Share

BAB 70 SALAH SANGKA

last update publish date: 2026-07-28 06:15:19

"Kay... kok malah diam aja sih?!" tanya Hani sembari meneliti arah pandanganku yang membeku. "Ye... ngapain cuma berdiri meratapi dari luar? Ayo masuk aja sapa mereka!"

Hani menarik lenganku untuk diajak masuk ke dalam restoran. Namun, tepat pada saat itu, ponsel di saku celanaku tiba-tiba bergetar menyuarakan panggilan masuk.

Aku buru-buru menarik tanganku di ambang pintu, menahan langkah kami berdua. "Bentar, Han. Ponsel gue bunyi."

Begitu kuperi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 207 RONDE KE DUA

    Dalam pengaruh kalimat yang mengejutkan itu, kami berdua masih gemetar hebat dalam cengkeraman orgasme yang memuaskan."Lo... bilang apa barusan, hm?" tanyaku dengan napas tersengal-sengal.Aku memeluk lehernya erat-erat, menyerap sisa-sisa sengatan pelepasan yang perlahan melelehkan kesadaran kami.Axel menyeringai tipis. Ia menjatuhkan kepalanya di ceruk leherku dengan hembusan napas yang bertaut cepat. "Gue... ingin punya anak dari lo, Kayla."Dada Axel naik-turun seirama dengan napasku yang masih berpacu liar. Peluh tipis melapisi kulit kami yang saling menempel rapat, menyerap sisa-sisa sengatan pelepasan pertama yang baru saja membius kesadaran. Namun, aku dibuat terperanjat oleh permintaannya yang tiba-tiba."Lo bercanda, kan? Kita bahkan belum menikah secara hukum di mata negara. Gue belum mau punya anak," tolakku spontan.Kepala Axel mendongak, menatap langsung ke dalam manik mataku dengan dalam. "Tepat setelah ulang tahun lo yang ke-dua puluh nanti, gue akan segera mendaftar

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 206 PERMINTAAN MENGEJUTKAN

    "Lingerie lo seksi banget, Kayla..." pujinya seraya mengecup belahan dadaku, lalu bergerak turun perlahan membasahi area perut yang membuat tubuhku geli dan meliuk liar."Lo pintar banget memilih seragam dinas malam ini, Kay. Bikin gairah gue membumbung tinggi," bisiknya. Wajah tampannya mendongak tepat di bawah tubuhku.Aku tersipu malu seraya menggigit ujung jariku. "Lo... suka?"Axel mengangguk mantap seraya tersenyum lebar. "Suka banget! Rasanya... ingin gue makan habis lo sekarang."Ia kembali mengecup lembut area perutku, lalu meluncur turun melintasi paha. Jemarinya yang panjang mulai bermain liar di balik lingerie tipis yang menutupi area sensitifku."Mmhhh..." desahanku lolos samar. Tubuhku meliuk-liuk bagai cacing kepanasan setiap kali menerima sentuhan jemarinya yang hangat dan panas.Ia menggeser ke sampaing kain tipis yang menutupi lipatan sensitifku itu, lalu mulai menggesek pelan permukannya sudah mulai basah.Sentuhan jemari Axel di daerah intimku itu membuat seluruh s

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 205 MAKAN MALAM MENGGAIRAHKAN

    "Wow... yang ini super seksi, Kay!" takjub Hani seraya menunjuk sebuah set lingerie berwarna merah menyala.Dengan warna merah merona yang menggoda, lingerie tersebut memancarkan kesan berani dan elegan melalui material renda bermotif floral transparan serta detail cut-out yang modern. Desain teddy bodysuit-nya dilengkapi aksen harness berhiaskan ornamen liontin hati di bagian dada, dipadukan dengan garter belt dan tali paha yang mempertegas siluet lekuk tubuh secara menawan.Kalau aku memakai lingerie ini, aku yakin Axel pasti bakal bertekuk lutut."Ya sudah, Mbak. Bungkus yang ini juga ya," pintaku tanpa basa-basi."Baik, Mbak."Aku melangkah menuju kasir untuk melunasi semua lingerie pilihan kami."Berapa semuanya, Mbak?" tanyaku pada sang kasir.Kasir tersebut memindai kode barang pada gaun-gaun tipis tadi. "Totalnya sembilan ratus lima puluh dolar, Mbak."Aku mengulurkan black card pemberian Axel dan sang kasir memproses pembayarannya dengan sigap.Puas berburu lingerie, aku mene

