Compartir

BAB 41 TEMANI MANDI

last update Fecha de publicación: 2026-07-16 12:00:09

Di bawah naungan langit gelap yang bertabur bintang, kini aku memberanikan diri untuk membalas lumatan bibir Axel yang menuntut.

Jemariku bergerak mencakar pelan punggung tegapnya yang basah oleh peluh, sementara lidahku terjulur, menawarkan tautan yang jauh lebih dalam dan intim.

Hasrat Axel tampaknya kian meliar. Di atas rooftop yang sunyi dan hanya menyisakan kami berdua, ia tiba-tiba menyusupkan lengannya ke bawah lekuk lututku, mengangkat kedua pahaku hingga terparkir
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 119 PUNCAK AMARAH

    "Diam, Inez! Tolong jangan pernah ikut campur urusan rumah tangga gue!" teriak Axel meluapkan amarahnya sebelum akhirnya melangkah masuk ke dalam lift."Gue cinta sama lo, Axel! Kenapa sih lo nggak pernah mau lihat ketulusan gue?!" seru Inez membentak. Namun ia tidak nekat menyusul. Ia hanya berdiri terpaku di depan pintu lift, menatap Axel dengan raut wajah penuh kekecewaan sebelum akhirnya pintu besi itu tertutup rapat.Di dalam mobil, aku masih bisa melihat raut wajah Axel yang diliputi amarah membara. Sepanjang perjalanan membelah jalanan kota menuju apartemen, ia benar-benar terdiam seribu bahasa. Pandangannya lurus menghujam aspal hitam dengan garis rahang yang menegang keras. Sedetik pun, ia menolak untuk menoleh menatapku.Hingga akhirnya kami tiba di apartemen. Axel memindahkan tubuhku yang terbungkus selimut ke atas kasur tanpa kata, lalu berbalik hendak melangkah pergi meninggalkanku begitu saja."Axel..." panggilku lirih, mem

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 118 KOMPOR PANAS

    "Emmh..." rintihku pasrah di tengah lumatan bibir Miko yang kian liar dan beringas.Aku menepuk-nepuk dadanya dengan pergerakan amat lemas, berharap ia mau menghentikan aksinya. Namun, Miko justru bangkit berdiri sembari menggendong tubuhku tanpa melepas ciumannya yang memaksa. Ia melempar tubuhku ke atas ranjang hotel, lalu melepas kemejanya dengan gerakan terburu-buru.Aku yang sudah tak berdaya akibat pengaruh uap aromaterapi manis itu hanya bisa terbaring pasrah dengan air mata yang meleleh membasahi kain sprei.Tak butuh waktu lama, Miko sudah melucuti pakaiannya hingga hanya menyisakan celana dalam. Ia kembali merayapi tubuhku dengan kecupan-kecupan menuntut sembari melucuti pakaianku satu per satu.Tepat saat bibirnya mulai membakar kulit leherku, aku memaksakan sisa kesadaranku untuk berbisik gemetar di dekat telinganya. "Tolong... jangan lakukan ini, Miko. Aku udah menikah... Aku udah sering melakukannya sama Axel..."T

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 117 CIUMAN PAKSA

    "Miko... maafin aku. Cuma itu yang bisa aku katakan sekarang..." bisikku dengan intonasi nada penuh penyesalan. Miko tersenyum miring dengan raut wajah sarat kekecewaan mendalam. Ia perlahan mendongak, menatapku dengan netra yang mulai berkaca-kaca. "Jadi... kamu beneran udah jatuh cinta sama Axel sekarang?" bisiknya lirih. "Sedikit pun... apa nggak ada sisa perasaan buat aku lagi, Kay?" Aku meremas jemari tanganku erat-erat, menundukkan wajah saat air mata mulai meluncur membasahi pipi. "Aku bersalah... Kamu berhak membenciku, Miko." Perlahan, aku memberanikan diri menatapnya dari sudut mata yang basah. "Tapi aku mohon... tolong bantu aku buat menghapus foto itu." Miko tidak langsung menjawab. Ia menatapku lama dengan pendar amarah yang meletup-letup di balik matanya. "Kamu berani berciuman panas sama Axel di sembarang tempat... Lalu kenapa sekarang kamu begitu ketakutan saat rahasia kalian terbong

