Share

Bab 268

Author: SanASya
last update publish date: 2026-09-12 18:57:27

Sang kapten tentara rahasia tidak mengindahkan pertanyaan itu. Ia melayangkan kode gerakan tangan agar anggota timnya yang lain segera bergerak memeriksa dan menggeledah seluruh isi ruangan tersebut.

"Kalian tidak boleh menyentuh barang-barang itu!" tiba-tiba suara si gadis berkacamata kembali naik, nada suaranya dipenuhi kepanikan yang berlebihan saat melihat lemari arsipnya didekati.

Melihat tawanan ini akan memprotes dan berteriak lagi, tentara rahasia di belakangnya dengan sigap mengambil s
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Irwan
Lanjut......🦾🦾🦾🦾🦾
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 268

    Sang kapten tentara rahasia tidak mengindahkan pertanyaan itu. Ia melayangkan kode gerakan tangan agar anggota timnya yang lain segera bergerak memeriksa dan menggeledah seluruh isi ruangan tersebut."Kalian tidak boleh menyentuh barang-barang itu!" tiba-tiba suara si gadis berkacamata kembali naik, nada suaranya dipenuhi kepanikan yang berlebihan saat melihat lemari arsipnya didekati.Melihat tawanan ini akan memprotes dan berteriak lagi, tentara rahasia di belakangnya dengan sigap mengambil selembar sapu tangan kain yang tergeletak di atas meja kerja, lalu menyumpal mulut si gadis tanpa ampun. Dengan cekatan, ia menarik kedua tangan perempuan itu ke belakang dan mengikatnya erat menggunakan tali."Lebih baik kamu duduk manis dan diam saja di sini," ucap tentara rahasia itu sembari mendudukkan paksa si gadis berkacamata di kursi kerjanya, tidak lupa mengikat tubuhnya ke sandaran kursi agar ia tidak memiliki celah untuk melarikan diri.Setelah memastikan tawanan mereka tidak membuat k

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 267

    Kelima personel tentara rahasia itu seketika tercengang menyaksikan apa yang baru saja terjadi di hadapan mereka. Dinding rak buku itu bergeser lambat tanpa menimbulkan derit yang berarti. Keempat bawahan sang kapten langsung menatap pemimpin mereka dengan tatapan takjub, lalu secara serempak mengangkat jempol untuknya."Wah, Kapten! Anda benar-benar hebat! Bagaimana Anda bisa langsung tahu bahwa buku itu adalah tuas penarik mekanismenya?" bisik salah satu tentara rahasia dengan mata berbinar kagum.Sang kapten yang sebenarnya hanya asal menarik buku, buru-buru menguasai ekspresi wajahnya. Ia memasang wajah santai dan biasa saja demi menjaga wibawanya. "Tentu saja karena aku sangat teliti. Aku memperhatikan setiap jengkal bagian yang paling mencurigakan saat pertama kali menyisir ruangan ini. Sudah kubilang jangan banyak bicara dan tetap fokus. Ayo, kita masuk."Keempat bawahannya menelan bulat-bulat penjelasan sang kapten. Mereka mempercayai setiap kata pemimpinnya tanpa ragu, sehing

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 266

    Begitu langkah mereka tiba di jarak terdekat yang membatasi koridor dengan ruang kantor pribadi milik Bianchi Vittorio, langkah mereka tertahan. Di depan pintu kayu jati mahoni tersebut, berdiri dua orang penjaga bertubuh kekar. Dari struktur otot, cara berdiri, dan tampilan luarnya saja, para tentara rahasia langsung bisa mendeteksi bahwa kedua orang ini adalah petarung handal kelas berat.Tentara rahasia kembali menerapkan metode yang sama. Bubuk obat bius dosis tinggi kembali ditaburkan lewat aliran udara AC ruangan. Sepuluh menit kemudian, setelah kedua penjaga itu tampak berdiri dengan pandangan mata yang kosong dan tubuh yang sedikit terhuyung kaku, para tentara rahasia itu dengan langkah tenangnya melangkah melewati para penjaga tersebut tanpa memicu kepanikan sedikit pun.Mereka berhenti tepat di depan pintu masuk. Dari markas keamanan Whitesand, divisi IT yang bekerja sama dengan Bella segera melakukan peretasan jarak jauh untuk membobol kode sandi elektronik pintu tersebut.

