Home / Urban / Noda Pernikahan Paksa / Siapa anak itu ?

Share

Siapa anak itu ?

Author: Aisyah Ahmad
last update publish date: 2026-08-22 20:32:46

Jeritan Elena memecah udara.

Dunianya runtuh dalam satu tarikan napas.

Ia berlari, hampir tersandung, lututnya gemetar sebelum benar-benar menyentuh tanah. Tangannya gemetar ketika meraih tubuh putranya yang tergeletak.

Darah.

“Eros… Eros… sayang… buka mata… Mommy di sini…” suaranya pecah, tidak lagi terdengar seperti dirinya sendiri.

Eira berdiri beberapa langkah dari sana, membeku. Wajah kecilnya pucat.

Keenan sudah bergerak lebih dulu. Insting dokternya mengambil alih. Ia berlutut, memerik
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Noda Pernikahan Paksa   Tuduhan Murahan

    "Ternyata semua wanita sama saja ! Murahan !" 'Plakk' Elena langsung menampar Axel karena geregetan."Ternyata kamu memang tidak pernah berubah, Ax. Selalu melempar kesalahan kepada orang lain, padahal kamulah orang yang salah itu! Sudahlah. Aku tak banyak waktu untuk meladeni orang sepertimu. Anakku sedang berjuang hidup dan mati disana !""Cih ! Anak haram hasil perselingkuhan." Keenan langsung maju, langsung mencengkram kerah axel. Axel hanya tersenyum miring."Ternyata ini orangnya. Pengecut yang tidak bertanggung jawab sama anaknya sendiri !" "Apa maksud lo?" "Keluarga Eros Lucian?" ucap dokter yang keluar dari ruang operasi itu.Elena tersentak dan langsung mendekat.Sementara Axel, berpikir sejenak.'LUCIAN'? “Gimana, Dok? Bagaimana keadaan anak saya sekarang?”Suara Elena bergetar. Tangannya masih gemetar, bahkan ia tidak sadar sejak tadi kukunya menancap ke telapak tangannya sendiri.Dokter itu menarik napas panjang sebelum menjawab.“Kondisinya masih kritis, Bu. Anak I

  • Noda Pernikahan Paksa   Siapa anak itu ?

    Jeritan Elena memecah udara.Dunianya runtuh dalam satu tarikan napas.Ia berlari, hampir tersandung, lututnya gemetar sebelum benar-benar menyentuh tanah. Tangannya gemetar ketika meraih tubuh putranya yang tergeletak.Darah. “Eros… Eros… sayang… buka mata… Mommy di sini…” suaranya pecah, tidak lagi terdengar seperti dirinya sendiri.Eira berdiri beberapa langkah dari sana, membeku. Wajah kecilnya pucat. Keenan sudah bergerak lebih dulu. Insting dokternya mengambil alih. Ia berlutut, memeriksa pupil, denyut nadi, napas.“Masih ada respons,” ucapnya cepat, berusaha tetap tenang.“Elena, dengar aku. Kita harus bawa dia ke rumah sakit sekarang.” Di saat yang sama, pintu mobil terbuka.Pengemudi turun tergesa. “Saya tidak lihat dia— saya—”Suara itu.Elena mendongak.Dan dunia kembali berhenti. Axel. Waktu seolah tersedak di tenggorokan mereka berdua.Enam tahun.Enam tahun tanpa berkabar, tanpa tatap, tanpa jawaban.Dan pertemuan pertama mereka kembali justru di atas aspal yang be

  • Noda Pernikahan Paksa   Tragedi Bandara

    Langit Jakarta menyambut dengan warna keemasan pucat saat pesawat itu perlahan menurunkan roda. “Cabin crew, prepare for landing.”Suara pilot menggema lembut di dalam kabin. Beberapa menit kemudian, roda pesawat menyentuh landasan dengan hentakan halus yang membuat badan sedikit terdorong ke depan. Eira bersorak kecil.“We’re here? Are we here, Mommy?”(Kita sudah sampai? Sudah sampai, Mommy?) Elena tersenyum tipis, mengusap rambut putrinya. “Yes… we’re in Indonesia.”(Iya… kita sudah di Indonesia.) Jam di layar ponselnya menunjukkan pukul 07.15 pagi WIB.Perjalanan panjang hampir empat belas jam akhirnya selesai. Beberapa menit kemudian, suara pramugari terdengar ramah dan profesional.“Selamat datang di Jakarta. Welcome to Soekarno-Hatta International Airport. Waktu setempat menunjukkan pukul tujuh lewat lima belas menit pagi hari…” Penumpang mulai berdiri. Kompartemen bagasi dibuka. Suara koper ditarik, suara orang-orang menghela napas lega setelah duduk lama.Elena memban

