Share

Tenang

Penulis: Hayanis Kalani
last update Tanggal publikasi: 2026-05-02 13:37:55

Sudah dua minggu ini Gayatri tidak pergi kemana-mana, yang berbelanja kebutuhan pokok pun sekarang Cindy dan Bram, kadang Cindy bersama Bu Nela. Pokoknya, semenjak kejadian Bu Nining mengamuk di rumah sakit Hendar dan Bram langsung melindungi Gayatri dan anak-anaknya. Menjauhkan mereka dari keramaian kota, bahkan istilahnya menjauhkan mereka dari sinar matahari. Bukannya kenapa-kenapa, tapi kedua lelaki itu takut jika Gayatri menjadi korban lagi.

Hendar juga semenjak Baiq keluar dari rumah saki
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Menjadi Cinderella Karena Mertua   Bersanding

    Mata Gayatri menatap jam dinding di kamarnya. Sekarang jam menunjukkan pukul setengah lima pagi dan Gayatri sudah terbangun gara-gara perutnya lapar. Dengan berjalan mengendap-endap supaya tidak membangunkan tamu yang sedang tertidur lelap di rumahnya.Gayatri makan roti tawar dan menyeduh susu cokelat. Ia tidak bisa memasak karena kemarin tidak belanja, orang-orang yang ada di rumah membeli nasi dan lauk dari luar.Hari ini sepertinya warung kupat tahu Gayatri harus tutup kembali karena tidak ada bahan-bahan dan tubuh Gayatri belum sepenuhnya pulih."Sudah bangun, Tri?" Bram tiba-tiba ikut duduk di dapur, menemani Gayatri."Saya bikin gaduh, ya? Maaf kalau saya ngebangunin Pak Bram.""Nggak, kok. Saya kebetulan memang sudah bangun.... Kamu lapar? Biar saya yang beli sarapan kamu tunggu di sini.""Nggak usah, Pak. Biar saya saja yang belanja." Gayatri mencegah. Gayatri merasa tidak enak juga tiga hari ini Bram dan Cindy direpotkan olehnya."Kondisi tubuh kamu, kan, belum terlalu fit.

  • Menjadi Cinderella Karena Mertua   Membuka Hati?

    Sesuai janji, Bram mengajak Gayatri dan kedua anaknya jalan-jalan setelah kemarin seharian main ke Mall. Hari ini mereka pergi ke kebun binatang, itu permintaan Baiq karena dirinya ingin melihat gajah yang besar dan jerapah yang tinggi. Setelah puas berkeliling kebun binatang, mereka pergi ke water boom soalnya Ghifari ingin renang. Ia belum pernah ke kolam renang, dulu ia sering renang di sungai. Ah iya, waktu mereka di Tanggerang, mereka belum sempat pergi ke rumah orang tuanya Bram, padahal di sana ada kolam renang.Baiq dan Ghifari pindah-pindah berenangnya. Sebentar-sebentar di tempat mandi bola kemudian pindah ke tempat mandi busa. Baiq paling senang saat main perosotan. Gayatri sudah was-was saja melihat Baiq yang sudah beberapa kali naik ke perosotan. Takutnya pas melesat ke bawah, Baiq tenggelam. Meskipun kolamnya tidak dalam karena kolam khusus anak kecil, tetap saja Gayatri harus sigap dengan situasi apapun yang akan terjadi."Kenapa kamu nggak ikut berenang aja? Tuh ibu-ib

  • Menjadi Cinderella Karena Mertua   Kembali Melangkah

    Ghifari memerkirakan sepedanya di depan rumah kontrakan bercat kuning gading. Di teras depan terdapat gerobak, meja dan kursi. Ada beberapa orang yang sedang duduk-duduk santai sambil mengobrol banyak hal."Bu, aku pulang," ucap Ghifari sambil mencium tangan Gayatri yang tengah mengulek bumbu kupat tahu."Kalau mau makan, lauk sama nasinya ada di meja makan ya. Jangan lupa ganti baju dulu.""Baik, Bu." Ghifari mengangguk patuh. Ia makan bersama adiknya yang sedang bermain mobil-mobilan sendiri. Biasanya jam segini Baiq sedang bermain di luar bersama anak-anak kontrakan yang lain."Jadi gimana, Mbak Tri? Mau ndak?" tanya Mbak Iim."Buat Mbak Diajeng saja," jawab Gayatri singkat.Orang-orang yang sedang di sana tertawa terbahak."Mbak Tri ini piye to? Dikasih lanang kok ndak mau?" Mbak Iim menggelengkan kepalanya. "Mbak Diajeng kan sukanya sama Mas Danang ya jelas nggak bakal milih Mas Adi."Gayatri hanya tersenyum kecil.Kini Gayatri tinggal di kota Semarang. Sudah hampir lima bulan ia

