ログインSesuai janji, Bram mengajak Gayatri dan kedua anaknya jalan-jalan setelah kemarin seharian main ke Mall. Hari ini mereka pergi ke kebun binatang, itu permintaan Baiq karena dirinya ingin melihat gajah yang besar dan jerapah yang tinggi. Setelah puas berkeliling kebun binatang, mereka pergi ke water boom soalnya Ghifari ingin renang. Ia belum pernah ke kolam renang, dulu ia sering renang di sungai. Ah iya, waktu mereka di Tanggerang, mereka belum sempat pergi ke rumah orang tuanya Bram, padahal di sana ada kolam renang.Baiq dan Ghifari pindah-pindah berenangnya. Sebentar-sebentar di tempat mandi bola kemudian pindah ke tempat mandi busa. Baiq paling senang saat main perosotan. Gayatri sudah was-was saja melihat Baiq yang sudah beberapa kali naik ke perosotan. Takutnya pas melesat ke bawah, Baiq tenggelam. Meskipun kolamnya tidak dalam karena kolam khusus anak kecil, tetap saja Gayatri harus sigap dengan situasi apapun yang akan terjadi."Kenapa kamu nggak ikut berenang aja? Tuh ibu-ib
Ghifari memerkirakan sepedanya di depan rumah kontrakan bercat kuning gading. Di teras depan terdapat gerobak, meja dan kursi. Ada beberapa orang yang sedang duduk-duduk santai sambil mengobrol banyak hal."Bu, aku pulang," ucap Ghifari sambil mencium tangan Gayatri yang tengah mengulek bumbu kupat tahu."Kalau mau makan, lauk sama nasinya ada di meja makan ya. Jangan lupa ganti baju dulu.""Baik, Bu." Ghifari mengangguk patuh. Ia makan bersama adiknya yang sedang bermain mobil-mobilan sendiri. Biasanya jam segini Baiq sedang bermain di luar bersama anak-anak kontrakan yang lain."Jadi gimana, Mbak Tri? Mau ndak?" tanya Mbak Iim."Buat Mbak Diajeng saja," jawab Gayatri singkat.Orang-orang yang sedang di sana tertawa terbahak."Mbak Tri ini piye to? Dikasih lanang kok ndak mau?" Mbak Iim menggelengkan kepalanya. "Mbak Diajeng kan sukanya sama Mas Danang ya jelas nggak bakal milih Mas Adi."Gayatri hanya tersenyum kecil.Kini Gayatri tinggal di kota Semarang. Sudah hampir lima bulan ia
Sakit. Hendar merasakan rasa sakit yang teramat hebat pada tubuhnya. Ia sama sekali tidak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali. Rasanya sangat berat dan kaku. Hendar tersadar tetapi matanya enggan terbuka. Telinganya juga mendengar suara-suara yang berada di sekitarnya.Aku kenapa? Hendar bertanya-tanya dalam hatinya."Ma! Mas Hendar gerak! Ia sudah sadar!"Sebuah suara yang tak asing itu membuat mata Hendar yang terpejam terbuka. Hal pertama yang Hendar lihat adalah cahaya putih yang menyilaukan matanya.Gayatri!Ketika teringat dengan Gayatri, Hendar sekuat tenaga mencoba bangun tetapi hasilnya tetap nihil. Ia masih tidak bisa bergerak.Gayatri, aku harus bertemu dengan Gayatri sekarang!Dalam hatinya Hendar terus menggumamkan nama Gayatri. Betapa menyesal hatinya atas apa yang telah ia lakukan selama ini.Dokter dan para perawat datang dan segera memeriksa Hendar sementara Hita dan ibunya disuruh keluar supaya tidak mengganggu pemeriksaan.***Gayatri membereskan dagangannya kare
Akhir-akhir kepala Hendar selalu pusing, pusing yang benar-benar berat dan kepalanya seperti berputar-putar. Hendar sempat memeriksakannya ke dokter dan kata dokter Hendar sehat-sehat saja tidak ada masalah yang serius. Ketika tertidur, mimpi Hendar pun tidak pernah indah. Ia sering bermimpi yang abstrak dan seram. Ia selalu memimpikan Gayatri, setiap hari mau itu ketika ia tidur di malam hari maupun saat tidur siang, Gayatri selalu hadir dalam mimpinya.Bahkan sudah dua minggu ini ia tidur terpisah dari Hita soalnya kata Hita Hendar kalau tidur sering teriak-teriak bahkan menangis meraung. Saat Hendar bermimpi rasanya seperti nyata."Mas, ayo makan!" Hita berteriak dari dapur.Hendar yang sedang berada di ruang kerjanya segera menghampiri. Perutnya yang sedang keroncongan menghirup aroma masakan yang dibuat oleh pembantu rumah tangganya itu seketika cacing-cacing di perut menjerit-jerit, lapar minta makan."Nih, Mas, cobaih deh. Tadi Bi Uun beli keong sawah. Aku penasaran sama rasany
