ログインHarmoni telah mendapat kabar kalau putranya telah kembali bersama Elise. Itu kabar baik yang dia tunggu sekian lama. Entah bagaimana Axel bisa bertemu dengan istrinya itu, tapi keberadaannya telah membuktikan kalau menantunya itu masih hidup.Axel juga sudah memberitahu, Elise memakai rupa orang lain. Dia telah mengirimkan foto pada ibunya supaya mereka tidak salah mengenali saat tiba nanti.Banyak yang ingin dia tahu, sebab itu Harmoni telah menunggu bersama putrinya yang juga sudah tidak sabar menyambut kepulangan kakak iparnya.Sambil menunggu, Harmoni menyiapkan begitu banyak makanan hanya untuk menyambut kepulangan menantunya. Kali ini tidak akan dibiarkan pergi lagi, dan mulai hari ini wajah muram putranya tidak akan terlihat lagi.“Mom, jam berapa Kakak akan sampai?” Violet menghampiri ibunya yang sedang sibuk menata makanan.“Mungkin sebentar lagi. Kakakmu bilang mereka akan langsung ke sini.”“Aku dengar kakak ipar sudah berganti wajah, apakah kakak tidak keberatan?”“Kakakmu
Elise duduk di dekat penjualan tiket. Kali ini dia benar-benar tak memiliki tujuan. Selain itu, dia tidak memiliki rencana juga tidak memiliki persiapan karena pergi terlalu terburu-buru.Yang membuatnya tak berkutik adalah, dia tidak memiliki Visa. Sekarang dia terjebak di Inggris. Selain keluar dari kota London, dia tak bisa lari kemanapun.Tapi apa gunanya? Axel pasti akan menemukannya lagi. Dan lagi, dengan keadaannya itu, mungkin dia akan berakhir menjadi gelandangan.Elise tertawa pelan, menertawakan nasib bodohnya. Selalu berakhir menyedihkan, hidupnya itu seolah tidak berguna sama sekali. Kalau memang begitu, hidup tak bergunanya itu apakah masih perlu dipertahankan?Daripada menjadi gelandangan dan kembali berakhir di rumah sakit jiwa, lebih baik diakhiri saja. Dengan begitu tidak ada lagi yang akan dia tipu. Mungkin saja, jiwanya akan bahagia setelah meninggalkan dunia fana itu.Tatapannya kosong. Pikirannya kacau. Dia sudah duduk cukup lama di tempat itu, tapi belum menemuk
Sebuah koper kecil sudah terisi penuh. Elise hanya mengambil barang-barang miliknya saja. Barang yang mereka beli di Belanda tidak dia ambil. Apa yang tidak menjadi miliknya tidak dia sentuh.Setelah semua selesai. Elise memandangi kamar yang dia tempati belum lama. Baru beberapa bulan dia menikmati status dan hidup damainya, tapi kini sudah kacau balau.Entah ke mana dia harus pergi setelah ini, dia tidak memiliki rencana dan sudah pasrah. Dia keluar dari kamar setelah cukup memandangi tempat itu. Sejak awal bukan rumahnya, tidak ada sedikitpun perasaan yang tertinggal di tempat itu.David masih berada di ruang tamu, berdiri di depan jendela seperti tadi. Dia berpaling saat mendengar suara pintu dibuka. Elise berhenti, mereka berdua saling memandang.Tiba-tiba saja muncul perasaan tak rela di hati David. Dia tahu tidak seharusnya dia memiliki perasaan itu, tapi melihat rupa Emma, dia jadi merasa sedang mengusir tunangannya sendiri. Lagi pula selama ini, Elise tidaklah buruk. Wanita
Setelah semuanya tenang, Elise memberanikan diri keluar dari kamar. Sudah seperti itu, tak ada lagi yang perlu dia rahasiakan. Semuanya harus dia luruskan Dia harus membongkar semuanya. Menceritakan bagaimana dia menjadi Emma. Setelahnya, terserah David mau melakukan apa. Dan seandainya dia harus berakhir di penjara sekalipun, dia akan melakukannya untuk menebus semua dosanya itu. David berada di ruang tamu, berdiri menghadap jendela seolah sedang menunggu dirinya. Elise menghampirinya tanpa keraguan. Sekarang, apa yang akan terjadi biarkan saja terjadi. Dia sudah pasrah, dan lelah mengejar hidup tenang yang tak akan dia dapatkan. “David, aku ingin berbicara denganmu.” David berpaling. Elise nerhenti sejenak. Sesaat, mereka berdua saling menatap. Dan setelah beberapa saat, dia kembali melangkah dan membuang keraguan juga rasa takutnya. “Mau bicara apa lagi? Apa ingin mengatakan padaku kalau kau Elise Parker?” “Aku memang Elise Parker, dan aku akan menjelaskan semuanya seca
