Home / Romansa / OM CEO, I LOVE YOU! / Bab 14 - Rasa cemburu sang CEO

Share

Bab 14 - Rasa cemburu sang CEO

Author: BabyCaca
last update Petsa ng paglalathala: 2026-01-12 20:45:48
Sore itu, Alistair pulang lebih awal dari kantor. Namun, pemandangan di taman belakang mansion membuatnya menghentikan langkah. Lala sedang duduk di rumput bersama Leon, yang mana mereka tertawa bersama sambil memberi makan ikan di kolam.

Lala terlihat sangat lepas, yakni jauh berbeda dengan saat bersamanya yang selalu penuh perdebatan.

"Leon, kalau Om Alistair lagi marah, mending kita kasih dia kerupuk atau kasih dia obat tidur sih biar anteng?" tanya Lala sambil terkikik.

Leon tersenyum sop
BabyCaca

Waduh, Om Alistair ternyata jago cemburu juga ya! Masa sama Leon aja langsung pasang wajah dingin gitu? 😂 Mana sekarang Lala dibawa ke kantor lagi, takut kecolongan ya Om? Paling ngakak pas Lala muncul di Zoom para petinggi perusahaan. Bayangin wajah para bos besar pas Lala bilang 'Om Alistair lagi galak'! 😭 Menurut kalian, Alistair bakal beneran bikin bibir Lala bengkak seminggu nggak nih sebagai hukuman? Jangan lupa Review Bintang 5 dan Koinnya ya! Dukungan kalian bikin Author semangat lanjutin huru-hara di kantor Vanderwick! ❤️

| 9
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • OM CEO, I LOVE YOU!   Bab 200 - Tamat

    Matahari sore menyiram taman belakang Mansion Vanderwick dengan cahaya keemasan yang hangat, menciptakan siluet megah pada pilar-pilar bangunan yang tetap kokoh berdiri selama belasan tahun. Di sebuah kursi taman kayu jati yang nyaman, Alistair Julian Vanderwick duduk dengan gaya tenangnya yang legendaris. Meski ada beberapa helai uban yang mulai menyelinap di antara rambut hitamnya, aura kepemimpinannya justru semakin matang dan berwibawa. Alistair merangkul bahu Lala, menarik istrinya agar bersandar erat di dada bidangnya yang selalu menjadi pelabuhan ternyaman. Lala, yang masih terlihat sangat cantik dengan kerutan halus di sudut matanya, tersenyum sambil menikmati semilir angin. Ia mengamati bunga-bunga melati yang dulu mereka tanam bersama, kini telah tumbuh rimbun menutupi sebagian area gazebo. "Bub, lihatlah sekeliling kita. Rasanya seperti mimpi melihat mansion ini tetap sehangat dulu," bisik Lala pelan. "Tentu saja hangat, karena duniaku ada di sini, bersamamu, Lala," s

  • OM CEO, I LOVE YOU!   Bab 199 - Si kembar pintar

    Malam di Mansion Vanderwick terasa berbeda, seolah udara dipenuhi oleh haru yang tertahan di balik kemegahannya. Lampu kristal di ruang tengah memancarkan cahaya temaram, menyinari Alistair dan Lala yang duduk berdampingan di sofa beludru. Besok adalah hari kelulusan jalur akselerasi bagi si kembar, sebuah tanda bahwa masa kanak-kanak mereka telah resmi berakhir. Alistair menatap kosong ke arah layar tabletnya, namun pikirannya melayang jauh pada memori belasan tahun lalu. Ia masih ingat sensasi menggendong Arlo yang merah dan Lyra yang menangis kencang di hari kelahiran mereka. Kini, kedua bayi itu telah berubah menjadi sosok remaja yang cerdas, tangguh, dan siap menaklukkan dunia pendidikan tinggi. "Bub, kenapa melamun? Besok kita harus bangun pagi untuk ke gedung wisuda," tegur Lala lembut sambil mengusap lengan suaminya. "Aku hanya merasa waktu benar-benar pencuri yang ulung, Lala. Rasanya baru kemarin aku membelikan mereka mobil-mobilan," gumam Alistair. "Dan sekarang mer

  • OM CEO, I LOVE YOU!   Bab 198 - Alistair pride

    Malam di Mansion Vanderwick terasa sangat tenang dengan embusan angin sepoi-sepoi yang membawa aroma melati. Alistair Julian Vanderwick berdiri di balkon lantai dua, menyandarkan sikunya di pagar pembatas sembari menyesap kopi pahitnya. Matanya yang tajam tertuju ke bawah, ke arah taman belakang yang diterangi lampu-lampu taman artistik yang hangat Di bawah sana, Arlo dan Lyra sedang duduk di gazebo kaca. Meski waktu sudah menunjukkan jam belajar mandiri, mereka berdua tampak sangat fokus. Arlo terlihat sedang menjelaskan sesuatu pada tabletnya kepada Lyra, sementara sang adik mencatat dengan serius di buku sketsanya. Alistair menyeringai tipis, merasakan kebanggaan yang membuncah di dalam dadanya melihat pemandangan itu. "Masih betah berdiri di sini, Bub? Kopinya sudah dingin lho," suara lembut Lala terdengar dari belakang. Alistair tidak menoleh, ia hanya merentangkan tangan kirinya untuk menarik Lala agar bersandar di sampingnya. "Lihat mereka, Bub. Rasanya baru kemarin aku p

