로그인“Duduk!” perintah Dorian ketika Athena selesai memakai pakaian barunya. Lelah dengan pemberontakan yang sering dia lakukan dan berujung dengan sikap kasar Dorian, Athena duduk di pinggir ranjang.
Dorian mengambil nampan makanan yang tadi dibawanya dan menaruh di pangkuan Athena. “Makan!” perintah Dorian lagi.“Aku tidak mau memakannya, aku tidak mau berakhir seperti kemarin karena obat yang kamu campurkan ke dalamnya,” tolak Athena.Dengan tatapan marah, Dorian menSelama perang dingin tersebut, Marck tidak pernah memanggil Bella ke ruang kerjanya lagi jika tidak terpaksa dan itu pun hanya membahas tentang pekerjaan.Tidak ada sapaan hangat atau kecupan manis yang sering Marck berikan dan ternyata hal itu membuat Bella sangat merindukan suaminya. Di rumah pun, perang dingin mereka terus berlanjut. Bella tadinya ingin berkata jujur untuk membuat keadaan mereka membaik lagi, tapi mengingat besok acara besar Marck akan digelar, dia memutuskan menahan perang dingin mereka sampai esok hari.Malam sebelum acara perkenalan desain baru mereka digelar, Marck dan Bella masih bekerja lembur sampai larut malam, hanya untuk memastikan jika acara besar itu bisa tergelar dengan baik dan lancar tanpa cacat.Marck yang sebenarnya juga sangat merindukan istrinya, memutuskan untuk pergi menemui wanita itu ketika semua karyawannya sudah pulang. Dia membuka pintu ruangan Bella, membuat wanita itu terkejut.“Marck …” gumamnya li
“Serahkan semuanya padaku dan aku akan menyelesaikannya dengan baik,” ujar Nasya.“Jaga ini untukku dan jangan sampai desain ini bocor ke siapa pun. Aku akan ke kamar mandi sebentar,” kata Bella.“Aku akan menjaganya dengan nyawaku,” canda Nasya yang membuat Bella tertawa. Dia meninggalkan dan mempercayakan desain itu pada Nasya.Mata Nasya mengikuti kepergian Bella dan ketika pintu ruangan tertutup, dia mengambil ponsel dan memotret setiap lembar dokumen yang ada di tangannya. Lalu mengirimkannya pada Andrea.“Kalian tidak akan menang melawan Nona Andrea,” gumamnya setelah mengambil semua gambar tersebut.Hari-hari berikutnya berjalan lancar dan tidak ada kendala yang berarti. Bella juga menyukai gaya kerja Nasya, wanita itu bisa mengikuti ritmenya tanpa menggerutu atau mengeluh. Dia tidak tahu jika orang yang dia percayai sedang mengambil semua rahasianya.Suatu hari saat jam istirahat tiba, Nasya yang berniat ingin ke kantin d
lPerhatian Bella kemudian teralihkan. Dia mengambil desain tersebut dan memeriksa detailnya satu persatu. Bukannya membantu memilih, Marck malah asyik memasukkan tangannya ke balik pakaiannya dan mengusap punggungnya.Ketika istrinya tidak protes, tangannya bergerak ke depan dan mengusap perut rata wanita itu. Bella masih bersabar dengan tingkah Marck. Dia masih diam dan menatap desain di tangannya berusaha untuk tidak kehilangan konsentrasi.Namun ketika tangan Marck mulai menelusup masuk ke penutup dadanya dan menangkup kedua bukit indahnya, dia langsung mencubit pinggang Marck dengan sangat keras.“Auuuwww …!” teriak Marck dengan kencang. “Sakit sekali,” serunya kesal. Bella hanya melirik ke arah suaminya dan Marck yang sadar akan hal itu langsung tahu jika dia tidak sedang bercanda.“Oke … oke … jadi mana yang kamu pilih?” tanya Marck mengalah dan menjauhkan tangannya dari dada istrinya.“Aku bingung dengan dua desain ini. K
