LOGINMike membawa Yuvrelina kembali ke kediamannya. Sudah waktunya untuk menunjukkan Barbie kembali di depan publik. Keduanya baru saja tiba di rumah. Supir membawakan koper Yuvrelina masuk ke dalam. Yuvrelina menerima koper itu dengan bibir tersenyum, mendapati hal itu, Mike segera membuka kata..
“Kamu harus ingat apa saja yang mustahil dilakukan Barbie! Poin penting itu harus kamu tanamkan baik-baik di dalam kepalamu!” Bisik Mike sebelum mereka berdua masuk ke dalam kamar. Mendengar nada tajam dan melihat ekspresi tidak senang pada wajah Mike, Yuvrelina meremas gagang troli kopernya. “Pelayaaan!” Seru Yuvrelina dengan suara lantang tepat di depan wajah Mike. Pria itu sampai melotot kesal seraya mengorek liang telinga kanannya. “Iya, Nyonya!” Pelayan datang dengan langkah tergopoh-gopoh. “Bawa koper ini masuk ke dalam, tata semua bajunya ke dalam lemari.” Perintahnya sambil melepaskan genggaman tangannya dari gagang troli. “Barbie tidak akan membiarkan siapapun menyentuh barang kesayangannya, kamu tahu apa barang kesayangan bagi seorang peraga busana?! Kamu tidak melihat dia pelayan dapur, bukan pengurus baju? Kamu harus bisa membedakan mana pelayan dapur dan mana pelayan yang mengurus bajumu!” Desis Mike seraya menepuk bahu Yuvrelina lalu masuk ke dalam kamar. Dengan langkah tergesa Yuvrelina segera menyusul masuk ke dalam kamar, high heels yang dia kenakan tanpa sengaja tersandung dan dia jatuh tepat di depan Mike. Spontan Mike menahan pinggang Yuvrelina. Demi menepis rasa canggungnya, Yuvrelina segera berdiri dan bergelayut dengan kedua lengan di belakang tengkuk Mike. Yuvrelina tidak peduli lagi dengan wajahnya yang kini sedang memerah lantaran menahan malu yang sangat luar biasa. Pelayan di dalam kamar merasa aneh melihat tingkah majikannya, selama ini Barbie selalu berperilaku anggun bahkan dia hampir tidak pernah menunjukkan cela sama sekali. Tapi Barbie yang dia lihat sekarang sangat ceroboh dan cenderung terburu-buru. “Apa yang kamu lihat?! Keluar!” Teriak Mike pada pelayan itu. Tanpa menjawab ucapan Mike pelayan dapur tersebut segera keluar dari dalam kamarnya. “Jangan sampai siapapun mengetahui istriku terjatuh! Jika sampai tersebar keluar, maka kamu harus membayarnya!” “Ba-baik! Tuan!” Sahut pelayan itu sambil membungkuk hormat di depan Mike lalu keluar dan menutup pintu. Melihat pintu di belakang punggung Mike sudah tertutup Yuvrelina langsung melepaskan tengkuk Mike lalu berjalan menuju ke arah kopernya. “Bisa-bisanya bertindak sangat ceroboh!” Keluh pria itu sambil menghenyakkan tubuhnya duduk di tepi ranjang. “Ini pertama kalinya bagiku, berhentilah mengomel. Seharusnya kamu memberikan dukungan padaku, bukan malah mengomel.” Sahut Yuvrelina dengan nada tidak sabar seraya menata bajunya ke dalam lemari. “Nona Marrie! Itu lemari bajuku. Astaga..! Apa yang harus aku lakukan dengan wanita ini!” Keluhnya lantaran sudah sangat lelah dengan Yuvrelina. “Aaa-apa? Lemari sebesar ini hanya kamu gunakan sendiri? Tidak apa-apa, aku hanya memakai sedikit ruang. Masih tersisa banyak ruang jika bajumu ditumpuk menjadi satu.” Ucapnya seraya menyingkirkan baju Mike ke samping