"Tri, tolong buatkan saya kopi."Cindy menoleh sambil mengerutkan kening kemudian ia tertawa kecil. "Kakak ini emang susah dibilangin ya, pengurus Citra sekarang kan Mbak Ela bukan Mbak Gayatri lagi."Bram mengangkat kepalanya. Ia menatap ke arah Ela yang sedang mengelap meja dapur.Sudah hampir dua bulan lamanya Gayatri tidak bekerja lagi di rumah Bram. Setelah kejadian pengusiran Bu Nining, Hendar memberikan modal usaha untuk Gayatri dan meminta Gayatri untuk tidak lagi bekerja pada Bram. Meskipun Hendar hilang ingatan dan sudah bercerai, tetapi di lubuk hatinya yang paling dalam, Hendar merasakan sebuah kecemburuan saat melihat Bram bersama dengan Gayatri.Bram setuju-setuju saja, tapi ia meminta waktu pada Hendar untuk mencari pengganti Gayatri, barulah jika sudah ada, Gayatri diperbolehkan berhenti bekerja di rumahnya."Mau ke mana, Kak?" tanya Cindy."Keluar dulu sebentar.""Gak jadi ngopi?""Nggak." Bram mengambil jaket dan kunci mobilnya.Cindy tidak lagi bertanya lebih. Toh
"Di mana kamu sembunyikan Gayatri?" Bu Nining berteriak keras. Ia kali ini tidak menyerang Asti seperti sebelum-sebelumnya."Aku nyembunyiin Gayatri di tempat yang besar dan luas. Kalau disembunyiin di sini ya mana muat," balas Asti asal.Bu Nining menggeram kesal. "Kalau begitu di mana Hendar?""Dia juga nggak ada di sini.""Jangan bohong!"Asti berkacak pinggang. "Bu Nining, kalau emang Hendar sayang sama Bu Nining, dia bakal nyari Bu Nining bukan malah sembunyi. Emang enak nggak diangap sama anak sendiri."Bu Nining hendak memukul Asti tapi Damilah menahannya. Ia takut diarak lagi seperti kemarin-kemarin apalagi Asti punya tetangga yang seorang polisi. Kalau sampai Bu Nining dilaporkan karena tindak penganiyaan ya bisa gawat.***"Tolong! Tolong! Ibuuuu!!!" Ghifari berteriak keras, anak kecil itu juga sudah menangis meraung karena dirinya diseret oleh Bu Nining.Gayatri yang sedang membayar permen kapas itu langsung berlari ke arah Ghifari dan segera merengkuh anaknya itu ke dalam
Bram POVHari ini ulang tahun Julia. Seperti ulang tahun dia yang lalu, dia memintaku untuk mengadakan pesta yang tentu saja mewah. Julia memilih tempat ulang tahunnya di pantai, Bali. Dia mengundang teman-teman model, artis, penyanyi dan selebgram yang tidak diketahui namanya. Aku hanya kenal deng
Bram POVLima belas Oktober adalah anniversary hubungan Bram dan Julia yang ke tiga tahun. Hubungan mereka dipenuhi dengan cinta yang tak tertakar jumlahnya. Sambil merayakan hubungan hari jadi mereka, Bram juga sekaligus melamar Julia, di cafe rooftop yang sengaja ia sewa dan didekorasi
Pukul sebelas malam Gayatri terbangun karena tiba-tiba Baiq demam dan juga muntah-muntah. Gayatri memang sedikit panik tetapi ia mencoba tetap tenang supaya tidak membangunkan orang-orang yang sedang tertidur lelap. Setelah mengompres anak bungsunya tersebut, barulah demamnya sedikit turun. Tetapi
Gayatri menoleh ke arah belakang. Ia mengerutkan kening dan sesekali ia menoleh ke berbagai arah. Menurut instingnya, rasanya di supermarket ini ada seseorang yang sangat tidak ingin ia lihat. Benar, orang tersebut adalah Bu Nining. Insting Gayatri biasanya tidak pernah meleset. Sebaiknya Gayatri s







