Teilen

Bab 102 Undangan.

last update Veröffentlichungsdatum: 17.04.2026 22:04:45

“Miss Bella?” gumam Barna, mendengar nama perempuan yang menurut istrinya sedang disukai putranya.

Elia mengangguk. “Kata Alan, dia adalah salah satu wali kelasnya. Alan juga menunjukkan fotonya padaku. Kalau bicara soal penampilan, meskipun dandanannya sederhana, dia sangat cantik, dan usianya beberapa tahun lebih muda dari Steve. Suamiku, bisakah kamu menyelidiki gadis ini?”

Barna mengerutkan kening. “Bukankah kamu sendiri yang bilang tidak ingin lagi menghalangi kebahagiaan putramu? Kalau di
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 232

    Brak!Giovanni menepuk keras permukaan meja kerjanya karena geram. "Kurang ajar! Apakah dia sengaja melakukan hal itu agar bisa terus menjeratmu dengan hutang budi imbalan yang tidak berujung?! Jika begitu masalahnya, lebih baik kita segera memberikan sesuatu yang menguntungkan kepadanya agar ikatan ini cepat selesai!"Giovanni terdiam selama beberapa saat, otaknya berputar cepat mencari aset yang sepadan untuk menebus kesepakatan putrinya. "Bagaimana kalau kita berikan saja perusahaan konstruksi milik Ayah? Perusahaan kontraktor itu sangat besar, legal, dan menghasilkan keuntungan yang tinggi setiap tahunnya."Bella segera menggelengkan kepalanya dengan tegas. Ia mana mungkin tega memberikan bisnis besar milik ayahnya hanya untuk membayar kesepakatan pribadi yang ia buat sendiri dengan seorang bos mafia. Bagaimana pun dari bisnis inilah ayahnya bisa menghasilkan uang, meski ayahnya seorang walikota, tapi gaji tiap bulannya tidak tinggi dan ayahnya tidak pernah mengambil uang itu yang

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 231

    Bella dan Adrian sampai di kediaman DeLuca. Begitu turun dari mobil, atmosfer di sekitar rumah terasa jauh lebih menekan dari biasanya. Kepala pelayan menyambut mereka dengan ekspresi tegang, lalu memberitahu bahwa Giovanni, Chiara, dan Komandan Lombardi sudah menunggu di dalam ruang kerja pribadi Walikota.Langkah kaki Bella terasa berat, otaknya terus memikirkan jawaban apa yang sekiranya pasti akan ditanyakan ayahnya. Begitu pintu ruang kerja dibuka, keheningan yang kaku dan mencekam langsung menyergap mereka. Kedatangan Bella dan Adrian secara otomatis membuat ketiga orang di dalam ruangan itu menoleh serentak.Bella bisa merasakan bagaimana semua tatapan mata itu menghujam langsung ke arahnya, seakan sedang menuntut jawaban atas rahasia besar yang selama ini ia sembunyikan. Jantungnya berdegup kencang, namun ia berusaha mengendalikan ekspresi wajahnya demi menenangkan diri dari rasa gugup saat ini.Tatapan Bella perlahan beralih ke arah Chiara. Sahabatnya itu menatapnya dengan ra

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 230

    "Apa hubunganmu dengan Bella?"Shin cukup heran kenapa Walikota DeLuca berani untuk menanyakan hal sensitif itu di situasi seperti sekarang. Apakah pria paruh baya itu tidak takut jika putrinya sendiri akan ikut terseret dalam pusaran masalah ini?Arah mata Shin perlahan beralih, menatap ke arah dinding hitam yang berada tepat di belakang Giovanni dan Komandan Lombardi. Ia tahu di balik dinding itu terdapat sebuah ruangan khusus yang digunakan untuk mengamati proses interogasi yang hanya bisa dilihat dari satu arah, beserta dengan petugas yang merekam seluruh percakapan mereka. Kemungkinan, Giovanni sudah memberi arahan sebelumnya kepada seseorang di dalam ruangan tersebut untuk mematikan alat perekam sebelum mengajukan pertanyaan pribadi ini.Dugaan Shin memang tepat. Di ruang pengawas, Chiara segera meminta petugas operator untuk mematikan rekaman begitu melihat Walikota DeLuca memberikan kode rahasianya. Petugas itu langsung melakukannya tanpa banyak bertanya. Sebagai bawahan, ia t