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 265

    "Jadi, kita mau bergerak seperti apa, Kapten?" tanya salah seorang tentara rahasia lainnya, suaranya berupa bisikan yang teredam.Sang kapten tentara rahasia tidak langsung menjawab. Ia mengecek layar ponselnya terlebih dahulu, membaca laporan terkini dari intelijen pusat mengenai pergerakan tim lain di Whitesand. Laporan itu menyatakan bahwa di dua lokasi perusahaan legal milik Bianchi Vittorio, tidak ada data yang dicari.Ia meletakkan ponselnya kembali di atas dashboard mobil sembari menjawab dengan nada suara yang tenang. "Sepertinya kita tidak bisa memaksa masuk dengan cara kekerasan atau memicu baku tembak di sini. Di dua lokasi perusahaan milik Bianchi saat ini sudah terjadi keributan besar akibat penggeledahan Komandan Lombardi dan Jaksa Chiara. Kita jangan sampai membuat para penjaga di panti asuhan ini menjadi waspada terlebih dahulu, sebelum kita mengetahui dengan pasti apakah di sinilah tempat dokumen rahasia itu disembunyikan."Kapten itu mengetuk kemudi perlahan. "Terpak

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 264

    Dengan nada suara berwibawa yang sengaja ditekankan, Ibu Panti itu membuka suara, "Selamat siang. Ada urusan apa yang membuat Anda sekalian datang ke panti asuhan kami tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu?"Adrian tetap mempertahankan gaya tenangnya yang luar biasa, ketenangan yang sudah ia bangun sejak belajar kedokteran. Dengan intonasi bicara yang penuh dengan rasa percaya diri, ia menjawab sembari mengarahkan pandangan matanya menatap lurus tepat pada manik mata sang Ibu Panti yang bertindak sebagai ketua pengawas tempat tersebut."Selamat siang, Ibu. Kami semua adalah tim dokter cadangan yang ditugaskan dan dikirim secara langsung oleh Dokter Lance untuk menggantikan jadwal pemeriksaan kesehatan hari ini," ujar Adrian dengan pembawaan yang sangat meyakinkan.Ia menjeda kalimatnya sejenak, lalu memberikan penjelasan logis untuk mendukung kebohongannya. "Hari ini, Tuan Bianchi Vittorio tidak bisa ikut mendampingi kunjungan karena beliau mendadak harus menangani urusan birokra

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 263

    Dokter Lance dan tim perawatnya sedang berada dalam perjalanan menuju panti asuhan ketika tiba-tiba ponselnya berdering nyaring. Panggilan itu rupanya berasal dari rumah sakit tempatnya bekerja. Melalui suara suster di seberang telepon, ia diharuskan untuk segera datang ke rumah sakit sekarang juga demi menangani seorang pasien darurat yang membutuhkan tindakan operasi besar.Dokter Lance mengernyitkan dahi dalam-dalam, merasa terusik. Dengan nada angkuh, ia menyahut, "Batalkan atau alihkan ke dokter lain. Katakan kepada kepala ruang bedah bahwa hari ini saya sudah mengajukan izin resmi untuk berangkat siang. Saat ini saya sedang dalam perjalanan bersama Tuan Bianchi Vittorio untuk mengurus agenda penting."Dokter Lance sengaja membawa nama besar Ketua Dewan Kota agar suster tersebut tahu diri dan paham bahwa ia sedang menangani urusan orang yang teramat penting di kota ini. Akan tetapi, di luar dugaan, suara dalam sambungan telepon itu mendadak berubah. Suara suster tadi digantikan o

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 14

    Rico dan Vito duduk di kursi depan ikut melihat apa yang sedang diamati Bosnya. Shin di kursi belakang, tanpa ekspresi melihat jelas interaksi mereka meski tidak mendengar apa yang dibicarakan."Bos, kenapa kamu mencari tahu tentang putri walikota ini?" Rico tanpa takut bertanya.Shin bertanya bali

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 13

    Ayah Bella, Giovanni DeLuca, adalah seorang walikota yang dikenal sebagai pemimpin tegas dan adil. Ia dipilih warga karena integritasnya dalam bekerja, juga karena reputasi baik keluarga DeLuca yang merupakan keluarga tertua di Whitesand. Di bawah kepemimpinannya, kota berkembang pesat, dengan pemb

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 12

    Ucapan Adrian berhenti dengan sebuah pertanyaan. Matanya melirik ke rumah Bella, ragu-ragu ia berkata."Aku merasa dia memiliki sesuatu yang berbahaya dalam dirinya ... entah kenapa saat merawat lukanya, aku merasa ada sesuatu yang membuatku tidak nyaman, padahal pria itu sedang tidak sadarkan diri

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 11

    Alarm jam 04.30 pagi di handphone Adrian berbunyi, getaran di atas meja membuat suaranya lebih nyaring. Adrian membuka matanya dan meregangkan tubuhnya yang kaku. Tangannya meraih handphone untuk mematikan alarm, dahinya sedikit mengernyit, langsung teringat dengan pasien di kamar Bella.'Semalaman

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status