共有

Kecelakaan

作者: Miss Wang
last update 公開日: 2026-04-04 09:11:14

Suara benturan itu meledak di tengah jalan seperti ledakan bom.

Kaca mobil pecah berhamburan ke segala arah. Potongan-potongan kecil berkilat di udara sebelum jatuh seperti hujan pecahan kristal.

Mobil Raymond terpental keras ke samping, ban-ban bergesekan brutal dengan aspal. Tubuh mobil itu berputar setengah lingkaran sebelum akhirnya menghantam pembatas jalan dengan suara logam yang memekakkan telinga.

Dugg!

Benturan kedua terdengar lebih keras. Dalam hitungan detik—suara klakson bersahutan
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (2)
goodnovel comment avatar
GigiKaka
mau di skip penasaran, dibaca mbulet...kepalang tanggung endingnya mau gimana
goodnovel comment avatar
Sopia Tars
serruuuu tp. Lamaaa
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Keluarga Kecil

    Menjelang siang, suasana mansion berubah jauh lebih santai dibanding biasanya. Para pengawal Raymond tetap berjaga di luar dengan pakaian hitam dan alat komunikasi di telinga mereka, tetapi aura mencekam yang dulu selalu menyelimuti rumah itu perlahan memudar. Kini vas bunga segar menghiasi meja-meja sudut. Musik piano instrumental mengalun pelan dari ruang tengah. Bahkan beberapa pelayan mulai berani bercanda kecil satu sama lain saat bekerja. Di balkon lantai dua, Clara berdiri sambil menikmati teh hangat ketika sepasang tangan tiba-tiba melingkar di pinggangnya dari belakang. Ia tersenyum kecil tanpa perlu menoleh. “Kau diam-diam sekarang?” “Aku di rumah sendiri,” jawab Raymond santai sambil menyandarkan dagunya di bahu Clara. “Kau tetap mengejutkanku.” Raymond menarik Clara sedikit lebih dekat ke tubuhnya. “Sedang memikirkan apa?” “Bulan madu.” Pria itu mengangkat sebelah alis. “Oh?” Clara menoleh sedikit sambil menyipitkan mata curiga. “Kau serius mau membawaku per

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Suasana Berbeda

    Pagi pertama setelah pernikahan mereka membawa suasana yang terasa asing bagi seluruh penghuni mansion. Namun, keasingan itu bukan sesuatu yang buruk. Justru hangat. Hidup. Seolah rumah besar yang selama bertahun-tahun dipenuhi dingin dan ketegangan akhirnya kembali bernapas. Cahaya matahari pagi masuk melalui jendela-jendela tinggi berbingkai emas, memantul lembut di lantai marmer putih yang mengilap. Tirai tipis berwarna krem bergerak perlahan tertiup angin pagi, sementara aroma kopi hitam hangat bercampur roti panggang dan mentega memenuhi udara. Dari arah dapur terdengar suara para pelayan yang sibuk menyiapkan sarapan. Namun berbeda dari biasanya, pagi itu mereka tidak lagi berjalan dengan wajah tegang dan langkah hati-hati. Sesekali bahkan terdengar tawa kecil. Para pelayan diam-diam saling bertukar pandang dengan ekspresi tak percaya. Karena untuk pertama kalinya selama bertahun-tahun… Mansion itu terasa seperti rumah. Di ruang makan utama yang luas, Noah duduk di kursin

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Malam Pertama

    Raymond masih menahan tubuh Clara di bawahnya ketika keheningan malam perlahan memenuhi kamar pengantin itu. Cahaya lilin berpendar lembut di seluruh ruangan, memantulkan bayangan hangat di dinding kamar yang luas. Tirai putih tipis di dekat balkon bergerak perlahan tertiup angin malam, sementara aroma mawar dan vanilla masih memenuhi udara. Napas mereka belum benar-benar tenang setelah ciuman panjang tadi. Clara bisa merasakan dada Raymond naik turun pelan di atas tubuhnya. Detak jantung pria itu berdetak kuat dan stabil, begitu dekat sampai terasa jelas di ujung jemarinya. Raymond menatap Clara lumayan lama. Tatapannya perlahan turun menyusuri wajah wanita yang kini menjadi istrinya itu—mata beningnya yang masih sedikit basah, pipinya yang memerah malu, hingga bibirnya yang masih bergetar kecil karena gugup. Dan untuk pertama kalinya sejak Clara mengenalnya… Tatapan seorang mafia dingin itu benar-benar terlihat sangat lembut. “Aku membuatmu gugup?” bisiknya rendah. Suara b

