LOGIN“Duduk!” perintah Dorian ketika Athena selesai memakai pakaian barunya. Lelah dengan pemberontakan yang sering dia lakukan dan berujung dengan sikap kasar Dorian, Athena duduk di pinggir ranjang.
Dorian mengambil nampan makanan yang tadi dibawanya dan menaruh di pangkuan Athena. “Makan!” perintah Dorian lagi.“Aku tidak mau memakannya, aku tidak mau berakhir seperti kemarin karena obat yang kamu campurkan ke dalamnya,” tolak Athena.Dengan tatapan marah, Dorian menMarck kemudian menyimpan celana dalam Bella di saku celana, membuat wajah wanita itu merona merah karena malu ketika menatap apa yang dia lakukan. Tangannya mengusap kaki istrinya dan terus naik mendekati inti milik wanita itu. Bella memejamkan mata dan menggigit bibir menahan desahan karena perlakuan suaminya. Pelupuk matanya bergerak cepat ketika jari Marck menelusup masuk ke dalam miliknya. Tubuhnya bergerak dalam kungkungan Marck membuat cecapan pria itu semakin kuat. Miliknya merespon dengan senang setiap gerakan jari Marck membuat denyutan itu meremas jari pria itu.Tangan Bella menangkup kepala Marck, membuatnya terpaksa melepaskan cecapannya di puncak dada Bella yang mengeras. Bella menyejajarkan wajahnya dengan wajah suaminya, lalu melumat bibir pria itu dengan cepat. Tidak ingin berteriak ketika ledakannya datang, dia memilih untuk melumat bibir Marck untuk meredamnya. Satu tangannya bergelayut manja di bahu suaminya, sedangkan satu tangan yang
Bella seketika terkejut saat membaca berita yang ada di sana, dia terduduk sambil menahan selimut di depan dadanya.“Siapa yang membocorkan desain baru kita?” gumam Bella dengan wajah memucat.“Kita akan mencari tahu pelakunya nanti, yang terpenting sekarang adalah bagaimana kita akan menggelar acara peluncuran desain terbaru kita jika di media sudah heboh dengan desain baru Andrea yang sangat mirip dengan milik kita. Orang akan mengira jika kita yang menjiplak desain wanita itu, padahal yang terjadi adalah sebaliknya,” ujar Marck.Bella memutar otak untuk menangani masalah tersebut. “Kita ganti desainnya. Bukankah kita masih punya satu desain lagi yang aku bilang jika itu bagus?” saran Bella.“Waktunya tidak akan cukup. Acara kita tinggal beberapa jam lagi, kita harus membuat video baru dan mengedit semuanya,” ucap Marck.“Mengingat kegagalan yang pertama, aku sebenarnya telah membuat plan B, tapi belum begitu matang karena fokus pada pl
Selama perang dingin tersebut, Marck tidak pernah memanggil Bella ke ruang kerjanya lagi jika tidak terpaksa dan itu pun hanya membahas tentang pekerjaan.Tidak ada sapaan hangat atau kecupan manis yang sering Marck berikan dan ternyata hal itu membuat Bella sangat merindukan suaminya. Di rumah pun, perang dingin mereka terus berlanjut. Bella tadinya ingin berkata jujur untuk membuat keadaan mereka membaik lagi, tapi mengingat besok acara besar Marck akan digelar, dia memutuskan menahan perang dingin mereka sampai esok hari.Malam sebelum acara perkenalan desain baru mereka digelar, Marck dan Bella masih bekerja lembur sampai larut malam, hanya untuk memastikan jika acara besar itu bisa tergelar dengan baik dan lancar tanpa cacat.Marck yang sebenarnya juga sangat merindukan istrinya, memutuskan untuk pergi menemui wanita itu ketika semua karyawannya sudah pulang. Dia membuka pintu ruangan Bella, membuat wanita itu terkejut.“Marck …” gumamnya li
