Accueil / Romansa / Menikahi Asisten Sang Presdir / 20 | Candle Light Dinner

Share

20 | Candle Light Dinner

last update Date de publication: 2024-08-05 23:59:40

Rayyi perlu mengingatkan diri bahwa kunjungannya ke Bali hanya untuk menghargai pemberian Naura. Bulan madu pun jadi sekadar label pemanis mengingat statusnya adalah suami (sementara) untuk Luna. Tak ada yang perlu dia cemaskan, bukan?

Pertanyaan itu terngiang dalam benak Rayyi saat mengikuti karyawan yang mengantarnya bersama Luna ke restoran. Mereka melewati area depan yang dipenuhi wisatawan, lalu berjalan menuju bagian belakang yang lebih tenang.

Sampai kemudian, keduanya berhenti di depan
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Menikahi Asisten Sang Presdir    41 | Strategi Menghindar

    Abah udah janji buat kasih tasbih ini buat pria yang Abah rasa pantas mendampingi dan jadi imam Luna…Setiap kali memandangi tasbih pemberian Dikta, memori Rayyi selalu kembali ke pertemuan tersebut. Momen saat mendiang ayah Luna secara tak langsung merestui pernikahan mereka. Selama berminggu-minggu, Rayyi tak terlalu memikirkan ucapan pria tersebut sampai kejadian beberapa hari lalu—Rayyi memejamkan mata, lalu mengembuskan napas panjang. Disimpannya tasbih tersebut dalam lipatan sajadah, lalu beranjak keluar kamar untuk menyiapkan makan malam.Saat itulah Rayyi menangkap obrolan dari balik tembok pemisah. Perlahan, dia mendekat dan mencuri dengar dari dinding. Telinganya sukar menangkap pembicaraan yang berlangsung, tetapi hanya perlu sekian detik baginya mengetahui sosok yang sedang bersama Luna adalah Galuh.Langsung saja Rayyi mundur dan masuk ke kamar. Diambilnya ponsel yang tergeletak di nakas. Rupanya Luna sempat mengirimkan beberapa pesan saat dia salat asar.

  • Menikahi Asisten Sang Presdir    40 | Layunya Perasaan

    Selama beberapa detik, Luna memandangi balasan dari Rayyi. Pesan simpel yang kadang diterimanya juga dari Brenda maupun Dini. Ini berarti, Luna juga bisa menghemat pengeluaran bukan?Namun, entah kenapa hatinya mencelus. Rasanya seperti… ditolak.‘Astaga, Luna, kenapa sih?’ Cepat-cepat, Luna memasukkan ponsel ke tas selempang. Barangkali faktor lapar atau hormon yang membuatnya baperan. Sebelum suasana hatinya makin tak menentu, dia bergegas keluar mal dan mencari restoran cepat saji terdekat.*Rayyi belum pulang sesampainya Luna di apartemen. Ditaruhnya kantung belanja di samping kulkas. Kemudian saat akan menata stok bahan makanan, matanya tertuju pada anggrek bulan pemberian Galuh yang perlahan layu.Sekujur tubuhnya terkunci. Kejadian tempo hari, saat Galuh bersikap agresif padanya, masih bercokol kuat dalam ingatan. Bertahun-tahun menjalin hubungan, belum pernah Luna disentuh dengan paksaan seperti pada hari itu.Sejak saat i

  • Menikahi Asisten Sang Presdir    39 | Bertemu Kawan Lama

    “Di mana Luna?”“Saya kurang tahu, Pak. Saya keluar apartemen sebelum dia bangun.”“Kamu tahu hari ini jadwalnya belanja bulanan?”“Ya, saya pasang reminder-nya dan berencana mengantar Luna setelah—”“Tidak perlu. Tadi aku telepon Luna dan dia sudah berangkat ke mal.”“Maaf, Pak. Lain kali—”“Mulai bulan depan, aku yang akan menemani Luna belanja. Next time, tahan dia di apartemen sampai aku datang.”Rayyi memandangi layar ponsel sejenak begitu Galuh mengakhiri percakapan. Syukurnya, dia mengikuti saran Luna. Di sisi lain, sikap Galuh membuatnya gusar meninggalkan Luna sendirian.‘Sebaiknya saya berjaga-jaga di sekitar mal.’ Karena belum bisa mengakses jalan utama yang masih dijejali ratusan pelari. Mengikuti arahan peta digital, dia membawa mobil menuju belokan yang akan menembus bagian belakang gedung pusat perbelanjaan.Rupanya, bukan hanya Rayyi yang mengakses jalur alternatif tersebut. Namun, kadung masuk, pria itu cuma bisa sabar dan menunggu antrean mengurai. Sesekali, matanya