  • OM CEO, I LOVE YOU!   Bab 197 - Kunjungan Elvin dan Intan

    Mansion Vanderwick sore itu tampak lebih ramai dari biasanya. Gerbang emas terbuka lebar menyambut mobil SUV mewah yang sangat dikenal oleh seluruh penjaga. Alistair berdiri di teras dengan gaya angkuhnya, sementara Arlo berdiri di sampingnya dengan tangan masuk ke saku celana, menunjukkan aura dingin yang identik dengan sang ayah Elvin Fisher turun dari mobil dengan setelan kasual namun tetap rapi, diikuti Intan yang kini terlihat sangat anggun sebagai Nyonya Fisher. Di antara mereka, seorang anak laki-laki berusia sekitar tujuh tahun bernama Leo tampak berlari ceria sambil membawa bola plastik. Pemandangan itu kontras dengan Arlo yang hanya menatap kedatangan mereka dengan pandangan datar dan penuh analisa. "Wah, si Kulkas akhirnya ingat jalan pulang ke mansion ini," ejek Alistair sambil menyeringai lebar. "Aku hanya ingin memastikan kau tidak stres karena menghadapi Arlo yang sepertinya sudah mulai menguasai meja kerjamu, Al," balas Elvin tajam. "Mas Elvin, Tuan Alistair, b

  • OM CEO, I LOVE YOU!   Bab 196 - My brother, my bodyguard

    Kantin sekolah menengah internasional itu mendadak sunyi saat seorang siswa kelas dua belas berdiri menghadang jalan Lyra. Pria bernama Rangga itu tampak membawa beberapa lembar kertas dan menatap Lyra dengan senyum meremehkan. Para siswa lain mulai berbisik, menyadari bahwa ada seseorang yang cukup nekat untuk mengusik ketenangan sang ratu sekolah. Lyra berhenti melangkah, ia menatap Rangga dengan pandangan tenang namun tajam yang sangat mematikan. Ia melipat tangan di depan dada, sama sekali tidak menunjukkan rasa takut meski tubuh Rangga jauh lebih besar darinya. Baginya, gertakan semacam ini hanyalah hiburan murahan di tengah jam istirahat yang membosankan. "Ada apa, Kak? Sepertinya Kakak sedang butuh perhatian sampai harus menghalangi jalanku," ucap Lyra dengan nada santai. "Lo pikir karena lo cantik dan kaya, lo bisa seenaknya menolak undangan acara angkatan kami?" tanya Rangga dengan nada menantang. "Aku menolak karena acaranya tidak menarik, sesederhana itu. Kenapa Kak

  • OM CEO, I LOVE YOU!   Bab 195 - Mommy, my bestfriend

    Pusat perbelanjaan paling mewah di Jakarta tampak berkilau di bawah lampu kristal yang menggantung tinggi. Lala melangkah anggun sambil menggandeng lengan Lyra yang kini sudah hampir setinggi dirinya. Di belakang mereka, lima pengawal berpakaian safari hitam menjaga jarak sepuluh meter dengan sangat ketat. Lyra menyesuaikan letak kacamata hitam di atas kepalanya dengan gaya yang sangat modis. Ia melirik tumpukan kantong belanjaan bermerek yang dibawa oleh dua pengawal di belakang mereka. Senyum tipis terukir di bibirnya yang kemerahan, mewarisi kecantikan Lala namun dengan aura yang jauh lebih berani. "Mom, apa Daddy tidak akan marah kita menghabiskan limit kartu kreditnya dalam dua jam?" tanya Lyra sambil terkekeh. "Kartu itu diberikan memang untuk dihabiskan, Lyra. Kalau tidak habis, Daddy-mu justru akan curiga kita tidak bahagia," jawab Lala santai. "Daddy memang aneh. Dia mencintai kita dengan cara membuang uang seolah itu hanya tumpukan kertas," gumam Lyra sambil menarik

  • OM CEO, I LOVE YOU!   Bab 136 - Level posesif 999+

    Setelah insiden kontraksi palsu yang hampir membuat jantung Alistair berhenti berdetak, suasana di Mansion Vanderwick berubah drastis. Jika sebelumnya Alistair sudah protektif, kini ia naik level menjadi paranoid tingkat akut. Begitu sampai kembali di Mansion, Alistair tidak membiarkan ujung kaki La

  • OM CEO, I LOVE YOU!   Bab 135 - Drama kontraksi palsu

    Siang itu, Mansion Vanderwick kembali ke dalam suasana tenang yang menipu. Alistair sudah kembali mengenakan setelan jas custom-made seharga ratusan juta, mencoba memulihkan martabatnya yang hancur berkeping-keping akibat kostum naga hijau tadi pagi. Namun, ketenangan itu seketika hancur saat ponsel

  • OM CEO, I LOVE YOU!   Bab 134 - Martabat sang Vanderwick

    Pagi itu, Mansion Vanderwick terasa sangat tenang sampai sebuah rengekan dari kamar utama memecah keheningan. Lala sedang duduk di tepi ranjang, menatap perutnya yang sudah bulat besar dengan raut wajah yang sangat sedih. Di sampingnya, Alistair baru saja selesai mengenakan jam tangan mahalnya, bers

  • OM CEO, I LOVE YOU!   Bab 133 - Koki bermata biru

    Pagi hari di Mansion Vanderwick biasanya dimulai dengan keheningan yang elegan, namun tidak sejak Lala hamil besar. Alistair sudah terjaga sejak pukul lima pagi, hanya untuk memastikan bantal penyangga di sekeliling istrinya tidak bergeser satu milimeter pun. Kejadian semalam yakni insiden masakan b

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status