Compartir

Bab 006 : Mencari Informasi

Autor: Xiao Chuhe
last update Fecha de publicación: 2025-10-28 12:50:03

Lin Ruyue duduk di meja rias—meski bukan meja rias sungguhan, setidaknya cermin perunggu di atasnya membuat meja ini memenuhi kualifikasi meja rias.

Dia mengusap rambutnya yang berwarna kemerahan, menatap pantulan dirinya di cermin.

"Kau jadi seperti orang Kerajaan Jiang." Jiu'er berkomentar sambil melipat lengan di depan dada.

Lin Ruyue menatapnya dengan ekspresi kesal. "Aku ingin menghindari masalah dengan cara menyamar." Dia menghitung perhiasan emas yang dibawa di kepalanya saat keberangkatan.

"Aku ingin menjual barang, aku butuh sesuatu yang lebih berguna dari pada emas-emas ini." Lin Ruyue berdiri.

"Ikuti aku.” Jiu'er tidak tertarik untuk mencampuri urusan Ruyue.

“Terima kasih.” Lin Ruyue menyeringai lebar.

Jiu'er menghela napas panjang. "Kau benar-benar wanita yang aneh. Apa kau benar-benar Lin Ruyue yang dirumorkan itu?" Dia berjalan menyusul Lin Ruyue.

"Yang dirumorkan banyak orang itu memang aku. Tapi aku yang sekarang mungkin sudah semakin berbeda dari yang dirumorkan." Lin Ruyue tersenyum tipis, memandangi jalanan yang tak begitu ramai. 'Walaupun sebenarnya benar-benar bukan aku.'

Lin Ruyue memerhatikan jalanan Kabupaten He yang ramai. Dia baru saja bisa menatap keindahan dunia ini dengan benar setelah berbagai macam hal terjadi padanya.

Dia ingin menetap lebih lama, tapi harus segera pergi sebelum orang-orang dari kerajaan sampai ke sini untuk mencarinya.

“Ke sini.” Jiu'er berbelok saat tiba di sebuah gedung besar. “Ini adalah tempat untuk menjual barang.”

Jiu'er menghentikan langkah di depan meja administrasi kedai itu.

"Permisi, kami ingin menjual barang."

"Silakan." Pemilik Kedai tersenyum ramah. Seorang pria paruh baya dengan tubuh sedikit gempal berdiri di hadapan mereka.

Ruyue meletakkan bungkusan kain itu di atas meja dan membukanya, lalu mengeluarkan satu paket perhiasan.

"Hoo …. Sungguh barang yang bagus!" Pemilik berkata senang.

"Bisa ditukar dengan berapa tahil perak?" Tanya Lin Ruyue.

"Aku belum memeriksa keasliannya."

"Aku datang dari ibu kota. Memangnya tampangku terlihat

seperti penipu?" Lin Ruyue bertanya terus terang.

"Kalau seberat ini dengan berbagai macam permata …, maukah kau menerima 30 tahil perak per-item? Kau akan mendapatkan 130 tahil peran jika benar-benar menjual semuanya. Aku tidak memotong pajak." Pemilik kedai langsung mengeluarkan uangnya.

Tanpa basa-basi, Lin Ruyue menerimanya. "Bagaimana kalau uang tahil perak ini kuterima dalam bentuk uang kertas saja? Aku mungkin sering bepergian, jadi repot kalau membawa uang yang berat."

"Tentu saja boleh."

Tiga belas lembar uang kertas dengan nilai 10 tahil peran diterima.

Lin Ruyue pergi setelah mengantongi 130 tahil perak.

"Harga yang fantastis." Jiu'er bergumam.

"Padahal seharusnya aku dapat lebih banyak dari ini." Lin Ruyue terkekeh. "Sepertinya aku dicurangi."

'Bagaimana pun, perhiasan milik keluarga kerajaan seharusnya berharga lebih dari 500 tahil kan?'

