Share

Bab 186

Penulis: SanASya
last update Tanggal publikasi: 2026-07-03 22:44:10

Selesai menyantap makanan bersama, Bella rupanya masih belum ingin pulang. Ia memasuki sebuah kamar kecil yang biasa ia jadikan sebagai tempat kerja pribadinya. Di dalam sana, Bella memeriksa satu per satu barang-barang yang biasa ia gunakan untuk membuat kerajinan tangan untuk bahan belajar anak-anak di sekolah.

Semuanya sungguh lengkap. Mulai dari alat potong, kertas warna-warni, hingga pernak-pernik kecil, tidak ada satu pun yang tertinggal. Bella membatin, jika ia ingin pindah kembali ke ru
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Nina Tantina
Nah Shin mulai peluk2 Bella ya...
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 212

    Bella mengira dirinya akan diculik lagi. Ia sampai menahan napas saat tubuhnya dengan begitu mudah dibawa masuk ke dalam kegelapan gang. Namun setelah itu, tidak terjadi apa-apa. Tidak ada serangan lanjutan. Ia justru bisa mendengar embusan napas berat tepat di belakangnya. Detik berikutnya, tubuh Bella dilingkupi oleh sebuah pelukan erat dan aroma parfum yang sudah sangat tidak asing lagi bagi penciumannya."Shin," panggil Bella, langsung mengenali sosok di belakangnya."Hm," jawab Shin singkat sambil semakin mengeratkan pelukan lengannya. Pria itu kemudian kembali bersuara, "Apakah kau terkejut?"Bella bisa mendengar ada nada jahil yang terselip dalam intonasi suara pria itu. Tangannya bergerak menepuk kesal tangan Shin yang melingkar kuat di pinggangnya. "Kau sengaja melakukannya, kan?"Shin terkekeh rendah. Kepalanya miring ke samping dan langsung mencuri satu ciuman cepat di pipi Bella. Hembusan napas hangatnya terdengar sangat jelas di telinga Bella hingga membuat gadis itu mera

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 212

    Bella mengira dirinya akan diculik lagi. Ia sampai menahan napas saat tubuhnya dengan begitu mudah dibawa masuk ke dalam kegelapan gang. Namun setelah itu, tidak terjadi apa-apa. Tidak ada serangan lanjutan. Ia justru bisa mendengar embusan napas berat tepat di belakangnya. Detik berikutnya, tubuh Bella dilingkupi oleh sebuah pelukan erat dan aroma parfum yang sudah sangat tidak asing lagi bagi penciumannya."Shin," panggil Bella, langsung mengenali sosok di belakangnya."Hm," jawab Shin singkat sambil semakin mengeratkan pelukan lengannya. Pria itu kemudian kembali bersuara, "Apakah kau terkejut?"Bella bisa mendengar ada nada jahil yang terselip dalam intonasi suara pria itu. Tangannya bergerak menepuk kesal tangan Shin yang melingkar kuat di pinggangnya. "Kau sengaja melakukannya, kan?"Shin terkekeh rendah. Kepalanya miring ke samping dan langsung mencuri satu ciuman cepat di pipi Bella. Hembusan napas hangatnya terdengar sangat jelas di telinga Bella hingga membuat gadis itu mera

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 211 Tukar Hadiah.

    Tiga hari setelah Shin pergi ke luar kota, Bella akhirnya diizinkan untuk tinggal kembali di rumah kecilnya dan mengajar di TK. Giovanni terpaksa memberikan izin karena Bella terus membujuknya, ditambah lagi situasi di dalam keluarga DeLuca saat ini memang sedang tidak memungkinkan. Secara rahasia, Bella kemudian diantar oleh kepala pengawal menuju Desa San Felice.Tanpa sepengetahuan Bella, ayahnya menugaskan seseorang untuk menjaganya dari jauh. Tugas pengawasan tersebut secara kebetulan jatuh ke tangan Rico. Perintah ini sama sekali tidak melibatkan campur tangan Shin. Namun, begitu Rico mengetahui tentang tugas rahasia tersebut, ia langsung memberi tahu Shin, dan pria itu tentu saja segera mengiyakannya.Kali ini, Rico tidak menyewa tempat yang dulu ia jadikan sebagai pos pengintaian. Karena tugasnya sekarang adalah mengawasi Bella selama 24 jam penuh dan memastikan keselamatannya, Rico memilih menyewa sebuah kamar di area rooftop. Dari sudut tersebut, ia mendapatkan pemandangan y

