Share

Bab 478

Penulis: Liazta
last update Tanggal publikasi: 2025-06-24 21:31:56

Malam di mansion Hermawan kian hening. Pengamanan tetap berjalan ketat, namun suasana dalam rumah perlahan menjadi lebih ringan. Tidak memegangkan seperti malam-malam sebelumnya.

Eliza menyiapkan dua cangkir teh chamomile. Kemudian menata Cukis, serta puding jeruk yang menjadi favorit Nathan. Meskipun perutnya sudah sangat besar, dan bergerak juga sulit, Namun Eliza tidak menghiraukannya. Ia menyiapkan menu cemilan seperti ini untuk Nathan seakan sudah menjadi kewajibannya.

"Nyonya Eliza, biar
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (12)
goodnovel comment avatar
Eity setyowati
adakan nathan yg lain aku mau dong
goodnovel comment avatar
Ida Nur
udahlah cepet si Sherly krangkeng
goodnovel comment avatar
Sahara
Bunub aja sherly
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1043

    Suaranya terdengar begitu mantap dan berwibawa saat menjelaskan strategi bisnis di depan ratusan pasang mata pengusaha senior. Alicia menatap layar tanpa berkedip."Ganteng banget..." bisiknya, jemarinya perlahan bergerak menyentuh permukaan layar, mengusap rahang tegas Arbi di sana.Dulu, laki-laki itu hanyalah seorang Arbi yang hobi terlihat sangat malu-malu dan salah tingkah jika sudah berhadapan dengan Alicia. Sekarang? Arbi telah menjelma menjadi sosok mandiri yang dikagumi banyak orang. Dan yang membuat dada Alicia bergemuruh adalah kenyataan bahwa semua kerajaan bisnis itu dibangun Arbi dari nol. Tanpa menyentuh bantuan keluarga Hermawan, tanpa memanfaatkan relasi siapa pun. Arbi memeras darah dan keringatnya sendiri hanya demi satu tujuan: datang ke Paris dengan kepala tegak dan membuktikan pada ketiga kakak laki-lakinya bahwa ia layak.Mata Alicia mulai berkaca-kaca. "Kenapa kamu sejauh ini sih berjuangnya, bodoh..." bisiknya lirih, air mata kebanggaan mulai menggenang."Aku

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   BAB 1042

    ​Begitu kelas ekonomi makro dinyatakan selesai, Alicia nyaris menjadi manusia pertama yang melesat keluar pintu. Langkah kakinya yang dibalut heels berketukan cepat di sepanjang koridor, mengabaikan beberapa mahasiswa yang mencoba mengejarnya.​"Miss Alicia! Tugas kelompok untuk minggu depan—"​"Nanti upload saja di portal kampus!" jawab Alicia tanpa menoleh, terus berjalan cepat.​"Miss, soal pembagian tema presentasi—"​"Kelompok bebas!"​"Miss, bukannya biasanya Miss yang pilihkan sendiri supaya adil?"​"Iya, tapi khusus hari ini... demokrasi!"​Mahasiswa-mahasiswanya langsung saling berpandangan heran di depan pintu kelas. Untuk pertama kalinya, Miss Alicia yang terkenal anggun, tenang, dan sangat perfeksionis, terlihat seperti orang yang jiwanya tertinggal di tempat lain. Dan tebakan mereka tidak salah. Jiwa Alicia memang sudah terbang ke bandara sejak fajar menyingsing.​Begitu sampai di apartemennya—​BRAK!​Pintu kayu itu tertutup keras. Alicia melempar tas tangannya ke sofa,

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   BAB 1041

    Sementara Arbi masih berjuang melawan waktu di atas langit menuju paris—Paris justru menyambut pagi dengan cahaya yang tenang.Langit kota itu tampak cerah. Udara dingin khas musim semi berembus lembut di antara bangunan-bangunan klasik yang berdiri anggun di sepanjang jalan.Dan di salah satu universitas ternama di kota itu—Alicia melangkah pelan menyusuri koridor kampus.Suara hak sepatunya terdengar pelan membelah lantai marmer. Blazer krem longgar yang membalut tubuhnya terlihat elegan dan sopan. Rambut panjang kecokelatannya dibiarkan terurai lembut di belakang punggung.Banyak mahasiswa yang menoleh saat Alicia lewat.Bukan hanya karena wajahnya cantik.Namun karena di usianya yang baru dua puluh satu tahun— gadis itu sudah dikenal sebagai salah satu dosen muda paling cerdas di fakultas ekonomi.“Selamat pagi, Miss Alicia.”“Ya selama pagi.”Alicia tersenyum hangat sambil menganggukkan kepala.Namun di balik senyum tenangnya— jantung gadis itu sebenarnya sedang kacau.Sangat k