“Panggil aku, Mama. Kini kamu sudah resmi menjadi putriku. Terimakasih, kamu telah membuat Marck bahagia. Aku tidak pernah mendengar tawa Marck barusan dalam beberapa tahun terakhir ini dan kini aku bisa mendengarnya lagi berkat dirimu,” jelas Leah.“Bukan karena aku, tapi karena Marck sedang dalam suasana hati yang baik,” kata Bella merendah. “Maafkan kami karena menikah tanpamu.” Bella merasa bersalah.“Marck telah meminta restu kami dan dia mempunyai alasan melakukannya. Kami akan menyambutmu dengan pesta kecil di rumah.”“Oh ... aku pasti sangat memalukan berada di tengah kalian.”“Jangan bicara begitu, kami bahagia memilikimu, tapi Mama harus memintamu dan Marck untuk segera pulang. Mama tidak berani bicara padanya karena takut Marck marah karena itu Mama ingin memintamu untuk membujuknya.”“Apakah ada masalah?” tubuh Bella seketika menegang.“Hanya masalah perusahaan,” balas Leah.Bella mendapati Marck sedang berdi
Bulan yang menatap tarian mereka seakan ikut senang dengan memberikan sinarnya yang semakin terang ke bumi. Di setiap hentakan yang Marck berikan pada dirinya, selalu ada rasa syukur yang dia ucapkan di dalam hati.Kini dia benar-benar memiliki tubuh dan hati Marck. Mengajaknya dalam petualangan percintaan yang tidak akan pernah terlupakan sepanjang hidupnya. Dia merasa siap menjadi ibu dari anak-anak Marck, menyiapkan rahimnya untuk menjadi inang bagi benih Marck bertumbuh, melahirkan keturunan pria itu.Marck menjauhkan tubuhnya dari tubuh Bella tanpa melepas penyatuannya. Dia bersimpuh di depan tubuh Bella dan mengangkat satu kaki istrinya, menaruhnya di bahu dan mengusapnya lembut. Dia sedikit mengangkat tubuh Bella lalu bergerak kembali.Milik Marck terus mendesak dan menyentuh tempat-tempat tersembunyi di dalam diri Bella membuatnya tak bisa lagi menahan diri untuk meledak. Untuk kedua kalinya dia meledak dan kini menenggelamkan milik Marck dalam kel
“Lihatlah! Kamu tidak bermimpi bukan?” ucap Marck.“Rasanya seperti mimpi. Bagaimana ini bisa terjadi? Apakah setiap malam akan terjadi hal seindah ini di tengah lautan?” tanya Bella masih dengan menatap langit yang mengagumkan.“Tidak selalu dan ini pertama kalinya terjadi saat aku berada di sini. Anggap saja sebagai hadiah pernikahan kita dari Tuhan,” jawab Marck.“Sepertinya kamu sudah tahu jika semua ini akan terjadi malam ini,” selidik Bella.“Tanpa sengaja aku membaca di berita beberapa hari yang lalu jika malam ini akan ada hujan meteor karena itu aku mempercepat pernikahan kita dan mengajakmu ke sini untuk berbulan madu. Perlu kamu tahu yang kamu lihat bukanlah bintang jatuh tapi meteor yang jatuh,” jelas Marck.Bella mengangguk-anggukan kepala mengiyakannya. “Meteor yang jatuh ...” gumamnya.“Aku tidak ingin kehilangan moment bulan madu kita karena kamu terlihat tidak percaya diri bisa menjalani bulan madu kita dengan ke
Leah langsung berbalik dan menatap manik mata pria itu. “Kamu masih bermimpi buruk?” tanya Leah sambil menangkup pipi Owen. Owen mengangguk mengiyakan.“Tapi Olivia bilang kamu sudah sembuh sepenuhnya.” Leah mengingat perkataan Olivia.“Benarkah? Sepertinya dia mengata
Zack kemudian mengecup puncak kepala Kelly dan mendekap istrinya erat. “Jangan paksa dirimu jika itu tidak sesuai dengan kemauanmu. Dengan kamu berada di sampingku saja, itu sudah lebih dari cukup. Mungkin permintaanku memang terlalu berat untukmu,” ucap Zack.Dia merengkuh dan mengusap pungg
“Kenapa kamu mengaturku? Terserah aku mau tidur di mana,” balas Zack dengan nada dingin. Matanya tiba-tiba menatap dada Kelly yang sedikit terbuka dan memperlihatkan sesuatu yang menyembul di antara penutup jubah mandinya.Kelly yang mengikuti arah tatapan Zack, langsung mengeratkan jubah mandinya
Ketika mobil Zack sudah sampai di depan kediaman Collins, Kelly keluar dari mobil sambil menggendong Ethan. Langkahnya terhenti ketika melihat Nicole sudah berdiri menyambut mereka. Senyum terkembang di bibir wanita itu, senyum yang membuat Kelly merasa muak.Merasa sesuatu mengancam kedekatannya d







