Share

Bab 202

Author: Anisnca
last update publish date: 2026-03-21 21:18:36

Keheningan jatuh.

Penjaga itu menelan ludah. Tatapannya sempat beralih ke para bangsawan di belakang Count Valgard jumlah mereka terlalu banyak untuk diabaikan, sikap mereka terlalu tegas untuk ditolak.

Di belakangnya, beberapa bangsawan sudah melangkah masuk ke dalam aula tanpa menunggu izin lebih lanjut.

Seolah keputusan itu sudah dibuat. Dan tidak ada yang bisa mengubahnya. Dalam hitungan menit, aula yang biasanya diatur dengan ketertiban dan prosedur kini mulai dipenuhi oleh tekanan yang ti
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menjadi Ratu Kesayangan Kaisar Tiran   Bab 428

    Jauh dari wilayah utara yang tertutup salju dan dipenuhi bau logam menyengat, Istana Kekaisaran justru berada dalam kekacauan yang tidak kalah menyesakkan.Sejak pagi buta, suasana istana sudah berubah tegang.Lorong-lorong panjang yang biasanya tenang kini dipenuhi langkah kaki para kesatria dan pelayan yang bergerak terburu-buru. Para penjaga berdiri lebih ketat di setiap sudut istana, sementara bisikan-bisikan penuh kecemasan terdengar hampir di mana-mana.Semua orang sedang membicarakan hal yang sama.Helena, sang Ibu Suri, menghilang dari penjara bawah tanah.Dan yang paling mengerikan tidak seorang pun tahu bagaimana wanita itu bisa keluar dari tempat tersebut.Kabar itu menyebar begitu cepat hingga seluruh istana langsung gempar. Para bangsawan yang sejak pagi dipanggil ke aula utama terlihat datang dengan wajah tegang, sementara para pejabat kerajaan terus keluar masuk ruangan rapat sambil membawa laporan demi laporan.Penjara bawah tanah tempat Helena dikurung bukan tempat bi

  • Menjadi Ratu Kesayangan Kaisar Tiran   Bab 427

    Lorrene perlahan melangkah masuk ke dalam ruangan yang telah disiapkan untuk mereka. Begitu pintu tertutup di belakangnya, kehangatan samar langsung menyambut tubuhnya, jauh berbeda dari udara dingin menusuk di luar.Ruangan itu cukup besar.Dinding kayunya terlihat kokoh, sementara perapian di sudut ruangan menyala pelan, membuat cahaya jingga menari samar di lantai. Di tengah ruangan berdiri ranjang besar dengan seprai tebal berwarna gelap, terlihat jauh lebih layak dibanding keadaan suram di luar bangunan itu.Namun perhatian Lorrene justru tertuju pada jendela besar di sisi ruangan. Ia berjalan mendekat perlahan sebelum berhenti di depannya.Tatapannya langsung jatuh ke arah desa kecil yang sebelumnya mereka lewati bersama Reis. Dari tempat setinggi ini, seluruh pemukiman itu terlihat jelas.Rumah-rumah reyot yang berdiri berdekatan. Asap tipis yang keluar dari cerobong kecil. Jalanan sempit yang tertutup salju dan lumpur hitam.Dan orang-orang kecil yang bergerak samar di kejauha

  • Menjadi Ratu Kesayangan Kaisar Tiran   Bab 426

    Reis masih memandangi area tambang itu dengan sorot mata dingin. Tatapannya bergerak perlahan dari bangunan-bangunan besar yang dipenuhi asap hingga tanah hitam yang tampak rusak di hampir seluruh wilayah tersebut. Semakin lama ia melihatnya, semakin jelas rasa kesal yang muncul di wajahnya.“Apa sebenarnya yang dilakukan Duke sampai tempat ini bisa menjadi seperti ini?”Suara Reis terdengar rendah, tetapi cukup membuat suasana di sekitar mereka langsung menegang.Beberapa pekerja segera menundukkan kepala lebih dalam. Bahkan Ilyas tampak diam beberapa saat sebelum akhirnya menjawab dengan hati-hati.“Saya tidak terlalu yakin, Yang Mulia.”Reis menoleh menatapnya.Ilyas melanjutkan dengan nada tenang, “Dulu wilayah ini sebenarnya tidak seperti sekarang.”Lorrene memperhatikan wajah pria berambut abu itu dalam diam.“Setahuku,” ucap Reis pelan, “wilayah ini milik Count Arne.”Ilyas langsung mengangguk kecil.“Benar.”Tatapannya turun sesaat sebelum kembali berbicara.“Namun keluarga Co

