共有

Menjadi Kesayangan Tuan Ammar
Menjadi Kesayangan Tuan Ammar
作者: Deyrara

Bab 1

作者: Deyrara
last update 最終更新日: 2025-12-18 14:22:32

Braaakk...

Suara dobrakan pintu kamar terdengar memekakkan telinga Marisa yang kini sedang berbaring di kasur nya.

"Bagus kamu ya, kerjaan nya hanya bermalas-malasan!!" Bentak Riana sang bibi sambil berkacak pinggang pada Marisa.

"Bangun kamu, cepat siap-siap dan berdandan secantik mungkin!!" Ucap Riana sambil menyingkap selimut yang ada di atas tubuh Marisa, tidak perduli dengan keadaan Marisa sekarang.

"Hari ini aku tidak bisa kemana-mana karena tidak enak badan." Jawab Marisa sambil meremat ujung selimut nya.

"Bagus ya, alasan terus. Hidup itu jangan hanya untuk bermalas-malasan, kerja yang rajin biar hutang orang tua kamu yang tidak berguna itu cepat lunas, biar kamu bisa keluar dari rumah ini." Suara bentakan itu selalu bergema di dalam rumah Riana jika Marisa tidak bekerja.

"Sudahlah, cepat kamu siap-siap. Kami tunggu kamu di depan!" Ucap Bondan sang paman ikut menimpali.

Jika sudah di bentak dan di paksa seperti itu Marisa bahkan tidak bisa membantah karena jika Marisa terus membantah perkataan sang bibi atau paman nya dia akan mendapatkan hukuman yang berat.

Setelah beberapa saat Marisa selesai, malam ini dia menggunakan dress selutut berwarna biru muda dan hanya menggunakan make up seadanya.

"Ingat jangan pernah melawan perkataan paman!!" Pesan Bondan sebelum mereka sampai di tempat tujuan.

Setelah beberapa saat mengendarai mobil mereka telah sampai di sebuah restoran yang dekat dengan hotel bintang lima.

Ketika mereka masuk, mereka langsung di sambut oleh seorang pelayan yang bekerja di restoran itu dan langsung di tujukan pada tempat duduk mereka.

Tak berapa lama setelah mereka sampai, datang sepasang suami istri seumuran dengan Bondan dan Riana yang begitu ber kharisma dan seperti pandangan mata sang istri seorang sosialita yang anggun.

"Selamat datang pak Harun." Ucap Bondan dengan senyum yang terkembang di bibir nya sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman, namun tak di tanggapi oleh sepasang suami istri itu.

"Kita langsung saja masuk ke dalam topik pembicaraan, tidak usah berbasa-basi karena waktu sangat berharga bagi saya." Ucap pak Harun langsung pada inti pembicaraan.

"Jadi yang mana gadis yang akan menjadi istri kedua saya?"

"Ini perkenalkan, keponakan saya namanya Marisa." Ucap Bondan begitu menggebu-gebu ketika mengenalkan Marisa pada sepasang suami istri itu.

Marisa yang mendengar itu pun langsung membulatkan matanya dan mulut yang sulit untuk di tutup karena keterkejutan nya akan hal ini.

"Paman, apa maksud paman. Tuan, nyonya apa maksud kalian calon istri?" Tanya Marisa sambil berusaha tenang, mungkin pendengaran nya kali ini salah.

"Jadi kamu belum di beritahu oleh mereka?" Marisa tak dapat berkata apapun lagi setelah mendengar kebenaran jika diri nya akan di nikahkan dengan orang yang sama sekali tidak di kenal nya.

"Kami akan memberikan mahar satu milyar untuk Marisa jika dia mau menjadi istri saya!" Ucap pak Harun, tentu membuat kedua orang manusia yang katanya keluarga Marisa itu takjub mendengar uang yang bernilai sangat banyak itu.

"Jika dia bisa memberikan saya anak dan bisa memuaskan saya di ranjang, maka saya akan kasih satu buah vila untuk Marisa dan kalau dalam satu tahun dia tidak bisa memberikan saya anak maka hanya uang satu milyar untuk mahar , bagaimana?" Tambah pak Harun.

Langsung saja para manusia serakah itu mengiyakan apa syarat yang di tentukan oleh pak Harun dan istri nya.

Marisa yang tidak mau di jodohkan dengan orang yang tidak di kenal pun membantah keinginan semua orang yang ada di hadapan nya sekarang.

"Tidak bisa, saya tidak bisa menerima pernikahan ini."

