LOGINSemua berkas dari rumah sakit sudah Axel dapatkan. Dia telah pergi ke Korea, mencari bukti apakah Elise sudah mati atau hanya tipuan. Tapi semua berkas yang dia dapatkan menunjukkan kalau Elise memang sudah tiada.Hampir satu bulan dia berada di Korea hanya untuk mencari kebenaran itu. Namun pihak rumah sakit hanya memberikan berkas-berkas kematian Elise. Dia juga mendapati kenyataan kalau Elise melarikan diri tanpa membawa apa-apa. Dia tidak diberi apapun oleh keluarganya.Kenyataan itu membuatnya terpukul. Dia memutuskan pulang, karena tidak menemukan apapun selain laporan kematian Elise.Tadinya dia begitu optimis, menyangka masih ada harapan tapi ternyata harapan itu pun sudah kandas.Melihat putranya sudah kembali, Harmoni langsung menghampirinya. Sepertinya tidak sesuai dengan harapan, karena Axel tidak bersemangat sama sekali“Axel, bagaimana?” ibunya bertanya dengan hati-hati.Axel menggeleng, mengambil segelas air lalu duduk. Harmoni mendekati, dan duduk di samping putranya.
Elise keluar dari kamar, dia terkejut karena David masih berada di rumah. Dia juga terkejut karena pria itu telah membersihkan semuanya. Bahkan aroma makanan membuat perutnya berbunyi.Padahal dia ingin menikmati waktu tenangnya sambil mencari tahu bagaimana dengan kehidupan Emma Grace supaya dia tidak melakukan kesalahan nantinya.Sekilas, dia melihat sebuah album foto dalam lemari pakaian Emma. Dia berniat melihatnya setelah beristirahat, tapi rupanya pria itu masih berada di sana.Walaupun dia telah menipu tapi kalau dia hilang ingatan, tapi sebisa mungkin tak boleh membuat pria itu semakin curiga dengannya.“Kenapa kau masih berada di sini?”“Aku mengkhawatirkan keadaanmu, Emma. Aku lihat rumahmu begitu kotor, jadi aku bersihkan. Aku juga sudah membuatkan makanan untukmu. Kemarilah, kau harus makan yang banyak supaya cepat pulih.”“Kau tidak perlu melakukan hal seperti ini, David. Aku tidak ingin merepotkanmu dan berhutang budi padamu.”“Apa yang kau katakan,? Ini kewajibanku seb
Emma Grace, Elise hidup menggunakan identitas itu. Yang dia beli mahal di rumah sakit. Tapi setidaknya tak ada yang mengenalinya sebagai mantan pasien Rumah Sakit Jiwa.Dia berada di Korea selama setengah tahun untuk menjalani perawatan. Merencanakan semuanya dengan rapi. Nasib baik berpihak padanya, semua berjalan lancar.Karena Emma datang sendiri ke korea, tanpa kerabat atau apapun, pihak rumah sakit pun tak mau repot mengurus jenazahnya. Elise yang mengambil alih, uang yang dia curi dari ayahnya cukup untuk semua itu. Wajahnya telah berubah, dia pun telah sembuh setelah menjalani terapi selama setengah tahun.Dan sekarang, dia harus pergi ke Inggris, menjalani hidupnya sebagai Emma Grace karena ijin tinggal sudah habis.Lagi pula, dia tidak bisa berlama-lama di sana karena bisa saja keluarganya datang untuk memastikan apakah dia benar-benar sudah mati atau tidak. Meski rasanya mustahil mereka melakukan hal itu. Tapi demi Alicia dan supaya dia tidak mengganggu hubungan Alicia dan
Anak buahnya berlari cepat, karena baru saja mendapatkan berita yang mengejutkan. Axel sedang sibuk dengan pekerjaannya setelah menghabiskan banyak waktu untuk mencari keberadaan Elise.Anehnya dia benar-benar tidak mendapatkan apapun. Mau dibilang Elise gila tapi dia begitu cerdik menyembunyikan diri.Sedikit jejak pun tidak ada. Tidak mungkin dia dibantu oleh seseorang karena selama ini yang dia tahu Elise tidak memiliki teman. Bertahun-tahun berada di penjara dan di rumah sakit jiwa, dia hidup sendiri dalam penderitaan.Pintu ruangan dibuka dengan tergesa-gesa. Axel menatap tajam anak buahnya yang berusaha mengambilnya nafas.“Begitu berani?!” Suaranya menekan, “Apa kau tidak menginginkan pekerjaanmu lagi?”“Sir, kabar buruk.”“Kabar buruk apa?”“Mereka... mereka telah membawa istrimu kembali.”“Apa?” Axel berdiri, “Kau sudah menemukan keberadaan Elise?”“Sir, mereka telah membawa abunya kembali. Kau mau mengambilnya atau tidak?”“Bicara yang jelas!” Axel membentak, “Kenapa aku har