  • Noda Pernikahan Paksa   Pedan Singkat Mama

    Elena menariknya ke dalam pelukan.“Mommy minta maaf…” bisiknya. “Mommy minta maaf kamu harus dengar kata-kata seperti itu.”Air matanya jatuh tanpa bisa ditahan.Hatinya teriris. Luka masa lalunya seperti diseret kembali ke permukaan. Tapi kini, yang lebih menyakitkan adalah melihat anak-anaknya menanggungnya.Ia mengusap rambut Eros.“You’re not alone. You have me.”(Kamu tidak sendirian. Kamu punya Mommy.) Lalu ia berdiri dan menghadap guru BK.“Saya minta maaf atas kejadian ini, Pak. Saya akan membimbing Eros di rumah. Saya pastikan ini tidak terulang lagi.” Guru itu mengangguk.“We understand. Kids can be cruel sometimes.”(Kami mengerti. Anak-anak kadang bisa sangat kejam.)Elena mengangguk pelan.Ia kembali ke Eira, menggandeng kedua anaknya.“Ayo, kita pulang.” Keenan berdiri di dekat pintu ruang guru sejak tadi, menyaksikan semuanya dalam diam.Tatapannya pada Elena berubah. bukan lagi sekadar profesional. Ada sesuatu yang lebih dalam.Ia baru saja melihat seorang ibu yang

  • Noda Pernikahan Paksa   You’re not alone. You have me

    Elena memalingkan wajahnya ke arah jalan raya. Lampu kendaraan memantul di genangan, berpendar seperti kilasan masa lalu yang tak pernah benar-benar padam. “Aku baik-baik saja,” jawabnya singkat.“Kamu tidak perlu berbohong.”Nada Keenan mantap.“Aku melihat perempuan yang dulu berani menembakkan batu ke mata dua preman tanpa ragu. Perempuan yang berdiri tegak di balik pagar tinggi dan tidak pernah takut pada apa pun.” Ia menatap profil wajah Elena.“Sekarang aku melihat seseorang yang berjalan seperti memikul dunia.”Elena mengepalkan jemarinya di pangkuan.“Aku memilih jalan ini,” katanya akhirnya. “Tidak ada yang perlu dikasihani.”“Aku tidak mengasihani.”Keenan menggeleng.“Aku hanya ingin tahu siapa yang membuat peri kecil itu berhenti percaya bahwa dia pantas dilindungi.” Kalimat itu seperti mengetuk sesuatu yang paling Elena sembunyikan.Rahangnya mengeras. “Jangan ikut campur,” ucapnya pelan, tapi kali ini suaranya sedikit bergetar.“Nggak semua hal harus kamu tahu.”Kee

  • Noda Pernikahan Paksa   Peri Kecil Dari Masalalu

    “Lalu? Untuk apa belakangan ini dokter selalu terlihat di dekat saya?” Keenan mencolek ujung hidungnya pelan, seolah mereka sudah sangat akrab.“Dasar kamu.” Elena refleks mundur sedikit.“Kok malah marah…” “Bagaimana tidak selalu terlihat? Kita ini tetangga, lho.” Elena terdiam. Wajahnya memerah. Ia menggaruk tengkuknya pelan, merasa terlalu percaya diri tadi. Senyum malunya muncul tanpa sadar. “Tapi, Elena… boleh aku tanya satu hal?”“Apa, Dok?” Keenan tersenyum.“Tunggu. Gimana kalau panggil Keenan saja? Kita tidak sedang di rumah sakit.”Elena terkekeh kecil. “Hahaha… Dokter ini lucu. Bukan begitu, saya hanya mau menghormati dokter. Masa saya panggil nama saja? Rasanya tidak sopan.” “No problem,” balasnya santai. Hening sebentar.Keenan menarik napas dalam, lalu berkata pelan tapi jelas.“Elena… tolong bagi bebanmu itu padaku. Izinkan aku jadi tempatmu bersandar.”Elena menoleh perlahan. “Kamu… menikahlah denganku.”Seketika tubuh Elena menegang. Ia mundur beberapa senti

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status