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 116 MENURUTI PANGGILAN MANTAN

    Dengan jemari tangan yang masih gemetar hebat, aku mencoba menghubungi nomor Axel, berharap ada keajaiban yang terjadi. Namun, semuanya berakhir dengan kekecewaan yang makin meremas dada.Ponsel Axel masih belum aktif. Tanganku terjatuh lemas ke atas pangkuan. Aku hanya bisa tertegun membisu, menatap kosong ke luar jendela taksi menuju hotel yang terasa kian mencekam."Axel... maafin gue..." gumamku lirih, dipenuhi gejolak rasa bersalah.Tidak ada jalan lain. Aku harus menuruti kemauan Miko sekarang. Setidaknya, foto adegan itu harus sudah musnah dari layar LED kampus sebelum ujian Axel berakhir. Ya... lebih baik aku menyelesaikan masalah ini sendiri tanpa perlu memberitahunya, agar konsentrasi ujiannya tidak terganggu."Sudah sampai, Mbak," panggil sopir taksi begitu mobilnya berhenti di pelataran Hotel Berlian, sesuai titik lokasi yang dikirimkan Miko."Iya, Pak. Terima kasih..." sahutku lemas. Aku melangkah keluar d

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 115 MENJAGA NAMA BAIK

    "Jadi kita harus gimana sekarang, Kak?" desak Hani panik.Rayan tampak berpikir keras, satu tangannya mengepal erat di tepi meja kayu. "Kalau file resmi dari Mapala semuanya normal, itu artinya ada penyusup yang sengaja menyisipkan foto itu ke sistem."Rayan mengangkat wajahnya, menoleh menatap kami berdua yang berdiri cemas di belakang kursinya. "Tujuannya sudah sangat jelas. Ingin mencemarkan nama baik Axel. Dan mungkin... merusak reputasi wanita yang ada di dalam foto itu."Aku dan Hani kembali melempar pandangan cemas. Tanpa sadar, aku meremas lengan Rayan untuk memohon. "Kak... tolong bantu Axel. Bagaimanapun juga dia itu kakak sepupuku. Dia pewaris tunggal keluarga, Kak. Kalau sampai namanya tercemar, dampaknya bakal buruk banget buat kelangsungan perusahaannya nanti."Rayan mengangguk pelan, raut wajahnya menyiratkan keseriusan. "Aku akan coba menemui pihak IT biro kampus dulu.""Kami ikut, Kak!"Kami bertiga melangkah ter

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 114 FOTO CIUMAN

    "Hani... ada apa sih?!" tanyaku dengan napas tersengal-sengal begitu berhasil menyusul Hani di depan area food court pusat. Hani langsung menyambar pergelangan tanganku dengan raut wajah panik luar biasa. "Hari ini dokumentasi kegiatan kemah Mapala kita ditayangkan secara live di layar LED pusat kampus!" ucapnya sembari mengayunkan langkah lebar menuju sudut tempat layar LED raksasa itu tertanam. "Jadi lo sepanik itu cuma buat pamer tayangan dokumentasi?" protesku sembari terus terseret berjalan di belakangnya. Hani tiba-tiba menghentikan langkahnya tepat di depan kerumunan mahasiswa yang tengah mengerumuni layar LED berukuran besar tersebut. "Yang bertugas mengumpulkan file dokumentasi acara itu kan cuma lo sama gue," bisiknya menunjukku. "Tapi gue yakin seratus persen... gue nggak pernah ngerasa membidik potret yang satu itu!" "Potret apaan sih?" tanyaku dengan alis menukik dalam.

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status