Share

Bab 121

Penulis: Trya Dhafi
last update Tanggal publikasi: 2026-08-19 23:16:34

Melihat derai air mata dan luka mendalam di mata wanita yang telah melahirkannya, Reno bergerak dari tempat duduknya. Ia berpindah duduk ke samping Bu Rahma, merengkuh bahu ringkih sang ibu dan mengusap lengannya penuh kehangatan. Ravita yang ikut berkaca-kaca segera menggeser duduknya, merapatkan diri di sisi lain Bu Rahma sembari mengelus punggung ibunya.

Reno sengaja membisu, membiarkan sang ibu menuntaskan seluruh kepedihan, prasangka, dan tangis serta sesak di dadanya sampai napas wanita t
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 165

    Seorang petugas laboratorium berpakaian steril akhirnya keluar dari ruang pengambilan sampel, memecahkan ketegangan tegang yang berkecamuk di koridor rumah sakit tersebut."Keluarga Bapak Dandi dan Bapak Reynald?" panggil petugas itu ramah seraya membawa clipboard di tangannya.Dandi langsung berdiri tegak, memutus tatapan dinginnya dari Axel. "Iya, kami.""Silakan masuk ke dalam untuk pengambilan sampel darah dan swab mukosa pipi. Prosedurnya hanya sebentar," lanjut petugas laboratorium tersebut seraya membukakan pintu.Reno mengangguk tenang, meremas lembut jemari Viona sebelum melepaskan pegangannya. "Aku masuk dulu ya, Vi.""Iya, Mas. Aku tunggu di sini," bisik Viona penuh kehangatan, tersenyum menguatkan sembari merapikan kerah kemeja Reno. Tatapan matanya memancarkan rasa cinta, percaya dan dukungan yang begitu dalam.Pemandangan mesra itu membuat Axel makin muak. Dengan langkah terseret dan wajah ditekuk penuh amarah, ia mendahuluilangkah Dandi dan Reno masuk ke dalam ruangan.

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 164

    Beritahu Dandi dengan helaan napas berat, teringat raungan histeris Axel itu di rumah tadi. "Saat ini dia sedang frustrasi parah karena posisinya sebagai anak kami sedang terancam. Tapi biar saya yang urus. Mau tidak mau, dia harus mau."Darmawan dan yang lainnya pun setuju. Mereka mengobrolkan beberapa hal, Reno dan Dandi bertukar informasi tentang data dirinya dan Axel.Setelah itu, tanpa membuang waktu lagi, Dandi pamit dan langsung bergegas pulang.Keheningan tegang masih menggelayuti ruang tamu sepeninggal Dandi. Darwin, Darmawan, Reno, dan Viona masih terdiam, sibuk mencerna kerumitan benang merah yang baru saja terhampar di hadapan mereka.Tepat saat itu, langkah kaki memecah kesunyian. Rima melangkah masuk dengan gaya anggunnya setelah bepergian seharian, kumpul dengan teman-teman sosialitanya. Dahi wanita umur tiga puluhan itu berkerut dalam, di halaman depan tadi, ia sempat melihat Dandi dengan kilat raut wajah Dandi yang amat keruh. Dan sekarang begitu masuk rumah, suasana

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 163

    Axel menatap papanya dengan pancaran mata liar penuh rasa tidak percaya. Pertanyaan Dandi barusan serasa menjadi pukulan telak yang kian menghempaskan harga dirinya ke titik terendah."Papa ngomong apa sih?" teriak Axel, suaranya serak melengking, bergetar hebat menahan frustrasi yang membakarnya. "Mana aku tahu dia punya saudara atau enggak. Aku bukan siapa-siapa si Reynald miskin itu, Pa. Kenapa Papa malah mikirin dia saat posisi aku di rumah ini lagi diujung tanduk?"Axel meremas rambutnya sendiri, melangkah mundur hingga punggungnya membentur dinding. Air mata emosi menetes membasahi pipinya yang pucat. Ia tak sanggup lagi menampung beban di kepalanya, ancaman kehilangan seluruh harta dan status sosialnya, teror kehamilan Lani yang terus mengejarnya, dan kini sikap Dandi yang justru mulai mengabaikannya demi mencari tahu sosok pria kampung yang sangat ia benci itu."Aku nggak peduli soal Reynald, aku nggak peduli dia kembar atau punya saudara seribu orang sekaligus," lanjut Axel b