"Hei? Yang benar saja? Lalu kau diam saja?"

"Uang ini sudah lebih dari cukup."

"Tapi—"

"Biarkan saja. Aku malas memperdebatkan sesuatu yang tidak penting."

Jiu'er menghela napas pasrah. "Kau mau pergi ke mana sekarang?" Jiu'er bertanya lagi setelah keduanya keluar dari kedai itu.

***

"Toko Kecantikan?" Jiu'er tak bisa berkata apa pun setelah

mereka benar-benar berhenti di sebuah toko perona pipi. Lin Ruyue mengangguk mantap. "Untuk menyamar, aku membutuhkan yang namanya bedak dan lipstik.”

"Apa itu?"

"Hmm... Mungkinkah di sini menyebutnya perona pipi dan pemerah bibir?" Lin Ruyue melangkah masuk dengan percaya diri. "Kau tunggu di sini saja kalau merasa malu untuk masuk."

Jiu'er menghela napas pasrah. "Aku akan menunggumu di sini." Dia duduk di kedai teh tepi jalan.

‘Siapa sangka dia akan menjual semua perhiasannya untum membeli perona pipi.

Sementara di toko Perona Pipi itu ….

"Selamat datang! Ah …, rupanya kita kedatangan pelanggan dari Kerajaan Jiang …, Nona, barang bagus apa yang Anda cari?" pegawai toko segera menempeli Lin Ruyue dengan ramah.

'Aku benar-benar dianggap orang Jiang oleh mereka karena

rambut merah ini.'

"Anu …, aku ingin alas bedak yang warnanya cocok dengan warna kulit wajahku. Juga perona pipi yang merah muda, lalu pemerah bibir yang warna merahnya tidak terlalu mencolok." Lin Ruyue menyebutkan pesanannya.

"Baik, akan segera kami pilihkan!" Pegawai itu menyerahkan

catatan pesanan tersebut pada pegawai lain untuk dicarikan barangnya. "Sambil menunggu, Nona bisa duduk di sebelah sana sambil minum teh atau menjajal produk kecantikan baru kami."

"Baiklah, terima kasih." Lin Ruyue mengikuti pegawai itu, dan tiba di tempat dimana para gadis juga menunggu pesanan disiapkan.

"Halo …, bolehkah aku bergabung?" Lin Ruyue menyapa ramah.

Mereka yang duduk awalnya termenung, tapi kemudian menunjukkan ketertarikan. "Wah …, kamu orang Kerajaan Jiang?"

"Eh? Hehe …, apakah kelihatan?" Lin Ruyue …, selalu mengeluarkan ekspresi bodoh saat sedang berbohong.

"Tentu saja. Rambut merah kalian sangat eksotis dilihat dari sudut manapun! Duduklah di sampingku, Nona, aku ingin melihat rambut indahmu lebih dekat."

'Padahal aku hanya mewarnainya saja ….'

"Omong-omong. Perbatasan hari ini sangat ramai, ya …, Nona, apa kau juga datang bersama rombongan dagang Kerajaan Jiang ke sini?" tanya salah satunya.

"Ah, tidak. Aku hanya seorang petualang. Hanya kebetulan singgah saja." Lin Ruyue masih bisa menjawab mereka dengan ramah.

"Begitu, ya …. Syukurlah. Menjadi rombongan pedagang hari ini rasanya penuh kesialan." salah satunya lagi menyahut.

"Memangnya kenapa?" Lin Ruyue bertanya polos.

"Ah …, hari ini ada rombongan utusan dari ibu kota Kerajaan. Mereka akan menyampaikan permintaan penundaan pernikahan Putri Kedua. Jadi pedagang mungkin harus mengantri panjang dulu karena gerbang perbatasan hanya ada satu, kecuali kalau mau memutar sejauh 40 li.

"Dia belum ditemukan juga, ya?" salah satunya berkomentar iba.