Tidak ada petunjuk sama sekali, Axel telah mencari di semua tempat dan seluruh Rumah Sakit Jiwa tapi keberadaan Elise tidak pernah ada.Tidak ada yang pernah melihatnya, satu laporan tentang dirinya pun tidak ada. Entah ke mana Elise lari, dia seperti sengaja menyembunyikan keberadaannya.Sekalipun dia sudah mengetahui kebenarannya tapi dia belum bisa membawa Elise pulang. Rasanya semakin tak berguna sajaAxel memutuskan pulang ke rumah kedua orang tuanya. Dia malas pulang ke rumahnya karena dia akan semakin merasa kehilangan. Dan setiap kali kembali, dia tidak bisa menahan perasaan rindu itu.Saat dia kembali, Violet berada di rumah. Melihat keadaan kakaknya, membuatnya cukup prihatin. Setidaknya, ibunya telah menceritakan semuanya “Kak, apa kau belum menemukan kakak ipar?”Axel menghela nafas, dan menggeleng, “Aku belum bisa menemukan keberadaannya.”“Bagaimana keadaan kakak ipar? Apa dia baik-baik saja?”“Entahlah. Dengan keadaannya itu, aku khawatir terjadi sesuatu dengannya.”“K
Setelah mematahkan kaki Edward, anak buah Axel menarik diri dan meninggalkan tempat itu. Alicia langsung merangkak cepat menghampiri ayahnya. Pria itu kejam, meninggalkan mereka dalam keadaan seperti itu.“Dad, bangunlah. Kau tidak boleh mati, kau harus bertahan!” Alicia tak bisa menahan tangis, melihat keadaan ayahnya yang menyedihkan dan mengerikan.“Dad,” tubuh ayahnya diguncang, “Jangan mati. Kau tidak boleh mati dan meninggalkan aku!”“A-Alicia,” suara ayahnya begitu pelan dan keadaannya sangat lemah, “Panggil dokter... Daddy sudah tidak tahan lagi."“Apa kita harus lapor polisi, Dad? Apa perlu kita mencari keadilan dan melaporkannya pada polisi?”“Jangan gegabah, panggil saja ambulans. Dan lihat keadaan ibumu.”“Tapi, keadaan Daddy seperti ini? Axel, sudah terlalu kejam. Aku tidak terima dia memperlakukan kita seperti ini.”“Bodoh,” Edward terbaring lemah, “Kalau lapor polisi, kita yang akan rugi. Masalah ini akan semakin panjang dan Axel tidak akan melepaskan kita begitu saja
Elise bergerak pelan di atas tubuhnya. Tangannya bergerak pelan, di atas otot dada suaminya begitu juga dengan bibirnya.Axel membiarkannya, ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh istrinya. Setiap kali bibir Elise mendarat di atas tubuhnya, membuat Axel bergetar. Dia dapat merasakan bibir lembu
Surat perjanjian sudah berada di atas meja keesokan paginya. Elise duduk dengan tegak, tatapan matanya tak lepas dari saudara kembarnya.Jadi, mereka membawanya kembali agar dia menggantikan kakaknya menikah dengan laki-laki bernama Axel Smith?Lagi, dia harus menggantikan kakaknya itu meski kali i
Mobil yang dibawa oleh ayahnya melesat dengan cepat. Elis duduk di belakang, tertawa pelan dan menggumamkan sesuatu. Melihat itu membuat Diana sedikit cemas. Dia takut mereka salah mengambil keputusan lalu membuat kekacauan. “Edward,” dia berpaling ke arah suaminya, “Apakah keputusan kita sudah b
Lorong panjang itu dipenuhi suara-suara samar. Bisikan, tawa, dan jeritan yang bercampur menjadi satu, menciptakan simfoni kegilaan yang tak pernah benar-benar berhenti.Para pasien pria dan wanita berlalu lalang, tertawa dan berbicara sendiri. Dan beberapa wanita terlihat menangis.Aroma obat-obat