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 204 MENYINGKIRKAN HAMA

    "Hei! Sejak kapan hama tanaman bisa keluyuran di toko berkelas begini?" sindir Hani sinis seraya melipat tangan di dada.Freya mendengus keras, lalu kembali menyibakkan pakaian dalam diskonan di dalam keranjang obralan."Lagipula... buat apa ya cewek murahan beli lingerie? Dikira Kak Miko masih bakal mau sama dia kali ya," omel Freya tanpa sudi menoleh, terus berakting fokus pada tumpukan pakaian dalam di depannya."Hei, cewek hama! Lo ngomong sama siapa, hah?!" desis Hani mulai kehilangan sisa kesabarannya.Aku yang merasa agak risih dan sungkan pada pelayan toko buru-buru menarik lengan Hani agar melangkah mundur. "Sudah... nggak usah dilayani orang seperti dia."Aku menyerahkan lingerie motif harimau itu kepada sang pelayan toko. "Yang ini saya ambil juga ya, Mbak."Sang pelayan mengangguk sopan. "Baik, Mbak. Saya masukkan ke kantong belanjaan ya.""Ayo kita pilih satu lagi," ajakku pada Hani seraya menyusuri rak lainnya."Lo mau beli satu lagi?!" tanyanya dengan mata melotot lebar

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 203 MEMILIH LINGIRE

    "Hah?!" Hani seketika menutup mulutnya yang membulat lebar karena kaget, lalu pandangannya buru-buru menyapu sekitar. "Lo... lo sekarang main perang terbuka sama Axel?!"Aku menahan senyum gembira seraya menganggukkan kepala pelan."Kayla!!" teriaknya histeris menahan jeritan seraya menggenggam erat jemariku. "Kalian... benar-benar sudah perang terbuka di apartemen?!"Aku menundukkan kepala karena malu, lalu kembali mengangguk seraya menahan senyum gatal yang memuncak."Ihh... gue jadi ingin kawin juga!" Wajah Hani berbinar cerah seraya menggoyangkan jemarinya gemas. "Lo dan Axel... pasti hot banget, kan? Secara... Axel itu kapten basket dan mantan ketua Mapala!""Maka dari itu dia meminta gue beli lingerie baru," sahutku malu-malu. "Sebagai balasan uang nafkah ini, dia minta gue naik sendiri ke ranjangnya.""Hah?!" Mata Hani membulat sempurna. Ia kemudian serta-merta merapatkan kedua paha dan menjepit selangkangannya dengan tangan. "Ya ampun, Kayla... punya gue mendadak ikut kedutan!

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 202 AKHIRNYA...

    "Ada apa?" Hani beranjak dari kursinya, mencondongkan tubuhnya seraya mengintip layar ponselku."Bukan apa-apa," kelitku yang sebenarnya masih merasa syok berat akibat notifikasi kartu kredit yang mendadak muncul itu.Hani tidak perlu tahu masalahku dengan Miko. Kalau sampai dia tahu, dia bisa histeris dan mengamuk detik ini juga. Aku bergegas meletakkan ponsel di atas meja, bersikap seolah tidak ada hal buruk apa pun yang terjadi. Namun, Hani yang penuh curiga justru menyambar paksa ponselku dari meja."Gak mungkin nggak ada apa-apa! Wajah lo tiba-tiba pucat begitu!" cetusnya seraya mengarahkan layar ponsel ke arah wajahku untuk membuka kunci pemindai face ID.Aku kelagapan berusaha merebut ponsel itu kembali. "Hani... nggak ada apa-apa, kok! Sini balikin ponsel gue!"Namun, Hani bertindak lebih cepat. Ia menjauhkan tangannya hingga tak terjangkau olehku, lalu berhasil membaca deretan pesan notifikasi tersebut."Notifikasi transaksi kartu kredit?!" cecarnya dengan kening berkerut dal

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status