Home / Mafia / Nona Incaran Ketua Mafia / Bab 58 Alat pelacak.

Share

Bab 58 Alat pelacak.

Author: SanASya
last update publish date: 2026-02-15 21:17:09

Setelah berhasil membawa Bella pergi dari toilet tanpa menimbulkan kecurigaan besar, Maggio segera memberi perintah melalui alat komunikasi kecil di telinganya.

"Bawa dia ke kamarku. Hati-hati jangan sampai ada yang melihat," ucapnya dengan nada rendah dan tegas.

Di seberangnya, asistennya yang berdiri tak jauh darinya tampak kebingungan.

"Bos... kenapa dibawa ke kamar Anda? Bukankah seharusnya langsung ke kamar Gannaro?" tanyanya hati-hati.

Maggio melirik ke arahnya, lalu tersenyum miring, sen
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 302

    Sebelum Chiara sempat membuka mulut, Shin lebih dahulu berbicara.“Sebaiknya kita membicarakannya di tempat lain.”Tatapan Shin beralih kepada Bella. Sikapnya tetap tenang, seolah ia tidak merasa perlu menjelaskan hubungan mereka di tengah restoran yang ramai.“Aku sudah memesan ruang pribadi. Apa kau mau makan di sana?”Bella menatap Shin, lalu mengalihkan pandangan kepada Chiara dan Adrian. Ia pikir ruang pribadi akan menjadi tempat yang lebih nyaman untuk berbicara tanpa menarik perhatian pengunjung lain.“Bagaimana kalau kalian ikut makan bersama kami?” tanyanya kepada Chiara dan Adrian.Chiara langsung mengangguk. Ia memang berniat meminta penjelasan, dan tidak ada alasan untuk menolak ajakan tersebut. “Boleh. Lagipula, aku juga ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.”Adrian tidak keberatan. Ia kemudian menoleh kepada pelayan yang sebelumnya menerima pesanan mereka dan memberitahukan bahwa mereka akan pindah ke rua

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 301

    Bella dan Shin berjalan berdekatan dengan tangan saling menggenggam. Bukan sekadar bersentuhan tanpa sengaja, melainkan bergandengan erat seolah keduanya sudah terbiasa dengan kedekatan tersebut. Shin bahkan tampak sama sekali tidak keberatan memperlihatkan sikap mesranya di tempat umum.Chiara berhenti melangkah. 'Sejak kapan Bella kembali akrab dengan Shin? Dan mengapa mereka terlihat begitu dekat?'Pikiran Chiara langsung mengarah pada satu kemungkinan. Melihat cara mereka bergandengan tangan, ia menduga bahwa hubungan asmara yang pernah berakhir itu mungkin telah terjalin kembali. Namun, ia belum mendengar kabar apa pun dari Bella mengenai perubahan tersebut.Chiara mengerjapkan mata, memastikan dirinya tidak sedang salah menafsirkan situasi. Ia segera melangkah mendekati mereka.“Bella!”Mendengar namanya dipanggil, Bella dan Shin serentak menghentikan langkah lalu menoleh ke arah suara tersebut.Shin tampak biasa saja ketik

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 300

    Waktu makan siang di kantor kejaksaan agung masih sekitar satu jam lagi. Di salah satu ruangan kerja, Chiara duduk di balik meja dengan beberapa berkas perkara terbuka di hadapannya. Wajahnya tampak serius ketika membaca setiap halaman, sesekali berhenti untuk mencatat poin penting atau menandai bagian yang perlu diperiksa lebih lanjut.Kasus yang sedang ditanganinya berkaitan dengan kekerasan dalam rumah tangga yang berujung pada kematian seorang anak. Perkara tersebut cukup rumit karena belum ada kepastian mengenai penyebab kematian korban. Apakah anak itu meninggal akibat kecelakaan yang tidak disengaja, atau justru ada sesuatu yang disembunyikan oleh salah satu orang tuanya? Sejumlah keterangan yang terkumpul belum cukup untuk menjawab pertanyaan tersebut, sehingga Chiara harus menelaah bukti dan kesaksian dengan lebih cermat.Ia kembali membalik halaman, berusaha menghubungkan setiap keterangan yang tercantum dalam berkas. Kasus yang melibatkan anak-anak selal

