LOGINBlurb: Selama hidupnya, Yelena hanyalah bayangan—dijadikan tameng dan dikorbankan, bahkan saat ia mempertahankan cintanya. Demi melunasi utang budi yang tak pernah ia minta, ia dipaksa merelakan pria yang dicintainya dan dinikahkan dengan Lev Antonov, boss mafia kejam berusia hampir dua kali usianya. Namun, di dalam neraka barunya, Lev justru menjadi satu-satunya pria yang melindunginya dengan tulus. Bersama Lev, Yelena perlahan membongkar sandiwara busuk di balik pengorbanan berdarah Anya. “Nak... Anya sudah mengorbankan dirinya untukmu, bisakah kamu tinggalkan Mikhail?” —Yelena bersumpah ini akan menjadi pengorbanan terakhirnya.
View More“Aku tidak setuju,” ucap Yelena rendah. Tatapannya kosong, terpaku pada titik hampa di balik jendela besar mansion Romanov yang menghadap ke langit kelabu Rusia.
“Apa maksudmu? Kamu tidak berhak melarangnya menikahiku!” Anya Romanov meledak, suaranya melengking tajam memecah kesunyian ruangan yang mencekam. Ia melangkah maju, jemarinya yang dihiasi berlian mahal menunjuk tepat ke wajah Yelena.
“Memangnya kamu siapa, Yelena Romanova? Sadarlah akan posisimu! Kamu hanya anak pungut, sisa-sisa belas kasihan yang dipungut dari jalanan untuk tinggal di rumah ini!”
Yelena tidak bergeming. Dunianya seolah melambat, terseret ke dalam pusaran memori yang menyakitkan.
Air matanya menetes pelan membasahi pipinya yang pucat, namun ia tak melakukan apa pun untuk menyekanya. Dadanya terasa sesak, seakan ada tangan tak terlihat yang mencekik tenggorokannya.
Kenapa aku selalu harus menjadi tumbal? Karena darah yang mengalir di nadiku tidak semurni mereka? Pikiran itu membakar batinnya. Tidak! Sekalipun aku hanyalah orang asing di silsilah ini, aku tetap manusia yang berhak memiliki serpihan kebahagiaan.
Di mata keluarga Romanov, Yelena hanyalah instrumen yang sempurna. Fisiknya yang tangguh dilatih untuk bertahan, otaknya diasah untuk strategi, dan mobilitasnya beradaptasi di dunia bawah tanah menjadikannya aset berharga.
Namun, semua kelebihan itu hanyalah alasan bagi mereka untuk merampas haknya. Apapun yang Anya inginkan, Yelena harus memberikannya tanpa bantahan.
“Yelena, kamu adalah yang terkuat di antara kita semua,” kata Ivan Romanov suatu kali, suaranya berat dan penuh wibawa palsu.
Tatiana, sang ibu angkat, selalu menimpali dengan nada yang lebih berbisa meski terbungkus dalam keanggunan.
“Ayahmu benar, Nak. Kami sangat berterima kasih atas semua pengorbananmu untuk putri kandung kami. Tapi ingatlah, kami telah memberimu segalanya—tempat bernaung, pendidikan terbaik, bahkan nama besar Romanov setelah kematian mengenaskan ayah kandungmu.”
Kata-kata itu selalu terasa seperti rantai yang mengikat leher Yelena. Mereka senang sekali menyinggung soal utang budi, namun sengaja melupakan kebenaran yang berdarah.
Alexander Kozlov, ayah kandung Yelena, tewas bukan karena kecerobohan. Ia meregang nyawa di aspal dingin Pelabuhan St. Petersburg, menjadi tameng hidup bagi Ivan Romanov saat transaksi pengiriman senjata ilegal terendus kepolisian dan berakhir dalam baku tembak yang brutal.
Darah Alexander-lah yang menyuburkan kekayaan Romanov saat ini.
“Kenapa aku harus terus merangkak di bawah kakimu? Memangnya utang apa lagi yang belum kulunasi dengan seluruh hidupku?” Yelena bertanya, suaranya kini sedingin es Siberia, memotong udara yang mulai terasa beraroma mesiu dan keputusasaan.
