共有

Dengki

作者: Sedap Malam
last update 公開日: 2026-11-02 01:58:49

Kardi setuju atas usulan itu, apalagi Sumiyati mengusulkan sejumlah uang sebagai upah bagi seseorang yang mau melakukan pekerjaan tersebut. "Ambil ini, satu juta. Carilah orang yang benar-benar bisa menjaga rahasia," ujar Kardi. Sumiyati sumringah, satu juta merupakan uang yang cukup besar pada masa itu. Meskipun ia kaya, tapi uang yang didapat dengan cara yang mudah tak bisa diabaikan begitu saja.

Seperti kebanyakan para perempuan, Sumiyati menggunakan uang tersebut untuk bersenang-senang deng
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (1)
goodnovel comment avatar
artisebuahnama
lanjutin perbanyak bab nya
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Semakin Menjadi

    Warto dianggap buruh biasa yang kurang bergaul tapi memiliki sikap dingin yang membuat Sumiyati kini tak berkutik. Dalam dekapan buruh kasar itu, Sumiyati membayangkan semua hal buruk yang bisa terjadi saat Warto membocorkan rahasia ladang gandum saat Sumiyati bercumbu rayu dengan mandor kebun."Nyonya, kamu terlalu cantik untuk diabaikan. Apa kamu enggak melihat bagaimana Kardi menyentuh istri salah satu pelayan? Dia masih muda, juru masak di rumahmu ... aku sendiri pura-pura tak melihat saat keduanya saling menindih di meja dapur. Aaaah, tubuhnya masih kencang. Melon kembarnya bahkan seperti gunung kemukus yang siap meledak, dia memang tak pandai bercumbu tapi Ndoro Kardi begitu bersemangat sampai melupakan ada orang di sekitar," bisik Warto yang tangannya bermain lincah di area pribadi Sumiyati. Istri Kardi cuma diam, matanya terpejam saat Warto menjamah sambil bercerita."Apa kamu tak ingin merasakan rengkuhan pria lain yang lebih tampan dan muda? Lihatlah, aku di sini untuk memba

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Warto yang beringas

    Warto berdiri melonggarkan ikat pinggang, tatapannya sayu memandang Sumiyati. "Nyonya sudah diberi uang untuk mencari orang yang mau merusak dapur milik Suseno bukan? Sedangkan setelah digunakan bersenang-senang, uang itu tersisa kurang dari separoh. Coba pikir, siapa yang mau mengerjakan dengan uang yang sedikit? Yah, meskipun itu tiga kali lipat gaji buruh selama beberapa Minggu, tapi tak sebanding dengan resikonya," ucap Warto dengan nada suara dingin."Jangan mengancam aku, Warto. Soal uang bisa dicari, dan aku bisa menemukan seseorang yang mau mengerjakan hal itu!" dengus Sumiyati. Namun Warto malah mendekati majikannya dengan langkah pelan, wajah mereka berhadapan dan hanya tersisa beberapa centimeter aja. "Warto, apa yang mau kamu lakukan? Mundur!" Sumiyati mendorong Warto. "Bermain dengan mandor di perkebunan saat sore hari turun hujan, tak ada yang tahu kecuali aku, Nyonya," imbuh Warto, tangannya mulai nakal saat mengelus paha Sumiyati, lalu dengan tangan yang sama mulai me

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Dengki

    Kardi setuju atas usulan itu, apalagi Sumiyati mengusulkan sejumlah uang sebagai upah bagi seseorang yang mau melakukan pekerjaan tersebut. "Ambil ini, satu juta. Carilah orang yang benar-benar bisa menjaga rahasia," ujar Kardi. Sumiyati sumringah, satu juta merupakan uang yang cukup besar pada masa itu. Meskipun ia kaya, tapi uang yang didapat dengan cara yang mudah tak bisa diabaikan begitu saja.Seperti kebanyakan para perempuan, Sumiyati menggunakan uang tersebut untuk bersenang-senang dengan mentraktir teman-temannya makan, membeli pakaian bagus dan sepatu di kota. Saat pulang, ia baru sadar jika uang pemberian Kardi hanya tersisa separuhnya."Aduh, piye iki. Duite uwis kelong separoh," gumam Sumiyati bingung, kalau suaminya tahu uangnya sudah dia pakai bersenang-senang pasti akan marah besar.Sebagai orang terkaya di desa itu, Kardi memiliki pamrih besar terhadap kehidupan masyarakat sekitar. Dia merasa perkembangan di desa tersebut merupakan hasil dari kepintarannya, meskipun p