"Bagaimana pun kecelakaan itu memang sangat parah, kudengar tidak ada yang selamat dari pengantar pengantin yang pergi dengan beliau. Semua jasad ditemukan dengan lengkap. Hanya tubuh beliau saja yang belum ditemukan."

"Benar ..., sungguh kecelakaan yang tragis. Longsoran batu dan tanah hampir menutup seluruh jalan pegunungan. Jadi mungkin beliau masih berada disana, tubuhnya. Entah hidup atau mati."

"Hei ..., tapi pembersihan sudah dilakukan sejak tiga hari lalu, lho. Petugas menemukan semua pengantar hanya dalam jarak satu li di tengah longsor. Tapi setelah membersihkan hingga beberapa li lagi, tampaknya Tuan Putri Kedua belum juga ditemukan …."

"Jadi itukah alasan mereka baru mengirim utusan sekarang?" Lin Ruyue bertanya.

Semua mata tertuju padanya. Lengang sejenak.

"Maaf, Nona! Kamu telah membuatku mendengar cerita yang

begitu pilu ...!"

"Ah ... hahaha," Lin Ruyue tertawa kaku. "Tidak apa. Aku juga hanya seorang petualang. Aku jarang kembali ke kerajaan Jiang."

"Begitu, ya ..., syukurlah." Mereka menghela napas lega.

'Padahal aku sama sekali tidak tahu kerajaan Jiang itu seperti apa.'

"Nona, perias wajah pesananmu sudah siap. Semuanya 45 tahil perak."

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App

Último capítulo

  • Mengubah Takdir sang Figuran Tragis   Bab 088 : Kehangatan Keluarga

    "Hei?" Lin Ruyue berjingkat pelan, segera menoleh ke belakang dengan sisa rasa terkejutnya. "Y-Yang Mulia Pangeran?!" Lin Ruyue terkejut. Yan Haoxuan menaikkan sebelah alis, merasa reaksi Lin Ruyue ini benar-benar berlebihan. Ia menarik pergelangan tangannya pelan, berjalan kembali ke tempat duduknya bersama keluarga Kekaisaran. Lin Ruyue menoleh ke belakang, melihat Zhou Xinyi yang membungkuk pelan sambil tersenyum lebar. 'Bodoh, harusnya selamatkan aku dari situasi ini, sialan ….' Lin Ruyue berseru dalam hati. Kini, Lin Ruyue berhadapan dengan anggota Keluarga Kekaisaran yang sebelumnya sangat jarang ia temui, bahkan beberapa darinya malah dengan sengaja merundungnya. Lin Ruyue tersenyum dan segera menautkan kedua tangannya di depan dada dan menekuk lututnya sedikit. "Salam sejahtera, Baginda Kaisar sekeluarga …." Orang-orang yang duduk di kursi itu saling menatap, kemudian Kaisar tertawa pelan. "Hahaha …, bagus, bagus. Calon istri Pangeran Tianzhou ini benar-benar wa

  • Mengubah Takdir sang Figuran Tragis   Bab 087 : Ketakutan

    Sungguh demi apa pun, Lin Ruyue merasa dirinya harus menghindari Lin Mulan kali ini. Tapi ini bukan karena mereka telah lama tidak bertemu meski tinggal di Istana yang sama.Ia merasa bahwa Lin Mulan mungkin membawa sesuatu yang lain yang membuatnya gelisah tanpa sebab sejak menginjakkan kaki di taman ini …, tidak, sejak ia menyadari bahwa Lin Mulan berada di sini. "Kenapa kau diam saja?" Lin Mulan berdiri, dan memandangnya dengan tatapan polos dan lugu, seperti Kakak yang memandang adiknya yang lucu. Pertama kali, Lin Ruyue tersenyum kikuk. "A-aku …, tersesat." Dan akhirnya malah menjawab dengan sangat konyol, membuat Lin Mulan mengernyit dengan kepala dimiringkan, seolah rasa percayanya pada Lin Ruyue benar-benar sangat tipis setelah jawaban itu.Sebelum semuanya menjalar jauh, Lin Ruyue segera merubah sikapnya dan berusaha untuk mengalihkan pembicaraan. "Kakak sendiri? Kenapa duduk di sini sendirian?" "Ah! Tadi aku sedang bicara dengan Yang Mulia Putri Yan Rui. Tapi beliau belu

