Share

042 || Terluka

Penulis: Diva
last update Terakhir Diperbarui: 2026-03-03 23:21:01

Derap langkah itu semakin dekat. Ratusan prajurit kini mengepung.

Lorong sempit yang tadi terasa seperti jalur pelarian kini berubah menjadi perangkap batu tanpa ampun. Dari depan, barisan penjaga gerbang Kerajaan Ling maju dengan perisai besar dan tombak panjang. Dari belakang, pasukan yang tersisa kembali merapat, menutup satu-satunya jalan mundur.

Mo Jian menarik napas tajam.

“Ini bukan sekadar pengepungan,” gumamnya. “Mereka berniat menghabisi kita di sini.”

Gu Liang sudah kehabisan ruang u
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   050 || Target

    Sekitar setengah hari kemudian, jalur hutan itu perlahan mulai berubah.Pepohonan yang tadinya rapat mulai jarang. Tanah yang sebelumnya hanya berupa jalan kecil di antara akar-akar pohon kini semakin lebar, menandakan bahwa mereka semakin dekat dengan jalur utama.Tidak lama kemudian, atap-atap rumah mulai terlihat di kejauhan. Sebuah kota kecil. Tidak terlalu besar, tapi cukup ramai karena berada di jalur perjalanan menuju ibu kota.Beberapa pedagang terlihat membuka lapak di tepi jalan. Orang-orang lalu lalang membawa barang, sementara suara percakapan bercampur dengan derap kuda yang sesekali melintas.Rombongan Zhao Fenglin memasuki kota itu tanpa banyak menarik perhatian. Meskipun pakaian mereka tampak sedikit kusut karena perjalanan panjang, keberadaan prajurit berkuda di jalan seperti ini bukanlah sesuatu yang terlalu aneh.Gu Liang mengamati sekitar dengan waspada.“Setidaknya kita bisa beristirahat dengan layak malam ini,” gumamnya pelan.Wei Chen mengangguk.“Aku bahkan tid

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   049 || Bahaya

    Pria itu kembali menangkupkan tangan. “Kami sedang melakukan patroli di jalur perbatasan menuju ibu kota,” jawabnya jujur. “Kami tidak menyangka akan bertemu Jenderal Zhao di tempat seperti ini.” Gu Liang dan Wei Chen saling bertukar pandang. Patroli, berarti mereka memang kebetulan melewati jalur ini. Ekspresi Zhao Fenglin tidak berubah. Namun tatapannya kini sedikit melunak. “Di depan jalur ini,” lanjut pria itu, “sekitar setengah hari perjalanan, ada kota kecil di tepi jalan utama menuju ibu kota.” Ia berhenti sejenak sebelum menambahkan, “Jika Jenderal membutuhkan tempat untuk beristirahat, ada beberapa penginapan di sana.” Angin pagi kembali berhembus di antara pepohonan. Beberapa prajurit Zhao Fenglin tampak sedikit lega mendengar itu. Namun Zhao Fenglin tidak langsung menjawab. Tatapannya sekilas jatuh pada Yuwen Shuang yang masih duduk di depannya. Wajah gadis itu tampak pucat setelah perjalanan panjang dan kurang istirahat. Setelah beberapa saat, Zhao Fenglin akhir

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   048 || Pasukan Pengawal Kekaisaran

    Gu Liang tidak langsung menjawab. Ia menunjuk ke arah tanah yang sedikit lembap oleh embun pagi.“Jejak kuda itu.”Wei Chen yang mendengar itu ikut memelankan laju kudanya. Ia menunduk untuk melihatnya. Jejak itu masih baru. Dan jumlahnya tidak sedikit.Gu Liang langsung mengangkat kepalanya ke arah Zhao Fenglin yang berada di depan.“Jenderal.”Nada suaranya kali ini jauh lebih serius.Zhao Fenglin memperlambat kudanya.“Ada apa?”Gu Liang menunjuk ke arah jejak di tanah.“Sepertinya kita tidak sendirian di hutan ini.”Angin pagi bertiup pelan di antara pepohonan.Namun entah mengapa, suasana hutan itu tiba-tiba terasa jauh lebih sunyi dari sebelumnya.Yuwen Shuang ikut menoleh. Laku kuda Zhao Fenglin terhenti perlahan, diikuti oleh yang lainnya. Mo Jian dan Shen Yu saling pandang. Ada yang baru saja melewati hutan ini sebelum mereka.Gu Liang turun dari kudanya.Ia berjongkok di dekat tanah yang masih lembap oleh embun pagi. Tangannya menyentuh bekas tapak kuda itu dengan hati-hat