lalu tetap memasukkan bajunya ke dalam lemari tanpa peduli. Mike dengan tidak sabar, segera berjalan dengan langkah lebar menuju ke arahnya. Yuvrelina menjatuhkan baju Mike ke lantai lalu bersandar penuh pada daun pintu lemari. “Yuvrelina!” Mike mencengkeram dagunya. “Kamu sengaja melakukan ini untuk membuat kesabaranku habis?” “Ti-tidak, mana mungkin?!” Serunya sambil menggeleng seraya menggenggam pergelangan tangan Mike menggunakan kedua tangannya. “Lepaskan aku, rahangku bisa retak.” Keluh Yuvrelina seraya memukuli lengan Mike. Pria itu segera melepaskan cengkeraman tangannya. “Bereskan itu!” Mike menunjuk bajunya yang berantakan di lantai, lalu memutar tubuh Yuvrelina menghadap ke arah lain. “Kamu lihat pintu itu?” Tanyanya seraya menahan kedua sisi kepala Yuvrelina dari belakang punggung agar tatapan mata wanita itu tertuju pada pintu di depan sana. “Lemari bajumu, serta semua barang-barangmu ada di balik pintu itu. Aku ingin semuanya beres dengan cepat, dua puluh menit lagi kamu harus turun ke lantai bawah untuk makan malam bersama. Temui kedua putramu!” Bisik pria itu pada daun telinganya. Melihat Mike keluar dari dalam kamarnya, Yuvrelina menghela napas lega. Wanita itu segera membereskan semua baju di sana. Setelah selesai dia masuk ke dalam ruangan yang ditunjukkan Mike, Yuvrelina melihat banyak perhiasan serta semua perlengkapan entah berapa banyaknya. Dia merasa kediaman ibu mertuanya masih tidak bisa menampung seluruh perlengkapan di dalam ruangan itu jika dia memindahkannya ke sana. “Dia wanita yang sangat gila! Untuk apa menyimpan barang sebanyak ini?” Yuvrelina hanya meletakkan kopernya di sana, dia berjalan melihat-lihat semua barang yang dipajang di dalam ruangan itu. Ada banyak foto-foto Barbie dengan bingkai besar. Yuvrelina mencoba berpose untuk menirunya sambil berdiri di depan cermin. “Kenapa tidak bisa mirip sama sekali?” Keluhnya seraya menggelengkan kepalanya. Saat melihat wajahnya di cermin, tiba-tiba dia teringat dengan putrinya. “Anna tidak akan mengenaliku lagi..” ucapnya seraya meraba pipinya sendiri, tanpa sadar air matanya ikut menetes jatuh pada kedua pipinya. Di lantai bawah, Mike sudah tidak sabar menunggu Yuvrelina turun. Begitu juga dengan Kelvin dan Keyvan Miland. “Wanita ini!” Keluh Mike seraya hendak berdiri dari kursinya. Niat tersebut gagal lantaran mendengar suara langkah sepatu dari arah lantai atas menuju ke lantai bawah. Mike menatap ke arah anak tangga, dia melihat Yuvrelina sudah berganti baju dengan gaun malam. Baju tipis dan sedikit terbuka itu membuatnya takjub. Ternyata tidak hanya wajah Yuvrelina yang mirip dengan Barbie, tapi postur tubuh profesional milik Yuvrelina membuatnya semakin yakin kalau wanita itu adalah pilihan sempurna untuk dijadikan sebagai pengganti istrinya yang kabur entah ke mana! “Pa? Papa kenapa?” Tanya Kelvin pada ayahnya, tidak biasanya ayahnya menatap ibunya dengan tatapan seperti itu. Selama ini Mike malah selalu bersikap cuek dan tidak peduli. Kelvin Miland, remaja berusia dua belas tahun, anak itu merupakan putra pertama Mike. “Tidak apa-apa.” Sahut Mike seraya mengambil gelasnya lalu meneguk