  • Mengubah Takdir sang Figuran Tragis   Bab 086 : Pernikahan Putra Mahkota

    Pada hari ketika Lin Ruyue benar-benar merasa semua tugas yang menjeratnya lenyap, ia ingat bahwa itu adalah hari besar bagi negara ini.Li Yu masuk dengan wajah cerah, membawa gaun kuning pucat yang telah dipilih kemarin. "Tuan Putri! Hari ini adalah hari besar! Anda harus segera bersiap, atau kita akan terlambat ke pesta pernikahan Putra Mahkota!"Lin Ruyue menghela napas berat. Ini adalah sesuatu yang tidak terlalu disukainya. Berkumpul di antara orang-orang yang memadang berlapis-lapis topeng untuk menutupi tujuan mereka yang sebenarnya, seolah bersosialisasi dengan para pejabat atau pun tokoh-tokoh terpandang lainnya sangatlah penting untuk menjaga martabat dan kehormatan. Hanya Lin Ruyue yang merasa itu membosankan dan tidak ada gunanya. Sehingga kalau boleh memutuskannya, ia ingin diam saja di kamar dan mendengar hiruk-pikuk dari kejauhan. Suasana Istana Utama Kekaisaran Fuyue luar biasa megah. Ribuan lampion merah dan emas digantung di sepanjang jalan. Musik serunai dan gend

  • Mengubah Takdir sang Figuran Tragis   Bab 085 : Kehangatan

    Lilin di tepi meja kerja Lin Ruyue masih menyala terang, meliuk-liuk diterpa angin lembut, membuat bayangan kuas Lin Ruyue yang berdiri terlihat bergoyang-goyang mengikuti tarian api kecil itu. Sekarang kurang lebih pukul dua belas tengah malam, dan Lin Ruyue masih memaksakan tangannya terus bekerja dan matanya terus terbuka. Li Yu sudah masuk beberapa kali untuk menawarkannya istirahat, atau sekadar camilan dan teh, Lin Ruyue hanya mendengus pelan dan berkata agar jangan ada yang mengganggunya. Setelah meninggalkan Istana Yixiao selama tiga jam, Yan Haoxuan pun kembali ke sana untuk memeriksa Lin Ruyue yang ia yakini masin keras kepala seperti sebelumnya."Yang Mulia." Li Yu yang hanya bisa menunggu di luar kamar menyambut kedatangannya. "Kau nisa beristirahat sekarang," jawab Yan Haoxuan. "Baik, Yang Mulia." Li Yu meninggalkan kamar Lin Ruyue lalu Yan Haoxuan masuk. "Kau masih belum selesai?" tanyanya. Lin Ruyue mendengus. "Aku sedang fokus sekarang." "Kau mau teh? Camilan?

  • Mengubah Takdir sang Figuran Tragis   Bab 084 : Perdebatan Kecil

    Suasana mendadak hening. Yan Haoxuan hampir tersedak tehnya sendiri, dia bahkan tidak berpikir itu benar-benar inventaris yang sudah selesai dirapikan. Dayang senior di belakang Selir Agung membelalakkan mata."Selesai?" Selir Agung mengulangi, suaranya naik satu oktav. "Jangan bercanda. Itu laporan inventaris tiga tahun terakhir yang sengaja …, maksudku, yang memang berantakan.""Benar, Yang Mulia. Sangat berantakan," Lin Ruyue mengangguk penuh simpati. "Bahkan saya menemukan kejanggalan kecil. Di halaman empat puluh dua, tercatat ada pengadaan sejumlah dua belas set perhiasan, namun tidak ada pembukuan yang mencatat pengeluaran atau pemasukan yang identitik dengan dua belas set ini." "Yang Mulia …, saya tidak tahu dari mana Anda mendapatkan perhiasan ini atau membelinya dengan uang siapa …, tapi ini benar-benar membuat saya pusing karena kebuntuan ini, loh." Lin Ruyue tersenyum tak berdosa. Wajah Selir Agung berubah sedikit pucat, lalu menjadi kemerahan. "Kau …, kau pasti asal bic