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   047 || Canggung

    Zhao Fenglin terdiam sesaat.Tatapannya jatuh pada wajah Yuwen Shuang yang menatapnya dengan ekspresi polos, seolah pertanyaannya tadi adalah sesuatu yang sangat wajar.Beberapa detik berlalu dalam keheningan.Gu Liang yang berdiri tidak jauh dari mereka hampir tersedak udara.Namun ia buru-buru memalingkan wajah, pura-pura memperhatikan para prajurit yang sedang merapikan perlengkapan.Zhao Fenglin akhirnya menarik napas pelan.“Untuk membantumu bangkit.”Nada suaranya tetap datar seperti biasa, seolah tidak terjadi apa-apa.Yuwen Shuang berkedip beberapa kali.“Oh.”Baru setelah itu ia tampak menyadari maksud uluran tangan tersebut. Pipinya kembali terasa sedikit panas. Tanpa berkata apa-apa lagi, ia perlahan mengulurkan tangannya dan meletakkannya di telapak tangan Zhao Fenglin.Tangan kekar pria itu terasa hangat dan kuat.Dengan satu tarikan ringan, Zhao Fenglin membantu Yuwen Shuang berdiri dari tempatnya bersandar pada pohon.Tubuh gadis itu masih sedikit goyah sesaat setelah

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   046 || Melanjutkan Perjalanan

    Cahaya pagi perlahan menembus celah-celah dedaunan.Kabut tipis masih menggantung di antara pepohonan, membuat hutan itu tampak sunyi dan lembap. Sisa embun menempel di rerumputan, sementara api unggun kecil di tengah rombongan hanya menyisakan bara merah yang hampir padam.Malam tadi mereka tidak melanjutkan perjalanan.Zhao Fenglin memutuskan untuk berhenti sementara. Meski sudah keluar dari pusat wilayah Kerajaan Ling, mereka masih terlalu dekat untuk merasa aman. Para prajurit beristirahat secara bergantian.Sebagian duduk bersandar pada batang pohon dengan pedang tetap berada di sisi mereka. Sebagian lagi berjaga di sekitar area perkemahan sederhana itu, mata mereka sesekali menyapu ke arah pepohonan yang masih diselimuti kabut.Gu Liang berdiri tidak jauh dari api unggun yang hampir mati. Ia menatap sekeliling hutan sebelum akhirnya berjalan mendekat ke arah Zhao Fenglin.“Jenderal,” panggilnya pelan.Zhao Fenglin berdiri di dekat salah satu pohon besar sejak tadi. Ia hampir ti

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   045 || Selir Wei Ruyin

    “Tentu saja, Niangniang! Anda ingin meminta aku melakukan apa?” tanya Bibi Sun dengan lembut.Selir Li Mei tampak ragu. Tapi ia tetap mengatakannya. “Besok pagi, aku minta tolong kau datang ke kediaman Jenderal Zhou. Tanyakan pada Nyonya Zhao, apakah ada kabar tentang putriku!”Bibi Sun mengangguk. “Baik, Niangniang. Aku akan melakukannya.”Selir Li Mei menghela napas pelan. “Aku mohon, jangan sampai ada orang Istana yang melihat kepergianmu, Bibi Sun.”“Baik, dimengerti.”Selir Li Mei sadar, kalau kabar penculikan putrinya hanya dianggap angin lalu oleh pihak Istana. Kaisar tidak pernah mengakui keberadaan Yuwen Shuang sejak gadis itu lahir. Jadi ia tak bisa mengharapkan Kaisar untuk menyelamatkannya. Jangankan menyelamatkannya, mengharapkan simpati saja ia rasa tidak mungkin.Bibi Sun terdiam beberapa saat setelah mendengar kata-kata itu. Tatapan wanita tua itu melembut. Ia telah mengikuti Selir Li Mei sejak sebelum Yuwen Shuang lahir. Ia tahu betul betapa beratnya kehidupan majika

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status