Share

Panah Kematian

Author: nababy
last update publish date: 2026-07-03 22:34:17

​"Marielle… tidaaaak!" ​Teriakan Aldric membelah kebisingan medan perang.

Suaranya tidak lagi terdengar seperti seorang Grand Duke yang perkasa, melainkan pria yang kehilangan seluruh pijakan dunianya.

​Anak panah berbulu hitam itu tertancap dalam di punggung Marielle. Efek hantamannya membuat tubuh mungil itu tersentak ke depan, mendorong tubuh Cassian yang berada dalam dekapannya.

​Cassian tertegun. Matanya membelalak lebar saat merasakan tubuh Marielle mendadak kehilangan kekuatan dan ambru
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Ciuman Tak Terduga

    ​Selama tiga hari penuh pasca insiden memalukan yang disaksikan oleh Jackson, Marielle benar-benar menolak menginjakkan kaki di sayap timur Kastil Valtore. Wanita itu menjelma menjadi bayangan yang bergerak secara sembunyi-sembunyi. Setiap kali ada laporan harian, revisi anggaran, atau draf pemetaan ulang untuk Sektor Dua yang harus diserahkan kepada sang Grand Duke, ia dengan sengaja menyuruh pelayannya, Diana, atau prajurit muda seperti Tristan untuk mengantarkannya langsung. Di dalam benaknya, benteng pertahanan terakhirnya adalah jarak. Ia berpikir bahwa dengan mengunci diri di Paviliun Barat dan menghindari tatap muka, ia bisa mendinginkan kepalanya sekaligus memaksa Aldric menyerah pada permainan gilanya.​Namun, Marielle lupa dengan siapa ia berurusan. Seorang Grand Duke Aldric Valtore tidak pernah diciptakan untuk menyerah hanya karena dihindari atau bahkan ditanduk di bagian kening. Bagi pria itu, perlawanan Marielle bukanlah sebuah penolakan, melainkan sebuah undangan terb

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Grand Duke Gila

    ​“Tunggu! Kau salah paham!” teriak Marielle kencang ke arah pintu yang sudah merapat.​Tapi nasi sudah menjadi bubur. Jackson terlanjur kabur dan menutup pintu rapat-rapat, meninggalkan mereka berdua dalam keheningan yang dipenuhi ketegangan dan debaran gila.​“Lepaskan saya!” Marielle meronta, mendorong dada bidang Aldric sekuat tenaga.​Namun, pria itu seolah tak bergeming sedikitpun. Aldric malah semakin merapatkan posisinya, sama sekali tidak merasa terganggu dengan interupsi memalukan dari asisten pribadinya barusan. Manik hitam pekat sang Grand Duke menatap lurus ke dalam mata perak Marielle dengan binar posesif yang berbahaya.​Jemarinya yang kokoh semakin mengeratkan pegangan di sisi tubuh wanita itu, membuat napas Marielle kian memburu. Bibir Aldric perlahan mendekat ke sisi telinga Marielle, membisikkan kalimat maut dengan suara baritonnya yang serak dan menggoda.​“Kenapa tidak kita teruskan saja... daripada terjadi sebuah fitnah, lebih baik kita jadikan kejadian ini menjad

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Tingkah Gila Grand Duke

    ​“Bisakah Anda diam saja?” Marielle melengos, memalingkan wajahnya dengan nafas memburu dan pipi yang masih merona merah padam akibat malu.​“Aku tidak akan diam sampai kau menjelaskan rencana kecilmu tentang rencana pembunuhan padaku,” balas Aldric santai, semakin mendekatkan wajahnya dengan senyuman miring yang begitu menjengkelkan. “Atau... apakah kau sebenarnya hanya ingin mencari perhatianku dengan cara menulis surat ancaman seperti itu, pimpinan strategi?” Aldric lagi-lagi tersenyum menyebalkan.​Batas kesabaran Marielle akhirnya resmi runtuh berkeping-keping. ​Urat-urat di pelipis wanita itu berdenyut hebat. Sisa-sisa profesionalisme yang ia jaga sejak pagi buyar seketika digantikan oleh kemarahan yang sudah mencapai ubun-ubun. Tanpa memedulikan status agung pria di hadapannya, Marielle melompat bangkit, tangannya bergerak cepat mencengkram erat kerah kemeja formal Aldric, lalu menarik tubuh pria itu hingga wajah mereka berada dalam jarak nyaris tanpa udara.​“Anda benar-bena