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 162

    Suryo menelan ludah dengan susah payah. Tatapan mengintimidasi dari Darmawan dan ketegangan di wajah Darwin membuat ruang geraknya terkunci rapat. Tak ada celah lagi untuk berbohong."I-iya, Mas," jawab Suryo akhirnya, suaranya bergetar pasrah. "Dewi baru saja telepon dari rumah Dandi. Hasil tes DNA kilat Axel dan Dandi baru keluar pagi ini... dan probabilitasnya nol. Axel bukan anak kandung Dandi dan Mila."Darmawan tersentak hebat. Meski ia berupaya keras mempertahankan raut wajah datarnya, binar di matanya tak sanggup menyembunyikan rasa terkejut yang luar biasa.Otak Darmawan seketika berpikir ke mana-mana, menghubungkan potongan-potongan fakta. Semalam, Viona baru saja menelepon dan mengabarkan hasil mereka di kampung. Bu Rahma mengaku Reno adalah bayi yang dibuang di depan rumahnya, yang artinya Reno juga bukan anak kandung keluarga itu.'Axel bukan anak Dandi dan Reno bukan anak dari orang tuanya di kampung itu,' batin Darmawan, dadanya berdegup kencang. Apakah dugaan Viona dan

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 161

    Dewi berdiri tertegun, melihat situasi di ruang keluarga itu. Dewi masuk dari pintu depan yang terbuka. Entah lupa ditutup atau bagaimana. Maksud hatinya berkunjung siang itu untuk sekadar bersilaturahmi, namun pemandangan di hadapannya membuat langkahnya seketika terhenti."Ada apa ini?" tanya Dewi bingung, memecah kesunyian ruang keluarga itu.Suaranya mengejutkan tiga insan di ruangan tersebut. Dandi, Mila, dan Axel tersentak. Dari beberapa saat lalu mereka hanyut dalam pusaran emosi masing-masing, tak ada satu pun dari mereka yang menyadari kehadiran Dewi.Atmosfer tegang sangat begitu terasa. Dandi buru-buru berpaling, menyembunyikan matanya yang kian memerah akibat amarah dan perasaan yang bercampur aduk. Mila menyembunyikan wajah di balik kedua telapak tangannya, bahunya masih terguncang tangis yang meredup menjadi histeria samar. Sementara Axel, pemuda itu terduduk kaku bagai patung, memegang kertas dengan jemari yang masih bergetar.Keheningan kembali melingkupi ruangan. Tak

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 160

    Setelah mengambil hasil tes DNA, Dandi menggenggam erat amplop cokelat bersegel resmi itu. Tanpa berniat membukanya di rumah sakit, ia merangkul Mila yang masih gemetar dan langsung menuntunnya menuju parkiran. Mereka sepakat untuk membaca hasilnya di rumah demi menjaga privasi, apa pun kenyataan yang tertulis di dalamnya, mereka sudah siap dan sudah berada di rumah.Perjalanan pulang terasa sangat hening dan menyiksa. Keduanya lebih banyak terdiam di dalam mobil tanpa berniat untuk mengobrol sama sekali. Berbagai perasaan berkecamuk di dada mereka.Setibanya di rumah, Dandi dan Mila langsung menuju ruang keluarga. Dandi meletakkan amplop tersebut di atas meja kaca, lalu menyuruh asisten rumah tangga untuk memanggil Axel yang tak kunjung keluar dari kamar.Di dalam kamarnya, Axel tersentak saat mendengar ketukan pintu disertai panggilan dari ART. Jantungnya berdegup begitu kencang hingga dadanya terasa sesak. Dengan langkah berat dan lutut yang lemas, ia membuka kunci pintu dan berjal

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 2

    Brakk! Pintu ruang rias VIP itu terbuka begitu keras hingga semua orang yang ada di dalam ruangan langsung menoleh ke arah sumber suara. Seorang wanita muda, cantik berdiri di ambang pintu dengan napas sedikit memburu. Gaun pengantin putih yang dikenakannya tampak sempurna. Riasan wajahnya juga je

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 1

    "Nikahi putriku dan sebagai gantinya, biaya pengobatan ibumu dan utang-utang keluargamu dua ratus juta, lunas kubayar." Reno alias Reynald Notoharjo merasa seperti baru saja disambar petir di siang bolong. Pria berusia dua puluh lima tahun itu berdiri kaku di tengah ruangan mewah yang bahkan la

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 6

    Viona yang masih menarik pergelangan tangan Reno menuju dalam rumah, mendadak langkahnya berhenti saat mendengar pertanyaan itu. "Bagaimana dengan Axel? Apa kamu sudah dapat kabarnya lebih lanjut?" Tubuh Viona langsung menegang. Beberapa detik yang lalu dia masih sibuk mengomel soal acara keluar

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 5

    Keesokan paginya, Reno terbangun lebih dulu dibanding penghuni rumah lainnya, atau lebih tepatnya dibanding Viona yang masih berada di dalam kamar utama. Meski semalaman tidur di sofa ruang keluarga, tidurnya justru cukup nyenyak. Sofa itu bahkan jauh lebih empuk daripada kasur tipis yang selama

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status