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Pesta

    Ciuman mereka semakin dalam. Semua orang bersorak sambil tepuk tangan. Kue di tangan Noah jatuh ke lantai, matanya terbelalak lebar, Bu Eli refleks menutup mata Noah dengan kedua tangannya. Tak lama kemudian, MC kembali mengambil alih acara dengan semangat. "Wah, pengantin kita ternyata tak sabaran." Sontak semua orang tertawa. “Baik! Sekarang waktunya lempar buket!” lanjut MC. Beberapa tamu wanita langsung bersorak antusias. Clara tertawa kecil saat buket bunga putih diberikan padanya. “Awas jangan curang!” teriak salah satu tamu sambil bercanda. Clara berdiri membelakangi kerumunan wanita-wanita yang sudah siap menangkap buket. Veil panjangnya jatuh anggun menyentuh lantai marmer putih. “Satu…” Ia tersenyum sambil menggenggam bunga lebih erat. “Dua…” Para tamu mulai bersiap heboh. “Tiga!” Clara melempar buket itu ke belakang. Dan seketika aula langsung dipenuhi jeritan serta tawa riuh. Salah satu wanita muda berhasil menangkap bunga itu sambil mel

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Ancaman Halus

    Keheningan langsung jatuh di seluruh aula. Noah yang berdiri bersama Bu Eli mengernyit bingung membaca tulisan itu, sementara Clara langsung menahan napas. Clark tersenyum tipis. “Gigi dibalas gigi,” ucapnya pelan sambil menatap Raymond lurus. “Bukankah itu aturan dunia kita?” Tak ada yang menjawab. Hanya suara napas tegang memenuhi ruangan besar itu. Lalu perlahan, Clark mengalihkan pandangannya pada Clara. Tatapan pria tua itu membuat bulu kuduk Clara meremang. Bukan tatapan marah. Melainkan tatapan dingin seseorang yang sedang mengingat wajah orang-orang yang terlibat dalam kematian anaknya. Dan justru karena itulah… rasanya jauh lebih mengerikan. Namun beberapa detik kemudian, Clark malah tersenyum kecil. “Menarik,” gumamnya lirih. Setelah itu, tanpa mengatakan apa pun lagi, ia langsung berbalik. Tongkatnya kembali mengetuk lantai marmer. Tok. Tok. Tok. Dan perlahan pria tua itu berjalan keluar aula bersama para pengawalnya. Tidak ada bentak

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Ayah Thomas

    Suasana aula langsung berubah sunyi mencekam begitu sosok pria tua itu melangkah masuk melewati pintu utama mansion. Musik biola yang sejak tadi mengalun lembut perlahan terdengar semakin jauh, tenggelam oleh suara ketukan tongkat yang menggema pelan di lantai marmer mengilap. Tok. Tok. Tok. Langkahnya tidak terburu-buru. Namun justru ketenangan itu terasa jauh lebih menakutkan. Lampu chandelier raksasa memantulkan cahaya ke setelan hitam mahal yang dikenakannya. Potongan jas itu begitu rapi dan elegan, membungkus tubuh tinggi besarnya dengan sempurna. Rambutnya yang mulai dipenuhi uban disisir licin ke belakang, memperlihatkan wajah tegas penuh garis usia dan sepasang mata dingin yang tajam seperti pisau. Tatapan pria itu menyapu seluruh aula perlahan. Dan hanya dengan itu saja, udara di ruangan terasa berubah berat. Beberapa tamu langsung menunduk gelisah. Ada yang tanpa sadar mundur satu langkah. Bahkan suara bisik-bisik kecil mendadak lenyap seketika. Semua o

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Canggung

    Raymond masih menatap ke arah pintu kaca hotel itu, matanya mengikuti dua sosok yang semakin menjauh di trotoar seberang jalan.Ken menyipitkan mata, mencoba melihat lebih jelas ke luar melalui kaca besar lobby.“Ya, Tuan,” jawabnya setelah beberapa detik. “Namanya Amanda… pegawai front office yang

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Meeting

    Beberapa pegawai langsung saling berpandangan dengan wajah tegang. Meeting langsung dengan CEO bukanlah hal yang biasa. Biasanya pertemuan seperti itu hanya dihadiri para manajer atau kepala departemen.Namun kali ini berbeda.Jennifer berdiri tegak di tengah lobby, matanya menatap seluruh staf den

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Ceo Hotel Genio

    Kalimat itu seolah menjadi pemicu bagi kepanikan yang lebih besar. Para pegawai yang sebelumnya sudah tegang kini benar-benar bergerak dengan cepat.Ada yang merapikan meja resepsionis, ada yang mengecek bunga di meja lobby, dan ada pula yang memperbaiki posisi karpet yang sedikit miring.Sella ber

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Cemoohan

    Setelah pemberitahuan itu, suasana hotel yang sebelumnya masih berjalan normal berubah seketika, seperti langit cerah yang tiba-tiba tertutup awan badai. Para pegawai yang beberapa menit lalu masih berdiri santai sambil mengobrol kini bergerak cepat ke sana kemari, langkah mereka tergesa, suara sep

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status