แชร์

Bab 103 Kepastian.

ผู้เขียน: SanASya
last update วันที่เผยแพร่: 2026-04-17 22:11:05

Begitu masuk, Bella langsung menuju dapur. Ia membuatkan kopi untuk Luca, lalu mulai memasak satu menu tambahan untuk makan mereka. Ini sudah menjadi semacam kebiasaan—makanan wajib yang selalu Luca minta setiap kali datang membawakan makanan, dan mereka akan memakannya bersama.

Aroma kopi hangat dan masakan sederhana memenuhi ruangan. Biasanya suasana seperti ini terasa santai, tetapi hari ini berbeda.

Saat makan, Bella tidak seperti biasanya. Ia lebih banyak diam, hanya sesekali menggerakkan
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 240

    Bella menatap pria di hadapannya cukup lama. Di dalam ruang interogasi yang temaram itu, kesunyian mendadak membeku saat keduanya saling melempar pandangan, seolah sedang menilai isi kepala satu sama lain melalui sorot mata masing-masing.Setelah beberapa saat, Bella menarik pandangannya perlahan. "Sayang sekali kamu tidak bisa melakukannya di kota ini. Jadi, kau mungkin akan mendekam sangat lama di sini, dan kemungkinan besar... kau tidak akan pernah bisa bebas lagi."Shin justru menyunggingkan sebuah senyuman yang penuh arti, sama sekali tidak terpengaruh oleh kalimat ancaman itu. "Kau sangat tahu apa maksudku yang sebenarnya, Bella."Bella sedikit mencondongkan tubuhnya, lalu berbisik dengan nada suara yang teramat lirih, "Kau pikir... aku benar-benar akan melakukannya?""Kau pasti akan melakukannya, Bella. Dan setelah itu, kau akan menemukan sesuatu yang sangat menarik," sahut Shin dengan tatapan mata yang memancarkan keyakinannya terhadap kemampuan perempuan didepannya."Kenapa k

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 239

    Bella mengernyitkan dahinya saat menyadari pria di depannya malah terpaku. "Kenapa kamu malah menatapku seperti itu? Ayo, cepat bangun. Lantai ini sangat dingin dan sama sekali tidak baik untuk pemulihan luka-lukamu. Kenapa kamu tidak meminta kasur lantai atau apa pun yang layak kepada sipir untuk dijadikan sebagai alas tidur sementara?"Bella perlahan membantu memapah tubuh Shin, lalu menuntunnya duduk di atas kursi. Shin mencoba menenangkan gejolak di dalam hatinya akibat kejutan manis yang diberikan oleh perempuan di sampingnya ini."Tidak apa-apa, Bella," ujar Shin, suaranya terdengar rendah dan serak. "Penjaga di tempat seperti ini tidak akan mungkin mau mengizinkan seorang tahanan sepertiku untuk meminta banyak hal mewah. Lagipula, kenapa kamu bisa nekat datang ke tempat mengerikan ini tengah malam begini? Dengan siapa saja kau datang ke sini?"Bella sangat tahu bahwa peraturan hukum di penjara militer memang seketat itu. Apalagi ia menyadari bahwa citra sosok Shin di mata para

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 238

    Bella, Chiara, dan Adrian berhasil masuk ke dalam penjara bawah tanah pusat dengan sangat mudah. Skenario yang disusun Chiara berjalan lancar. Semua aparat yang bertugas menjaga sif malam ini adalah orang-orang yang sengaja dikirim oleh Chiara. Karena Bella memegang kekuasaan pasukan keamanan kota, mudah bagi Chiara untuk melakukan semua ini, termasuk petugas sipir di pintu masuk utama pun ia ganti dan sudah diberi arahan untuk tutup mulut. Chiara sengaja merombak seluruh daftar penjaga malam itu agar nama mereka bertiga tidak perlu tercatat di dalam buku pengunjung.Penjara bawah tanah pusat ini terhitung sangat steril dan hanya memiliki kurang dari dua puluh sel isolasi. Tempat ini memang dirancang khusus hanya untuk menampung para penjahat kelas atas. Ini pun statusnya hanya berupa tempat penahanan sementara sebelum para tahanan tersebut menjalani proses persidangan dan menerima ketetapan hukuman ma ti atau seumur hidup.Setelah seluruh proses hukum mereka selesai disidangkan, baru