  • Mengubah Takdir sang Figuran Tragis   Bab 083 : Kedatangan Selir Agung

    Matahari sudah meninggj ketika Lin Ruyue sudah kembali duduk di depan meja kerjanya yang baginya terlihat berantakan dan memusingkan. Ia menghela napas panjang, tersisa 60% lagi hingga semuanya selesai, waktu dua hari mau tidak mau harus cukup untuk menyelesaikannya. Lin Ruyue meregangkan otot-otot lengannya sebelum mulai memeriksa dan menghitung lagi. "Kau tahu, Yan Haoxuan," ujar Lin Ruyue tanpa menoleh, jemarinya bergerak lincah menggeser biji sempoa dengan bunyi 'tak-tak-tak' yang ritmis. "Sebenarnya aku sama sekali tidak mengerti bagaimana cara menghitung pembukuan dan memeriksa daftar inventaris." Yan Haoxuan, yang sedang asyik menyesap teh di pojokan ruangan seolah-olah kamar kerja Ruyue adalah kedai teh pribadinya, hanya mengangkat alis. "Apakah saat ini kau melakukannya dengan asal?" "Sembarangan, aku mempelajarinya dalam waktu singkat, tahu!" Lin Ruyue menjawab ketus. "Apa kau masih tidak mau menyadarinya kalau aku sama sekali tidak sebodoh yang kau pikirkan? Aku

  • Mengubah Takdir sang Figuran Tragis   Bab 055 : Karakter Utama Wanita dan Pria

    Selepas upacara persembahan, beberapa anggota keluarga Kekaisaran turun ke halaman untuk menyapa kolega mereka. Yang terlihat sejauh ini adalah Selir Shen, yang mendekati ayahnya, Perdana Menteri. Lalu Putra Mahkota, yang berkumpul bersama teman sebaya dari faksinya, dan Putri Yan Rui yang turun b

  • Mengubah Takdir sang Figuran Tragis   Bab 038 : Tanggung Jawab

    Lin Ruyue mengepalkan tangan. Wanita ini …, dia memiliki tekad tokoh utama yang terlihat jelas. Lin Ruyue berpikir kalau ini adalah tekanan dari alur aslinya. Perubahan yang terjadi karena dirinya tidak mati di awal bab membuat Lin Mulan melakukan apa pun untuk tetap berada di jalurnya. Dan cara

  • Mengubah Takdir sang Figuran Tragis   Bab 037 : "Untuk Menyelamatkanmu"

    Lin Ruyue berdiri di depan kamar tamu yang ditempati Lin Mulan. Dia meremas gaunnya sendiri, menimbang-nimbang keputusan untuk masuk atau tidak. Pintu itu tiba-tiba terbuka sebelum dia sempat memutuskan apa pun. Lin Ruyue menahan napas, matanya membulat saat melihat Lin Mulan berdiri di hadapanny

  • Mengubah Takdir sang Figuran Tragis   Bab 036 : Undangan

    "Terima kasih." Yan Haoxuan justru mengatakan kalimat yang tak disangka-sangka. "Berkatmu, aku memenangkan pertempuran tanpa kehilangan satu pun pasukanku." Lin Ruyue terdiam dengan ekspresi wajah tegang. Kedua tangannya mengepal dan dia mewaspadai apa yang pria ini katakan. 'Dia tahu aku yang me

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status