benar-benar berbelok menuju koridor selatan yang mengarah langsung ke area istal luar Kastil Valtore.​Melihat tindakan nekat sang Lady, wajah Jackson yang memang sudah pucat berubah menjadi sewarna kertas. Pria kacamata itu mengambil beberapa langkah panik ke depan, meremas tumpukan dokumen di pelukannya.​“Lady Marielle! Tunggu sebentar! Anda tidak bisa sungguhan tidur di sana!” seru Jackson setengah berbisik dengan nada panik luar biasa. Ia berniat mengejar dan menahan langkah Marielle, namun ia sadar betul dirinya tidak memiliki keberanian

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Amarah Yang Meledak-ledak

    ​​“Grand Duke Aldric! Apa kau sudah kehilangan sisa kewarasanmu?!” teriak Marielle menggelegar, menggema di seluruh koridor tinggi tersebut.Marielle datang dengan langkah menghentak penuh amarah, jubah peraknya terseret di lantai marmer dingin. Begitu ia melihat sosok Aldric yang baru saja keluar dari ruang kerjanya dengan santai, peluru kemarahan yang ia tahan seharian langsung meledak begitu saja.​Aldric, yang baru saja melonggarkan kerah kemejanya, menghentikan langkah. Pria itu menoleh dengan sebelah alis terangkat, menatap wanita di hadapannya yang kini bernapas memburu dengan mata perak menyala-nyala bagai nyala api badai salju.​“Ah, kau sudah kembali dari Paviliun Barat, Marielle,” jawab Aldric dengan nada santai yang justru semakin menyulut emosi Marielle. “Kira-kira apa yang membuatmu berlari terengah-engah ke sini selarut ini? Apakah kamarmu yang baru terasa kurang nyaman?”​“Jangan pura-pura bodoh!” maki Marielle, melangkah maju hingga jarak mereka hanya terpaut beberap

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Pria Brengsek

    “Grand Duke, apa otak Anda bergeser karena saya telah menanduk kepala Anda tiga hari yang lalu? Kenapa ucapan Anda menjadi ngelantur seperti ini?” Marielle menatap tajam pada Aldric. Sedangkan Aldric hanya tersenyum sambil membusungkan badan melihat ke arah para pekerja. “Kau tahu, kau membuatku gila selama tiga hari ini Marielle. Aku selalu memikirkanmu karena baru kali ini ada seorang wanita yang berani membenturkan kepalanya padaku dengan sekuat tenaga," ucap Aldric berkacak pinggang sambil melayangkan senyum tipis pada Marielle. Marielle hanya bisa menghela nafas. Kali ini ia menyesali tindakannya karena sikapnya tiga hari lalu telah membuat Grand Duke gila. Seharian Marielle terus berusaha fokus dengan pekerjaannya, namun setiap Marielle pergi ke satu titik, Aldric masih mengikuti. Grand Duke seolah menjelma menjadi anjing penjaga yang Marielle bawa. Bahkan Jackson yang melihat tingkah mereka berdua hanya bisa memandang tanpa berkata apapun. ​”Akhirnya selesai juga. Kau

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Rencana Awal

    “Ada banyak hal yang ingin saya bicarakan dengan Anda, Lady.” Duke Aldric membungkuk memberi hormat sebelum dirinya mulai mendekat. Jari-jari Marielle mencengkeram kain rok hingga berkerut. Tenggorokannya terasa kering, seolah ada sesuatu yang mencekiknya dari dalam. Sekelebat ingatan tentang akhi

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Permulaan Takdir

    “Jadi itu tokoh utama wanitanya... Ratu Elira Aragon.” Gadis itu menatap wanita di halaman istana dengan ekspresi rumit. Pandangannya tertuju pada sang Ratu, tokoh utama dalam novel "Mawar Yang Kembali Merekah". Novel itu pernah ia baca saat masih hidup dulu—ketika dirinya masih seorang manusia bi

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Kedua Hati Yang Terpatri

    “Yang Mulia Ratu, ada yang ingin saya sampaikan pada Anda.” Salah satu dayang menghampiri Elira.Dayang itu mulai berbisik di telinganya, dan membuat mimik wajah Elira berubah seketika.“Jadi itu sebabnya dia langsung mengurung diri di ruang kerjanya,” ucapnya pelan sambil merem

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Hasrat Terpendam

    “Selamat pagi Yang Mulia,” sapa Diana sambil membungkuk saat baru saja masuk ke dalam kamar Marielle.Cassian sudah duduk bersandar pada sandaran kasur, jemarinya sibuk membelai rambut Marielle yang masih terlelap.“Kau. Buatkan makanan kesukaan Marielle. Aku rasa dia membutuhkannya sekarang,” ujar

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status