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 229

    Giovanni sudah menyiapkan penawaran khusus jika Shin bersedia membuka mulut. "Kenapa? Bahkan bisnis musuhmu pun tidak ingin kau sebutkan? Kau masih ingin melindungi mereka?" Giovanni mencondongkan tubuhnya, lalu melanjutkan, "Saya akan memberikan penawaran bagus. Jika kau mau mengatakannya, hukumanmu akan diringankan."Shin tersenyum miring, menatap meremehkan. "Apakah Anda akan membebaskan saya?"Giovanni tidak langsung mengiyakan. "Tergantung seberapa berat kesalahanmu."Shin mengernyitkan dahi. "Tuan Walikota, apa sebenarnya tujuan Anda menangkap saya? Selama saya menjalankan bisnis di kota ini, saya tidak pernah melanggar hukum dan aturan apa pun yang ditetapkan oleh pemerintah."Giovanni tersenyum mengejek mendengar pembelaan itu. "Tidak pernah melakukan kesalahan, katamu?"Ia mendorong sebuah map dokumen tebal ke depan Shin. Dokumen yang berisi puluhan lembar kertas itu mencatat dengan rinci apa saja pelanggaran yang dituduhkan kepada Shin dan kelompok Red Line. Giovanni membuka

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 228

    "Kalau kau sudah mendapatkan hasilnya, jangan lupa kalau saya juga ambil bagian dalam tujuanmu."Suara berat Marco seketika menarik Bianchi dari lamunannya yang sedang membayangkan cara menguasai seluruh harta kekayaan milik Shin."Tentu saja, saya tidak akan pernah melupakan bantuan Anda, Tuan Marco. Apalagi ke depannya saya masih akan membutuhkan banyak kerja sama dengan Anda," ujar Bianchi dengan senyuman elegan khas bangsawan tua yang dipaksakan."Senang bekerja sama dengan Anda, Tuan Bianchi. Saya mendapatkan keuntungan yang sangat memuaskan dari konspirasi ini.""Kita sama-sama saling menguntungkan dan saling membantu untuk menjatuhkan musuh yang menghalangi jalan kita menuju kesuksesan. Maka dari itu, sebelum Giovanni DeLuca benar-benar turun dari jabatannya, tolong jangan tersinggung jika nantinya saya masih akan meminta bantuan Anda," kata Bianchi."Itu hal yang mudah. Dengan informasi akurat yang Anda berikan selama ini, hal itu juga memudahkan kami untuk menjalankan rencana

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 227 Identitas yang sebenarnya.

    Di penjara bawah tanah, Giovanni sudah menunggu kedatangan rombongan Komandan Lombardi yang membawa Shin. Melihat kondisi Luca atau yang sekarang harus ia panggil sebagai Shin, begitu mengenaskan, Giovanni dilingkupi perasaan campur aduk. Meski sekarang di matanya pria muda itu adalah seorang penjahat kelas satu, ia tetap memberikan perintah tegas untuk memanggil dokter pribadi dan mengobatinya. Setidaknya, jangan sampai tahanan yang sudah susah payah ditangkap ini langsung kehilangan nyawa begitu sampai di penjara, tanpa sempat memberikan informasi yang berguna bagi pemerintah.Selama Shin menerima pengobatan medis, Komandan Lombardi melaporkan setiap detail kejadian yang berlangsung saat proses penjemputan di vila perbatasan tadi. Mendengar klaim Bianchi yang mengatakan bahwa kondisi luka-luka Shin sama sekali tidak ada kaitan dengan dirinya, Giovanni mendengus tidak percaya. Justru karena pria tua itu bekerja sama dengan musuh bebuyutan kelompok Shin, proses penangkapan ini dipasti

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 93 Liburan berakhir.

    Kapal yang telah berlayar selama lebih dari seminggu akhirnya merapat di pelabuhan pantai Whitesand. Satu per satu penumpang turun dengan tertib. Suasana pelabuhan padat dan ramai oleh suara langkah kaki, percakapan, serta bisik-bisik orang yang masih belum puas menikmati perjalanan terdengar di ma

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 83 Kunci Kemenangan.

    Di luar kamar penahanan, waktu tanpa terasa sudah lebih dari setengah jam sejak Luca, Matteo, dan Vito masuk ke dalam. Akan tetapi, pintu itu belum juga terbuka.Salah satu pengawal yang berdiri paling dekat dengan pintu mulai gelisah. Ia beberapa kali melirik ke arah daun pintu yang tertutup rapat

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 77 Nomor Handphone.

    Klinik di kapal pesiar itu cukup luas dan tertata rapi. Beberapa alat medis modern tersusun di sepanjang dinding, lengkap dengan tempat tidur pasien, lemari obat, serta lampu pemeriksaan yang terang menggantung di atas meja medis.Begitu mereka sampai di sana, Adrian dan Matteo langsung mengambil a

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 37 Mengajak Liburan.

    Bella masih berdiri di dekat sofa ketika pria itu melangkah ke hadapannya. Pria itu tersenyum lebih dulu, senyum yang hangat dan sopan.“Selamat sore, Nona Muda,” sapanya. “Masih ingat saya?”Bella menatapnya lebih saksama, lalu mengangguk. “Tentu saja, kamu Rico, kan?Aku tidak menyangka akan berte

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status