LOGINHidup Gayatri yang seharusnya menjadi menantu malah berubah menjadi pembantu. Rumah yang sudah diwariskan untuk suaminya kini diambil kembali oleh mertuanya. Gayatri sudah tidak tahan dengan perlakuan mertua dan para iparnya. Melihat Gayatri yang hidup menderita, temannya berencana untuk membantu Gayatri kabur. Apakah rencana tersebut akan berhasil? Dan jika Gayatri kabur dari rumah apakah kebenaran akan suaminya yang menghilang akan terkuak?
View MoreMata Gayatri menatap jam dinding di kamarnya. Sekarang jam menunjukkan pukul setengah lima pagi dan Gayatri sudah terbangun gara-gara perutnya lapar. Dengan berjalan mengendap-endap supaya tidak membangunkan tamu yang sedang tertidur lelap di rumahnya.Gayatri makan roti tawar dan menyeduh susu cokelat. Ia tidak bisa memasak karena kemarin tidak belanja, orang-orang yang ada di rumah membeli nasi dan lauk dari luar.Hari ini sepertinya warung kupat tahu Gayatri harus tutup kembali karena tidak ada bahan-bahan dan tubuh Gayatri belum sepenuhnya pulih."Sudah bangun, Tri?" Bram tiba-tiba ikut duduk di dapur, menemani Gayatri."Saya bikin gaduh, ya? Maaf kalau saya ngebangunin Pak Bram.""Nggak, kok. Saya kebetulan memang sudah bangun.... Kamu lapar? Biar saya yang beli sarapan kamu tunggu di sini.""Nggak usah, Pak. Biar saya saja yang belanja." Gayatri mencegah. Gayatri merasa tidak enak juga tiga hari ini Bram dan Cindy direpotkan olehnya."Kondisi tubuh kamu, kan, belum terlalu fit.
Sesuai janji, Bram mengajak Gayatri dan kedua anaknya jalan-jalan setelah kemarin seharian main ke Mall. Hari ini mereka pergi ke kebun binatang, itu permintaan Baiq karena dirinya ingin melihat gajah yang besar dan jerapah yang tinggi. Setelah puas berkeliling kebun binatang, mereka pergi ke water boom soalnya Ghifari ingin renang. Ia belum pernah ke kolam renang, dulu ia sering renang di sungai. Ah iya, waktu mereka di Tanggerang, mereka belum sempat pergi ke rumah orang tuanya Bram, padahal di sana ada kolam renang.Baiq dan Ghifari pindah-pindah berenangnya. Sebentar-sebentar di tempat mandi bola kemudian pindah ke tempat mandi busa. Baiq paling senang saat main perosotan. Gayatri sudah was-was saja melihat Baiq yang sudah beberapa kali naik ke perosotan. Takutnya pas melesat ke bawah, Baiq tenggelam. Meskipun kolamnya tidak dalam karena kolam khusus anak kecil, tetap saja Gayatri harus sigap dengan situasi apapun yang akan terjadi."Kenapa kamu nggak ikut berenang aja? Tuh ibu-ib
Ghifari memerkirakan sepedanya di depan rumah kontrakan bercat kuning gading. Di teras depan terdapat gerobak, meja dan kursi. Ada beberapa orang yang sedang duduk-duduk santai sambil mengobrol banyak hal."Bu, aku pulang," ucap Ghifari sambil mencium tangan Gayatri yang tengah mengulek bumbu kupat tahu."Kalau mau makan, lauk sama nasinya ada di meja makan ya. Jangan lupa ganti baju dulu.""Baik, Bu." Ghifari mengangguk patuh. Ia makan bersama adiknya yang sedang bermain mobil-mobilan sendiri. Biasanya jam segini Baiq sedang bermain di luar bersama anak-anak kontrakan yang lain."Jadi gimana, Mbak Tri? Mau ndak?" tanya Mbak Iim."Buat Mbak Diajeng saja," jawab Gayatri singkat.Orang-orang yang sedang di sana tertawa terbahak."Mbak Tri ini piye to? Dikasih lanang kok ndak mau?" Mbak Iim menggelengkan kepalanya. "Mbak Diajeng kan sukanya sama Mas Danang ya jelas nggak bakal milih Mas Adi."Gayatri hanya tersenyum kecil.Kini Gayatri tinggal di kota Semarang. Sudah hampir lima bulan ia
Sakit. Hendar merasakan rasa sakit yang teramat hebat pada tubuhnya. Ia sama sekali tidak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali. Rasanya sangat berat dan kaku. Hendar tersadar tetapi matanya enggan terbuka. Telinganya juga mendengar suara-suara yang berada di sekitarnya.Aku kenapa? Hendar bertanya-tanya dalam hatinya."Ma! Mas Hendar gerak! Ia sudah sadar!"Sebuah suara yang tak asing itu membuat mata Hendar yang terpejam terbuka. Hal pertama yang Hendar lihat adalah cahaya putih yang menyilaukan matanya.Gayatri!Ketika teringat dengan Gayatri, Hendar sekuat tenaga mencoba bangun tetapi hasilnya tetap nihil. Ia masih tidak bisa bergerak.Gayatri, aku harus bertemu dengan Gayatri sekarang!Dalam hatinya Hendar terus menggumamkan nama Gayatri. Betapa menyesal hatinya atas apa yang telah ia lakukan selama ini.Dokter dan para perawat datang dan segera memeriksa Hendar sementara Hita dan ibunya disuruh keluar supaya tidak mengganggu pemeriksaan.***Gayatri membereskan dagangannya kare
Gayatri menaburkan bunga ke atas air laut dermaga, ini sudah ke empat puluh harinya Hendar. Waktu memang tak terasa cepat berlalu, rasa-rasanya baru saja kemarin Hendar masih berada di sisinya, bermain dengan kedua anaknya, mengajaknya jalan-jalan dan lain sebagainya. Tapi, semua itu hanya tinggal
Sudah beberapa hari ini Baiq sering sekali menangis tiba-tiba, apalagi setiap malam hari sampai subuh Baiq tidak pernah berhenti menangis dan sulit untuk tidur lagi. Dibujuk dengan berbagai cara tetap tidak mempan. Bu Nining yang terganggu dengan suara tangisan dari Baiq itu selalu marah-marah dan
Setelah dua hari dirawat di puskesmas, Gayatri akhirnya sembuh dan pulang ke rumah. Selama Gayatri sakit, yang berjaga di puskesmas hanya Alin saja, sementara ibu mertua dan adik iparnya sama sekali tidak mengurusi Gayatri, mereka hanya datang menjenguk satu kali saja, itupun datang hanya sepuluh m
Tubuh Gayatri panas dan mengeluarkan keringat dingin. Di tengah malam yang sunyi ini Gayatri sebisa mungkin tidak mengeluarkan suara karena karena menangis dalam diam. Dirinya merasa nelangsa karena sedang sakit tapi tidak ada yang mengurus, juga Gayatri tidak bisa mengurus kedua anaknya, sekarang












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.