sedikit isi dari gelas tersebut. Keyvan, anak berusia sepuluh tahun itu hanya menatap ke arah kakaknya dan ayahnya tanpa bicara apa-apa. Yuvrelina sudah sampai di dekat meja makan, melihat kursi di sebelah Mike yang kosong atau kursi di sebelah Keyvan. Tentu saja sebagai Yuvrelina dia akan memilih duduk di dekat Keyvan. Wanita itu berjalan mendekat ke arah Keyvan dan Kelvin. Yuvrelina merangkul bahu mereka berdua dari belakang. Dua anak itu sangat terkejut sekali, selama ini ibunya tidak pernah bersikap hangat seperti itu. “Apa yang kalian tunggu? Ayo makan, kalian pasti sudah sangat lapar karena menunggu Mama.” Ucapnya sambil tersenyum menatap wajah dua anak yang kini menoleh padanya. Keyvan dan Kelvin menatap ibunya dengan ekspresi bingung. Yuvrelina melihat ketakutan terlukis jelas pada wajah keduanya, wanita itu segera melebarkan senyumnya. Dua anak itu segera mengangguk lalu bersamaan memberikan kecupan pada pipi Yuvrelina. “Mama ganti parfum?” Tanya Kelvin seraya mengendus baju Yuvrelina. Aroma kali ini terasa lebih lembut dibandingkan dengan aroma yang biasanya. “Ah, iya, Mama merasa harus berganti dengan sesuatu yang baru. Kalian suka yang mana? Yang sekarang, atau yang sebelumnya?” tanyanya tanpa ragu pada Kelvin. “Yang ini, lumayan.. tapi sepertinya lebih mahal aroma yang kemarin-kemarin.” Sela Keyvan, anak itu sudah mengambil satu sendok nasi dan meletakkannya ke atas piringnya. Yuvrelina melihat ke arah Mike, Mike terpaku menatap kebersamaan dirinya dengan dua anak itu. “Makanlah.” Ucap Yuvrelina pada Mike sambil tersenyum lembut. Yuvrelina menarik kursi lalu duduk di sebelahnya. Wanita itu mengambil gelas, untuk meneguk sedikit air. “Terima kasih.” Bisik Mike dengan tatapan tulus. Yuvrelina hampir tersedak mendengar ucapan itu, wanita itu hanya mematung sambil menggenggam gelasnya dengan kedua pipi menggembung penuh air karena terlalu terkejut Yuvrelina tidak sempat berpikir untuk meletakkan gelasnya di meja. Awalnya Mike juga lumayan terkejut, karena Barbie tidak akan pernah melakukan itu! Wanita itu biasanya duduk dan menyuap dua sampai tiga suap ke dalam mulutnya lalu bergegas pergi meninggalkan ruang makan. Tapi melihat kedua putranya begitu nyaman berbicara dengan sosok Barbie yang sebenarnya adalah Yuvrelina, Mike tidak mungkin merusak kebahagiaan yang dia saksikan untuk pertama kalinya dari sinar mata kedua putranya itu.Yuvrelina terpaksa tinggal di dalam ruangan yang ada di samping kediaman Jack hingga hari larut malam lantaran Geo terus menahannya di sana. Ketika Nick pulang dari kantor, Nick tidak melihat Yuvrelina di rumah. Nick pikir Yuvrelina pergi untuk membeli sesuatu, namun anehnya Nick mendapati kediamannya gelap gulita seolah Yuvrelina sudah pergi dalam waktu lumayan lama. Nick berjalan masuk ke dalam rumah dengan langkah lebar. Dia mencari Yuvrelina di semua ruangan yang ada di kediamannya dan dia tetap tidak menemukannya. Nick mulai panik, pikirnya Yuvrelina kembali terancam bahaya.Nick berniat mencarinya keluar, dan di luar pagar dia melihat Geo Worland berdiri di sana.“Di mana kamu sembunyikan Lorin?!” Bentaknya dengan tidak sabar.Yuvrelina muncul di belakang punggung Geo. “Nick maafkan aku, aku tidak sengaja bertemu dengannya dan membuatku pulang terlambat.”“Aku akan menikahinya! Aku akan menikahi Nona Lorin!” sela Geo dengan serius.Nick berkacak pingga