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Jelaskan Padaku

    “Bencilah aku sepuasmu, Marielle... tapi aku tidak akan pernah membiarkanmu pergi dariku.”​Bisikan rendah itu meluncur sangat pelan, bergesekan langsung dengan kulit telinga Marielle yang tengah terlelap.​Seketika itu juga, bulu kuduk Marielle meremang. Naluri pertahanannya langsung bekerja. Sisa-sisa kesadaran yang tadinya tenggelam dalam lelah mendadak buyar, digantikan oleh kejutan hebat yang membuat mata peraknya terbuka lebar.​​Karena terlampau kaget, Marielle spontan menegakkan kepalanya dengan gerakan terlalu cepat, hampir saja membentur dagu sang Grand Duke. Wanita itu langsung mendorong dada Aldric kasar, lalu merosot mundur ke belakang sambil memegangi dadanya yang berdegup kencang.​Begitu kesadarannya pulih sepenuhnya, nafas Marielle tercekat. Di bawah temaram cahaya lampu kristal, sosok Aldric berdiri sangat dekat di samping kursinya. Bahkan terlalu dekat untuk ukuran seorang atasan dan bawahan, dengan tangan pria itu yang tadinya masih terangkat di udara seolah baru

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Bencilah Aku, Marielle

    ​“Hahaha… baiklah aku akan berhenti. Meski aku lihat kemarin kamu sangat nyaman tidur bersandar padaku,” goda Aldric lagi dengan seringai tipis yang sukses membuat darah Marielle mendidih.​Marielle mendadak menggebrak meja dengan kilatan mata yang menyala.​“Yang Mulia Grand Duke!” teriaknya kesal, nafasnya memburu menahan malu dan marah yang bergemuruh di dadanya.​​Tiba-tiba, pintu besar ruang kerja utama terbuka lebar tanpa diketuk terlebih dahulu karena keadaan darurat. Jackson, asisten pribadi sang Grand Duke yang sudah lama tidak menampakkan batang hidungnya di koridor sayap timur, melangkah masuk membawa map tebal. Namun, langkah pria itu langsung membeku kaku di ambang pintu.​Jackson mengerjapkan matanya beberapa kali, tidak percaya dengan pemandangan di hadapannya. Di seberang meja, sang pimpinan strategi tampak berdiri dengan wajah merah padam memelototi atasannya, sementara sang penguasa, Grand Duke Valtore, pria paling ditakuti dan sedingin es malah duduk bersandar samb

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Nyaman Tidur Di Sandaranku

    ​”Bodoh sekali aku bisa tertidur di bahunya!” maki Marielle dalam hati, merutuki tentang dirinya saat tertidur di bahu Aldric di kereta kuda tadi sore.Gara-gara kejadian tersebut, malam di Paviliun Barat terasa jauh lebih panjang dari biasanya bagi Marielle. Wanita itu mondar-mandir di dalam kamarnya yang temaram, memeluk erat tubuhnya sendiri seolah sisa kehangatan dari jubah berbulu domba dan bahu bidang Aldric masih melekat kuat di sana.​Diana, yang sedang membereskan gaun kerja Marielle yang terkena noda lumpur di sudut ruangan, melirik sang majikan dengan seulas senyum geli yang ditahan-tahan. Pelayan setia itu menyadari betul bahwa pipi majikannya masih menyisakan rona kemerahan sejak pertama kali menginjakkan kaki di paviliun. Namun, Diana memilih untuk tidak berkomentar apa pun, membiarkan Marielle menyiksa dirinya sendiri dengan rasa salah tingkah yang luar biasa.​Sementara itu, di sayap timur Kastil Valtore, situasi di ruang kerja utama tidak jauh berbeda. ​Tumpukan dokum

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Hasrat Terpendam

    “Selamat pagi Yang Mulia,” sapa Diana sambil membungkuk saat baru saja masuk ke dalam kamar Marielle.Cassian sudah duduk bersandar pada sandaran kasur, jemarinya sibuk membelai rambut Marielle yang masih terlelap.“Kau. Buatkan makanan kesukaan Marielle. Aku rasa dia membutuhkannya sekarang,” ujar

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Ingatan Masa Lalu

    “Marielle!” Suara Cassian terdengar samar-samar. Marielle membuka mata disebuah tempat asing nan gelap. Rasanya sangat dingin dan mencekam, membuatnya sedikit ketakutan. “Di mana ini…?” bisiknya, tatapannya melihat ke semua arah tempat gelap. Ia memeluk dirinya sendiri, mengelus lengannya untuk

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Di Luar Rencana

    “Apa? Makan malam bersama Ratu?!” Suara Cassian meninggi, seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar. Marielle mengangguk, bola matanya membesar dan berbinar. Kali ini dirinya tidak boleh gagal, dia harus segera mungkin bicara pada Ratu. Dia langsung meraih tangan Cassian menggenggamnya erat de

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Tolong Dengarkan Aku

    “Lady Marielle, apakah anda yakin ingin bertemu dengan Yang Mulia Ratu?” tanya Diana sekali lagi untuk memastikan.Marielle masih berdiri didepan cermin, merapikan gaun indah yang membalut tubuhnya. Sekali lagi ia menatap dari kejauhan lantai dua, Ratu tengah berbincang dengan serigala licik Valtor

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status