  • Menjadi Ratu Kesayangan Kaisar Tiran   Bab 425

    Reis menghela napas pelan sebelum akhirnya berkata singkat, “Buka gerbangnya.”Tak ada seorang pun yang berani membantah.Para penjaga yang tadi menghadang mereka langsung bergerak terburu-buru. Wajah mereka masih terlihat pucat saat beberapa orang segera mendorong gerbang besi hitam yang menjulang tinggi di hadapan mereka.Suara besi bergesekan menggema keras di tengah udara dingin, memecah kesunyian pegunungan yang sejak tadi terasa menekan.Salju yang menumpuk di bagian bawah gerbang runtuh berjatuhan ketika pintu besar itu perlahan terbuka.Lorrene memperhatikan semuanya dalam diam.Baru beberapa saat lalu orang-orang itu berbicara kasar dan hampir mengusir mereka dengan paksa. Namun sekarang, tidak ada satu pun yang berani mengangkat kepala terlalu tinggi di hadapan Reis.Begitu mereka memasuki area tambang, suasana langsung berubah kacau.Para pekerja yang sebelumnya sibuk mengangkut peti dan mendorong kereta tambang mendadak menghentikan pekerjaan mereka. Suara logam yang berta

  • Menjadi Ratu Kesayangan Kaisar Tiran   Bab 424

    Kalimat sederhana itu justru membuat suasana semakin hening.Beberapa orang langsung saling memandang dengan ekspresi tidak percaya. Seorang pria paruh baya bahkan sampai mengusap wajahnya kasar sambil menggeleng frustrasi.“Orang ini benar-benar tidak bisa diberi tahu…”“Benar,” sahut yang lain lirih. “Keras kepala sekali.”“Kita sudah memperingatkannya berkali-kali…”Lorrene hanya diam mendengarkan semuanya.Tatapannya perlahan jatuh pada Reis yang kini menoleh ke arahnya.“Naihlah dengan benar,” katanya tenang. “Kita harus pergi sekarang.”Lorrene sempat terdiam beberapa detik sebelum akhirnya menurut. Ia memperbaiki posisi duduknya di atas kuda sementara para penduduk di sekitar mereka masih terus mencoba memperingatkan.“Kalian jangan pergi…”“Masih ada waktu untuk kembali…”“Tempat itu bukan tempat manusia hidup…”Namun Reis seolah tidak lagi memedulikan semua itu. Setelah memastikan Lorrene sudah siap, ia menarik tali kekang kudanya perlahan.“Kami akan baik-baik saja,” ucapnya

  • Menjadi Ratu Kesayangan Kaisar Tiran   Bab 423

    Suasana di sekitar mereka langsung terasa lebih dingin setelah kalimat itu terucap. Beberapa penduduk menundukkan kepala. Ada yang memalingkan wajah seolah tidak ingin mendengar pembicaraan itu lebih jauh. Ketakutan mereka terlalu nyata untuk dianggap berlebihan.Lorrene menelan ludah pelan. Untuk pertama kalinya sejak perjalanan ini dimulai, ia benar-benar ingin meminta Reis membatalkan semuanya. Karena sekarang mereka tidak berada di istana. Tidak ada pengawal. Tidak ada pasukan. Tidak ada kekuasaan yang bisa melindungi mereka jika sesuatu terjadi.Di tempat ini, mereka hanyalah dua orang asing biasa.Dan pikiran itu membuat Lorrene sadar betapa rapuhnya keadaan mereka sekarang.Namun di tengah keheningan tersebut, Reis justru mengembuskan napas pelan lalu berkata dengan nada santai, “Tidak masalah. Kami akan baik-baik saja.”Pria tua itu langsung menatapnya tidak percaya. “Kalian tidak tahu seperti apa orang-orang di sana,” katanya cepat. “Mereka membawa senjata. Mereka tidak menyu

  • Menjadi Ratu Kesayangan Kaisar Tiran   Bab 35

    Lorrene menatapnya lurus. Tidak menunduk. Tidak gentar.“Apakah Yang Mulia Kaisar terbiasa menepati kontrak?” balasnya.Reis tersenyum kecil. “Aku terbiasa menghancurkan mereka.”Lorrene membalas dengan nada setenang mungkin, meski dadanya berdebar. “Maka saya harus memastikan kontrak itu membuat A

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Menjadi Ratu Kesayangan Kaisar Tiran   Bab 7

    Musik iring-iringan masih mengalun di halaman kastil. Nadanya lembut, namun menekan, seolah berusaha menutupi kegelisahan yang diam-diam merayap di antara para tamu. Biola dan lonceng kecil berpadu, mengisi udara pagi yang terasa terlalu sunyi untuk sebuah pernikahan agung.Semua mata tertuju pada d

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Menjadi Ratu Kesayangan Kaisar Tiran   Bab 81

    Keheningan kembali mengisi ruangan.Reis bersandar di kursinya. Untuk pertama kalinya, ia merasakan sesuatu yang tidak pernah ia rasakan bahkan di medan perang ketidakpastian yang tidak bisa ia atasi dengan kekuasaan atau perintah.Ia bisa membungkam para bangsawan. Ia bisa menghukum pengkhianat. I

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • Menjadi Ratu Kesayangan Kaisar Tiran   Bab 75

    Gwen menunduk dalam. “Dan hidup saya kini milik Anda, Yang Mulia.”Terakhir, Lorrene menatap wanita keempat yang berdiri sedikit terpisah.“Belona Jarvad.”Putri kepala pengawal istana. Tubuhnya tegap, sikapnya lebih mirip prajurit daripada wanita istana. Mata Belona jernih, lurus, tanpa permainan

    last updateLast Updated : 2026-03-24
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status