Pada hari-hari berikutnya, Mike memutuskan untuk lebih banyak menghabiskan waktu di perusahaan. Meski dia sudah tidak kacau seperti beberapa waktu yang lalu, tetap saja perasaannya yang tidak rela ditinggalkan Yuvrelina tidak bisa menipu Barbie. Barbie datang dan terus datang ke perusahaan Mike hanya untuk membujuk Mike agar Mike setuju dengan saran yang dia minta untuk bercerai lalu mengembalikan wajah Barbie yang dimiliki oleh Yuvrelina.“Kamu bisa membujuknya, Mike.”“Kamu wanita iblis keparat! Kamu ingin aku membuatnya memiliki dua luka sekaligus! Terluka karena nama baiknya hancur dan terluka karena tidak memiliki status apa pun denganku! Kamu pikir aku tidak bisa membaca niat jahatmu dengan jelas? Wanita sombong dan kejam sepertimu tidak layak mendapatkan kemenangan.”Barbie terdiam, tangannya mengepal, dia langsung melengos dan pergi meninggalkan ruangan kerja Mike.Barbie tidak akan membuang-buang waktu lagi, apalagi sebentar lagi akan ada event penting yang
Mike hanya bisa memandangi Yuvrelina yang kini menikmati kopinya bersama Nick. Sosoknya terlihat lebih bahagia dibandingkan di masa lalu. Yuvrelina selalu cemas dengan kehadiran Barbie ketika tinggal di sisi Mike.“Sebaiknya aku pergi saja,” bisik Mike pada dirinya sendiri. Mike memutuskan meninggalkan lokasi. Sebelumnya dia diam-diam mengikuti Yuvrelina namun Mike sama sekali tidak pernah mengira bahwa Yuvrelina selama ini tinggal di kediaman Nick. Mike juga sempat mengira adik Nick yang diperkenalkan waktu itu adalah Yuvrelina meski Mike tidak bisa melihatnya secara langsung dengan kedua matanya sendiri.Mike sudah meninggalkan pinggiran kota untuk pulang ke rumah namun isi kepalanya kini penuh dengan Yuvrelina yang saat ini tinggal di sisi Nick.“Yuvrelina sangat akrab dengan Nick, mereka juga tinggal di rumah yang sama. Haruskah aku menaruh curiga padanya? Walaupun Nick bilang wanita yang selalu bersamanya adalah Lorin Malry adik kandungnya kenapa aku masih tidak bis
“Apa ada yang kamu butuhkan? Kita bisa membelinya,” tawar Nick pada Yuvrelina.Yuvrelina menggelengkan kepalanya, bahan makanan di rumah Nick juga masih tersedia. Di samping itu Nick juga lebih banyak menghabiskan waktu di luar untuk bekerja, Yuvrelina hanya memasak untuk dimakan sendiri. Karena Yuvrelina tidak ingin membeli sesuatu atau apapun akhirnya Nick menghentikan mobilnya di dekat taman. Nick membeli dua minuman hangat lalu menikmatinya sembari bersandar di depan kab mobilnya sementara Yuvrelina memutuskan tetap tinggal di dalam mobil. “Apa kita keluar hanya untuk melakukan ini? Kamu tidak pernah memiliki ide bagus!” Yuvrelina menggerutu. Dia merasa tidak nyaman karena Nick membawanya ke tempat umum. Meski pinggiran kota di mana mereka berada saat ini tidak terlalu ramai Yuvrelina merasa lebih nyaman tinggal di rumah.“Kamu selalu saja mengomel, minum saja minumanmu! Jangan khawatirkan apa pun, udara sebebas ini kita tidak bisa menikmatinya setiap hari!” Ni