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 210

    Mendengar nama itu, Chiara dan Adrian membeku karena tidak percaya. Keduanya saling melempar tatapan penuh tanya, mencoba mencerna informasi yang baru saja mereka dengar."Apakah dia... Luca Vitali yang sama dengan yang kita kenal? Ataukah ada orang lain yang memiliki nama serupa?" tanya Adrian dengan nada ragu.Bella mengangguk. "Orang yang menjemputku tadi memang Luca Vitali.""Apa sebenarnya hubungan kalian yang sesungguhnya?" tanya Adrian lagi, kali ini dengan raut wajah yang lebih serius."Kami... teman dekat," jawab Bella, sempat menjeda kalimatnya sejenak. "Sebenarnya, dia pernah mengutarakan perasaannya kepadaku. Namun, aku masih membutuhkan waktu untuk memikirkan semuanya.""Bella, tidak baik membiarkan seorang pria yang sudah menyatakan cinta kepadamu menggantung tanpa penjelasan," timpal Chiara, memberikan nasihat sebagai seorang sahabat.Bella menatap Chiara lekat-lekat. "Aku tahu. Menurutmu, aku harus menjawab apa?"Mendengar pertanyaan itu, Chiara mendadak bungkam. Adria

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 209 Tidak Percaya.

    Setelah mengantar Bella hingga ke depan kompleks perumahan, Shin langsung memacu mobilnya dan pergi. Setibanya di rumah, Bella segera melangkah masuk ke dalam kamar. Ia langsung menggeledah barang-barang belanjaan yang dibelikan oleh Shin. Semua barang itu sangat menarik. Sejujurnya, Bella tidak terlalu membutuhkannya, terutama pakaian-pakaian tersebut. Shin benar-benar bersikap seperti pria yang sangat memanjakan kekasihnya. Apa pun yang dilirik atau dilihat oleh Bella secara saksama, akan langsung dibeli oleh pria itu tanpa bertanya apakah Bella membutuhkannya atau tidak. Namun, Bella tidak menolaknya karena semua barang sudah terlanjur dibayar, dan mungkin akan berguna suatu saat nanti. Setelah merapikan barang-barang itu, Bella memilih untuk beristirahat di perpustakaan rumah. Ia membaca buku sembari sesekali menatap kosong ke luar jendela, seolah-olah sedang memikirkan banyak hal berat yang mengusik kepalanya. Malam harinya, setelah makan malam dan berbincang sedikit dengan ay

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 208

    Bella menyambut dan membalas uluran tangan tersebut. "Aku Bella DeLuca, putri Walikota DeLuca, dan seorang guru TK."Hana membalas genggaman tangan itu dengan hangat. "Aku Hana Himuro, istri David Federico. Kalau begitu, aku pakai profesiku sebagai seorang pelukis saja." Keduanya pun saling melempar senyum mendengar perkenalan ulang yang unik itu.Hana penasaran saat mendengar profesi asli Bella. "Kau menjadi seorang guru TK? Kehidupanmu pasti cukup berwarna karena setiap hari mengajar anak-anak kecil."Bella mengedikkan bahunya ringan. "Begitulah. Anak-anak memang menyukai hal yang berwarna."Tidak terasa, keduanya sudah menghabiskan waktu berdua di dalam ruang privat selama satu jam. Semakin lama mereka berbicara, hubungan keduanya menjadi semakin akrab. Hal ini cukup mengejutkan bagi mereka berdua yang biasanya sangat menjaga jarak dengan orang baru, sampai obrolan hangat itu kemudian disela oleh suara ketukan pintu dan panggilan David kepada istrinya."Istriku, bukankah kamu bilan

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 24 Jika itu orang lain, saya tidak perduli.

    Shin tertawa pelan mendengar perkataan Bella, nadanya terkesan mengejek. "Anda terlalu berlebihan Nona, saya bukan orang baik. Saya hanya kebetulan lewat dan melihat seseorang yang cukup familiar sedang membutuhkan pertolongan. Jika itu orang lain, aku tidak akan perduli."Semilir angin dingin meng

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 23 'Orang Baik'

    Shin menyadari kegugupan perempuan dalam pelukannya, ia tersenyum tipis. Jari-jarinya yang dingin menyingkirkan helai rambut di pipi Bella, memperjelas wajah cantiknya yang perlahan merona.Bella segera memalingkan wajahnya yang malu ditatap terlalu intens oleh pria itu. Ia berusaha mendorongnya da

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 22 Penyelamat.

    Lampu gudang mendadak mati, kegelapan membuat anak-anak yang sedang ketakutan, serempak menjerit dan menangis. Pandangan tidak terlalu jelas, hanya beberapa titik cahaya samar dari lubang kain penutup jendela.Pemadaman listrik ini tidak biasa. Anggota Morsani langsung bersiaga dan memegang senjata

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 21

    Tanpa menunggu penjelasan Adrian, walikota DeLuca bersama wakilnya, Deputi Sergio dan Komandan Lombardi pergi ke sekolah TK tempat Bella mengajar. Satu unit pasukan khusus penjaga walikota, berisi 20 anggota, mengiringi mobil walikota didepan dan dibelakang. Segera kelompok itu sampai di San Felice

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status