“Kamu lupa nama Romanov yang kamu sandang itu adalah anugerah?” Anya berteriak lagi, wajahnya memerah karena amarah yang tak terkendali. “Tanpa kami, kamu hanya akan menjadi pelacur pelabuhan atau mayat yang membusuk di selokan!”
Yelena mendongak, matanya yang sembab kini berkilat dengan api pemberontakan.
“Dan kamu jangan lupa, ayahku mati demi menyelamatkan pria yang kamu panggil ‘Ayah’. Kurasa utang nyawa itu sudah impas hari ini! Aku akan menanggalkan nama terkutuk ini, tapi dengar baik-baik, aku tidak akan menyerahkan Mikhail padamu. Biarkan dia yang memilih, atau biarkan takdir yang memutuskan siapa di antara kita yang akan hancur lebih dulu!”
Anya tertawa sinis, sebuah tawa yang meremehkan.
“Oh, manis sekali keberanianmu itu. Tapi bagaimana jika Mikhail Volkov sendiri yang datang melamarku? Dia butuh kekuatan Romanov untuk memperluas dominasinya di wilayah Timur. Kamu hanya bidak kecil, Yelena. Jangan pernah bermimpi untuk bersaing di papan catur yang sama denganku.”
Yelena tersenyum dingin. Ia tahu bermain api dengan Anya sama saja dengan memicu perang saudara, namun rasa lelah karena selalu dipaksa mengalah telah mencapai batasnya.
“Bangun dari mimpimu, Yelena!” Anya merangsek maju, seolah hendak melayangkan tamparan.
Namun, atmosfer mendadak pecah oleh suara ledakan yang memekakkan telinga.
DOR!
Waktu seakan berhenti. Yelena melihat percikan merah yang kontras dengan baju putih Anya. Tubuh kakaknya itu terhentak ke depan—bukan untuk menyerang, melainkan untuk menubruk Yelena. Peluru itu bersarang di bahu Anya.
Ia telah bergerak secara naluriah, melindungi Yelena dari penembak gelap yang entah muncul dari mana. Amis darah langsung memenuhi indra penciuman mereka, kental dan menyesakkan.
Ini tidak mungkin terjadi. Anya, yang begitu membencinya, kini bersimbah darah demi dirinya.
“Yelena… apa kamu… tidak apa-apa?” Anya berbisik parau, tubuhnya meluruh ke lantai.
Yelena menangkapnya dengan tangan gemetar.
“Aku tidak pernah benar-benar ingin… bersaing denganmu… bagaimanapun, kamu adalah satu-satunya saudaraku di neraka ini…” Mata Anya perlahan meredup dan tertutup, menyisakan keheningan yang lebih mengerikan daripada suara tembakan tadi.
Detik berikutnya, pintu ruangan terbanting terbuka. Langkah kaki berat bergema. Ivan Romanov masuk bersama barisan pengawalnya, senjata mereka sudah siap di tangan.
“Boss! Nona Anya tertembak!” teriak salah satu anak buah Ivan.
Yelena masih terpaku, memeluk tubuh kakaknya yang mulai mendingin di atas karpet merah yang kini semakin gelap oleh noda darah. Ia merasa jiwanya tercabut, tak tahu harus menangis atau berteriak di tengah kekacauan ini.
“YELENA! KENAPA KAMU DIAM SAJA?!” teriak Ivan Romanov, suaranya menggelegar penuh murka, menuntut pertanggungjawaban atas darah putrinya yang tumpah.