"Marisa apa-apaan kamu, jangan membantah apapun perintah kami. Kamu mau kan hutang orang tua kamu lunas sekarang dan kamu tidak perlu capek capek kerja lagi?" Bisik Riana berusaha membujuk Marisa.

"Aku lebih baik kerja siang malam dari pada harus di jodohkan dengan orang yang tidak aku kenal, bahkan orang nya saja kita tidak tahu watak dan sifat nya!!"

"Lihatlah aku akan di nikahkan sama orang yang sudah memiliki istri, bahkan dia berani mempersunting perempuan lain di hadapan istri nya!!"

"Marisa, kalau kamu nikah sama suami saya hidup kamu akan terjamin bahkan kami akan membantu kamu melunasi hutang-hutang orang tua kamu dan bisa mengangkat derajat keluarga kamu." Ucap istri pak Harun yang juga ikut membujuk Marisa agar mau menjadi istri nya pak Harun.

"Nyonya, apa yang nyonya lakukan? Anda bahkan juga mendukung suami anda untuk menikahi saya?"

"Saya ikhlas suami saya menikah kembali asal kami bisa memiliki keturunan, kamu sudah terlalu lama ingin memiliki keturunan karena jika tidak kekayaan kami nanti nya akan jatuh ke tangan saudara saya."

"Sungguh para manusia tidak waras, masa mau di campakkan sama orang yang di sayang sampai beberapa kali, bahkan di hadapan mata sendiri suami nya mau menikahi orang lain." Batin Marisa.

"Maafkan saya tuan dan nyonya, saya tidak bisa melakukan semua itu hanya karena kalian mau meminjam rahim saya! Saya mau menikah tapi hanya untuk suami yang memang tulus dan tidak memanfaatkan saya seperti ini." Tolak Marisa berusaha menggunakan suara yang tegas.

Tanpa aba-aba Marisa pergi meninggalkan semua orang yang kini memanggil-manggil nya termasuk paman dan bibi nya. Karena tak terima di tolak oleh gadis yang di sukai, Harun pun memerintahkan para anak buah nya untuk mengejar Marisa.

Sedangkan Marisa yang tidak ingin tertangkap oleh mereka dan ingin bersembunyi dari kejaran paman dan bibi nya, Marisa masuk lift dan menekan dengan asal hingga masuk ke dalam sebuah hotel.

Marisa masuk ke dalam sebuah kamar hotel yang pintu nya tidak terkunci, jelas saja sang pemilik kamar terkejut dengan kehadiran orang asing yang kini berada di kamar nya.

Saat Marisa sudah mulai mengatur napas, suara bariton terdengar dari arah belakang Marisa.

"Siapa yang mengizinkan kamu masuk ke dalam kamar saya?"

Terang saja Marisa kaget dan langsung mencari arah suara, dan saat melihat sosok pria yang bertelanjang dada dan masih menggunakan handuk di bagian bawah nya Marisa spontan berteriak.

"Diam!! Siapa yang mengizinkan kamu masuk ke dalam kamar saya?" Bentak pria itu.

Setelah pria itu berteriak, pintu kamar pun juga terbuka. Rupanya itu orang suruhan pak Harun, Marisa yang melihat mereka langsung berlutut di hadapan pria di hadapan nya itu.

"Tuan, tolong bantu saya tuan. Saya mau di jual oleh paman dan bibi saya, tolong bantu saya kabur dari orang-orang ini tuan." Marisa terpaksa berlutut agar bisa terlepas dari orang-orang itu.

"Bukan urusan saya!!"

"Tuan saya mohon tuan, setelah ini saya akan melakukan apapun untuk tuan asalkan tuan bisa membantu saya!!" Mohon Marisa sambil menangkup kedua tangan di depan dada nya.

Tidak mendapatkan respon dari pria itu, Marisa langsung mendekat dan mencium bibir pria di hadapan nya. Terang saja pria itu langsung terpaku di tempat karena mendapatkan serangan dadakan dari wanita yang tidak di kenal nya.

Pria itu langsung mendorong Marisa dan ciuman pun berhasil terlepas dari bibir nya. Dengan sekali perintah, orang suruhan pak Harun pun langsung pergi meninggalkan kamar pria itu.

"Berani sekali kamu ya?" Ucap sang pria sambil tersenyum samar.

"Terimakasih tuan, anda telah menyelamatkan saya!" Ucap Marisa sambil meremas ujung dress yang di pakai nya.

"Maafkan saya lancang, saya tidak bermaksud melecehkan tuan!" Saya hanya ingin memberikan imbalan atas apa yang tuan lakukan kepada saya, sekali lagi terimakasih tuan. Saya permisi!" Ucap Marisa sambil membungkukkan tubuh nya.

Pria itu masih terpaku di tempat nya saat Marisa sudah benar-benar keluar dari kamar itu. Setelah Marisa hilang dari pandangan pria itu barulah pria itu sadar dari lamunan nya.

"Siapa gadis yang telah mengambil ciuman pertama. ku, berani berani nya dia!" Geram sang pria itu dia lalu mengambil telepon dan menghubungi seseorang.

Di dalam restoran...

"Maaf tuan, kami tidak dapat mengejar gadis itu." Ucap salah satu orang suruhan pak Harun sambil menunduk karena mereka gagal menangkap Marisa.

"Dasar kalian tidak becus, mengejar anak gadis saja tidak bisa. Badan saja besar-besar." Ucap Bondan yang masih kesal dengan keponakan nya ikut menimpali ucapan pak Harun kepada anak buah nya.

Pak Harun yang tidak terima mendengar anak buah nya di bilang tidak becus oleh orang lain pun langsung melotot ke arah Bondan, Bondan pun langsung diam seribu bahasa karena takut terkena marah oleh pak Harun.

Karena pak Harun adalah salah satu orang yang berkuasa di kota Jakarta.

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Menjadi Kesayangan Tuan Ammar   Bab 24

    Ibu-ibu itu bingung harus berbuat apa, sedangkan dia harus segera pulang membawa belanjaan nya. Di saat dia sedang berfikir antara memaksa Marisa ikut dengan nya atau harus pulang dengan membawa kabar bahagia tanpa membawa bukti, Marisa dan Hana pergi tanpa berkata apapun di saat ibu itu terdiam.Saat ibu-ibu itu tersadar, orang yang di bilang nya mirip Siska itu sudah tidak ada. Dia berusaha mencari jejak Marisa sampai dia rela mengitari toserba yang besar itu, namun yang dia cari tidak ada tampak batang hidung nya pun.Akhir nya ibu itu menyerah dan memilih untuk membayar belanjaan nya ke kasir dan pulang ke rumah dengan menggunakan taksi online."Kenapa malam ini ada aja gangguan nya, orang kita mau senang-senang kan Han?" Ucap Marisa sambil menghembuskan napas nya kasar."Iya ya? Apa jangan-jangan Tuhan tidak meridhoi kita untuk memakai uang yang kita punya?" "Aneh-aneh aja kamu Han, orang ini rezeki Tuhan yang memberi masa tidak di perbolehkan memakai!" Marisa geleng-geleng samb

  • Menjadi Kesayangan Tuan Ammar   Bab 23

    Saat Ammar sedang makan malam bersama keluarga nya, Marisa yang waktu itu gabut karena tidak ada kerjaan memilih untuk keluar dari kontrakan nya untuk menghirup udara segar. Karena merasa sepi, dia mengajak Hana untuk pergi jalan-jalan pada malam itu. Mereka menikmati malam yang cerah di sebuah cafe yang bertingkat, di atar balkon cafe mereka duduk berdua dan bertukar cerita. Saat mereka tengah asyik bersenda gurau, seseorang yang mereka kenali datang menghampiri mereka. "Aduh bikin sakit mata saja melihat kalian ada di sini!" Siapa lagi kalau bukan Selly sang pembuat onar dan manusia yang sok paling sempurna di dunia ini. "Kalau bikin sakit mata, jangan di lihat dong!" Ketus Marisa yang malas menanggapi Selly. "Risa, aku kok seperti mendengar suara-suara gitu yah. Kamu dengar tidak?" Tanya Hana pada Marisa sambil memutar bola mata nya malas. "Iihh kok merinding yah? Jangan-jangan cafe ini ada hantu nya lagi!" Sahut Marisa sambil mempergakan gaya ketakutan. "Kita pergi sa

  • Menjadi Kesayangan Tuan Ammar   Bab 22

    "Sudahlah ma, aku sedang malas berdebat kali ini. Malam ini biar kalian saja yang pergi ke pertemuan itu." Setelah mengucapkan kata yang membuat ibu nya tambah marah lalu Ammar pergi meninggalkan orang tua nya. "Ammar jangan membuat mama sama papa kamu malu, kamu bahkan tidak pernah mau hadir di acara pertemuan kedua keluarga kita!!" Teriak Melly karena Ammar sudah berada di ambang pintu yang berada jauh dari tempat mereka duduk. Ammir lalu mengusap punggung sang istri untuk menenangkan. "Mungkin Ammar butuh waktu untuk membuka hati nya, kamu jangan terlalu memaksakan kehendak dari pada menghargai perasaan anak." "Dia memang berbeda dari Dimas, anak itu selalu keras kepala dan tidak pernah mau mendengarkan perkataan orang tua." Geram Melly dan lalu membandingkan kedua anak nya. "Sudahlah ma, nanti terdengar oleh Ammar kalau kamu membandingkan mereka lagi. Bisa-bisa Ammar pergi dari rumah seperti dulu." Ucap Tuan Ammir menenangkan sang istri. Dulu ketika Ammar membantah peri

  • Menjadi Kesayangan Tuan Ammar   Bab 21

    Ammar pulang ke rumah lebih awal untuk menemui kedua orang tua nya. Sebelum pulang Ammar menyuruh Yudi untuk pergi bersama Selly untuk mewakili dirinya meting di salah satu cafe terkenal di kota itu. Karena klein yang akan bertemu dengan Ammar bukan lah klein yang sangat penting, jadi Ammar bisa menyuruh Yudi dan Selly untuk pergi mewakili dirinya. "Yah, padahal tadi mau tidur sebentar mumpung libur Ini mah nama nya bukan libur tapi cuma di beri waktu istirahat sedikit lebih lama dari biasa nya." Gumam Yudi saat menerima perintah dari sang bos, namun hal itu malah membuat murka Ammar. Yudi dan Ammar berteman sejak mereka masih duduk di bangku sma hingga sekarang, mereka berteman dengan baik hingga Ammar mengajak nya untuk bekerja sebagai orang kepercayaan nya. ***** Sesampai nya di rumah Ammar langsung di sambut hangat oleh kedua orang tua nya yang waktu itu sedang bersantai di ruang keluarga. "Hay anak mama, tumben kamu pulang cepat ada apa nih?" Tanya Melly istri dari tuan Am

  • Menjadi Kesayangan Tuan Ammar   Bab 20

    Semua mata tertuju pada Marisa yang kini penampilan nya sungguh berbeda dari biasa nya. Dengan berjalan beriringan bersama Ammar membuat nya merasa seperti seorang asisten sesungguh nya. "Bos apa ini tidak berlebihan? Saya jadi tidak enak menjadi pusat perhatian semua orang seperti ini!" Ucap Marisa yang saat itu sedang berusaha menjejeri langkah Ammar. "Kamu masih mau kerja dengan saya?" "Masih bos!" "Kalau begitu jangan hiraukan orang-orang sekitar karena kamu di sini hanya bekerja untuk saya!" Ammar kemudian memerintahkan seorang office boy untuk membuatkan meja kerja untuk Marisa. "Taruh di ruangan saya!" Ucap Ammar dengan nada khas nya. Setelah memerintahkan, Ammar pergi ke ruang meting yang ada di dalam kantor nya. "Dasar jalang tidak tahu malu, sudah berani menggoda bos sampai-sampai bos tunduk sama kamu!" Tunjuk Selly yang saat itu melihat para office boy bekerja untuk memindahkan salah satu meja kerja untuk Marisa. "Siapa yang menggoda, orang bos sendiri

  • Menjadi Kesayangan Tuan Ammar   Bab 19

    "Sekarang kamu harus menurut dengan ucapan dan apapun perintah dari saya." Kali ini dia tidak membatah apapun perintah Ammar dan berusaha mengikuti alur yang di buat oleh penulis. Meraka berdua masuk ke salon itu dan manyuruh karyawan salon itu untuk memberikan Marisa perawatan yang baik bahkan dia membeli member vip di salon itu. "Berikan pelayanan yang terbaik untuk dia, jika dia tidak puas dengan pelayanan yang kalian berikan maka saya akan tutup salon kalian ini!" Mereka yang berada di dalam salon itu pun merasa takut dan segan kepada Marisa karena ancaman yang di berikan oleh Ammar. Setelah menunggu beberapa saat, kini Marisa telah selasai dengan kegiatan nya di dalam sana dan seketika membuat Ammar sedikit pangling melihat perubahan pada wajah Marisa. Wajah yang awal nya terlihat biasa saja, kini di polesi make up yang membuat wajah nya berubah drastis. "Kamu cantik!" Ucap Ammar spontan saat melihat Marisa dari dekat. "Apa?" "Tidak apa, sekarang ikut saya ke satu

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status