Dalam perjalanan pulang ke rumah, Yuvrelina memikirkan situasi yang tengah dia hadapi saat ini. Semua yang terjadi sekarang sangat berbeda dari rencana yang seharusnya. Apakah aku harus terus mengalah dan membiarkan Geo menyentuhku seperti tadi? Tidak! Ini tidak boleh terjadi lagi! Aku tidak boleh membiarkan Geo memanfaatkanku seperti sebelumnya. Sekarang aku bukan lagi Yuvrelina yang dia kenal sebelumnya, aku adalah Lorin Malry. Nick akan kecewa kalau sampai mengetahui bahwa aku menyerah dan berhasil disetubuhi Geo. Jika terus begini, untuk apa aku kabur dari sisi Geo waktu itu? Semua luka yang aku tanggung begitu besar. Ini sungguh tidak sepadan!Yuvrelina terus memikirkan peristiwa tentang pertemuannya dengan Geo dari waktu ke waktu. Semakin dia menyerah dan membiarkan Geo menyentuhnya Yuvrelina pikir Geo akan semakin menggila dan tidak bisa menahan diri untuk ke depannya. Yuvrelina merasa pertemuan antara mereka berdua tidak seharusnya terjadi.Ketika Yuvrelina suda
Sampai di dapur Yuvrelina melihat Geo berada di dalam kamar mandi. Yuvrelina mulai berpikiran kotor tentangnya. “Apakah Geo tidak tahan lalu menggunakan sabun untuk membuat batangnya licin?” gumamnya sambil menempelkan daun telinganya di dinding. Geo masuk ke kamar mandi hanya untuk buang air kecil juga mencuci tangannya. Saat membuka pintu Yuvrelina jatuh menabraknya.“Apa yang kamu lakukan di sini? Menguping? Kamu berharap aku melakukan hal-hal yang aneh dan gila? Pria berstatus tinggi sepertiku tidak sulit jika menginginkan wanita di luar sana, bahkan gadis perawan sekalipun!” geramnya sambil mencengkeram lengan Yuvrelina lalu menariknya masuk ke dalam kamar mandi. Yuvrelina tidak bisa menghindar, Geo melumat bibirnya dan membuatnya tidak bisa melawan. Di dalam kamar mandi yang sempit, di atas gendongan Geo, organ intim mereka berdua saling bergesekan dan terus bergesekan. “Ah, ah, ah, Ge, kamu sudah g
Pesta megah digelar di kediaman keluarga Louis, pada hari ini adalah pesta pernikahan Santos Louis bersama Margareta.“Selamat!” Mike Miland menjabat tangan saudara sepupunya tersebut. Di sebelah Mike berdiri sosok jelita dengan gaun seksi, dialah Barbie! Wanita itu menggamit lengan Mike. Barbie me
Karena merasa agak canggung, Yuvrelina segera melepaskan pelukannya dari kedua bahu Mike. Wanita itu juga menghapus air matanya dari kedua pipinya. Mike sendiri segera mengalihkan perhatiannya ke arah lain. Pria itu kembali menyulut satu batang rokok pada bibir tipisnya. Ditatapnya sesekali Yuvreli
Apa aku sudah salah dengar? Pria kejam ini barusan berterimakasih padaku? Yuvrelina bertanya-tanya dalam hatinya. Demi menepis rasa canggung tersebut, wanita itu segera mengambil tisu untuk mengusap bibirnya sendiri seraya menatap kedua anak laki-laki di seberang mejanya. Kelvin dan Keyvan, keduan
Sepulang bekerja dari kebun milik Jon,Yuvrelina merawat Ernida Wilson yang kini sedang sakit keras di dalam kediamannya. Yuvrelina segera membawanya ke rumah sakit dengan uang pemberian dari Mike Miland. Dengan uang itu, ibu mertuanya bisa segera mendapatkan perawatan dari dokter terbaik serta mel