“Serahkan semuanya padaku dan aku akan menyelesaikannya dengan baik,” ujar Nasya.“Jaga ini untukku dan jangan sampai desain ini bocor ke siapa pun. Aku akan ke kamar mandi sebentar,” kata Bella.“Aku akan menjaganya dengan nyawaku,” canda Nasya yang membuat Bella tertawa. Dia meninggalkan dan mempercayakan desain itu pada Nasya.Mata Nasya mengikuti kepergian Bella dan ketika pintu ruangan tertutup, dia mengambil ponsel dan memotret setiap lembar dokumen yang ada di tangannya. Lalu mengirimkannya pada Andrea.“Kalian tidak akan menang melawan Nona Andrea,” gumamnya setelah mengambil semua gambar tersebut.Hari-hari berikutnya berjalan lancar dan tidak ada kendala yang berarti. Bella juga menyukai gaya kerja Nasya, wanita itu bisa mengikuti ritmenya tanpa menggerutu atau mengeluh. Dia tidak tahu jika orang yang dia percayai sedang mengambil semua rahasianya.Suatu hari saat jam istirahat tiba, Nasya yang berniat ingin ke kantin d
lPerhatian Bella kemudian teralihkan. Dia mengambil desain tersebut dan memeriksa detailnya satu persatu. Bukannya membantu memilih, Marck malah asyik memasukkan tangannya ke balik pakaiannya dan mengusap punggungnya.Ketika istrinya tidak protes, tangannya bergerak ke depan dan mengusap perut rata wanita itu. Bella masih bersabar dengan tingkah Marck. Dia masih diam dan menatap desain di tangannya berusaha untuk tidak kehilangan konsentrasi.Namun ketika tangan Marck mulai menelusup masuk ke penutup dadanya dan menangkup kedua bukit indahnya, dia langsung mencubit pinggang Marck dengan sangat keras.“Auuuwww …!” teriak Marck dengan kencang. “Sakit sekali,” serunya kesal. Bella hanya melirik ke arah suaminya dan Marck yang sadar akan hal itu langsung tahu jika dia tidak sedang bercanda.“Oke … oke … jadi mana yang kamu pilih?” tanya Marck mengalah dan menjauhkan tangannya dari dada istrinya.“Aku bingung dengan dua desain ini. K
“Panggil aku, Mama. Kini kamu sudah resmi menjadi putriku. Terimakasih, kamu telah membuat Marck bahagia. Aku tidak pernah mendengar tawa Marck barusan dalam beberapa tahun terakhir ini dan kini aku bisa mendengarnya lagi berkat dirimu,” jelas Leah.“Bukan karena aku, tapi karena Marck sedang dalam suasana hati yang baik,” kata Bella merendah. “Maafkan kami karena menikah tanpamu.” Bella merasa bersalah.“Marck telah meminta restu kami dan dia mempunyai alasan melakukannya. Kami akan menyambutmu dengan pesta kecil di rumah.”“Oh ... aku pasti sangat memalukan berada di tengah kalian.”“Jangan bicara begitu, kami bahagia memilikimu, tapi Mama harus memintamu dan Marck untuk segera pulang. Mama tidak berani bicara padanya karena takut Marck marah karena itu Mama ingin memintamu untuk membujuknya.”“Apakah ada masalah?” tubuh Bella seketika menegang.“Hanya masalah perusahaan,” balas Leah.Bella mendapati Marck sedang berdi
Leah langsung berbalik dan menatap manik mata pria itu. “Kamu masih bermimpi buruk?” tanya Leah sambil menangkup pipi Owen. Owen mengangguk mengiyakan.“Tapi Olivia bilang kamu sudah sembuh sepenuhnya.” Leah mengingat perkataan Olivia.“Benarkah? Sepertinya dia mengata
Zack kemudian mengecup puncak kepala Kelly dan mendekap istrinya erat. “Jangan paksa dirimu jika itu tidak sesuai dengan kemauanmu. Dengan kamu berada di sampingku saja, itu sudah lebih dari cukup. Mungkin permintaanku memang terlalu berat untukmu,” ucap Zack.Dia merengkuh dan mengusap pungg
“Tidak akan, di nadinya mengalir darah Collins dan aku akan membawanya pulang ke rumah yang layak untuk putramu,” ujar Zack. “Rumahku sangat layak untuknya, dia baik-baik saja bersamaku. Lagi pula kalian tidak menyayangi Ethan, untuk apa kalian mengambilnya? Aku sangat menyayanginya,” seru Kelly.
Salah satu pintu dari sebuah ruangan terbuka dengan kasar. Elbert Collins masuk ke ruang kerja putranya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Zack Collins yang terkejut, sontak mendorong wanita yang sedang memuaskan gairahnya, hingga wanita itu terjatuh terjengkang ke lantai. “Pergi! Aku tidak me