Mereka berdua saling menatap. Tidak ada kata, tapi mereka berdua sama-sama menahan amarah dan curiga.Axel tidak menyangka David sudah kembali begitu cepat. Kalau begitu, dia tidak bisa membawa Elisa dengan mudah. Meski David sudah mengetahui Elise bukanlah Emma, belum tentu pria itu mau melepaskannya.David masih mencengkeram daun pintu. Sekarang dia semakin yakin kalau dugaannya benar. Pria itu berada di sana tentu bukan sebuah kebetulan.Sejak awal dia curiga, Axel Smith tertarik dengan tunangannya dan lihatlah, pria itu berdiri di hadapannya. Entah apa yang telah terjadi sebelum dia kembali, tidak akan dia biarkan pria itu merebut tunangannya.“Tuan Smith, aku benar-benar terkejut melihatmu di depan rumah tunanganku. Ada apa ini, jangan katakan kau mengejarnya sampai ke sini?”“Aku justru terkejut dengan Keberadaanmu, Tuan David. Apa urusan bisnis sudah selesai?” karena pria itu sudah ada di sana, berarti mereka tidak bisa lari begitu saja.Semua bukti yang akan dibawakan oleh ana
Ucapan itu, David tidak percaya sama sekali. Bagaimana mungkin wanita itu bukan Emma? Walaupun ada yang aneh sejak dia kembali dari Korea, tapi rupanya itu tidak bisa menipu.Emma bilang dia Elisa Parker?Kebohongan itu tidak lucu sama sekali. Dia yakin Emma sedang bercanda untuk memberikan kejutan untuknya.David tertawa, lalu memungut kotak hadiahnya. Isinya yang jatuh dipungut kembali, dimasukkan ke dalam kotak itu.“Aku tidak pernah tahu kau memiliki selera humor yang sangat bagus. Apa dengan mengatakan kebohongan ini aku akan mempercayaimu?”“David, aku tidak berbohong. Aku memang bukan Emma. Dia telah meninggal saat di Korea.”“Cukup!” suaranya sedikit keras, “Hanya untuk menolak hadiah dariku, kau mengatakan lelucon yang tidak lucu sama sekali. Kenapa, Emma? Apa kau mengatakan kebohongan itu supaya aku membencimu dan supaya kau bisa berduaan dengan Axel Smith?”“Apa maksud perkataanmu? Untuk apa kau menyebut orang yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan hal ini?”“Tidak
Elise bergerak pelan di atas tubuhnya. Tangannya bergerak pelan, di atas otot dada suaminya begitu juga dengan bibirnya.Axel membiarkannya, ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh istrinya. Setiap kali bibir Elise mendarat di atas tubuhnya, membuat Axel bergetar. Dia dapat merasakan bibir lembu
Surat perjanjian sudah berada di atas meja keesokan paginya. Elise duduk dengan tegak, tatapan matanya tak lepas dari saudara kembarnya.Jadi, mereka membawanya kembali agar dia menggantikan kakaknya menikah dengan laki-laki bernama Axel Smith?Lagi, dia harus menggantikan kakaknya itu meski kali i
Mobil yang dibawa oleh ayahnya melesat dengan cepat. Elis duduk di belakang, tertawa pelan dan menggumamkan sesuatu. Melihat itu membuat Diana sedikit cemas. Dia takut mereka salah mengambil keputusan lalu membuat kekacauan. “Edward,” dia berpaling ke arah suaminya, “Apakah keputusan kita sudah b
Lorong panjang itu dipenuhi suara-suara samar. Bisikan, tawa, dan jeritan yang bercampur menjadi satu, menciptakan simfoni kegilaan yang tak pernah benar-benar berhenti.Para pasien pria dan wanita berlalu lalang, tertawa dan berbicara sendiri. Dan beberapa wanita terlihat menangis.Aroma obat-obat