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 237

    Jarum jam sudah hampir menunjukkan tengah malam saat seluruh kediaman utama DeLuca dilingkupi oleh keheningan malam yang pekat. Di saat semua penghuni rumah dan pelayan mulai tidur nyenyak, Bella di dalam kamarnya masih berjalan mondar-mandir dengan gelisah. Sesekali ia melangkah mendekat dan menengok ke luar jendela, memastikan jeda waktu patroli dari para penjaga yang lewat di halaman bawah.Tiba-tiba, ia teringat pada sosok Rico. Pria itu pasti akan membantunya untuk bisa keluar dari rumah ini demi menemui bosnya. Tanpa membuang waktu lagi, Bella segera menyambar ponselnya di atas ranjang dan melakukan panggilan cepat. Tiga detik kemudian panggilan langsung tersambung."Ya, Nona Bella. Ada urusan mendesak apa hingga Anda menghubungi saya di tengah malam begini?" tanya Rico dari seberang telepon, suaranya terdengar jelas dilingkupi rasa heran dan malas.Bella langsung mengatakan tujuannya tanpa basa-basi, "Saya ingin pergi mengunjungi Bosmu malam ini juga. Bisa kau bantu alihkan per

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 236

    Setengah jam kemudian, Bella, Chiara, dan Adrian melangkah keluar dari ruang kerja Giovanni. Sementara itu, para tetua masih berkumpul di dalam untuk mendiskusikan kelanjutan masalah politik yang belum menemukan titik terang.Begitu pintu tertutup, Chiara langsung menarik lengan Bella dengan protektif, membawanya masuk ke dalam kamar tidur Bella, diikuti oleh Adrian yang berjalan mengekor di belakang. Adrian, yang sejak tadi sudah mendengar seluk-beluk masalah pelik mengenai ditangkapnya pemimpin kelompok mafia terbesar di Blackstone, tentu saja dilingkupi rasa penasaran yang cukup besar tentang apa sebenarnya akan dibicarakan oleh kedua perempuan di depannya ini.Sesampainya di dalam kamar Bella, ketiganya langsung duduk berhadapan. Bella, yang kini berstatus sebagai tersangka utama dalam hal menyembunyikan rahasia besar, mendadak harus menerima dua tatapan mata yang menghujam dari kedua sahabatnya. Suasana kamar seketika terasa agak mengintimidasi."Kenapa kamu masih cemberut sepert

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 235

    Bella sadar bahwa apa yang ia lakukan saat ini pasti akan terlihat seperti tindakan membela seorang penjahat di mata keluarganya. Meskipun di dalam lubuk hatinya ia memang memiliki niat terselubung untuk membantu Shin, setelah memikirkan sesuatu beberapa saat yang lalu ia mengatakan pendapatnya."Kakek, aku katakan hal ini dengan jujur. Selama beberapa bulan berinteraksi dan berhubungan dengan Shin, aku sedikit banyak tahu bagaimana sifat asli dari pria itu," ujar Bella, menatap kakeknya dengan yakin. "Dia memang pria yang kejam, licik, dan penuh dengan kebohongan. Meskipun aku sendiri tidak pernah melihat bagaimana bentuk kekejamannya yang sebenarnya di dunia mafia, tetapi aku yakin bahwa dia bukanlah tipe orang kejam yang akan tega membantai masyarakat yang tidak berdosa demi uang."Paman Giorgino menghela napas pendek, menatap keponakannya dengan sangsi. "Bella, bagaimana kamu bisa begitu yakin kalau semua tragedi itu bukan perbuatan dari Shin atau kelompoknya?"Bella menatap paman

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 12

    Ucapan Adrian berhenti dengan sebuah pertanyaan. Matanya melirik ke rumah Bella, ragu-ragu ia berkata."Aku merasa dia memiliki sesuatu yang berbahaya dalam dirinya ... entah kenapa saat merawat lukanya, aku merasa ada sesuatu yang membuatku tidak nyaman, padahal pria itu sedang tidak sadarkan diri

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 11

    Alarm jam 04.30 pagi di handphone Adrian berbunyi, getaran di atas meja membuat suaranya lebih nyaring. Adrian membuka matanya dan meregangkan tubuhnya yang kaku. Tangannya meraih handphone untuk mematikan alarm, dahinya sedikit mengernyit, langsung teringat dengan pasien di kamar Bella.'Semalaman

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 10

    Kakek Ruggero dari tempat duduknya pun melihatnya tadi. Ini pertama kalinya sejak ia membawa Shin waktu kecil, senyum yang terlihat manusiawi itu muncul. Meski sekilas tapi nyata. Sebuah kilatan singkat, bukan kejam, bukan sinis, melainkan hangat.'Apa itu benar? Atau aku hanya mulai terlalu tua hi

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 7

    Pintu kamar Bella terbuka tanpa suara, seorang pria tinggi dengan pakaian acak-acakan penuh darah muncul dibaliknya. Pencahayaan minim tidak membuatnya sulit melihat keseluruhan ruangan itu.'Ini tidak seperti rumah Walikota,' pikirnya.Rumah walikota yang berada di pusat kota tentu sangat besar da

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status