  • Menjadi Cinderella Karena Mertua   Kesadaran Hendar part 2

    Sakit. Hendar merasakan rasa sakit yang teramat hebat pada tubuhnya. Ia sama sekali tidak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali. Rasanya sangat berat dan kaku. Hendar tersadar tetapi matanya enggan terbuka. Telinganya juga mendengar suara-suara yang berada di sekitarnya.Aku kenapa? Hendar bertanya-tanya dalam hatinya."Ma! Mas Hendar gerak! Ia sudah sadar!"Sebuah suara yang tak asing itu membuat mata Hendar yang terpejam terbuka. Hal pertama yang Hendar lihat adalah cahaya putih yang menyilaukan matanya.Gayatri!Ketika teringat dengan Gayatri, Hendar sekuat tenaga mencoba bangun tetapi hasilnya tetap nihil. Ia masih tidak bisa bergerak.Gayatri, aku harus bertemu dengan Gayatri sekarang!Dalam hatinya Hendar terus menggumamkan nama Gayatri. Betapa menyesal hatinya atas apa yang telah ia lakukan selama ini.Dokter dan para perawat datang dan segera memeriksa Hendar sementara Hita dan ibunya disuruh keluar supaya tidak mengganggu pemeriksaan.***Gayatri membereskan dagangannya kare

  • Menjadi Cinderella Karena Mertua   Kesadaran Hendar part 1

    Akhir-akhir kepala Hendar selalu pusing, pusing yang benar-benar berat dan kepalanya seperti berputar-putar. Hendar sempat memeriksakannya ke dokter dan kata dokter Hendar sehat-sehat saja tidak ada masalah yang serius. Ketika tertidur, mimpi Hendar pun tidak pernah indah. Ia sering bermimpi yang abstrak dan seram. Ia selalu memimpikan Gayatri, setiap hari mau itu ketika ia tidur di malam hari maupun saat tidur siang, Gayatri selalu hadir dalam mimpinya.Bahkan sudah dua minggu ini ia tidur terpisah dari Hita soalnya kata Hita Hendar kalau tidur sering teriak-teriak bahkan menangis meraung. Saat Hendar bermimpi rasanya seperti nyata."Mas, ayo makan!" Hita berteriak dari dapur.Hendar yang sedang berada di ruang kerjanya segera menghampiri. Perutnya yang sedang keroncongan menghirup aroma masakan yang dibuat oleh pembantu rumah tangganya itu seketika cacing-cacing di perut menjerit-jerit, lapar minta makan."Nih, Mas, cobaih deh. Tadi Bi Uun beli keong sawah. Aku penasaran sama rasany

  • Menjadi Cinderella Karena Mertua   Hampa

    "Tri, tolong buatkan saya kopi."Cindy menoleh sambil mengerutkan kening kemudian ia tertawa kecil. "Kakak ini emang susah dibilangin ya, pengurus Citra sekarang kan Mbak Ela bukan Mbak Gayatri lagi."Bram mengangkat kepalanya. Ia menatap ke arah Ela yang sedang mengelap meja dapur.Sudah hampir dua bulan lamanya Gayatri tidak bekerja lagi di rumah Bram. Setelah kejadian pengusiran Bu Nining, Hendar memberikan modal usaha untuk Gayatri dan meminta Gayatri untuk tidak lagi bekerja pada Bram. Meskipun Hendar hilang ingatan dan sudah bercerai, tetapi di lubuk hatinya yang paling dalam, Hendar merasakan sebuah kecemburuan saat melihat Bram bersama dengan Gayatri.Bram setuju-setuju saja, tapi ia meminta waktu pada Hendar untuk mencari pengganti Gayatri, barulah jika sudah ada, Gayatri diperbolehkan berhenti bekerja di rumahnya."Mau ke mana, Kak?" tanya Cindy."Keluar dulu sebentar.""Gak jadi ngopi?""Nggak." Bram mengambil jaket dan kunci mobilnya.Cindy tidak lagi bertanya lebih. Toh

  • Menjadi Cinderella Karena Mertua   Akikah Cucu Kesayangan

    Sudah beberapa hari ini Baiq sering sekali menangis tiba-tiba, apalagi setiap malam hari sampai subuh Baiq tidak pernah berhenti menangis dan sulit untuk tidur lagi. Dibujuk dengan berbagai cara tetap tidak mempan. Bu Nining yang terganggu dengan suara tangisan dari Baiq itu selalu marah-marah dan

  • Menjadi Cinderella Karena Mertua   Baju Lusuh

    Setelah dua hari dirawat di puskesmas, Gayatri akhirnya sembuh dan pulang ke rumah. Selama Gayatri sakit, yang berjaga di puskesmas hanya Alin saja, sementara ibu mertua dan adik iparnya sama sekali tidak mengurusi Gayatri, mereka hanya datang menjenguk satu kali saja, itupun datang hanya sepuluh m

  • Menjadi Cinderella Karena Mertua   Sakit

    Tubuh Gayatri panas dan mengeluarkan keringat dingin. Di tengah malam yang sunyi ini Gayatri sebisa mungkin tidak mengeluarkan suara karena karena menangis dalam diam. Dirinya merasa nelangsa karena sedang sakit tapi tidak ada yang mengurus, juga Gayatri tidak bisa mengurus kedua anaknya, sekarang

  • Menjadi Cinderella Karena Mertua   Lelah

    "Gayatri!!! Bangun!!! Mau sampai kapan kamu tidur terus, hah?! Jadi orang gak guna banget!"Gayatri membuka matanya dengan perlahan. Kepalanya sangat pusing hingga pandangannya pun berkunang-kunang. Dengan sekuat tenaga dan memang memaksakan diri, Gayatri bangun dari tidurnya. Matanya melirik ke ar

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status