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Memulai Usaha

    Di tempat lainnya, Sari menjalani kehidupan sebagai tukang masak di rumah Suseno. Dia bekerja dengan rajin, sebagai tukang masak ia harus bangun pagi-pagi. Suseno tak lagi menjalankan bisnis peminjaman uang, tapi dia mengelola kantin yang akan didistribusikan untuk para pekerja harian di pelabuhan. Biasanya di wilayah semacam itu, pemilik usaha bongkar muat barang memberikan makanan bagi para pekerja, untuk itulah Sari memasak dalam jumlah banyak. Meski ini langkah awal bagi Suseno, namun ia yakin usahanya akan menuai hasil.Jam sepuluh pagi tiga orang berjalan ke pelabuhan membawa wadah yang terbuat dari bambu berisi nasi bungkus. Suseno berjalan di depan membawa wadah berukuran besar, sedangkan Sari dan Wati berada di belakang membawa wadah yang ukurannya lebih kecil. Setidaknya lima puluh porsi nasi bungkus disiapkan sebagai contoh awal."Suseno, mau nagih siapa pagi-pagi sekali ke sini?" tanya Pak Wirya, pengusaha bongkar muat ujung barat desa."Aku enggak menagih siapapun, tapi m

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Ranjang Panas Nyonya Kaya

    "Tuan, kamu terlalu hebat. Aaaahh!" Nirmala merancau, tubuhnya gemetar hebat saat lidah Yudha menggapai bagian paling sensitifnya.Napasnya tersengal, Nirmala bingung saat Yudha menarik wajahnya dari depan pahanya. "A---ada yang salah? Aduh, maaf ... mungkin terlalu becek," kata Nirmala salah tingkah."Tidak, justru punyamu wangi dan keset. Hahaha!" Yudha tertawa, ia berbaring dengan bersandar pada dua bantal yang ditumpuk. Lalu membiarkan Nirmala bergerak berjongkok di depan pahanya yang terbuka."Uhnmmm, gede banget ini, aduh ... lihatnya aja udah bikin aku gemetar, bagaimana kalau masuk mungkin bisa membuat ruhku terlepas dari raga," ujar Nirmala, ia menggenggam pusaka berotot itu lalu menempelkan pada bibirnya. Saat membuka mulut, benda itu masuk namun hanya bisa sampai setengahnya. "Uuughh! Terasa menyenggol kerongkonganku," puji Nirmala, mulutnya terasa pegal tak mampu menutup karena terganjal pusaka Yudha."Naiklah, aku dengar tenaga perempuan lebih kuat dari laki-laki soal uru

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Kamar Si Janda Kembang

    Dari sebuah bilik muncul empat orang perempuan cantik berpakaian transparan, mereka membawa nampan berisi makanan dan minuman. Aroma wangi sudah tercium dari segelas anggur berwarna ungu yang dituangkan, Yudha mengendusnya namun wangi aroma para perempuan itu yang hampir membuatnya pingsan karena pusing.Nirmala dengan seluruh penampilannya yang mempesona telah membuat Yudha salah tingkah. Melon kembar yang dibalut kain tipis transparan, lekukan bagian pinggul dan juga senyuman yang membuat Yudha membeku."Anggur ini telah disimpan sejak dua ratus tahun silam, diminum oleh para bangsawan dan disuguhkan dalam setiap acara besar di Pulau ini. Namaku Nirmala, sejujurnya aku beruntung telah bertemu denganmu. Tubuh yang kuat dan wajah yang tampan, pesona apa yang kamu bawa ke desa kami, Tuan?" tanya Nirmala dengan suara pelan namun tegas."Jangan panggil aku dengan panggilan begitu, aku cuma nelayan kecil dari Pulau Nelayan. Kedatanganku ke sini ingin membeli perahu bagi warga desa kami, s

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status