  • Menikahi Asisten Sang Presdir    38 | Mengatur Kebohongan

    Untuk kali pertama setelah sekian minggu, Luna dapat menarik napas lega di akhir pekan.Jam menunjukkan pukul delapan pagi saat Luna bangun. Disingkapnya tirai untuk membiarkan cahaya matahari masuk. Sambil meneguk air mineral, dia membuka kulkas untuk mengecek stok bahan makanan dan—“Huh, udah hampir habis?” Kemudian, Luna mengecek kalender dinding. “Pantesan, udah jadwalnya aku belanja bulanan.”Selepas mandi dan berganti pakaian, Luna bergegas mengambil sepotong roti buat mengganjal lapar. ‘Brunch di luar aja nanti,’ batinnya.Langkahnya terhenti kala melewati pintu sekat. Rayyi pasti sudah bangun sejak sebelum waktu Subuh. Namun, untuk memastikan, Luna memilih memeriksa dan bisa sekalian pamit kalau pria itu belum pergi.“Eh, pagi,” sapa Luna kikuk kala beradu pandang dengan Rayyi yang tengah sarapan. Menilai dari pakaiannya, dia juga seperti akan pergi. “Aku cuma mau pamit belanja bulanan. Mungkin pulang sekitar jam makan siang.”“Sebentar.” Rayyi beranjak, lalu masuk ke kamar u

  • Menikahi Asisten Sang Presdir    37 | Tarikan Luna

    Rayyi baru masuk mobil kala menerima pesan tersebut. Dari foto yang Galuh lampirkan, dia melihat Luna dan Naura yang duduk di restoran hotel. Jaraknya agak jauh; menyulitkannya mengecek raut wajah mereka.Namun, kalau Galuh sampai curiga, bisa dipastikan Naura membahas sesuatu yang tak mau didengar suaminya.“Rayyi!” Panjang umur, Luna muncul dari pintu keluar. Perempuan itu mempercepat larinya hingga berhasil masuk mobil. “Syukurlah kamu belum pulang.”“Apa semua pekerjaanmu sudah selesai?”Luna menyeringai kikuk. “Aku izin pulang lebih cepat. Untungnya ada Brenda yang mau beresin sisa kerjaanku.”Dari ekor mata, Rayyi menangkap bakmie pemberiannya dalam tas Luna. Itu berarti, Luna sengaja izin supaya bisa pulang bersamanya. Sensasi hangat seketika menjalari pipi Rayyi, tetapi cepat-cepat pria itu membawa mobilnya keluar basement.Ada misi lain yang harus segera dia jalankan.*Tak ada percakapan yang mengisi perj

  • Menikahi Asisten Sang Presdir    36 | Kecurigaan Naura

    Luna akhirnya dapat mengembuskan napas lega kala masuk ke lift. Mengutus pengunjung dari luar negeri kerap menguras energi, apalagi saat bahasa menjadi salah satu kendala. Syukurnya salah satu dari wisatawan Belanda yang bermalam fasih berbahasa Inggris meski sama-sama terbata.Barangkali hanya kelelahan, tetapi pesan Brenda membuat matanya berkaca-kaca. Belakangan Luna makin kesulitan bertemu kedua sahabatnya, bahkan buat sekadar tegur sapa. Perhatian simpel ini bak pengingat bila mereka belum melupakannya.Tak sampai semenit, Brenda membalas.Ding!Luna termenung sesaat kala pintu lift terbuka. Sepanjang hari nyaris tak berpapasan, Rayyi malah sempat mampir buat membelikan camilan. Bukan perkara yang perlu dia pusingkan, tetapi mengingat peristiwa-peristiwa yang terjadi belakangan…“Eh, Luna?” Suara perempuan itu mengejutkannya. “Benar, kan, Luna? Istrinya Rayyi.”‘Aduh, kenapa juga aku harus melamun?’Di hadapannya, Naura melambai sembari mengembangkan senyum. Namun, sosok di belak

  • Menikahi Asisten Sang Presdir    24. Malam Terakhir di Bali

    Luna tak menduga bakal menghabiskan sisa masa ‘bulan madu’ di Bali dengan hal-hal sederhana. Jalan-jalan naik sepeda motor jadul. Makan olahan bebek di pinggir pantai. Lalu di penghujung malam, dia dan Rayyi malah menyaksikan pesta kembang api gratis yang terletak tak jauh dari warung makan Wayan.‘K

  • Menikahi Asisten Sang Presdir    19 | Selamat Datang di Bali

    “Kalau aku udah punya uang banyak, kamu bebas mau menentukan konsep pernikahan sampai tempat bulan madu kita.”“Kalau aku minta jalan-jalan keliling Eropa, emangnya kamu sanggup membiayai semuanya, Mas?”“Keyword-nya di ‘uang banyak’, Sayang. Enggak ada kata sulit menyanggupi selama kamu yang minta.”L

  • Menikahi Asisten Sang Presdir    18 | Mengurus Cuti Bulan Madu

    “Kita harus kasih ucapan terima kasih buat Bu Naura.”“Apa mengirimkan pesan menurutmu cukup?”“Kayaknya enggak. Kita harus terlihat meyakinkan, Rayyi.”Masih memandangi hadiah-hadiah menakjubkan dari Naura, Luna dan Rayyi mulai mencocokkan jadwal demi perjalanan ke Bali. Perginya Galuh ke Belanda memb

  • Menikahi Asisten Sang Presdir    14 | Bertemu Naura

    Kesibukan yang berlangsung beberapa hari berikutnya berhasil mengalihkan perhatian Luna dari Galuh. Dia berangkat lebih pagi daripada Rayyi, lalu pulang hampir tengah malam. Gara-gara padatnya pekerjaan pula perempuan itu tak sempat memenuhi ajakan suaminya untuk mencari pakaian sesuai dress code.Ak

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status