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1040

    Pesawat itu telah mengangkasa tinggi, membelah awan dan meninggalkan benua Asia jauh di belakang. Di dalam kabin kelas bisnis yang sunyi dan remang-remang, hampir semua penumpang sudah memejamkan mata. Mami Lusi tampak tertidur pulas dengan selimut tebal membungkus tubuhnya, begitu pula dengan Eliza, Kiara, dan rombongan keluarga lainnya yang tampak menikmati perjalanan panjang ini.Namun, aturan tidur itu sama sekali tidak berlaku bagi Arbi.Pria itu menyandarkan kepalanya ke bantalan kursi, menatap kosong ke arah layar monitor kecil di hadapannya yang menampilkan peta penerbangan rute Jakarta - Paris. Jarak tempuh yang tersisa masih sangat jauh. Belasan jam harus ia lalui di atas ketinggian ribuan kaki, namun jangankan tertidur nyenyak, memejamkan mata untuk sejenak saja rasanya mustahil bagi Arbi.Setiap kali dia mencoba menutup mata, otaknya justru berputar dengan kecepatan penuh. Pikiran Arbi melompat-lompat liar antara memori masa lalu dan bayangan masa depan.Ia melirik ke arah

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1039

    Suasana Bandara Internasional Soekarno-Hatta di waktu subuh masih tampak lengang, namun bagi Arbi, tempat itu terasa begitu bising oleh suara detak jantungnya sendiri. Rombongan besar mereka akhirnya berkumpul. Tidak hanya Lusi dan keluarga Hermawan yang dipimpin oleh Nathan dan Eliza, tetapi keluarga Dokter Risky pun turut serta dalam perjalanan besar ini. Kehadiran keluarga Dokter Risky yang begitu dekat dan sudah dianggap seperti bagian dari mereka sendiri menambah bobot emosional di pundak Arbi.Semua orang tampak bersemangat, mengobrol ringan sambil sesekali tertawa di ruang tunggu kelas bisnis. Sementara itu, Arbi duduk di sudut kursi dengan wajah tegang. Telapak tangannya terasa dingin dan berkeringat."Arbi, kalau kamu terus-terusan meremas paspormu seperti itu, benda itu bisa robek sebelum diperiksa petugas," goda Dokter Risky yang tiba-tiba saja sudah berdiri di sampingnya, lengkap dengan senyuman khasnya yang menenangkan.Arbi tersenyum kaku, mencoba mengatur napasnya yang

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1038

    ​Arbi duduk bersandar di sofa, namun matanya tidak sedetik pun beralih dari meja kaca dan sofa panjang di hadapannya. Di sana, berbagai kotak akrilik transparan berhias pita satin mewah berjejer rapi. Semuanya dikemas dengan sangat cantik dan berkelas. Mulai dari sepatu desainer, tas bermerek internasional, sandal, handuk premium, pakaian jalan, baju tidur sutra, pakaian dalam, satu set alat make-up dari brand kosmetik ternama, hingga satu set perhiasan lengkap. Mulai dari anting, kalung, cincin, gelang, hingga jam tangan mewah. Semua barang-barang ini dibeli langsung di toko-toko resminya. Eliza, dan Kiara, tidak mau memesan secara online, demi menghemat tenaga. Mereka memilih untuk melihat langsung prodak nya. Semuanya barang-barang dipilih dengan teliti.​Melihat deretan hantaran yang sudah ditata dengan sangat rapi itu, dada Arbi mendadak terasa sempit. Jantungnya berdebar semakin cepat, memompa darah berbalut rasa gugup sekaligus tidak sabar.​"Kenapa masih melamun di situ? Ayo

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 659

    Yura mendengus pelan, wajahnya merona merah seperti kepiting rebus. “Mas tuh ya… seenaknya aja ngomong! Enak banget kayak nggak ada apa-apa.”Michael menunduk sedikit, mendekat ke wajah Yura. Senyumnya semakin lebar, mata jahilnya berbinar. “Memang enak kok kalau sama kamu.”Waktunya di Indonesia t

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-30
  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 647

    Anisa memandang Noah dengan sedikit tersenyum. Meskipun Noah menolak, baginya tidak apa. Jika Noah hanya di kelas, maka ia juga akan di kelas.“Noah, apa kamu suka kue keju?” Anisa mencoba mengalihkan suasana. Ia tersenyum sambil mengeluarkan kotak kue kecil dari dalam tasnya.“Kue ini aku yang bua

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-30
  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 626

    Begitu Tuan Smith pergi, ruangan kembali lengang. Samuel segera merapikan dokumen, sementara Emily mendekat dengan langkah dibuat-buat, gaunnya menonjolkan lekuk tubuh yang sama sekali tidak pantas untuk suasana formal.Pujian dari tuan Smith, merupakan keberuntungan untuk Michael. Terbukti, kerja

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-30
  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 636

    Acara perpisahan terus berlangsung. Yura kembali ke kursinya bersama siswa yang lain. Kebaya biru muda yang membalut tubuhnya tampak begitu anggun, selaras dengan riasan halus di wajahnya. Rambutnya ditata indah, membuatnya tampak dewasa sekaligus menawan. Namun, sembab di matanya masih tersisa—jej

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-30
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status