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 299

    Bella menyandarkan kepalanya dengan nyaman di dada Shin, lalu mendongak untuk memandang wajah pria itu. Ada senyum tipis di bibirnya.“Jangan bilang restoran itu juga bisnis barumu?”Shin mengangkat alis, tampak terkejut. “Bagaimana kau bisa tahu?”Bella tersenyum puas karena tebakannya benar. “Kau tidak akan tertarik mengunjungi restoran baru kalau bukan milikmu sendiri, bukan?”Shin menatapnya sejenak, lalu sudut bibirnya terangkat. “Bagaimana kalau restoran itu milik orang lain? Aku mengajakmu ke sana untuk menilai makanannya, supaya aku bisa memastikan mereka tidak akan menyaingi bisnisku.”Bella segera menegakkan tubuh dan menatapnya dengan ekspresi pura-pura terkejut. Ia bahkan sengaja membuka sedikit mulutnya, seolah baru saja mendengar sesuatu yang luar biasa.“Ternyata seorang pebisnis muda terkenal seperti Tuan Shin juga bisa takut tersaingi?”Shin terkekeh pelan melihat wajah cantik kekasihnya yang jelas-jelas sedang mengejeknya. Ia meraih kedua tangan Bella, lalu mengecup

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 298

    Malam itu, setelah saling mengungkapkan perasaan dan sepakat memberikan kesempatan kedua bagi hubungan mereka, Bella dan Shin kembali menjalin kasih. Perjodohan Bella dengan Caspian yang semula direncanakan Giovanni pun berakhir sebelum benar-benar dimulai. Bagi Bella dan Shin, hal itu tentu menjadi alasan untuk berbahagia. Namun, di antara mereka bertiga, Caspian mungkin merupakan orang yang paling lega karena tidak perlu melanjutkan perjodohan tersebut.Sejak awal, Caspian memang tidak pernah berniat menjadi pasangan Bella. Bukan karena Bella memiliki kekurangan, melainkan karena ia sudah mengetahui siapa pria yang sebenarnya dicintai perempuan itu. Baginya, mencoba merebut perempuan yang telah menjadi milik bosnya sama saja dengan mencari masalah dan mempertaruhkan nyawanya sendiri. Caspian masih cukup menyayangi hidupnya untuk tidak melakukan tindakan sebodoh itu.Keesokan harinya, Caspian mendatangi ruangan Giovanni di gedung pemerintahan untuk menyampaikan keputusan mereka secar

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 297

    Sesuatu tiba-tiba terlintas di benaknya. Ia kembali memandang Shin, kali ini dengan sorot mata yang perlahan berubah ketika mulai memahami maksud di balik perkataan pria itu. Shin tidak sedang membanggakan kebaikannya ataupun meminta Bella mengingat semua sumbangan yang pernah diberikannya. Ia sedang menunjukkan sesuatu yang lebih penting: selama berada di Whitesand, Red Line tidak semata-mata menjalankan bisnis, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi kota tersebut.Jika demikian, mungkin Shin ingin membuktikan bahwa keberadaan kelompoknya tidak selalu menjadi ancaman bagi Whitesand.Bella ingin mengatakan sesuatu, tetapi untuk sesaat ia tidak tahu harus memulai dari mana. Sebelum sempat menyusun pikirannya, Shin sudah bergerak lebih dahulu. Pria itu meraih salah satu tangannya, lalu menggenggamnya dengan lembut.Tangan Bella yang putih dan ramping tampak begitu mungil di dalam genggaman Shin yang besar. Kehangatan telapak tangan pria itu menjalar ke kulitnya, membuat Bella tanp

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 5

    Bella keluar dari kamar mandi dan melihat Adrian sibuk di dapur. Rambutnya tergerai masih setengah basah, matanya menatap senang pada Adrian yang datang membawakan makanan untuknya. Kebetulan Bella lapar, dia tidak perlu masak."Aku tadi buat minestrone, kamu pasti belum makan malam, makanlah." Adr

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 3

    Udara malam Desa San Felice menusuk kulit Bella, dingin terasa semakin pekat karena keringat yang bercampur dengan ketakutan. Dengan susah payah, ia menahan tubuh pria asing itu yang beratnya jauh melebihi tenaganya.Nafasnya tersengal, kakinya hampir menyeret, namun entah dari mana kekuatan itu mu

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 15

    Lima hari berlalu... Tiga puluh enam anggota polisi yang diperintahkan untuk memeriksa daerah San Felice secara menyeluruh tidak menemukan apapun yang mencurigakan. Pencarian hingga luar daerah pun dilakukan, tidak ada tanda-tanda adanya kejahatan yang pernah terjadi dan semuanya aman-aman saja.Se

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 4

    Bella duduk di kursi makan dan merenung. Benar kata Adrian, dirinya agak ceroboh membawa pria itu kerumahnya. Walau terluka dan tidak sadarkan diri, ia tidak mengenalnya.Siapa yang melukainya? Luka separah itu jika ia tidak melihatnya pasti tidak akan selamat sampai esok hari.'Apakah pelakunya su

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status