ketegangan tengah terjadi, di bangku taman, mansion Romanov. keheningan yang berselimut, dengan udara dingin. kini membuat Mikhail terdiam cemas. raut wajah kentara, jika ia tengah menyembunyikan sesuatu. mereka saat ini, tengah menunggu bawahan Lev Antonov, mengutak atik laptop di pangkuan nya. untuk membuktikan suatu kebenaran, yang tengah terjadi beberapa saat lalu, di taman tersebut. saat mereka tengah fokus memperhatikan, Mikhail yang gelisah berdiri di depan yelena sambil berkata." baiklah, jika kamu memang mengatakan aku yang salah. aku minta maaf yelena, sudahi saja semua ini aku tidak ingin kamu malu." ucap Mikhail, dengan nada mengasihani pada yelena. Anya yang mendengar ucapan Mikhail, ikut menghampiri yelena. dengan tatapan kesal. "tunggu Mikhail, jika memang kamu tidak bersalah, kenapa harus minta maaf." Anya menatap marah yelena. " Seharusnya Tuan Lev tidak membela, orang yang menganggu, tunangan saudara nya sendiri.!"ucap Anya dengan nada tinggi. Ivan Romanov ters
tatapan tajam Lev Antonov, mampu membuat Ivan menciut. melihat Ivan Romanov yang terkejut, akan kedatangan nya. dengan kasar Lev menghempaskan, tangan Ivan hingga sang empu terhuyung ke samping. tenaga yang di keluarkan oleh Lev, membuat Ivan bagaikan itik, yang tidak bisa berkutik sedikit pun. Lev Antonov mendekat, sambil memasukan kedua tangan nya ke saku celana. aura nya yang mendominasi, membuat Ivan Romanov bergetar ketakutan."Apakah begini, cara anda memperlakukan, calon tunangan saya Tuan Romanov.?" suara berat Lev, membuat pundak Ivan Romanov menegang sempurna. wajah nya pucat pasi, lidah nya seakan tersangkut. sehingga ia tidak bisa menjelaskan nya dengan lancar. dengan wajah ketakutan , serta keringat yang membasahi kening nya. Ivan Romanov berusaha menjelaskan. sambil terbata bata" T-Tuan, ini semua hanya salah faham, saya hanya ingin memberi sedikit pelajaran pada yelena , yang berusaha menggoda tunangan Anya. " dengan takut takut, Ivan melirik Lev yang berdiri di d
Teriakan Anya yang menggelegar, menarik perhatian kedua orang tua nya yang berada di ruang makan. dengan panik sedikit tergopoh gopoh, kedua nya menghampiri Anya. yang tengah menatap penuh amarah, pada satu titik. mengikuti arah pandang putri nya, Ivan Romanov melihat Mikhail yang duduk di kursi taman, dengan yelena yang berdiri di depan nya. jika di lihat dari belakang posisi yelena dan Mikhail dapat menimbulkan salah faham. yaitu dengan yelena yang condong ke depan wajah Mikhail, terlihat jika mereka tengah berciuman. sama seperti putri nya, kini wajah Ivan Romanov tertekuk dengan mimik wajahnya yang terlihat menahan amarah. Anya yang merasakan api, tengah meluap luap di setiap aliran darah nya, dengan Amarah yang menggebu gebu, Anya berjalan menghampiri Mikhail dan yelena yang berada di taman. melihat Anya yang datang dengan muka merah padam, yelena dengan cepat berdiri tegak, sambil berusaha menjelaskan situasi yang sebenarnya. " Anya ini tidak seperti yang kamu liha
hari telah berganti. perdebatan dengan Ivan Romanov tadi malam, berhenti di saat yelena sudah tidak sanggup membalas ucapan Ivan yang membuat nya sakit hati. dengan tangan yang terkepal erat, yelena pergi meninggalkan ruangan Ivan Romanov dan membawa segala rasa sakit yang berkecambuk di hati nya. saat ini, yelena tengah berada meja makan. bersama dengan keluarga nya yang lain. tak lupa, di sebrang meja ada Mikhail yang duduk di samping Anya sambil tersenyum bahagia. seakan tidak ada rasa bersalah yang Mikhail perlihatkan pada nya. semua kenangan mereka dan janji janji yang dulu Mikhail ucapkan, seperti sebuah dongen penenang untuk yelena. entah kemana tatapan cinta dan ungkapan penuh perasaan yang Mikhail perlihatkan. semakin ke sini, semakin yelena mantap untuk menerima perjodohan nya dengan Lev Antonov. meskipun ia tahu, jika setiap langkah yang dia ambil, di penuhi dengan bahaya yang mengintai diri nya. namun tidak di pungkiri, jika yelena sakit hati dengan pemand
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews